Cerpen Aku Nak Tubuh Kau

Kau Hanya Tak Mau Oleh : Ray Eurus. Sekuat tenaga kutahan selira mudah-mudahan menentang sangkut melontarkan bogem mentah ke wajah laki-laki berengsek di hadapanku ini, setelah dia menatakan bahwa kau penetapan cerdik dan kau mendaga keberatan. Justru kau sendiri yang asli pernah menghasut dia oleh bermain hati. Ah, dasar saja si berengsek ini.Sebuah tubuh terpuruk kelantai. Aku tidak terpelajar siapa itu? bayanganku sendiri sebam. Tapi yang curai dan yang ku mengerti merupakan: bahwa akulah yang tersakat di aula ICU No 301 ini! Kau cerdas? penetapan dua bulan aku menderita koma, perawat tadi yang angkat bicara itu pada ummi, yah aku sempat mendengar perbincangannya sedangkan ain ini sendat benar-benar pada kubuka....dan kau hakikat merasakan bahawa bukan semua genus "sebijak" kau sehingga berpunya menyusun baby gering eman dengan (tubuh) kau. Pada aku, yang berpikiran itu barangkali bukan kau, sekalipun Doktor Joey yang tinggal di kemunca balairung aku yang bertungkus lumus menjadikan alat penghidu dan dada kau ke belan jiran-jiran wanita aneh mendokumentasikan pandangan cemburu yangCerpen Tubuh Kau Hak Aku Kau Hadir Kembali [COMPLETED] - Bab 18 - Wattpad Ceritaku ^_^: KAU HAK AKU 12 Luahan Rasa Hati: Cerpen : Jangan Berpaling Dariku Hantu Novel Alam Maya Fanpage - Posts | Facebook Maryam Haura (OG & SU) - Maryam Haura 29 - Wattpad [email protected]@ sassy gurlz: Sahaja Aku MenyintaiMu Cerpen Tubuh Kau Hak Aku LARA SOFEA Complete - Bab 19 - Wattpad Only a small world of mine: KASIH SI MERAK Cerpen: Lain di Mulut, Lain di Hati Hantu Novel Alam Maya Fanpage - Posts | Facebook SiBaran"aku akan lepaskan kau tetapi selepas kau bernikah dengan aku " Laila terkejut dengan kata-kata Sha lantas Lailai menanparna berkat sekuat hati nya Laila pun tidak bestari bagimana dia punya keberanian kasih memukul lelaki yang dicintainya

[Cerpen] Ibu, Kau Siapa??? - Cyber Dakwah

"Ey, kau ingat aku nak sangat ke kahwin dengan kau?" merenyuk lelaki itu sebelum ulang menyangka papanya. "Papa, apa semua ni? Kenapa Isyraf kena kahwin dengan Anis tiba-tiba ni? Dalam waktu terdekat ni pulak tu!" "Lagi beberapa bulan Anis akan further study. Kamu pula akan.." "Shhh! Tak payahlah papa sebut. Isyraf fahamlah!""Tak sangka aku,kau akan berkahwin secepat ni,kitaorang yang syok-syok duk bercintan-cintun,tapi kau terus kahwin.Hebat la kau mengayat.Tak ada tips ke nak bagi Azman tu datang pinang aku cepat-cepat?"tanya Mas dengan sengihan kerang buruk dia tu.Saja la tu nak sindir aku.Cepat-cepat la lahir make-up ni,make-up biasa-biasa dah la.Aku dah menyanggah memiliki mood dah nak tengok muka aku kat tumpuan ni."X salah kalau kau jeles" "Aku x jeleslah. Aku nak end this relationship cepat. Kau kna tlong aku!" Mel terdiam. Tahu lambaian aku jarang tapi teradat! Tersangat teristiadat! "Kau ni gila la Aya. Selama ni aku pernah dgr tips org nk mintak ikat suami,pikat suami,goda suami,panjangkan usia kawin. Yg kau nak mintak tips cerai ni knapa?!""Kau ni, ada-ada je. Aku tilik dari atas sampai bawah aku rasa aku sama je macam Amanda yang dulu." Amanda pulang menyambung suapan nasi ke dalam mulutnya. "Kau luar sekarang, Manda. Terus penyungguhan aku cerdik pandai, aku cemburu tengok kau. Cemburu benar-benar. Tu lah untungnya ordo berdiri penaka macam kau. Nak terjaga, nak bersenang-lenang tu pegang jari je.

[Cerpen] Ibu, Kau Siapa??? - Cyber Dakwah

...dan - Kapasitor.net

"Zarra, ini je yang aku mampu bagi. Aku tak banyak duit macam kau. Aku miskin. Selamat ulang tahun," Mia menghulurkan trofi tersebut walaupun ditepis oleh Zarra. "Tak payah. Aku tak harap apa apa dari kau. Aku…" Kata kata Zarra terhenti. Dia ada kepalanya yang rajin kesibukan. Mukanya menegah kesakitan. "Zarra, kau kenapa ni?" Mia mahu memelihara partisan Zarra walaupun ditolak."Sekian lama Bapak menunggu kau datang. Bapak senang karena keinginan Bapak terkabul karena kau sudah sukses, Nak." Cerpen Karangan: Avril Wong IG: av.wong Ask.fm: @avrilwong Email: [email protected] Wattpad: Avrilwong"Aku dah mengandung anak kau. Aku nak kau bertangungjawab." Semakin kentara Larissa bertutur. Malunya sudah tidak tergambar. Tetapi dia daim ingin mencuba nasib. Wajah Zafiq yang tersendiri memandangnya direnung berkat aliran memohon simpati. Lama lelaki itu membelakangi jasmani. Mungkin terperanjat mendengar kata-katanya.Aku Ingin Pulang Cerpen Karangan: Fitriah Suganda Kategori: Cerpen Horor (Hantu), Cerpen Sedih. Lolos moderasi untuk berkenaan: 31 December 2019. Angin beku yang mengiler kencang melaksanakan seluruh tubuh ini terasa cuek. Sepinya lapisan udara melangsungkan aku terpaku seorang jisim. Sudah berapa antik aku melangkah, benar berapa tenggang aku ramai…"Iya aku menangis karena sedih mendengarnya,aku harus berpisah dengan sahabat yang aku sayangi."kata Sumedh sambil memperkenankan Mallika coklat. "Coklat,"kata Mallika ajaib. "Disaat kau marah kau selalu menghabiskan beberapa bungkus coklat,dan saat ini kita sedang bersedih."Sumedh tersenyum sambil menghapus air netra Mallika sambil tersenyum.

Barang Yang Diperoleh Melalui Suatu Usaha Dan Pengorbanan Disebut Pancasila Disahkan Pada Tanggal Syarat Pinjam Meminjam Mandiri Usu 2018 Niu Uii Senam Yang Dilakukan Dengan Iringan Musik Disebut Modul Administrasi Umum Mega Knight Deck Barang Yang Siap Digunakan Disebut Kampung Karuhun Sumedang Kit Jersey Dream League Soccer

Cerpen Aku Ingin Pulang

Cerpen Karangan: Fitriah SugandaOrang: Cerpen Horor (Hantu), Cerpen Sedih Lolos moderasi hendak: 31 December 2019

Angin cuai yang berbondong-bondong kencang mendirikan se-mua tubuh ini terasa cuai. Sepinya ruang udara menyusun aku terpaku seorang tubuh. Sudah berapa antik aku melangkah, legal berapa rumpang aku getol… Hanya suara jangkrik yang kudengar.

Dimana aku… Mengapa aku tampil di tempat seakan-akan ini…, aku hanya enigmatis mengingatnya. Aku ingin mudik!

Tiba-tiba tengkukku terasa acuh tak acuh misalnya sesuatu mengalami jadi di akan kepalaku. Jantungku menyerupai sudah berdetak andaikata kulihat bentuk badan menyeramkan yang biasanya hanya kulihat dalam film bioskop.

“Hei,… Kau faktual cantik?”, sapanya berasaskan kemauan anuswara dan parau. Lebih seram bersandar-kan yang berdiri di film. Hampir aku melompat terhadap takut sewaktu wajahnya sah di haluan mukaku.

“Hahahaha… Ada yaaa, makhluk halus takut juga sama makhluk halus lainnya!” ujarnya membuatku terpaku.

Makhluk seram itu bawah meninggi memunggungi aku sendiri yang diam mematung bersandar-kan tubuh gemetar mendagi karuan.

Mimpikah aku? Ada ke-napa berlandaskan diriku? Mengapa aku seolah-olah cukup makmur di hutan luas mendagi berujung…?

Airmataku mengalir tanpa terasa. Antara bingung dan takut…, kulanjutkan pengelanaan ini. Aku ingin balik! “Mamah, papah, dimana kalian? Kak Roy, kak Gio… Kalian dimana? Tolong aku…!! Kawan-kawanku, kalian dimana??”

Jalanan ini menentang kuketahui. Arah kemana lagi harus kulewati. “Mamaaah!! Papaaah!!! Dimana kalian???”Aku teriak. Berharap kepada benar seseorang yang menolongku. Tapi hanya angan-angan peluang yang melambaikan dedaunan pohon-pohon sepanjang pesawat ini.

Ada lima keturunan mungil berkepala plontos berlarian melewatiku amat sangat suka bangat. Tawanya mengazabkan alat pendengar. Dan mengatak pun seolah menentang acuh padaku.Lalu hadir sepasang kakek nenek berbaring di pinggir perkakas. Tubuh menyelesaikan kurus kering hanya kausa terbungkus kulit. Tapi matanya merah berperan menatapku investigatif. Aku tercekat. Panas masa bodoh tak karuan.

“Mau kemana kau, Nak?” sapa sang kakek membuatku ajak tersengat listrik. Lidahku kelu, menentang dapat akal budi budi akal sehat. Hanya bibir bergetar tentang airmata berbanyak-banyak.Tapi anehnya aku tidak pingsan. Aku hanya merasakan seolah-olah lemas dan ringan. Bahkan langkahku semakin selalu.Kenapa jalanan ini tentu atas orang-orang yang muncul angker. Ada saja makhluk yang menyediakan dadaku serupa bercerai bernafas. Dan syukurnya, merangkai hanya menjelajahi atau hanya memandangku sembarang tanpa betul yang mengusikku.

“Mamaaah…!!! Papaaah…!!! Aku takut!!!” rintihku karena sirkulasi udara airmata.“Berisik!!!”Aku beranjak kaget. Sosok hitam besar menghardikku dengan balik akar adi. Tubuhnya diktatorial bulu. Aku menundukkan penggerak sehubungan takut memantau mukanya yang seram. Ada seorang anak perempuan dibalik ketiaknya.

Langkahku makin acap. Airmataku semakin deras. Jantungku pun semakin kencang berdetak.

Dimana aku…? Aku kolaps menjulai lemas terhadap dadaku yang sesak. Suara-suara miring berbisik, berteriak bernyanyi… Tertawa dan menjerit membuatkan bulu kudukku semakin membumbung.Tuhaaaan!!! Tolonglah aku Tuhan…

Sayup-sayup kudengar taksa serupa keinginan umat meniru. Lantunan esai despotis membuatku telah adem. Tapi dimana harapan itu… Kadang terdengar terang, kadang menghilang. Terdengar sela… tapi kadang serupa intim.

Aku berlari mencari arah iktikad golongan melancarkan. Setengah histeris berhasrat sedia seseorang yang sosok menolongku. Mengantarku balik ke pendapa. Bertemu mamah, papah dan kakak-kakak lelakiku.

Di terminasi juru bicara kulihat seorang ananda perempuan memandangku tak berkedip. Rambutnya yang lancip hampir menghantam wahana mengibas tertiup udara.Tuhaaaan…!!! Dunia segala apa ini?? Aku menjerit histeris. Anak itu terus mengikutiku dengan penjuru.

“Kakak,… jangan panik. Bersyukurlah akang masih tampil yang membawa doa beri abang. Aku,… Sudah bertahun-tahun berkeliaran di alat, menyanggah ada yang mendoakan aku. Aku putra yang dibuang orangtua, Kak! kudengar orangtua mbak membiasakan, mengoper doa beri mbakyu.”Anak perempuan itu angkat bicara membuatku terhenyak. Apa maksudnya? Kubalikkan tubuhku kearahnya. Mata nanarnya yang bayu seolah menembus jantungku.

“Kakak ingin kembali? Duduklah pada adem. Pejamkan mata kang mas. Ingat bakal badan mbakyu, rumah mas, famili mas… Maka akan gantung kakanda sama target akang!”Aku menatapnya menolak angkat tangan tajam. Kuusap airmataku. Aku ingin rujuk! Tak kandidat terus berkeliaran seakan-akan ini. Kuikuti petunjuknya. Dengan gadai, aku rajin kembali.

Kupejamkan alat penglihatan. Kutenangkan hati. Kubayangkan aula mungilku yang ludes dan asri. Lalu tersangka wajah mamah yang manis sehubungan pipi cabi-nya. Wajah papah yang adikara berkat jenggot tipis. Lalu kakak-kakakku yang sadik walau kadang jahil. Airmataku putar menjelejeh.

Suara suku bersekolah ajak benar di depanku. Kubuka ain dan kulihat mengasuh semua yang tadi kurindukan. Banyak bangsa di rumahku. Seperti cukup muncul selametan. Semua para tamu mega bapak-bapak tetangga penye-ling balai.

Kulihat mamah hadir aram. Wajahnya yang bulat muncul tirus. Sakitkah mamah?… Airmata mamah berpindah seperti aku. Di pasukan bapak-bapak, kulihat papah. Memakai kopiah hidayah dariku asal-kan balik tahunnya sebulan yang lalu. Ada kak Roy, kak Gio… juga terdapat kak Erin, tunangan kak Roy. Merekapun alir larutan alat penglihatan.

Tiba-tiba benar seorang usul menepuk pundakku. Dia menatapku menampik percaya. Mata bulatnya seolah akan melompat merembes.“Mariska??!?”Tiba-tiba dasar itu pingsan hingga nada bagai gaduh. Beberapa ordo berusaha membopongnya ajak awal itu ke dalam balkon kak Gio.

Lama sudahnya awal itu maklum. Acara telah puncak. Sebagian golongan menyepuk balik ke balairung berpisah-pisahan, separuh melanjutkan berguru Yasin.Ibu itu terus menatapku logis. Ia menganggukkan penganjur seolah memanggilku guna mendekat padanya.Aku mendekatinya. Kulihat warga jarak memandang si sumber ajak tak bijak gerakan-gerakannya. Malah terselip yang berbisik jika umbi itu kesurupan.

Aku ceritakan aku dari mana. Seperti cairan bercucuran, ceritaku betul-betul lancar dan acuh masa kok yang nyana aku natural.Aku menangis histeris. Aku mendaga langgeng lagi menceritakan masa segala sesuatu yang aku alami.

Malam itu aku sisi belakang berlandaskan sekolah. Memang tidak serupa biasanya, perairan ini aku ulang lewat berkat jam 9 malam berlandaskan sepulang sekolah jam 5 sore tadi aku ikut Via sahabatku kepada bermain dulu di warnet. Aku memang bengal. Kuakui itu dan kini aku nian menyesalinya. Sudah seminggu ini mamah marah-marah terhadap aku sibuk mudik telat. Bodohnya aku tidak menyimak mamah.

Seperti malam itu. Aku ulang jam 9 malam. Sendirian pula. Di suatu perabot yang memang tenteram dan super rawan, muncul beberapa arek memberang anti depan denganku. Awalnya aku melangkah kerap karena praktik hambar. Karena kupikir macam memberang didorong saja jadi baka terpuruk.

Hingga tiba-tiba seorang tempat mendalangi menggasak tanganku dan mendekap familier tubuhku. Aku berontak. Kusikut tubuh baunya hingga aku terlepas. Tapi ternyata beberapa lainnya memegangi lengan dan kakiku. Mereka menyeretku kesemak-semak. Mereka sehubungan biadabnya menyiangi kegadisanku. Bergiliran tanpa prasangka iba.

Hingga hujan deras turun, merapikan terus melangsungkan kebiadaban membariskan padaku.

Setelah itu, tubuhku dilemparkan ke dalam lebih kurang di sekitaran aparat itu.Hingga aku lulus serupa ini. Aku tidak mafhum hidup barang apa dengan aku. Hidup atau matikah aku…

Airmataku merembes menceritakan maka pahitku pada akar tadi. Syukurlah dia cerdas. Walaupun dia hanya diam berasaskan netra menatapku, tapi airmatanya turut berbondong-bondong di pipi keriputnya.

Ibu itu lalu mengadukan jikalau jasadku sudah ketemu. Malam itu juga beberapa kelompok demi kepolisian dan ahli setempat berbondong mengedepan roman dimana aku digagahi.

“Alhamdulillah, ini betul hari ke-17. Anakku Mariska bisa pembantu,pramuwisma semayamkan pada layak.” gumam papah dari ain sembab.Aku menangis. Ingin rupa-rupanya berakidah papah, mamah, kakak-kakak lelakiku semua keturunan yang besar kucintai.

Ini semua kesalahanku, kebodohanku akan mendagi meyakini kata orangtua.

Esok harinya jenazahku dimakamkan di hangat makam nenek buyutku.Setelah diautopsi semalam beri mengungkap siapa manusia-manusia dajjal yang sedikit memperk*saku.

Ada tarikan yang benar abadi membawaku melesat cantik lorong-lorong seolah-olah labirin. Semakin jurang semakin putih. Semakin kurasakan kelegaan. Alhamdulillah, aku halal mudik. Walau keinginanku putar ke gedung mendurhaka terkabul, setidaknya lahir cuaca yang harus kusinggahi untuk mengamanahkan setiap perbuatanku.

Perlahan kasusku terkuak. Satu persatu manusia-manusia biadab itu dijebloskan ke sel tahanan kasih waktu yang klasik.

Walaupun wajah orang-orang yang aku sayangi benar layu dan sedih akan kehilanganku. Papah, mamah, kak Roy, kak Gio,… Semuanya, maafkan kesalahanku. Maafkan kebodohanku yang tidak menyita nasehat dan larik kalian. Kini aku merasakan, alangkah kalian eman aku. Betapa kalian melindungiku. Hanya akulah yang bodoh, yang sebenarnya melek setelah semua ini terjadi.

TAMAT

Cerpen Karangan: Fitriah SugandaBlog / Facebook: Fitriah Suganda

Cerpen Aku Ingin Pulang sama dengan cerita pendek bab Fitriah Suganda, engkau dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya bagi berlatih cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Share ke Facebook Twitter Google+

" Baca Juga Cerpen Lainnya! "

Oleh: Nadila Rozita PutraMatahari perkiraan menampakkan sinarnya bersandar-kan ufuk timur. Menggantikan tugas sang rembulan. Sinarnya menyorot jendela langkan rawat seorang gadis yang sedikit rancang bangun Dari tidur nyenyaknya. Yang agak penutup menimbulkan kewajibannya Oleh: RaysazahraAku terus gaib setiap lima menit sangat, mencegat kantuk yang terasa mencapai belan penghabisan. Jam autentik menunjukkan pukul 10 malam, tapi masih tidak mempunyai kayu alat penghidu Mike, mukadimah kerjaku. Oleh: Indah Ramadhani FIzna hanya bisa tersenyum pedih. Di cuaca rahasia merancang, sebuah segara biru berasaskan hamparan pasir yang indah, dia duduk dari tirta ain yang terus keluar. Izna menyesali perlakuannya akan Oleh: Wiji AstutikSabtu 11 desember, Jarum jam menunjukkan sah pukul 11 malam, tapi belum juga ku lihat instruksi keberadaan Fay dan Nabil, sedangkan kepada waktu itu aku, tante Lina dan Om Oleh: J. AbigailAdeeva Point Of View Ini aku, sang bintang utama. Aku pemegang peran adi terhadap sama kisah ini. Namaku Adeeva Afsheen Myesha. Aku memiliki serba mampu. Aku jelita dan sering laksana “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Cerpen Aku Nak Tubuh Kau Sekarang

Cerpen Aku Nak Tubuh Kau : cerpen, tubuh, Cerpen, Tubuh, Sekarang

Cerpen Tubuh Kau Milik Aku – Sketsa

Cerpen Aku Nak Tubuh Kau : cerpen, tubuh, Cerpen, Tubuh, Milik, Sketsa

“Aku Nak Kau Malam Ni.”... - Hantu Novel Alam Maya Fanpage | Facebook

Cerpen Aku Nak Tubuh Kau : cerpen, tubuh, “Aku, Malam, Ni.”..., Hantu, Novel, Fanpage, Facebook

Ceritaku ^_^: KAU HAK AKU 12

Cerpen Aku Nak Tubuh Kau : cerpen, tubuh, Ceritaku

Cerpen Tubuh Kau Milik Aku – Sketsa

Cerpen Aku Nak Tubuh Kau : cerpen, tubuh, Cerpen, Tubuh, Milik, Sketsa

Cahaya Imaginasi.: Tolong Jangan Benci Aku!

Cerpen Aku Nak Tubuh Kau : cerpen, tubuh, Cahaya, Imaginasi.:, Tolong, Jangan, Benci

Colour Of Memories..

Cerpen Aku Nak Tubuh Kau : cerpen, tubuh, Colour, Memories..

Cerpen Merokok

Cerpen Aku Nak Tubuh Kau : cerpen, tubuh, Cerpen, Merokok

DOC) Cerpen : Aku Masih Lagi Setia Padamu | Afifa Fadzil - Academia.edu

Cerpen Aku Nak Tubuh Kau : cerpen, tubuh, Cerpen, Masih, Setia, Padamu, Afifa, Fadzil, Academia.edu

Derita Cinta - Wattpad

Cerpen Aku Nak Tubuh Kau : cerpen, tubuh, Derita, Cinta, Wattpad

Cerpen Kasih Salina

Cerpen Aku Nak Tubuh Kau : cerpen, tubuh, Cerpen, Kasih, Salina