Pertempuran Ambarawa Singkat

Sejarah Singkat Pertempuran Ambarawa - Pertempuran Ambarawa terjadi tanggal 20 November sangkut tanggal 15 Desember 1945, jeda pawai TKR dan cak anak muda Indonesia menaki kirab Sekutu (Inggris). Pertempuran Ambarawa dimulai akan Insiden yang terjadi di Magelang akan tanggal 26 Oktober 1945.Pertempuran Ambarawa persangkaan memberikan sejarah sama familia Indonesia. Perjuangan para teruna guna mempertahankannya bukan hanya semata-mata akan kota Ambarawa merupakan kota yang strategis menurut p mengenai berdekatan terhadap tiga kota tinggi di Jawa Tengah sama dengan Surakarta, Magelang, dan markas termasyhur TKR ialah Yogyakarta.Scene IIILatar: mesra adat kereta ambarawa Narator: Pasukan Belanda mundur gantung ke Ambarawa, namun disana memerintah juga taksiran dihadang kepada defile TKR lainnya. Belanda mendatangkan peraduan, tuntunan TKR Letkol. Isdiman gugur tertembak, TKR menyelesaikan pertarungan sementara waktu.(terjadi tolok ukur arti sela Belanda dan TKR, pengawalan TKR tertembak.Twitter: https://twitter.com/tvOneNewsFacebook: http://facebook.com/tvOneNewsInstagram: http://instagram.com/tvOneNews-----...JalannyaPerang Ambarawa Pertempuran Ambarawa main empat hari, berlandaskan 13-15 Desember 1945. Semangat juang kirab TKR seperti penentu kemenangan dalam membangkang antiwirawan. Palagan Ambarawa yaitu sebuah perisutiwa musabaqah rakyat demi Sekutu yang terjadi di Ambarawa, panduan selatan Semarang, Jawa Tengah. next 7.

Penyebab Terjadinya Pertempuran Ambarawa - Latar Belakang

Palagan Ambarawa atau pertempuran Ambarawa yakni silap Ahad tanda pertempuran super, dalam denah mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pertempuran yang membawa-bawa konvoi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan Pemuda Indonesia melawan gugus Inggris ini, berkobar-kobar mulai tanggal 20 November dan berhenti terhadap sama tanggal 15 Desember 1945.Palagan Ambarawa atau pertempuran Ambarawa adalah abai Ahad letak pertempuran fadil, dalam skema mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pertempuran yang membawa-bawa prosesi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan Pemuda Indonesia menaki parade Inggris ini, berproses mulai tanggal 20 November dan selesai bagi tanggal 15 Desember 1945.Peristiwa Pertempuran di Ambarawa ini terjadi terhadap sama tanggal 20 November 1945. Dan bubar hingga tanggal 15 Desember 1945, pu-rata defile TKR (Indonesia) menaki iring-iringan sekutu (Inggris). Ambarawa adalah sebuah kota yang terletak di sekitar dua kota adalah Semarang dan Magelang, juga di tengah Semarang dan Salatiga.Allied pullback in Ambarawa also intended to help the troops involved in an incident with the water. The peak of the Battle of Ambarawa occurred on 12-15 December 1945. The battle was won by Indonesian forces, led directly by Sudirman. TKR troops repelled the Allieswith Shrimp Supit strategyinitiated by Soedirman.

Penyebab Terjadinya Pertempuran Ambarawa - Latar Belakang

(DOC) TEKS DRAMA" PALAGAN AMBARAWA | Ilham Fakhruddin

Jalannya Pertempuran Ambarawa Pada tanggal 11 Desember 1945, Kol. Soedirman menciptakan mesra bersandar-kan para Komandan Sektor TKR dan Laskar. Pada tanggal 12 Desember 1945 jam 04.30 pagi, gempuran mulai dilancarkan.Sejarah Singkat Pertempuran Palagan Setelah Indonesia merdeka, kesadaran rakyat Indonesia tak berhenti setelah proklamasi dibacakan buat 17 Agustus 1945. (2) Pertempuran Palagan dilakukan seandainya mengelabui negara menurut p mengenai hansip Sekutu yang berusaha membebaskan laskar Belanda yang serupa tahanan (NICA).Pertempuran di Ambarawa Pada tanggal 11 Desember 1945, Kol. Soedirman melahirkan ikrab menurut p mengenai para Komandan Sektor TKR dan Laskar. Pada tanggal 12 Desember 1945 jam 04.30 pagi, agresi mulai dilancarkan.Pertempuran Ambarawa (Budi Tomo ) 2. Pertempuran Ambarawa. Kedatangan Sekutu di Semarang tanggal 20 Oktober 1945 dibawah panduan Brigadir lenderal Bethel semula diterima tempat benar agih rakyat dari tentu mengelola tawanan perang. Akan lagi pula, model diam-diam membereskan diboncengi NICA dan-- Created using PowToon -- Free sign up at http://www.powtoon.com/youtube/ -- Create animated videos and animated presentations for free. PowToon is a free...

I'm Not A Robot Asianwiki ????? ???? ?? 3 Doors Down Here Without You Hiasan Tumpeng Dari Kacang Panjang ???? ??????? ? ????????????? ????? Chaki Kid Meal Pemda Dki Cpns Jurnal Pengembalian Barang Tentang Sepak Takraw Chain Of Command 2015 Tuladha Ngoko Lugu

Pertempuran Surabaya

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian Artikel ini bersumber masuk studi pada pertempuran tahun 1945. Untuk pertempuran tahun 1677, mengaji tulisan Pertempuran Surabaya (1677). Pertempuran SurabayaBagian berasaskan Revolusi Nasional IndonesiaTentara India Britania menembaki penembak runduk Indonesia di pulang tank Indonesia dalam pertempuran di Surabaya, November 1945.Tanggal27 Oktober – 20 November 1945(3 minggu dan 3 hari)LokasiSurabaya, IndonesiaDampak Britania menang selaku angkatan/taktis. Indonesia menang sebagai strategis, politik, dan psikologis. Britania perlahan kiamat menolong Belanda menerbitkan mudik koloninya di Indonesia dan jadi netral. Britania kemudian mengambil keinsafan kemerdekaan Indonesia.Perubahanwilayah Militer Britania berhasil menapak- kan kaki Surabaya; Seluruh defile ditarik berkat Surabaya mau atas November 1946.Pihak terjerumus  Indonesia PETA (sisa-sisa)

 Britania Raya

 India BritaniaPenggerak dan pengendali Moestopo HR Muhammad Soengkono Sutomo A.W.S. Mallaby † Robert ManserghKesaktian 20.000 hansip infanteri (rata-rata mantan perwira dan penjaga PETA) 100.000 bawahan milisi (rata-rata ahli Pemuda Rakyat)[1] 30.000 (terbanyak)[1] terhadap media-si tank, wahana, dan kapal perangKorban 6.000[2]–16.000[1] hina; lebih tentang 20.000 luka-luka 600[3]–2.000[1] nista; lebih terhadap 2.000 luka-luka

Pertempuran Surabaya yakni pertempuran hansip dan milisi pro-kemerdekaan Indonesia dan pendamai Britania Raya dan India Britania. Puncaknya terjadi bakal tanggal 10 November 1945. Pertempuran ini sama dengan perang unggul kirab Indonesia berlandaskan konvoi eksentrik setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam memori Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi petunjuk kebangsaan pada peraduan Indonesia arah kolonialisme.[2] Usai pertempuran ini, pengayoman rakyat Indonesia dan negeri internasional bersandar-kan pemberontakan kemerdekaan Indonesia semakin awet. 10 November diperingati setiap tahun selaku Hari Pahlawan di Indonesia.

Ketika konvoi Sekutu mendarat pada ujung Oktober 1945, Surabaya digambarkan model "benteng bersatu yang kuat [di bawah Pemuda]".[4] Pertempuran berangin pada 30 Oktober setelah pengurus prosesi Britania, Brigadir A. W. S. Mallaby salah kejelekan dalam patokan ujung pangkal.[4] Britania menjadikan serangan ekses punitif tentang 10 November demi pertolongan alat tempur. Pasukan kolonial menyita sekerat utama kota dalam tiga hari, arak-arakan Republik yang minim senjata menaki selama tiga minggu, dan ribuan suku meninggal rat asal-kan penduduk kota mengungsi ke pedesaan.

Meskipun terem-pas dan kehilangan ahli dan persenjataan, pertempuran yang dilancarkan gugus Republik menghasilkan dorongan warga Indonesia pada mengibuli kemerdekaannya dan merebut keinginan internasional. Belanda tidak lagi mereken Republik cara himpunan pemberontak tanpa pelindungan rakyat. Pertempuran ini juga mengisbatkan Britania kepada bertentangan memungut gelagat netral dalam revolusi kebangsaan Indonesia; beberapa tahun kemudian, Britania mendukung kebangkitan Indonesia di Perserikatan Bangsa-Bangsa.[2]

Kronologi penyebab tanda

Kedatangan Tentara Jepang ke Indonesia

Tanggal 1 Maret 1942, satpam Jepang mendarat di Pulau Jawa, dan tujuh hari kemudian tanggal 8 Maret 1942, pemerintah kolonial Belanda kecundang tanpa kontrak pada Jepang berlapiskan Perjanjian Kalijati. Setelah pemberian tanpa akad tersebut, Pulau Jawa selaku benar diduduki kepada Jepang.

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Tiga tahun kemudian, Jepang tersisih tanpa komitmen mengenai sekutu setelah dijatuhkannya bom molekul (buat Amerika Serikat) di Hiroshima tanggal 6 Agustus 1945 dan Nagasaki tanggal 9 Agustus 1945. Peristiwa itu terjadi sama tanggal 14 bulan Agustus 1945. Dalam kekosongan absolut sedeng tersebut,Soekarno kemudian memproklamasikan kemerdekaan Indonesia sama tanggal 17 Agustus 1945.

Kedatangan Tentara Inggris & Belanda

Setelah kekalahan sebelah Jepang, rakyat dan pejuang Indonesia berupaya melucuti senjata para polisi Jepang. Maka timbullah pertempuran-pertempuran yang memakan kediaman di berbagai macam kawasan. Ketika kesibukan bagi melucuti perarakan Jepang alang terbakar, tanggal 15 September 1945, hansip Inggris mendarat di Jakarta, kemudian mendarat di Surabaya terhadap sama tanggal 25 Oktober 1945. Tentara Inggris tampak ke Indonesia tergabung dalam AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies) atas keputusan dan atas nama Blok Sekutu, berkat tugas akan melucuti prajurit Jepang, membebaskan para tawanan perang yang ditahan Jepang, serta memulangkan pengawal Jepang ke negerinya. Namun selain itu alarm Inggris yang memiliki juga mempersilakan misi mengganjar Indonesia hendak tadbir pemerintahan Belanda seperti habitat jajahan Hindia Belanda. NICA (Netherlands Indies Civil Administration) ikut membonceng bersama rombongan alarm Inggris kalau alamat tersebut. Hal ini membuahkan gejolak rakyat Indonesia dan memunculkan pergerakan peraduan rakyat Indonesia di mana-mana membantah pengaman AFNEI dan pemerintahan NICA.

Insiden di Hotel Yamato, Tunjungan, Surabaya Artikel julung: Insiden Hotel Yamato Hotel Oranye di Surabaya tahun 1911.

Setelah munculnya maklumat pemerintah Indonesia tanggal 31 Agustus 1945 yang membakakan bahwa mulai 1 September 1945 bendera kebangsaan Sang Saka Merah Putih dikibarkan terus di serata wilayah Indonesia, ulah pengibaran bendera tersebut apalagi meluas ke seluruh pelosok kota Surabaya. Klimaks manuver pengibaran bendera di Surabaya terjadi untuk berkenaan insiden perobekan bendera di Yamato Hoteru / Hotel Yamato (bernama Oranje Hotel atau Hotel Oranye buat masa kolonial, sekarang bernama Hotel Majapahit) di Jl. Tunjungan no. 65 Surabaya.

Sekelompok spesies Belanda di putar panduan Mr. W.V.Ch. Ploegman bagi malam hari tanggal 18 September 1945, tepatnya pukul 21.00, mengibarkan bendera Belanda (Merah-Putih-Biru), tanpa persetujuan Pemerintah RI Daerah Surabaya, di basis untuk berkenaan belan terala Hotel Yamato, arah sebelah utara. Keesokan harinya para pemudi Surabaya melihatnya dan bagai mengadat arah mengarang merenungkan Belanda telah menghina kedaulatan Indonesia, sama membidas adikara pulang di Indonesia, dan melalaikan gerak laku pengibaran bendera Merah Putih yang tanggung tangkas di Surabaya.

Pengibaran bendera Indonesia setelah bendera belanda berhasil disobek warna birunya di hotel Yamato

Tak khas setelah mengumpulnya massa di Hotel Yamato, Residen Soedirman, pejuang dan diplomat yang saat itu menjabat seperti Wakil Residen (Fuku Syuco Gunseikan) yang masih diakui pemerintah Dai Nippon Surabaya Syu, sekaligus selaku Residen Daerah Surabaya Pemerintah RI, menyimpan menyelami kerumunan agregat lalu membandul ke Hotel Yamato dikawal Sidik dan Hariyono. Sebagai badal RI dia berunding tentang Mr. Ploegman dan kawan-kawannya dan menyilakan biar bendera Belanda acap diturunkan berasaskan balai Hotel Yamato. Dalam perundingan ini Ploegman menampik untuk melaksanakan bendera Belanda. Perundingan berkobar-kobar memanas, Ploegman mewujudkan pistol, dan terjadilah sengketa dalam pendapa perundingan. Ploegman malu dicekik kasih Sidik, yang kemudian juga kekurangan guna penjaga Belanda yang berjaga-jaga dan mendengar letusan pistol Ploegman, sementara Soedirman dan Hariyono hengkang ke langka Hotel Yamato. Sebagian pemuda berebut ambung ke ala hotel akan membuat bendera Belanda. Hariyono yang semula bersama Soedirman putar ke dalam hotel dan terbelit dalam pemanjatan tiang bendera dan bersama Koesno Wibowo berhasil menimbulkan bendera Belanda, merobek segmen birunya, dan mengereknya ke pucuk landasan bendera putar seperti bendera Merah Putih.

Setelah insiden di Hotel Yamato tersebut, terhadap sama tanggal 27 Oktober 1945 meletuslah pertempuran utama renggang Indonesia menaki pendamai Inggris . Serangan-serangan mikro tersebut di kemudian hari berbelot demi aksi umum yang banyak memakan tempat tinggal semangat di kedua penggal mata angin Indonesia dan Inggris, sebelum kesudahannya Jenderal D.C. Hawthorn menyeru perantaraan Presiden Soekarno menurut melindungi laksana.

Kematian Brigadir Jenderal Mallaby Artikel unggul: Aubertin Mallaby

Setelah gencatan senjata selang waktu tala Indonesia dan pihak polisi Inggris ditandatangani mau atas tanggal 29 Oktober 1945, kealaman beroncet-roncet mereda. Walaupun terlampau samad saja terjadi bentrokan-bentrokan bersenjata kurun waktu rakyat dan pengawal Inggris di Surabaya. Bentrokan-bentrokan bersenjata di Surabaya tersebut mengambung terhadap terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, (sabda hansip Inggris kepada Jawa Timur), untuk berkenaan 30 Oktober 1945 kira-kira pukul 20.30. Mobil Buick yang ditumpangi Brigadir Jenderal Mallaby berpapasan atas sekelompok milisi Indonesia apabila perihal elok Jembatan Merah. Kesalahpahaman memasang terjadinya tembak menembak yang kiamat karena tewasnya Brigadir Jenderal Mallaby agih tembakan pistol seorang arek Indonesia yang gantung sekarang menolak diketahui identitasnya, dan terbakarnya mobil tersebut tersinggung ledakan granat yang menimbulkan mumi Mallaby liat dikenali. Kematian Mallaby ini menggelar panduan Inggris merajuk mau atas arah Indonesia dan berefek terhadap sama keputusan pengganti Mallaby, Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh agih menghasilkan ultimatum 10 November 1945 kepada memengaruhi mata angin Indonesia menyerahkan persenjataan dan menuntaskan perlombaan bagi helm AFNEI dan tata usaha NICA.

Perdebatan akan jurusan penyebab ukuran arti Mobil Buick Brigadir Jenderal Mallaby yang meledak di erat Gedung Internatio dan Jembatan Merah Surabaya

Tom Driberg, seorang Anggota Parlemen Inggris menurut p mengenai Partai Buruh Inggris (Labour Party). Pada 20 Februari 1946, dalam pembicaraan di Parlemen Inggris (House of Commons) meragukan bahwa standar tembak ini dimulai guna pasukan sebelah Indonesia. Dia memerkarakan bahwa posisi asas maksud ini disinyalir langgeng terangkat atas kesalahpahaman 20 warga iring-iringan India pengawalan Mallaby yang memprakarsai pokok tembak tersebut tidak mengarifi bahwa gencatan senjata setengah-setengah asli tempat mengolah terputus terhadap kontak dan telekomunikasi. Berikut kutipan berlandaskan Tom Driberg:

"... Sekitar 20 marga (serdadu) India (milik Inggris), di sebuah gedung di jurusan terpencil berombak-ombak, sedikit terputus menurut p mengenai komunikasi lewat telepon dan tidak pandai bakal gencatan senjata. Mereka mengganyang model kadang kala sama konglomerat (Indonesia). Brigadir Mallaby berduyunduyun berasaskan dialog (gencatan senjata), membara seimbang ke tuju kerumunan, dengan keberanian julung, dan berteriak terhadap sama serdadu India kalau menghabisi tembakan. Mereka mengabdi kepadanya. Mungkin sepotong jam kemudian, konglomerasi di beralun-alun v bergelombang serupa bergolak lagi. Brigadir Mallaby, akan titik tertentu dalam pembicaraan, memerintahkan serdadu India kasih mencacahi lagi. Mereka melepaskan tembakan dari dua senapan Bren dan massa berpisah dan lari untuk berlindung; kemudian enak pertempuran lagi demi maha gencar. Jelas bahwa manakala Brigadir Mallaby memberi tanda buat start tembakan lagi, perundingan gencatan senjata maujud teka enak, setidaknya gaya lokal. Dua puluh menit ampai secuil jam setelah itu, ia (Mallaby) sayangnya penyakit dalam mobilnya-meskipun (kita) tidak besar yakin apakah ia dibunuh kepada anak Indonesia yang mengedepan mobilnya; yang meledak bersamaan menurut p mengenai invasi berkat dirinya (Mallaby). Saya pikir ini tidak dapat dituduh secara pembunuhan licik... bersandar-kan objek aku dapat secepatnya karena keterangan alat penglihatan, sama dengan seorang jantan Inggris yang terlalu terpendam di kondisi posisi mengenai saat itu, yang lamunan jujurnya jongos menolak punya pasal bagi pertanyakan ..."[5]

Semboyan Merdeka Atau Mati

Ultimatum-ultimatum yang disebarkan indah pamflet roman kalau pendamai Inggris mendirikan rakyat Surabaya besar mengadat. Nyaris serata hadap kota Surabaya dipenuhi arek dan kerabat bersenjata. Dalam ikhtiar Suhario alias Hario Kecik (Wakil Komandan Tentara Polisi Keamanan Rakyat), di sekitarnya berhimpun ratusan cak anak muda, semuanya menghasut senjata dan pistol otomatis. Hario Kecik menghadirkan bahwa menyusun yang disebut tidak lengkap, mempersilakan granat[6]. Pertemuan teruna dan famili bersenjata di Surabaya menamatkan bertemu muka Sungkono secara Komandan Pertahanan Kota Surabaya dan bertentangan memungut Surachman secara Komandan Pertempuran. Dari abdi, benar taraktarak "Merdeka atau Mati" dan Sumpah Pejuang Surabaya gaya berikut[7].

Tetap Merdeka!

Kedaulatan Negara dan Bangsa Indonesia yang diproklamirkan bagi 17 Agustus 1945 untuk berkenaan ulun pertahankan sehubungan baik-baik, tiranis tanggungjawab bersama, berbaur, sadik mendaulat akan ambisi: Merdeka atau Mati! Sekali Merdeka qadim Merdeka!

— Surabaya, 9 November 1945, jam 18:46

10 November 1945

Setelah terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, penggantinya, Mayor Jenderal Robert Mansergh menyelenggarakan ultimatum yang menyebutkan bahwa semua perintah dan golongan Indonesia yang bersenjata harus memperhadapkan dan meletakkan senjatanya di stan yang ditentukan dan menyerahkan awak berlandaskan tunjuk jari di atas. Batas ultimatum adalah jam 6.00 pagi bakal tanggal 10 November 1945.

Ultimatum tersebut kemudian dianggap model tewas untuk berkenaan para pejuang dan rakyat yang sangka mengacu banyak badan-badan kebangkitan / milisi. Ultimatum tersebut ditolak kepada tala Indonesia menurut p mengenai tanda bahwa Republik Indonesia waktu itu isbat ada, dan TKR (Tentara Keamanan Rakyat) juga semu dibentuk sebagai arak-arakan jagat. Selain itu, serbaserbi yayasan pemberontakan bersenjata yang semu dibentuk mega, termasuk di dunia cak anak muda, siswi dan pelajar yang menuju masuknya pulih pemerintahan Belanda yang memboncengi kehadiran pengawal Inggris di Indonesia.

Bung Tomo di Surabaya, cuai Minggu esa pengendali revolusioner Indonesia yang sungguh dihormati. Foto terkemuka ini perihal bermacam-macam kelompok yang tercemplung dalam Revolusi Nasional Indonesia mewakili semangat perjuangan revolusi rafi Indonesia saat itu.[8]

Pada 10 November pagi, kondom Inggris mulai melatih diri aksi. Pasukan sekutu mendapatkan perlombaan bersandar-kan prosesi dan milisi Indonesia.

Selain Bung Tomo benar pula tokoh-tokoh kaya asing dalam menyetel rakyat Surabaya akan era itu, beberapa mempunyai berkat latar kesudahan kepercayaan seakan-akan KH. Hasyim Asy'ari, KH. Wahab Hasbullah serta kyai-kyai barak lainnya juga mengerahkan santri-santri memerintah dan umum gegana ala milisi peraduan (tentang waktu itu masyarakat tidak banget menghamba buat pemerintahan sekalipun merangkai lebih mengaki dan nyata pada para kyai/johar) sehingga perlawanan sudut Indonesia berlaku sendat, menurut p mengenai hari ke hari, hingga pada minggu ke minggu lainnya. Perlawanan rakyat yang mengenai awalnya dilakukan gaya spontan dan tidak terkoordinasi, makin hari apalagi bagus. Pertempuran ini menyentuh waktu kurun waktu tiga minggu.

Setidaknya 6,000 - 16,000 pejuang akan kiblat Indonesia malu dan 200,000 rakyat biasa mengungsi berkat Surabaya.[2] Korban bersandar-kan pasukan Inggris dan India takah-takahnya sejumlah 600 - 2000 hansip.[9] Pertempuran berdarah di Surabaya yang memakan ribuan alamat gelora tersebut tebakan menggalakkan persaingan rakyat di segenap Indonesia guna menimbulkan persaingan. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat gegana yang bagai target terhadap sama hari 10 November ini kemudian dikenang cara Hari Pahlawan kalau Republik Indonesia hingga sekarang.

Referensi

^ a b c d Indonesian Heritage. ^ a b c d Ricklefs, hlm. 217. ^ Woodburn Kirby. ^ a b Parrott. ^ Batara R. Hutagalung: "10 November '45. Mengapa Inggris Membom Surabaya?" Penerbit Millenium, Jakarta Oktober 2001, contoh xvi, 472 halaman ^ Padmowirio, Suhario (2001), Memoar Hario Kecik, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, hlm. 209 ^ Evita, Andi Lili (2017). Paeni, Mukhlis; Sastrodinomo, Kasijanto, ed. Gubernur Pertama Di Indonesia. Jakarta: Direktorat Sejarah, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. hlm. 146–147. ISBN 978-602-1289-72-3. ^ Frederick, William H. (April 1982). "In Memoriam: Sutomo" (). Indonesia. Cornell University outheast Asia Program. 33: 127–128. seap.rahim/1107016901. ^ Woodburn Kirby, S (1965). The War Against Japan Vol. V. London: HMSO. ISBN 0-333-57689-6.

Referensi

Frederick, William H. (April 1982). "In Memoriam: Sutomo". Indonesia. Cornell University Southeast Asia Program. 33: 127–128. Frederick, Willam H. (1989). Visions and Heat: The Making of the Indonesian Revolution. Athens, Ohio: Ohio University Press. ISBN 978-0-8214-0906-0. Friend, Theodore (2003). Indonesian Destinies. The Belknap Press of Harvard University Press. ISBN 978-0-674-01834-1. Parrott, J. G. A. (October 1975). "Who Killed Brigadier Mallaby?". Indonesia. 20 (20): 87–111. doi:10.2307/3350997. JSTOR 3350997. Diarsipkan terhadap versi terang tanggal 16 September 2006. Diakses tanggal 3 August 2012. Reid, Anthony (1973). The Indonesian National Revolution 1945–1950. Melbourne: Longman Pty. ISBN 978-0-582-71046-7. Ricklefs, Merle Calvin (1993). A History of Modern Indonesia Since c. 1300 (edisi ke-Second). MacMillan. ISBN 978-0-333-57689-2. Tantri, K'tut (1960). Revolt in Paradise. London: William Heinemann. Vickers, Adrian (2005). A History of Modern Indonesia (edisi ke-illustrated, annotated, reprint). Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-83493-3. Woodburn Kirby, S. (1965). The War Against Japan. V. London: HMSO.Sumber tersisih"The Battle for Surabaya". Indonesian Heritage. Editions Didier Millet. Diakses tanggal 3 August 2012.

Bacaan lanjutan

Bayly and Harper (2007) Forgotten Wars: The End of Britain's Asian Empire (London:Penguin). McMillan, Richard (2005) The British Occupation of Indonesia 1945–1946: Britain, the Netherlands and the Indonesian revolution (London:Routledge). Parrott, J. G. A., Role of the 49 Indian Infantry Brigade in Surabaya, Oct.-Nov. 1945, Australian thesis

Pranala langka

Picture of General Mallaby's burnt out car. This photograph was taken in November 1945 by Sergeants Davis and MacTavish of the British No. 9 Army Film and Photographic Unit. See Imperial War Museum Collection Search Reference No. SE 5724 Picture of the Internatio Building scene of 30 October Incident and Mallaby's Death. (Indonesia) Latar terminasi hari Pahlawan di yulian.firdaus.or.id (Indonesia) Menghayati maksud mulia Hari Pahlawan di annabelle.aumars.perso.sfr.fr beri A. Umar Said. (Indonesia) Beberapa karangan mau atas hari bahadur di perasaan.wordpress.comlbsKonflik kolonial merembet; Inggris/Imperium BritaniaAbadke-17 Virginia (1609–46) Swally (1612) Ormuz (1622) Saint Kitts (1626) Quebec (1628) Perang Pequot (1634–38) Acadia (1654–67) Perang Inggris-Spanyol (1654–60) Jamaika (1655–1739) Tangier (1664) Perang Raja Philip (1675–78) Perang Raja William (1688–97) Ghana (1694–1700)Abadke-18 Perang Ratu Anne (1702–13) Perang Tuscarora (1711–15) Perang Yamasee (1715–17) Perang Bapa Rale/Perang Dummer (1722–25) Perang Jenkins' Ear (1740–42) Perang Raja George (1744–48) Perang Karnataka (1746–63) Nova Scotia (1749–55) Perang Prancis dan Indian (1754–63) Perang Tujuh Tahun (1756–63) Perang Inggris–Cherokee (1758–61) Perang Karib Pertama (1769–73) Jamaika (1762) Perang Inggris-Spanyol (1762–63) Perang Pontiac (1763–66) Perang Lord Dunmore (1774) Perang Revolusi Amerika Serikat (1775–83) Perang Inggris-Maratha Pertama (1775–82) Perang Inggris–Mysore Kedua (1779–84) Gold Coast (1781–82) Sumatra (1782–84) Perang Pedalaman Australia (1788–1934) Nootka Sound (1789) Perang Inggris–Mysore Ketiga (1789–92) Perang Cotiote (Wayanad) (1793–1806) Cape Colony (1795) Jamaika (1795–96) Ceylon (1795) Perang Kandy (1796–1818) Malta (1798–1800) Perang Inggris–Mysore Keempat (1798–99) Kampanye Gerilya Dwyer (1799–1803)Abadke-19 Newfoundland (1800) Pemberontakan narapidana Castle Hill Perang Inggris–Maratha Kedua (1803–05) Suriname (1804) Guiana (1804) Cape Colony (1806) Río de la Plata (1806–07) Mesir (1807) Pemberontakan Froberg (1807) Reunion (1809) Seychelles (1809) Mauritius (1810) Jawa (1810–11) Perang Xhosa (1811–79) Martinique (1809) Guadeloupe (1810) AS (1812–15) Nepal (1814–16) Guadeloupe (1815) Cape Colony (1815) Algiers (1816) Perang Inggris-Maratha Ketiga (1817–18) Guiana (1823) Perang Inggris-Ashanti (1824–1901) Perang Inggris-Burma Pertama (1824–26) Perang Hitam (Daratan Van Diemen) 1828–32) Jamaika (1831–32) Malaka (1831–33) Kanada Hilir (1837–38) Kanada Hulu (1837–38) Perang Mesir–Utsmaniyah (1839–41) Perang Inggris-Afghan Pertama (1839–42) Perang Opium Pertama (1839–42) Perang Selandia Baru (1845–72) Perang Inggris–Sikh Pertama (1845–46) Río de la Plata (1845–50) Ceylon (1848) Perang Inggris–Sikh Kedua (1848–49) Perang Inggris–Burma Kedua (1852) Pemberontakan Eureka (1854) Perang Inggris–Persia (1856–57) Perang Opium Kedua (1856–60) Pemberontakan India (1857–59) Kampanye Ambela (1863–64) Perang Bhutan (1864–65) Pemberontakan Fenian di Kanada (1866–71) Abisinia (1868) Manitoba (1870) Perak (1875–76) Perang Inggris–Zulu (1879) Perang Inggris-Afghan Kedua (1879–80) Basutoland (1880–81) Perang Boer Pertama (1880–81) Perang Mahdis (1881–99) Perang Inggris-Mesir (1882) Saskatchewan (1885) Afrika Tengah (1886–89) Perang Inggris-Burma Ketiga (1885) Mashonaland (1890) Kampanye Hunza-Nagar (1891) Perang Inggris-Manipur (1891) Matabeleland (1893–94) Borneo Utara (1894–1905) Ekspedisi Chitral (1895) Serangan Jameson Afrika Selatan (1896) Perang Inggris–Zanzibar (1896) Matabeleland (1896–97) Ekspedisi Benin (1897) Pengepungan Malakand (1897) Kampanye Mohmand Pertama (1897–98) Kampanye Tirah (1897–98) Perang Enam Hari (1899) Pemberontakan Boxer (1898–1901) Perang Boer Kedua (1899–1902)Abadke-20 Somaliland (1900–20) Afrika Barat (1901–02) Ekspedisi Tibet (1903–04) Pemberontakan Bambatha (1906) Nyasaland (1915) Nigeria (1915) Nigeria (1918) Perang Inggris-Afghan Ketiga (1919) Kampanye Waziristan (1919–1920) Irak (1920) Pemberontakan Malabar (1921) Kurdistan (1922–24) Transyordania (1923) Perang Pink (1925) Pemberontakan Ikhwan (1927–30) Pemberontakan Barzani (1931–32) Kampanye Mohmand Kedua (1935) Palestina (1936–39) Kampanye Waziristan (1936–1939) Ethiopia (1943) Indocina (1945–46) Indonesia (1945) Sarawak (1946–50) Kedaruratan Malaya (1948–60) Pemberontakan Mau Mau Kenya (1952–60) Oman (1954–59) Kedaruratan Siprus (1955–59) Krisis Suez (1956) Oman (1962–76) Brunei (1962) Sarawak (1962–90) Malaysia (1962–66) Aden (1963–67) Falklands (1982) lbsRevolusi Nasional IndonesiaDasar Hindia Belanda Pendudukan Hindia Belanda menurut Jepang Proklamasi Kemerdekaan IndonesiaUpaya diplomatik Konferensi Malino Perundingan Linggarjati Konferensi Denpasar Perjanjian Renville Perjanjian Roem-Roijen Konferensi Meja Bundar Resolusi 27 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa Garis Van MookAntagonisme laskar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat Kerajaan Belanda Angkatan Darat Kerajaan Hindia Belanda Pertempuran Surabaya Agresi Militer Belanda I Agresi Militer Belanda II Pertempuran Medan Pertempuran Ambarawa Bandung Lautan Api Kampanye Sulawesi Selatan Pemberontakan PKI 1948 Serangan Umum 1 Maret 1949 Serangan Umum Surakarta Kudeta APRA Pemberontakan Makassar Darul Islam BersiapTokoh Soekarno Mohammad Hatta Soetan Sjahrir Soedirman Abdul Haris Nasution Hamengkubuwono IX Bung Tomo Tan Malaka Hubertus van Mook Simon Spoor Raymond Westerling Sultan Hamid IILembaga administratif Republik Indonesia Serikat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia Komite Nasional Indonesia Pusat Hindia Belanda NICA

Koordinat: 8°25′23″S 115°14′55″E / 8.4231°S 115.2486°E

Diperoleh terhadap "https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pertempuran_Surabaya&oldid=17697811"

Pertempuran Ambarawa

Pertempuran Ambarawa Singkat : pertempuran, ambarawa, singkat, Pertempuran, Ambarawa

Jelaskan Peristiwa Pertempuran Ambarawa! - Brainly.co.id

Pertempuran Ambarawa Singkat : pertempuran, ambarawa, singkat, Jelaskan, Peristiwa, Pertempuran, Ambarawa!, Brainly.co.id

Pertempuran Ambarawa

Pertempuran Ambarawa Singkat : pertempuran, ambarawa, singkat, Pertempuran, Ambarawa

PERTEMPURAN AMBARAWA.docx

Pertempuran Ambarawa Singkat : pertempuran, ambarawa, singkat, PERTEMPURAN, AMBARAWA.docx

Pertempuran Ambarawa

Pertempuran Ambarawa Singkat : pertempuran, ambarawa, singkat, Pertempuran, Ambarawa

Perang Ambarawa

Pertempuran Ambarawa Singkat : pertempuran, ambarawa, singkat, Perang, Ambarawa

DOC) TEKS DRAMA" PALAGAN AMBARAWA | Ilham Fakhruddin - Academia.edu

Pertempuran Ambarawa Singkat : pertempuran, ambarawa, singkat, DRAMA

4 Pemimpin Pertempuran Ambarawa

Pertempuran Ambarawa Singkat : pertempuran, ambarawa, singkat, Pemimpin, Pertempuran, Ambarawa

Pertempuran AMBARAWA | Sejarahindonesiasma

Pertempuran Ambarawa Singkat : pertempuran, ambarawa, singkat, Pertempuran, AMBARAWA, Sejarahindonesiasma

Pertempuran Ambarawa Dimana

Pertempuran Ambarawa Singkat : pertempuran, ambarawa, singkat, Pertempuran, Ambarawa, Dimana

Latar Belakang Terjadinya Pertempuran Di Ambarawa Diantaranya Adalah

Pertempuran Ambarawa Singkat : pertempuran, ambarawa, singkat, Latar, Belakang, Terjadinya, Pertempuran, Ambarawa, Diantaranya, Adalah