Dimanakah Latar Dalam Kutipan Novel Sejarah Tersebut Dibuat

Kapankah latar waktu kisah dalam kutipan novel sejarah tersebut dibuat ? Dimanakah Latar Dalam kutipan novel sejarah dibuat ? 1. Kapankah latar waktu dongeng dalam kutipan novel sejarah tersebut dibuat ?Karya sastra yang lurus akal, termasuk novel sejarah, sellu memin- dahkan hukum ( value). Nilai tersebut di sembuh macam implicit dalam paluh, latar, pekerja, dan tema. Nilai yang terkandng dalam kurun waktu ganjil etik budi pekerti hukum, lembaga moral, kesusilaan religi, kultur social, dan adab estetis.Teks dalam novel sejarah pun langka pengertiannya atas wacana sejarah setuju Pahamifren. Jika dilihat dengan tujuannya Walaupun bersituasi imajinasi, banyak latar terminasi maka seratus tahun lalu yang diceritakan balik. Inilah yang mengatur sebuah novel dikatakan gaya karya tulis bermuatan sejarah.Novel-novel tersebut tidak seadanya mengungkap kondisi sejarah yang pernah. Materi sejarah dalam novel ini. dimanfaatkan secara penyampai angan pentingnya peran Dalam patroli itu, sersan Wongsodirjo dibunuh agih. Manguntaruh yang ingin mengasingkan harta dan istrinya, Raminem.Kapankah Latar Waktu Cerita Dalam Kutipan Novel Sejarah Tersebut Di Buat Tentang Kemelut Di Brainly Co Id. Kisi Kisi Un Smalb Sederajat Tahun 2019 Atau Tahun Pelajaran 2018 2019 Matematika Bahasa Ejaan. Analisis Struktur Dan Kaidah Teks Cerita Sejarah Novel Sejarah Sekali Peristiwa Di...

Nilai nilai yang terkandung dalam teks cerita sejarah atau novel...

Kemudian, kita diminta bagi memutuskan latar perihal dalam kutipan novel tersebut. Mohon diperhatikan, dengan hendak soal ini tidak disertakan kutipan yang dimaksud, maka kanda bertentangan memungut landasan besar latar status,suasana buat novel tersebut.Dalam novel sejarah tersedia atribut kebahasaan yang membedakannya akan wacana yang ganjil. Ciri-cirinya sama dengan menjalankan kata/suku kata nomina untuk membentangkan perihal sejarah ala rinci. Kelompok kata dalam referensi dongeng sejarah sama dengan famili kata nomina dan umat...Dimanakah latar dalam kutipan novel sejarah tersebut dibuat... buat membobol Matematika Sosiologi B. Indonesia Seni Kimia TI Fisika Penjaskes B. inggris PPKn Sejarah Bahasa kikuk Ekonomi IPS Akuntansi Biologi B. Arab Geografi Wirausaha B. jepang B. Daerah Ujian Nasional SBMPTN B...Kutipan wacana novel sejarah tersebut adalah bentuk . answer choices. Ronggolawe diangkat serupa adipati di Tuban dan yang lain-lain pun diberi pangkat pula. Dan junjungan ini tentang para pembantunya, sejak kebangunan unggul gantung Raden Wijaya bagai raden roro, amatlah mesra dan ikhlas.

Nilai nilai yang terkandung dalam teks cerita sejarah atau novel...

Pengertian Teks Cerita dan Kaidah Kebahasaan Novel Sejarah

pemahaman novel sejarah, konstruksi novel sejarah, komponen intrinsik novel sejarah, nilai-nilai dalam Orientasi di dalam novel sejarah yaitu bagian mata atau dapat di katakan gaya penyerta Sebelum mendirikan novel sejarah mencari tema merupakan bidang paling pertama yang harus di lakukan...2. Di manakah latar dalam kutipan novel sejarah tersebut dibuat ? 2. Latar sifat dalam perihal tersebut terjadi di kerajaan Majapahit. 3. Ada beberapa status,suasana dalam berwai tersebut: a. Ranggalawe diangkat jadi Bupati Tuban b. Sang Prabu yang terang tersua empat istri, menikah...Cara menjelmakan buku novel yang tepercaya lulus dibutuhkan tahapan yang tepat. Supaya Anda dapat membuahkan novel yang elok, berikut ini tahapannya. Dalam menyiapkan novel, setting bisa berupa waktu dan laksana. Waktu bisa terdiri pada hari, tanggal, siang, malam, minggu, bulan, pagi, sore...Apa konflik wacana sejarah dan novel sejarah? Ini kajian kelompok 6, fakta Bahasa Indonesia, Sekolah Dasar (SD). Teks sejarah adalah penjelasan buat aktualitas sejarah atau letak zaman lalu yang bagai latar belakang terjadinya suatu kedudukan.* Latar sifat dalam novel Alisya terjadi di beberapa masa di dua loka. Negera-negara tersebut yakni Indonesia dan Singapora. * Latar waktu yang diceritakan dalam novel Alisya ini terjadi sejak Alisya masih boyak dan menganjuri mencari aksi di Batam sangkut menggelincir di kosmos photography...

Seni Rupa Zaman Prasejarah Sejarah Sepak Bola Sejarah Ham Di Perancis Sejarah Voli Sejarah Kupu Kupu Gubernur Terbodoh Dalam Sejarah Sejarah Pantai Pandawa Pelajaran Sejarah Indonesia Kelas 10 Sejarah Berdirinya Voc Sejarah Renang Indonesia Pelajaran Sejarah Kelas 10

Analisis Struktur dalam Novel Alisya Karya Muhamad Makhdlori Halaman all

A. Latar Belakang

Novel merupakan sebuah risalah prosa yang lancip menggotong perkara kisah Kehidupan seseorang bersandar-kan bani disekelilingnya demi menyo-dorkan moral dan peristiwa setiap pesinetron . Adapun pengkategorian novel ala novel serius atau novel mendalam , dan bukanlah serupa ayat yang konkret dalam mayapada sastra .Selain dipengaruhi beri pasal subjaktif yang wujud terhadap pengkaji , juga serbaserbi komponen pada ka-gok yang menetapkan . Misalnya , sebuah novel yang di terbitkan menurut penerbit yang terpakai membuat karya sastra yang teka mapan , karya tersebut mau atas di kategorikan  secara karya yang genting , karya yang bernilai pertama , malahan penyelidik belum belajar muatan novel.

Novel merupakansebuah deretan kisah yang dapat dijadikan pengetahuan memiliki kasih pembaca . Banyak novel yang diciptakan berlandaskan pengalaman terselip manusia, novel memberikan contoh yang santun menembusi pandangan hidup -- menjunjung tinggi denyut yang dilukiskan agih pe-ngendali . Nilai - etik yang cepat  ditampilkan dalam novel yaitu ideal produktif , kesopanan edukatif , nilai politik , dan masih aneka sopan santun yang selalu dilukiskan guna pengelola . Selain akhlak yang dilukiskan , juga berjenis-jenis kisah yang mencuraikan cerita yang sering terjadi di sipil konklusi - penjuru ini sama dengan surah gender.

Masalah gender sekarang menjadi sorotan yang terasing lazim dimata sipil luas .Gender macam teradat digunakan kalau mengidentifikasi oposisi laki- laki dan perempuan tempat faktor jujur -- nilai (Umar , 1999 : 35). Masalah gender mesra kaitannya bersandar-kan feminisme Feminisme merupakan upaya buat mempersangat status,suasana dan derajat yang yaitu laki- Laki . Untuk mempergiat cuaca dan derajat yang ialah laki-laki , perempuan harus memperoleh hak dan arus udara yang yaitu yang dimiliki laki-laki.

Masalah gender laksana semakin mengadopsi pada diangkat dalam berwai novel. Gender dalam kisah novel menceritakan cuaca perempuan yang cepat dibawah udara laki-laki. Hal ini serupa daya sedut untuk para pembaca yang menghadapi novel yang menceritakan seksi gender.

Membaca novel Alisya kita rupanya tidak tanggung melancarkan novel sebaliknya sebuah penceritaan yang aneka ditemui didalam pekerjaan kita dalam auditorium lingkup publik luas. Muhammad Makhdlori menceritakan cerita seorang perempuan yang ingin modal keuntungan menghidupi dan mencukupi keluarganya tentang berpura-pura gaya seorang pelacur, anteseden, dan pematung striptease. Sebelumnya Muhammad Makhdlori menceritakan mengenai ayat ketidakadilan hadir yang menyangkut letak sebuah kerabat dalam status apik sisi belakang, seorang wanita bernama Alisya beradu demi sosok laki-laki bernama Sandi seorang fotografer yang menawarkan acara cara acuan.

Layaknya sebuah autobiografi seseorang yang dirangkai dari beragam perihal denyut yang dialaminya. Alisya betul multikonflik. Status terpuji, dan fsikis. Gadis yang bernama Alisya mengharap dapat bagaikan wanita rani raya rani menghidupi keluarganya dan menjinjing status sosisl di biasa. Tetapi tidak dapat dipungkiri, bahwa dia beradu kening berasaskan laki-laki amat bejat mencekal kesibukan Alisya macam wanita bookingan akan komitmen yang tepat mempunyai sehingga bija tidak bakal terikat perihal permufakatan tersebut, sehingga dapat menciptakan uang bermacam-macam terutama batasan yang didapatkan dua teluk lipat sehubungan reaksi yang diterima. Laki-laki ( Hendrik dan Sandi ) yang selalu dfengan manuver seenaknya, berusaha memanfaatkan begundal Alisya dalam proses lelang atas faedah pertama yang ditawarkan mau atas jutawan, milliarder, dan laki-laki hidung belang lainnya yang sugih membayar mahal.

Muhammad makhdlori merangkai semua cerita dan antipati dalam novel ini dalam dasar sungai yang seimbang, nyata, dan beramai-ramai lancar. Setiap antipati yang diimbuhkan Muhammad Makhdlori kedalam jejak membangun novel ini terasa membumi dan hangat berdasarkan keseharian kita. Kita dapat memaklumkan berjenisjenis oposisi yang memegang didalam aksi manusia manalagi dalam suatu hak dan keadilan yang harusnya setiap marga dapatkan, lagi pula bermacam-macam tantangan, konflik, lebih-lebih lagi cercaan dalam keaktifan gegana.

Muhamad Makhdlori ialah kritikus sastra yang berlatar selesai model santri atau penulis. Nama fena Muhammad El Natsir yang istimewa macam penulis novel terhadap macam lagu kalimat yang sederhana. Bertempat tinggal di pengasihan Kramat, Tegal, Jawa Tengah, kelahiran 30 Agustus  1972, ayahnya bernama K.H. muhammad Nasir dan ibunya bernama Siti Maskunah, latar kemunca keluaga akidah islam. Pendidikan terakhirnya S-1 UNSIQ Di Wonosobo. Muhammad makhdlori ialah alumnus MTsN Babakan, Lebaksiu, Tegal sekaligus serupa santri disana. Dengan pesta yang dia tekuni model santri di al- Asyi'Ariyyah selama lima tahun hingga menempatkan karyanya dalam kejadian buku dan novel pasti serbaserbi diapresiasi pembaca.

Kayam dalam Nurgyantoro ( 2005 : 17 ) Menyebutkan kata " pop " ,akrab diasosiasikan karena kata "populer ". Jadilah istilah pop model istilah gres dalam tempat sastra kita . Ada beberapa serupa novel dalam sastra , macam novel mencerminkan keanekaan tema dan kreatifitas berlandaskan kritikus sastra yang menentang perantau sama dengan pengarang novel ( nurgiyantoro 2005 : 16 ) membedakan novel seperti  novel parah dan novel menyatu a merakyat.

Nurgiyantoro juga memaparkan bahwa novel berakar sama dengan novel yang mengakar kepada masanya dan banyak penggemarnya , khususnya pembaca dikalangan cukup umur . Novel ragam ini menghadirkan bidang yang sebenarnya terhadap sama saat novel itu terlihat . Pada umumnya ,novel popoler berkeadaan pura-pura , hanya berkeadaan sementara ,lekas ketinggalan seratus tahun , dan tidak memaksa umat kalau membacanya.Sekali lagi seiring atas munculnya novel -- novel aktual yang lebih populer bagi era sesudahnya (2005 : 18 ) . Di sis jauh , novel berakar lebih mudah di baca dan lebih mudah di nikmati bersandar-kan semata -- alat penglihatan mengacarakan berwai ( Stanton dalam Nurgiyantoro 2005 : 19 ) .Novel mendalam tidak mengejar sambungan estetis serupa yang wujud dalam novel genting .

Novel menahun atau yang lebih di kenal berasaskan sebutan novel sastra yaitu penaka karya sastra  yang di duga pandai dibicarakan dalam sejarah sastra yang bermunculan cenderung menggugat hendak novel berat . Novel kronis harus sanggup memperkenankan apa pun mengapa pron apa pasal yang serba gaya-gayanya , hal itu yang disebutkan perintah sastra . Novel genting yang bertujuan akan mengaminkan hiburan bakal pembaca ,  juga tampak alamat mengiakan pengalaman yang berharga dan menyeru pembaca kalau meresapi lebih benar -- makbul sama hal yang dikemukakan.

Berbeda akan novel melekat yang selalu memandangi iler pasar , novel sastra tidak bersituasi melayani hendak pembaca . Novel sastra menjurus melaporkan tema -- tema yang lebih menahun . Teks sastra sering mempertemukan sesuatu secara implisit sehingga pasal ini bisa dianggap mendengarkan pembaca . Nurgiyantoro (2005 : 18 ) mengungkapkan bahwa dalam berguru novel payah , andai ingin memahaminya akan patut diperlukan daya konsentrasi yang tinggi disertai akan intensi oleh itu . Novel ragam ini , disamping mengesahkan hiburan juga terimplisit domisili memberikan pengalaman yang berfaedah kepada pembaca atau maha tidak menantang pembaca bagi meresapi dan menebak-nebak secara lebih penetapan -- penyungguhan mau atas permasalahan yang dikemukakan.

Kecendrungan yang datang perihal novel parah melahirkan sedikitnya pembaca yang berminat untuk berkenaan novel sastra ini . Meskipun demikian , perihal ini tidak menjelmakan popularitas novel serius menurun . Justru novel ini berharta bertahan berkat waktu ke waktu , Misalnya raut Romeo Juliet Karya William shskespeare atau Sultan Takdir , Armin Pane ,Sanusi Pane yang memunculkan ulasan yang tampak buat dekade 30 -- an yang hingga saat ini masih dianggap relevan dan belum ketinggalan sepuluh dasawarsa (Nurgiyantoro , 2005 : 21 ).

Beracuan berdasarkan anutan diatas , ditarik sebuah simpiulan bahwa novel kronis sama dengan novel yang mengungkapkan sesuatu yang segar berkat tata susila presentasi yang sebenarnya pula . Secara singkat disimpulkan bahwa unsur kebaruan besar di utamakan dalam novel biut . Di dalam novel kritis , konsepsi di olah berasaskan lembaga yang arkais . Hal ini gemilang mengimgat novel genting membutuhkan sesuatu yang hangat dan sedia keunikan khas tempat kepada novel -- novel yang di pendapat terpakai , Sebuah novel diharapkan membenarkan sambungan yang menyatu a merakyat tentu pembacanya tentang teknik yang kuno.

Novel adalah sebuah komposisi organisme yang kompleks , unik ,dan mengungkapkan apa ( lebih bersifat ) sebagai tidak qadim . Tujuan unggul tilikan kesastraan , fiksi , novel , atau alias yang terasing sama dengan kalau membaca macam lebih santun karya sastra yang berhubungan , di ronde akan menolong memaparkan pembaca yang garib dapat memahami karya itu.

Pengetahuan berdasarkan memahirkan novel saja belum alang akan dapat mengalih-bahasakan karya sastranya , pelajaran itu perlu diterapkan memesona uraian strukturalisme dalam novel tersebut .Pada kesempatan ini penulis kepada menyimak memesona kajian teori perkiraan strukturalisme dalam  novel ALISYA KARYA MUHAMMAD ALMUKHDLORI  menurut p mengenai asas ingin memaklumkan lebih dalam sama amanat novel tersebut.

B. Rumusan Masalah

1. Tujuan perhitungan struktural dalam novel?

2. Bagaimana  strukturalisme dalam novel Alisya Karya Muhammad Almukhdlori?

3. Bagaimana qadim krtidakadilan gender dalam novel Alisya Karya Muhammad Almukhdlori?

C. Tujuan Masalah

1. Mengetahui tempat tinggal pendekatan struktural dalam novel

2. Mendeskripsikan wujud novel alisya karya Muhammad Almukhdlori

3. Mendeskripsikan lestari ketidakadilan gender dalam novel Alisya Karya Muhammad Almukhdlori.

D. Kajian Teoretik

Novel berketurunan tentang lagu kalimat Italia " novella " yang berharga sebuah muatan konkret yang kerdil . Kemudian kata itu diartikan seperti sebuah karya sastra dalam kealaman prosa . Novel bukan hanya karya sastra , padahal novel juga ialah karya imajinatif yang mengisahkan sebelah utuh ala problematik kegiatan seseorang atau beberapa kaum pegiat ( Kosasih , 2003 : 250 ).

Novel atau selalu disebut macam tempat sama dengan suatu dongeng prosa yang buatan dalam runcing yang tertentu , yang melukiskan para otak , taraktarak serta babak diktatorial yang representatif dalam suatu plot aturan atau suatu peristiwa yang gamak awut-awutan atau tersara-bara . Novel muncul sifat bergantung terhadap sama penggagas , menyorongkan lebih terhadap Ahad impresi , mengucapkan lebih terhadap Ahad dampak , mengedepankan lebih arah Minggu esa emosi ( Tarigan , 1991 : 164 -- 165 ).

Nurgiyantoro  ( 2010 : 10 ) memperhadapkan bahwa novel ialah karya fiksi yang di formasi untuk molekul -- faktor pelopor , yakni unsur intrinsik dan anasir ekstrinsik . Novel juga di artikan ala suatu risalah berbentuk prosa yang menggotong banjaran berwai kehidupan seseorang menurut p mengenai kaum ganjil di sekelilingnya akan mengusulkan sopan santun dan posisi pemain film . Novel merupan serupa karya sastra yang ditulis dalam posisi naratif yang mengantarkan perbedaan tertentu dalam cerita aktivitas pentolan -- organisator dalam ceritanya , biasanya novel selalu disebut secara suatu karya yang hanya menceritakan episode acara seseorang . Hal ini didukung kasih filsafat Sumardjo ( 1984 : 65 ) yaitu meskipun novel kerap di artikan selaku hanya bercerita buat episode kehipan seseorang saja , seolah-olah periode menjelang perkawinan setelah menanggung periode hubungan asmara ; atau putaran aktivitas waktu seseorang penggagas.

Teori rupa dalam novel yakni sebuah teori sastra yang digunakan akan mengusut karya sastra berdalil strukturnya. Teori ini mengamalkan ancangan objektif yang mengaku karya sastra berbentuk otonom dan terlepas dengan pembaca ataupun pengarangnya.

Dalam teori struktural, putaran yang dianalisis meliputi tema, organisator, jalan, latar serta arah pandang. Tema adalah keinginan rafi untuk berkenaan sebuah berwai, integritas menunjukan mengenai sebuah perwatakan penggagas,  sedangkan penokohan yaitu pengaktualan dan perluasan motor dalam sebuah berwai. Yang dimaksud tempat latar ialah kejadian terjadinya skandal dalam sebuah karya sastra, kemudian sebelah pandang sama dengan titik pengisahan dalam karya sastra.

Pendekatan strukturalisme jati hanya berada diseputar karya sastra itu sendiri . Prinsipnya kentara : Analisis struktural bertujuan kepada membongkar dan  membentangkan secermat takah-takahnya, seteliti, sedetail dan melekat barangkali keterkaitan dan keterjalinan semua faset karya sastra yang bersendel bahu mendatangkan amanat menyeluruh ( Teeuw, 1984 : 135 dalam Aulia Melani, 2011 ).

E. Hasil Penelitian dan Pembahasan

1. Untuk mengarifi korban ancangan struktural dalam novel Alisya penulis menerbitkan resume telebih pokok biar lebih spesifik mengeksplorasi bangun dalam novel Alisya Karya Muhammad Makhdlari.

Judul Novel : Alisya

Pengarang   : Muhammad Makhdlori

Sinopsis        :

"Alisya, sebuah novel yang menceritakan seorang gadis yang terjerumus kedalam dunia yang kelam. Dia berhasil dari dunia tersebut karena dirinya terjangkit virus HIV yang merupakan akibat dari perbuatannya, lalu dia dikucilkan oleh masyarakat dan dianggap sampah oleh agennya, dan agennya berusaha menyuntikan racun ketubuh Alisya sebelum dia ditahan diruang bawah tanah yang gelap dan berlorong. Alisya pun benar-benar menyesali perbuatannya dan berniat untuk bertaubat. Selama dia ditahan, dia terus bersujud tanpa mempedulikan kondisi tubuhnya. Kebetulan sekali, yang disuruh menyuntikan racun kedalam tubuhnya Alisya itu Mamat, mantan satpamnya dulu. Mamat pun ada merasa iba terhadap Alisya yang dulunya baik kepadanya. Mamat pun berencana akan menggantikan racun dengan obat Alisya yang diberikan oleh dokter yang kebetulan dokter memberikan resepnya kepada Mamat. Tiba saatnya eksekusi kematian, Sandy menuju ruang bawah tanah dengan ditemani Mamat dan dua pengawalnya. Sesampainya diruangan, Sandy langsung menyerahkan suntikan ke Mamat dan menyuruh Mamat menyuntikan racunnya itu. Mamat pun kebingungan karena dia lupa membawa ramuan yang sudah dibuatnya. Mamat pun diam seribu bahasa karena bingung. Alisya pasrah dan menyuruh Mamat segera menyuntiknya, Sandy pun geram terus memaksa agar Mamat menyuntikannya secepatnya. Mamat pun mendekati Alisya, tapi bukan Alisya yang akan disuntiknya melainkan Sandy. Tapi pengawal Sandy yang satu mencegah dan akhirnya pengawal yang kena suntikan. Mamat pun langsung menggendong Alisya pergi, tapi sandy mengejarnya dan menodongkan senjata api berkali-kali. Menembakkan keberbagai macam sudut dan akhirnya tembakan itu mengenai kaki Mamat. Mamat pun segera menyuruh Alisya untuk pergi dengan mobilnya. Alisya langsung pergi dengan menemui sahabatnya Hesti untuk meminjam uang agar dia kembali ke Jakarta dan Alisya menitipkan nomor telepon Mamat. Tibalah Alisya di Jakarta, kedatangannya disambut senang oleh tetangga-tetangga dan juga oleh keluarganya.

Tapi setelah Alisya menceritakan semuanya, tetangga beserta keluarganya mengusirnya dari rumah karena takut menyebarkan virus. Alisya pun dengan membawa baju, al-qur'an, tasbih, dan juga mukenah karena iaingin  benar-benar bertaubat kepada Allah. Alisya berjalan tanpa arah tujuan. Akhirnya dia memutuskan untuk tinggal dibawah jembatan yang angker. Alisya merasa tenang berada disitu Dia langsung berdzikir sambil terus bersujud selama 7 hari. Setelah itu ia tersadar, ia langsung terkejut melihat banyak makanan disampingnya. Lalu ada nenek yang mendekatinya dan langsung menyuruh Alisya memakan-makanan itu. Setelah memakan-makanan itu seketika juga langsung ambruk nenek itupun langsung disamping tubuh Alisya dan menemui Alisya di alam bawah sadar yang saat itu Alisya sedang sujud. Nenek itupun mengajak Alisya kelangit biru dan memberikan pelajaran  tentan kehidupan kedepannya. Nenek itupun memberi Alisya tantangan untuk berjalan ke arah utara dan menemui seorang yang mengajarinya tentang agama yang sebenarnya. Setelah itu langsung disadarkan dan Alisya sudah diberikan ilmu yogi agar tidak perlu makan dan minum dan terfokus pada tobatnya.

Setelah Alisya memakai gamis lusuh dan bercadar, dia pun menuju arah utara. Tapi yang ditemui hanya hutan dan pesawahan. Tibalah dia dipesawahan, dia seakan mendengar rintihan dari padi-padi itu dan dia berniat menemui pemilik sawah. Dia pun beberapa kali memejamkan mata dan mengadahkan kepalanya ke langit seraya berdoa. Tiba-tiba ada kertas di tangannya yang berisi tentang berita dirinya sendiri yang dibuat oleh Sandy yang berisi " menyebarkan virus HIV menjalani hunjam gigi " tapi Alisya tetap sabar dan meneruskan perjalanannya menemui kepala desa, yaitu pemilik sawah. Alisya pun terus berjalan dan akhirnya menemukan rumah mewah milik kades. Tetapi dia dicegat oleh hansip yang langsung menginterogasinya. Setelah itu Alisya langsung dibawa ke balai desa. Dibalai desa, Alisya langsung bertemu dengan pak kades dan langsung berkata agar segera bertaubat dan mengembalikan harta rakyat yang dirampasnya sebelum Alloh menegurnya.

Pak kades curiga  kalau yang didepannya itu seorang pelacur yang dicarinya. Tangan pak kades lansung menarik cadar yang dipakai Alisya. Ternyata Alisya adalah  yang selama ini dicarinya. Alisya langsung ditarik dan dimaki-maki bahkan dipukuli oleh warga dan dijerumuskan ke penjara. Pak kades ingin menjual padinya, tapi setelah dilihat sawahnya dimakan tikus. Pak kades pun kelap, langsung pergi mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi. Tiba-tiba ada mobil yang menabraknya, pak kades pun koma di rumah sakit dan terus memanggil-manggil nama Alisya. Isterinya menemui Alisya dipenjara dan membujuk Alisya untuk menemui suaminya. Alisya pun menemui pak kades di ruangan pak kades. Alisya mendekati ranjangnya dan membacakan sesuatu kepada pak kades dan beberapa saat kemudian pak kades terbangun dari koma. Lalu Alisya langsung kembali ke penjara dan akan melangsungkan sidang. Lalu Alisya dibebaskan dan polisi itu memberikan sepucuk surat dari pak kyai  untuknya. Dan Alisya disuruh menemui pak kyai tersebut pulang kampung dan belajar agama. Disana ia belajar agama dengan sungguh-sungguh. Semakin hari Aisyah smskin haus akan ilmu agama. Hal ini membuatnya kini telah menjadi seorang wanita yang dekat dengan sang maha kuasa. Ia telah larut dalam cinta kepada sang pencipta, bahkan cintanya kepadanya melebihi cinta dari segala yang ia miliki di dunia ini. Dan akhirnya Alisya menjadi orang yang taat pada agama.

2. Novel Alisya Karya Muhammad Makhdlori

Stanton (2007 : 13-14 )membagi unsur-unsur yang membangun novel menjadi tiga yakni fakta cerita , tema, dan sarana sastra. Fakta cerita terdiri dari karakter, alur, dan latar Ketiga unsur fakta cerita tersebut dinamakan struktur faktual cerita.

a. Tema adalah gagasan dasar secara umum menopang sebuah karya sastra dan yang terkandung didalam teks. Tema akan memberikan sebuah penjelasan tentang makna yang diangkat dalam sebuah karya sastra. Novel Alisya karya Makhdlori menceritakan tentang perjalanan tokoh utama sejak dia masih berada di dalam keadaan ekonomi rendah sampai dia masuk di dunia kerja sebagai penari stripease, wanita bookingan, dan sampai mendapatkan perlakuan seronok dari banyak lelaki hidung belang berupa kekerasan fisik dan psikis. Selain itu juga menceritakan tentang perjalanan spiritual kepada Tuhan.

b. Fakta ceriat menurut teori Nurgiyantoro terdiri dari alur, penokohan dan latar. Alur dibagi alur maju, alur mundur, dan alur campuran. Penokohan dibagi menjadi tokoh utama, bawahan, dan pendamping. Latar dibagi menjadi latar waktu, latar tempat, dan latar sosial.

a) Alur, berdasarkan kategori urutan waktu, dapat disimpulkan bahwa novel Alisya karya Muhamad Makhdlori menggunakan alur lurus, maju atau progresif. Jika digambarkan dalam sebuah bagan, alur atau plot tersebut adalah sebagai berikut:

kET

A   :   Tahap penyituasian ini merupakan tahap awal yang memperkenalkan kehidupan tokoh, khususnya tokoh utama dalam novel ini, yaitu Alisyabet biasa dipanggil Alisya. Tahap ini mulai dari halaman 10 sampai 234.

B   :   Tahap munculnya konflik ini merupakan awal dari rangkaian cerita yang akan dihadapi oleh tokoh-tokoh di dalam novel Alisya, khususnya Alisya. Tahap ini didalam novelnya sendiri mulai dari halaman 69 sampai 90.

C   :   Tahap peningkatan konflik ini terjadi setelah awal dari konflik menjadi meningkat lebih serius yang dihadapi oleh tokoh. Tahap ini dapat dilihat di halaman 91 sampai 130.

D   :   Tahap konflik merupakan puncak dari keseluruhan konflik yang terjadi. Tahap ini dapat dilihat mulai dari halaman 152 sampai 246.

E   :   Tahap akhir merupakan penutup dari rangkaian cerita didalam novel. Tahap akhir cerita dapat dilihat mulai dari halaman 271 sampai 300.

b) Penokohan menjelaskan istilah penokohan lebih luas pengertiannya dari tokoh dan perwatakan, sebab hal ini sekaligus mencakup masalah sikap tokoh cerita, bagaimana perwatakan, dan bagaimana penempatan dan pelukisannya dalam sebuah cerita. Novel Alisya karya Muhamad Makhdlori ini mempunyai banyak tokoh yang disampaikan. Hal ini didasari oleh jalannya cerita yang menceritakan perjalanan hidup dari tokoh Alisya dari dia miskin sampai kaya raya. Berikut sebagai salah satu contoh analisis dalam penokohan.

Alisya merupakan tokoh protagonis dalam novel Alisya karya Muhamad Makhdlori. Alisya merupakan tokoh sentral yang mendominasi jalannya cerita. Berikut kutipan yang menggambarkan bahwa Alisya merupakan tokoh sentral "untuk berkenaan mulanya, Alisya hanyalah gadis lingkungan yang minim pengetahuan dan sekarat berasaskan kemiskinan. Ia memberanikan fisik merantau ke Batam, ikut dari temannya yang bertingkah laku di lupa tunggal pabrik kancing baju. Satu tahun bertindak, ia berbenturan dengan seorang photographer majalah yang tertarik terhadap anggota dan kecantikannya, photographer itu sengaja mengadopsi kening berhadapan gambar Alisya, kemudian menawarkannya terhadap sama pengebas majalah bernama Hendrik" (hlm 10

b) Latar merupakan suatu hal yang menjelaskan tentang dimana tempat kejadian, kapan kejadian itu terjadi, dan bagaimana kehidupan disekitarnya. Menurut Nurgiyantoro (2007: 227-230) ada tiga macam latar, yaitu latar tempat, latar waktu, dan latar sosial. Latar tempat adalah latar yang menyarankan pada lokasi terjadinya peristiwa yang diceritakan dalam sebuah karya fiksi. Latar waktu adalah latar yang berhubungan dengan masalah "kapan" terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan dalam sebuah karya fiksi. Latar sosial menyarankan pada hal-hal yang berhubungan dengan perilaku kehidupan sosial masyarakat di suatu tempat yang diceritakan dalam karya fiksi.

* Latar tempat dalam novel Alisya terjadi di beberapa tempat di dua negara. Negera-negara tersebut adalah Indonesia dan Singapora. Terdapat kota Batam, Jakarta, Singapora.

* Latar waktu yang diceritakan dalam novel Alisya ini terjadi sejak Alisya masih miskin dan memulai mencari pekerjaan di Batam sampai masuk di dunia photography hingga menjadi penari striptease, dengan pekerjaannya itu Alisya terkenal dan menjadi kaya raya.

* Latar sosial yang terdapat dalam novel Alisya karya Muhammad Makhdlori di Indonesia khususnya terjadi di Batam, Jakarta dan Singapore.

c. Analisis wujud ketidakadilan gender dalam novel Alisya karya Muhamad Makhdlori

Menurut Faqih (2007:12-13) ketidakadilan gender terbagi menjadi berbagai jenis ketidak adilan gender, yaitu marginalisasi atau proses pemiskinan, subornisasi atau anggapan tidak penting dalam putusan politik, pelabelan negative atau stereotype, kekerasan, beban kerja yang lebih banyak.

Berikut uraian yang menjelaskan ketidakadilan gender dalam novel Alisya.

a) Kekerasan terhadap perempuan

Kekerasan adalah serangan atau infasi terhadap fisik maupun integritas mental psikologi seseorang. Pada dasarnya kekerasan timbul akibat perbedaan kekuatan yang ada dalam masyarakat (Faqih, 2007:17). Kekerasan yang diterima oleh Alisya tidak hanya dari masyarakat, melainkan dari bosnya yang bernama Sandy. Alisya yang terjangkit virus HIV, justru mendapat perlakuan kekerasan yang sangat luar biasa kejinya. Berikut kutipan yang menggambarkan kekerasan yang dialami oleh Alisya "Hahaha. Terus cambuk dia. Kau semakin cantik dan santun, Alisya ingin agaknya babu menemui tubuhmu yang terang berdasarkan sayatan cambuk. Tapi kasih, hal itu tidak takah-takahnya berkat dalam tubuhmu datang kenistaan durjana. Hahaha..."(hlm 100).

b) Perempuan sebagai subordinat laki-laki

Menurut Faqih (2007:15) subordinasi perempuan merupakan anggapan bahwa perempuan bersifat emosional atau irasional sehingga tidak bisa memimpin. Hal tersebut berakibat munculnya sikap yang menempatkan perempuan pada posisi yang tidak penting. Perempuan dianggap remeh oleh laki-laki. Berikut kutipan yang menggambarkan kedudukan perempuan yang selalu rendah daripada laki-laki "Apa yang tentang dilakukan Sandy terang tanpa sepengetahuan Alisya, namun segala apa daya, Alisya yang kini berkecukupan dalam genggaman Sandy, sedikitpun tidak bisa berkelit saat Sandy yang tiba-tiba menyimpan diatas podium, membuat tender kepada Alisya, siapa yang paling utama tawarannya, ia berhak mengajak Alisya kalau ditemani beraktivitas di dalam teras. (hlm 31).

c) Pelecehan seksual terhadap perempuan

Menurut Faqih (2007:16) stereotype ialah pelabelan atau penandaan demi suatu spesies tertentu. celakanya stereotype lekas merugikan dan mendatangkan ketidakadilan. Salah satu rupa stereotype yakni yang berasal tentang adicita gender.

Pelecehan seksual yang dilakukan perihal perempuan suka bangat terjadi di buta awan. Hal ini disebabkan sehubungan perempuan dianggap lebih aib daripada laki-laki, sehingga pelecehan seksual ini kerap terjadi. Berikut kutipan yang menghamparkan pelecehan seksual yang dialami pekerja dalam novel Alisya karya Muhamad Makhdlori "Namun, pada saat pengambilan gambar, Alisya dipaksa untuk photo telanjang. Awalnya, Alisya tidak mau. Ia menolak tegas, bahkan sampai menangis. Namun, Hendrik terus merayu. Ia berkata, "Tubuhmu yakni uang banjir. Kecantikan dan kemolekanmu yaitu aktiva ruah. Jangan kau sia-siakan anugeran yang menyangkal terhingga. Hanya satu terhadap seribu genus di bidang ini yang memiliki tangan taknormal sepertimu. Jangan kau sia-siakan. Dalam tubuhmu terabadikan kelimpahan objek. Itu yang hendak mengantarkanmu hendak ketenangan, Alisya." (hlm 11).

d) Beban kerja ganda terhadap perempuan

Menurut Faqih (2007:21) perempuan memikul beban kerja ganda. Hal ini terjadi karena anggapan bahwa kamu perempuan memiliki sifat memelihara dan rajin, serta tidak cocok untuk menjadi kepala rumah tangga, berakibat bahwa semua pekerjaan domestic rumah tangga menjadi tanggungjawab kaum perempuan. Berikut kutipan yang menggambarkan beban kerja yang dialami oleh perempuan dalam novel Alisya "Setahu Mamat, Alisya merupakan seorang pencipta gede. Dia pun bahadur bisa beroperasi tentu seorang cerpenis. Apalagi, tiap mengikuti majikannya berpakaian elok dan mengendarai mobil, Mamat sekali menghargainya terlebih saat mengetahui didalam auditorium Alisya muncul photo wisuda ahsan pada toga dan baju kemegahan, semakin memakbulkan Mamat bahwa Alisya perempuan waspada. Disamping penyajak, juga wanita karier". (hlm 17)

e) Marginalisasi perempuan

Menurut Faqih (2007:13) menyatakan bahwa proses marginalisasi yang mengakibatkan kemiskinan, sesungguhnya banyak sekali terjadi dalam masyarakat dan negara yang menimpa kaum laki-laki dan perempuan, yang disebabkan oleh berbagai kejadian misalnya penggusuran, bencana alam, atau proses eksploisasi. Yang menggambarkan awal kemiskinan Alisya dalam novel karya Muhamad Makhdlori "Dalam kaki hadir HIV, itu artinya kau pension, tidak bisa kerja serupa mengarang, bayu asli rugi, Alisya! Teriak Sandy.

"Silahkan kau ambil hartaku, kau ambil semua hartaku. Silahkan. Ambil rumah dan apartemenku."

"Ambil semua. Aku sudah tidak membutuhkannya lagi."

Pemberian total,lengkap semua harta benda milik Alisya menghasilkan Sandy tidak bisa berfikir. Kenapa Alisya demikian ringan melepas semua yang isbat dimiliki? (hlm 103)

F. Simpulan

Berdasarkan hasil pengendalian dan pengkajian yang dilakukan dalam penjabaran kajian structural dalam novel Alisya karya Muhamad Makhdlori tinggi memaklumkan keterangan karena pengurangan structural dalam novel, dan kedua mencerna deskripsi tempat structural novel, yang ketiga memahamkan gender ketidakadilan.

Dalam telaah structural novel Alisya karya Muhamad Makhdlori datang penceritaan yang memin- dahkan tema, dan aktualitas dongeng yang diceritakan di dalam novel.

1. Tema yaitu citra kausa, seperti biasa menghambat sebuah karya sastra dan yang terkandung di dalam referensi.

2. Fakta dongeng terdiri berasaskan jejak, penokohan, dan latar.

a. Alur yaitu rangkaian-rangkaian dalam sebuah berwai, yang terdiri karena sengkang penyituasian, fase pemunculan antagonisme, stadium peningkatan perselisihan, tahap klimaks, dan sengkang penyelesaian.

b. Penokohan menggambarkan istilah penokohan lebih luas pengertiannya dari pekerja dan perwatakan, argumen ihwal ini sekaligus mencakup bab kelakuan pekerja maka, macam mana perwatakan, dan dengan cara apa penempatan dan pelukisannya dalam sebuah kisah sehingga sanggup mengaminkan bayang-bayang yang tegas perihal pembaca.

c. Latar ialah kosmos yang melingkupi sebuah hubungan asmara dalam maka, bumi yang berinteraksi berdasarkan peristiwa-peristiwa yang kepalang bersemangat, latar terdiri berasaskan latar sifat, latar waktu dan latar indah.

Ketidakadilan gender dalam novel Alisya karya Muhamad Makhdlori meliputi:

1. Kekerasan arah perempuan, perempuan sama dengan penyerbuan atau inpasi

2. Perempuan selaku subordinat laki-laki

3. Pelecehan seksual atas perempuan

4. Beban kerja wewangian tentang perempuan

5. Marginalisasi perempuan

 

Daftar Pustaka

Al-Ma'ruf, ali Imron. 2009. Stilistika Teori, Metode, dan Implikasi Pengkajian Estetika Bahasa. Surakarta: Cakra Books.Faqih, Monsour. 2007. Analisis Gender dan Transpormasi rapi. Yogyakarta: Pustaka Belajar.KBBI. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Departemen Pendidikan Nasional.Nurgiyantoro, Burhan. 2007. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.Teeuw. 1984. Sastra dan Ilmu Sastra. Bandung: Pustaka Jaya.Tarigan, Guntur, Herry. 1982. Menulis, seperti Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.Makhdlori, Muhammad. 2012. Alisya: Kesah Wanita yang berhasil ceduk dari lumpur dosa. Jogjakarta: Safirah.

https://www.kompasiana.com/nurhati/5a6414565e13731e2775d9c2/analisis-struktur-dalam-novel-alisya-karya-muhamad-makhdlori 

 

VIDEO PILIHAN

Di Manakah Latar Dalam Kutipan Novel Sejarah Tersebut Dibuat - Sebutkan Itu

Dimanakah Latar Dalam Kutipan Novel Sejarah Tersebut Dibuat : dimanakah, latar, dalam, kutipan, novel, sejarah, tersebut, dibuat, Manakah, Latar, Dalam, Kutipan, Novel, Sejarah, Tersebut, Dibuat, Sebutkan

B.indo 39-42

Dimanakah Latar Dalam Kutipan Novel Sejarah Tersebut Dibuat : dimanakah, latar, dalam, kutipan, novel, sejarah, tersebut, dibuat, B.indo, 39-42

Di Manakah Latar Dalam Kutipan Novel Sejarah Tersebut Dibuat - Seputar Sejarah

Dimanakah Latar Dalam Kutipan Novel Sejarah Tersebut Dibuat : dimanakah, latar, dalam, kutipan, novel, sejarah, tersebut, dibuat, Manakah, Latar, Dalam, Kutipan, Novel, Sejarah, Tersebut, Dibuat, Seputar

B.indo 39-42

Dimanakah Latar Dalam Kutipan Novel Sejarah Tersebut Dibuat : dimanakah, latar, dalam, kutipan, novel, sejarah, tersebut, dibuat, B.indo, 39-42

Kapankah Latar Waktu Cerita Kutipan Novel Sejarah Gajah Mada Bergelut Dalam Takhta Dan Angkara Di - Brainly.co.id

Dimanakah Latar Dalam Kutipan Novel Sejarah Tersebut Dibuat : dimanakah, latar, dalam, kutipan, novel, sejarah, tersebut, dibuat, Kapankah, Latar, Waktu, Cerita, Kutipan, Novel, Sejarah, Gajah, Bergelut, Dalam, Takhta, Angkara, Brainly.co.id

Untuk Mengukur Kemampuan Mendengarkan, Jawablah Pertanyaan-pertanyaan Berikut Ini.1. Kapankah Latar - Brainly.co.id

Dimanakah Latar Dalam Kutipan Novel Sejarah Tersebut Dibuat : dimanakah, latar, dalam, kutipan, novel, sejarah, tersebut, dibuat, Untuk, Mengukur, Kemampuan, Mendengarkan,, Jawablah, Pertanyaan-pertanyaan, Berikut, Ini.1., Kapankah, Latar, Brainly.co.id

Kapankah Latar Waktu Cerita Dalam Kutipan Novel Sejarah Tersebut Di Buat Tentang Kemelut Di - Brainly.co.id

Dimanakah Latar Dalam Kutipan Novel Sejarah Tersebut Dibuat : dimanakah, latar, dalam, kutipan, novel, sejarah, tersebut, dibuat, Kapankah, Latar, Waktu, Cerita, Dalam, Kutipan, Novel, Sejarah, Tersebut, Tentang, Kemelut, Brainly.co.id

Bahasa Indonesia Kelas 12

Dimanakah Latar Dalam Kutipan Novel Sejarah Tersebut Dibuat : dimanakah, latar, dalam, kutipan, novel, sejarah, tersebut, dibuat, Bahasa, Indonesia, Kelas

Gabungan Kelompok.docx - Nama Ni Kadek Linda Dharmayanti No 17 A Kegiatan 1 Mencari Fakta-fakta Sejarah Dan Imajinasi Pengarang Dalam Kutipan Novel | Course Hero

Dimanakah Latar Dalam Kutipan Novel Sejarah Tersebut Dibuat : dimanakah, latar, dalam, kutipan, novel, sejarah, tersebut, dibuat, Gabungan, Kelompok.docx, Kadek, Linda, Dharmayanti, Kegiatan, Mencari, Fakta-fakta, Sejarah, Imajinasi, Pengarang, Dalam, Kutipan, Novel, Course

Soal Bahasa Indonesia Gajah Mada Bergelut Dalam Takhta Dan Angkara - Guru Paud

Dimanakah Latar Dalam Kutipan Novel Sejarah Tersebut Dibuat : dimanakah, latar, dalam, kutipan, novel, sejarah, tersebut, dibuat, Bahasa, Indonesia, Gajah, Bergelut, Dalam, Takhta, Angkara

Setelah Membaca Kutipan Novel Tersebut, Jawablah Pertanyaan-pertanyaanberikut Ini.1. Kapankah Latar - Brainly.co.id

Dimanakah Latar Dalam Kutipan Novel Sejarah Tersebut Dibuat : dimanakah, latar, dalam, kutipan, novel, sejarah, tersebut, dibuat, Setelah, Membaca, Kutipan, Novel, Tersebut,, Jawablah, Pertanyaan-pertanyaanberikut, Ini.1., Kapankah, Latar, Brainly.co.id