Kode Icd 10 Corpus Alienum Hidung

Kode Diagnosa Bpjs. Icd 10 International Statistical Classification Of Diseases. Kumpulan Kode Icd10 Yang Paling Sering Di (*10*) Pdf. Icd 10 Sinusitis Kronis Sinusitis. Http Pdf Free Download. Tinea Faciei Wikipedia. Kode Icd 10 Jlk9v6m6z545.ICD-10 Codes for Orthodontics. Introduction - Kirt E. Simmons, DDS, PhD. This document is meant to provide general information on diagnostic coding, specifically coding using the ICD-10 code fase. Proper and accurate diagnostic coding is important to both provide maklumat to third-party payers and public...Videre offers this convenient list of ultrasound-related ICD-10 codes for clinical records and billing assistance. Please use this page gandar a guide for the most commonly used ICD-10 codes that may meet medical necessity for ultrasound services.KODE ICD X. 1. Abdominal pain. R10.4. 2. Ablasi dan kerusakan retina. 361. corpus alienum hipoparing. T17.2. 362. Corpus Alineum Broncus. P 55. 1522. Penyakit hidung dan sinus hidung lainnya.Keakuratan kode ICD 10 dalam diagnosis selaku berlebihan kabir. Karena kaitannya karena pembayaran klaim cita-cita rumah gering, masa BPJS sekarang Berikut ini daftar kode ICD 10 terlengkap yang berisikan kode diagnosis penyakit mulai pada A sangkut Z. Semoga mengakomodasi para koder, dan...

PDF ICD-10 Codes for Orthodontics

The updated ICD-10 2021 year - International Classification of Diseases provides assistance in the organization of health care and regulates the general rules of medicine. Unification of pathologies is necessary for system workers to designate a disease code.As of October 1, 2015, the new International Classification of Diseases, Tenth Revision (ICD-(*10*)) was implemented as the required diagnosis code sesi to be used for billing all claims to insurers.. Coding Compliance. CMS and commercial payers require a valid code to be reported for reimbursement, and...Start studying corpus alienum hidung. Learn vocabulary, terms and more with flashcards, games and other study tools. 1. ekstraksi dgn forcep hidung atau aligator 2. ekstraksi dgn instrumen bersudut kalaukalau corpus bulat 3. antibiotik 4. melase hidung.ICD-10 is the 10th revision of the International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems (ICD), a medical classification list by the World Health Organization (WHO). (*10*) contains codes for diseases, signs and symptoms, pelik findings, complaints...

PDF ICD-10 Codes for Orthodontics

ICD-10 Codes for Ultrasound Services - Videre

Untuk praktik kode ICD 9 CM pemungutan corpus alienum mengamalkan istilah removal foreign body. Dalam removal foreign body terurai 2 kelas sama dengan with incision (akan incisi) dan without incision (tanpa incisi). Pemilihan spesies ini terampai bersandar-kan gerak laku pengambilan benda cenanga yang...KODE ICD X. 1. Abdominal pain. R10.4. 2. Ablasi dan kerusakan retina. corpus alienum hipoparing. T17.2. 362. Corpus Alineum Broncus. P 55. 1522. Penyakit hidung dan sinus hidung lainnya.Untuk kiprah kode ICD 9 CM pengambilan corpus alienum mengimplementasikan istilah removal foreign body. Dalam removal foreign body terpecah 2 suku ialah with incision (tempat incisi) dan without incision (tanpa incisi). Pemilihan genus ini terjemur menurut p mengenai gerak-gerik pemungutan benda pelik yang...ICD-10-GM-2021 Code Suche. ICD Code 2021 - Dr. Björn Krollner - Dr. med. Dirk M. Krollner - Kardiologe Hamburg.Home. Kode-ICD-10-THT. Daft kalender peny rendah akit teling kuping a hidung hidung tenggo tenggorok rok-ke -kep pala leher leher menu menu no.

Kode Remot Tv Sony Kode Redeem Ff Bulan Mei 2020 Kode Redeem Ml Juli 2020 Kode Icd 10 Vulnus Laceratum Di Tangan Kode Gta 5 Pc Kode Icd 10 Sopt Kode Promo Grab Bike Surabaya Kode Icd 10 Presbiopi Kode Mortal Kombat Shaolin Monks Ps2 Langsung Tamat Kode Pos Cipayung Kode Icd 10 Abortus Insipiens

Kode ICD 10 Di Indonesia

Keakuratan kode ICD 10 dalam diagnosis bagaikan maha ala. Karena kaitannya berdasarkan pembayaran klaim petunjuk aspek auditorium runtuh, masa BPJS sekarang ini. Petugas rekam medis lengah Minggu esa tugasnya mengkodekan diagnosis rendah. Koder yang mumpuni harus tampil pencerahan perangkap medis yang memadai. Khususnya pada bahan kode ICD 10. ICD 10 sama dengan suatu penggolongan dan kodefikasi kekeliruan sebagai internasional yang penyungguhan diterapkan di Indonesia sejak 1997, dan direkomendasikan Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Berikut ini daftar kode ICD 10 terlengkap yang berisikan kode diagnosis aib mulai demi A kait Z. Semoga menampung para koder, dan meminimalisir cela pencarian bisa dilakukan artistik 2 intonasi Ingris dan Indonesia. Untuk pencarian menjelajahi PC atau desktop silahkan tekan “Ctrl + F”. Lalu masukkan nama diagnosis yang ingin dicari secara tuangan “Abdominal Pain” atau “Nyeri Abdominal” atau dapat juga “HNP” atau “Saraf Terjepit” seolah-olah di Klinik Lamina.

Sementara beri pencarian kode ICD 10 menggunakan smartphone, silahkan tekan titik tiga di panduan kanan pada, lalu cari preferensi “Cari di halaman”. Ketik kode diagnosis ICD 10 yang Anda ingin ketahui dalam titik berat Ingris atau Indonesia, laltu tekan “Cari” atau gambar “Kaca majikan” dalam keyboard ponsel Anda.

Kode ICD 10 Diagnosis Penyakit A Bagian 1

Berikut ini teragendakan berlapikkan nomer dan fonem bagi kode diagnosis ICD 10. Bedakan antara penulisan 0 (Angka udara) arah alif-ba-ta O (alif-ba-ta O) yang menyimpan lebih adi dalam pengkodean ICD 10 ini. Semoga bisa menampung rekan-rekan koder terkait pengisian nukil medis, tepercaya di Klinik maupun Rumah Sakit.

Abdominal pain R10Ablasi dan kerusakan retina H33Ablasio retina / Cornea H33.2Abortus iminens O20.0Abortus infeksius O08.0Abortus inkomplit O06.9Abortus insipiens O02.1Abortus lainnya O05Abortus medik O04Abortus spontan O03Abses (jerawat) L02.9Abses abdominal K65.0Abses Axila L02.4Abses apendicular/ apendikes K 35.1Abses bartolini N75.1Abses beplum J34.0Abses CD N73.5Abses cerebri Q06.0Abses colli L02.1Abses cornea H16.3Abses coxal Q76.4Abses dada J86.9Abses ginggival K05.2Abses ginjal N15.1Abses hati amuba A 06.4Abses hati/ liver/ hepar K75.0Abses ingunialis L02.2Abses peninjau L02.8Abses lutut kiri/ axila/ femur/ femoral L02.4Abses mama N61Abses mandibula K10.0Abses prakarsa G06.6Abses bakal dada J86.9Abses pagina N76.0Abses palatum K12.2Abses palpebra H00.0Abses pancereas K85Abses burit/ buttock/ glutea L02.3Abses paraparingeal J39.0Abses parienal K61.0Abses paru J 85.1, .2Abses paru J85.1Abses peritonsilaris J36Abses perodental K05.2Abses alat pencernaan K65.0Abses pinggang kiri L02.2Abses pipi L02.0Abses post pelaksanaan/ abses oprasi T81.4Abses renal N15.1Abses Retroperitonial K65.0Kode ICD 10 Diagnosis Penyakit A Bagian 2

Kode ICD 10

Ingat buat sering membedakan kode ICD 10 rumpang penulisan 0 (Angka aliran udara) tentang leter O (abjad O) yang boleh lebih julung dalam pengkodean ICD 10 ini.

Abses submandibula K12.2Abses thorax J86.9Abses turbo ovarial (ATO) N70.9Abses umbilikal/ dinding (Abdomen punggung) L02.2Achalasia cardia / esofagus K22.0Achelasia congenital Q39.5Achelasia pylorus Q40.0Acute abdomen R10.0Acute laringo tracea bronchitis J20.9Acute myelocitic leukemia (AML) C92.0Acute respiratory distress syndrom J80Acute hepatic failure K72.0Adamantinoma D16.5Adenocarcinoma C11.1Adenocarcinoma gaster C16.9Adenocarcinoma Colon C18.9Adenocarcinoma paru C34.9Adeno tonsilitis cronis J35.2Adenomycosio N80.0Adnexitis N70.9After Coming head O64.1Agranulositosus D 70Akibat berasaskan kemasukan benda pelik bagus lubang komponen T15, T17 – T19Alergi T78.4Alergi rhinitis hasil kerja J 30.3Acute lymphoblastic leukemia C95.7Acute lymphocytic leukemia C91.0Amoebiasis A06.9Amoebiasis lainnya A06.0-.3 .5-.9Amenorrhea N91.2AMI (infark miokard akut) I21.9Amputasi jari pengampu tunggal S98.1Anemia (gravis) D64.8Anemia aplastik lainnya D 61Anemia defisiensi kepingan minyak bumi D 50Anemia hemolitik D58.9Anemia lainnya D 51 – D 58, D 60, D 62 – D 64Anemia paska pendarahan D50.0Anencefalus kanak-kanak Q00.0Anencefalus sebab Q35.0Aneurisme Aorta Abdominal I71.4Aneurysma aorta I71.9Angina pectoris I20.9Angina pectoris unstable/ pasca infark I20.0Angiofibroma nasofaring D10.6Angioauritic Alergi T78.3Anomali intra cranial Q89.9Anomia post partum O99.0Anoptalmia Q11.1Anorexia R63.0Anthraks A 22Antonea Uteri O62.2Anxietas F41.9Aorta insufisianis I35.1Aorta stenosis Q25.3Apasia R47.0APB (Allergic Bronchopulmonary) O48.9Apekia H27.0Apendicitis K37Apendicitis akut K35.9Apendicitis gawat K36Apendicitis perforasi K35.0Apendicular K38.1Apendix infilltrat K38.1Apnea R06.8Apnea pecahan P28.4Apneic spell R06.8AR (Allergic rhinitis) A06.9Aritmia I49.0Artialgia M25.5Artretis M13.9Artritis anom M08 – M09Artritis piogenik dan artritis bagi penghinaan jerawat dan parasit YDK di letak pendatang M00 – M01Artritis reumatoid M05 – M06Artropati dan artritis M12 – M14Artropati reaktif M02 – M03Artrosis M15 – M19Ascariasis B77.9Ascites R18ASD (Atrial septal defect) Q21.1Akseptor implant Z31.2Asidosis metabolik E87.2Asma imbalan kerja J 45Asma bronkial J45.9Asfiksia R09.0Asfiksia lasat P21.0Asfiksia ringan P21.1Aspirasi hidung T17.1Aspirasi mekonium P24.0Aspirasi minyak tanah/ benda abnormal/ makanan T17.9Aspirasi pneumonia dewasa J69Aspirasi pneumonia awing P24.1Astenea R53Atelaktasis J98.1Aterosklerosis I 70Atoroma I70.9Atresia ani Q42.3Atresia duodeni Q 41.0Atresia Ileum Q41.0Atresia rectum Q42.1Atrial fibrilasi (AF) I48Atritis Rematik M08.0AV block I44.3Avulsion T14.7Azotermia R79.8Diagnosis Penyakit B

Ingat guna cepat membedakan kode ICD 10 jauh penulisan 0 (Angka angin) atas fonem O (alif-ba-ta O) yang siap lebih rafi dalam pengkodean ICD 10 ini.

Balanitis N48.1Basalioma Canthus lateralis C44.1Basalioma hidung/ pipi/ ain C44.3Basalioma telinga C44.2Batu staghorn N20.0Batu empedu K80.8Batu ginjal N20.0Batu uretra/ BBB N21.1Batuk rejan (pertusis) A37.9Bayi belum terpendam (Infartu) Z33Bayi pertama P08.0Bayi eksentrik minum P92.2Bayi pasif P95Bayi meninggal asal wujud (KJDR – Kematian Janin Dalam Rahim) O36.4Bayi sehat Z38.0Bayi sectio P03.4Bayi vakum P03.3BBLR (Berat ananda hidup malu) F05.0Benda cangga sama telinga T 16Berkelahi Y04Bibir antara dan langit-langit penye-ling Q 35 – Q 37Bibir sumbing Q36.9Bilgted ovum O02.0Biliary kolik K80.5Bisinosis J 66.0Bleeding post coitus N93.0Block Water Fever B50.8Bloody diare K92.1Bmdicardia R00.1Bortolintitis N75.8BPH (Benign prostat hypertrophy) N40Bracial Palsy P14.3Bronciektasis J47Bronciolitis/ Acute J21.9Bronchitis J40Bronkitis keras J20.9Bronkitis menahun J42Bronchopneumonia J18.0Bronkiektasis J 47Bronkitis menahun dan bronkiolitis keras J 20 – J 21Bronkitis, emfisema dan cacat paru obstruktif kronik lainnya J 40 – J 44Bruselosis A 23Buka pen Z47.0Buka spiral Z30.5Bunuh raga berlandaskan menyelar jasmani X76.0Bunuh diri berasaskan mengembat badan X70Burger O E78.3Burt abdomen T21Buta dan rabun H 54Kode ICD 10 Carcinoma atau CA

Carcinoma atau disingkat CA ialah kode kalau posisi aib kanker, Ada setidaknya beberapa kode ICD 10 CA yang tersua cara internasional dan diterapkan di Indonesia, selang waktu pendatang;

Ca. Endometrium C54.1Ca. Blader C67.9Ca. Buli-buli C68.0Ca. Caecum C18.0Ca. Cervik C53.9Ca. Colon C18.9Ca. Corpus C54.9Ca. Epidermoid C44Ca. Esophagus C15.9Ca. Femur C40.2Ca. Gaster/ alat pencernaan C16.9Ca. Gland (kelenjar) C77.9Ca. Laring C32.9Ca. Lidah C02.9Ca. Mamae C50.9Ca. Mandibula C41.1Ca. Nesofaring C11.9Ca. Ovarium C56Ca. Palatum C05.9Ca. Pancreas C25.9Ca. Pantat C76.3Ca. Parotis L 07Ca. Paru C34.1Ca. Penis C60.9Ca. Rahim/ uterus C55Ca. Recti C20Ca. Sigmoid C18.7Ca. Squamous cell C76.0Ca. Tibia C51.9Ca. Vagina C52Ca. Chalangio C22.1Ca. Corio C58Ca. Prostat C61Ca. Tiroid C73Diagnosis Penyakit Berawalan C

Beberapa raut tewas yang berawalan tempat halihwal,liku-liku C sedia dalam tertib dan kode ICD 10 selaku internasional dan diterapkan juga di Indonesia, kode tersebut meliputi;

Cacat paket Q03.0CAD (Coronary Artery Disease) I25.1CHD (Coronary Heart Disease) atau Penyakit jantung kronis I25.1Campak B 05Campak/ measles B05.9Candidiasis B37.9Caput succedonum P12.8Cardioac cirrhosis K76.1Cardiogenic shock R57.0Cardiomyopathyapaty (kardiomiopati) I42.9Cardiomegaly (kardiomegali) I51.7Carsinoma telinga C44.2Carsinoma utery C55Catarac Q12.0Catarac compilated H26.2Catarac adinda (juvenil) H26.0Catarac scondary H26.4Catarac traumatik H26.1Catarac matang (mature) H25.2Cedera perlengkapan dalam lainnya S 26 – S 27Cedera intrakranial S 06Cedera ada P 10 – P 15Cedera alat penglihatan dan orbita S 05Cedera remuk dan trauma amputasi YDT dan alam n angkasa peserta multipel S 36 – S 37 S 97-98, T04-05Cedera YDT lainnya, YTT dan rat personel multipel S00-S01, S04, S09-S11,Cellulitis (Selulitis) L03.9Cellulitis orbita H05.0Cephalgia R51Cepalhematoma cawang P12.0Cepalhematoma warga cabang traumatik S08.8Cepalhomatoma buah hati P12.0Cerebral palsy (CP) G80.9Cerumen H61.2Cervical syndrome M53.1Cirrhosis hepatic (sirosis hati) K74.6Chalazion H00.1Chest pain R07.4CHF (Congestive heart failure) atau gagal jantung kongestif I50.0Chikungunya A 92.0Choledocholitiasis K80.5Cholelitiasis K80.2Cholestasis K83.1Cholicystitis K81.9Cholicystitis acute K81.0Chondroitis M98.8Chordea N48.9Chorea G25.5Chorio carsinoma C58Cushing syndrome E24.9CIN (Carsinoma insitu cerviks) D06.9Cirrhosis cardiac (Sirosis jantung) K76.1Cirrhosis alineum cavum nasi T17.1CKD (Chronic kidney disease) N03.9CLD (Chronic liver disease) K76.0 – K76.9CLL (Chronic lymphocytic leukemia) C91.1/M9823/3CMI (Chronic mesenteric ischemia) C92.1/M98/G31.3Cholera A00.9Colic abdomen R10.4Colic ureter N23Colic renal ginjal N23Colitis acute (Kolitis akut) A09Colitis amoeba A06.0Colitis ulcerative K51.9Colodian baby Q80.2Colon post radiasi K92.1Colostomy K91.4Coma R40.2Coma budak P91.5Coma diabetic (Koma diabetikum) E14.0Coma hepaticum K72.9Coma hiperglikemik E14.0Coma hipoglikemik E15Coma honk (hiper osmolarilas non-ketosis) E14.0Coma uremikum N19Coma urine N19Combustio grade 10-19% (Luka membakar derajat 10-19%) T31.1Combustio grade 30-39% T31.3Combustio grade 60-69% T31.6Combustio grade 70-79% T31.7Combustio partisan T22.1Comedo L70.0Confusion R41.0Common bill duct (CBD) D13.5Common colid J00Compresion T14.2Compressisi medula spinalis G93.5Condiloma acuminatum A63.0Congenital centralis /PSCConjungtivitis neunatal gonocokal H13.1Conjungtivitis H10.9Contraktur otot/ leher M62.9Contifation K59.0Contractur aksila (Kontraktur) M79.9Contraktur siku kanan/elbow M24.4Contraktur jari penahan kiri M20.0Contraktur musole M62.4Contusio cerebri atau Cedera Kepala Berat (CKB) S06.2Kode ICD 10 Penyakit C Bagian 2

Kondisi tewas yang berawalan berdasarkan huruf C dalam hajatan dan kode ICD 10 gaya internasional dan diterapkan juga di Indonesia, pu-rata heran ;

Contusio cerebri atau cedera penganjur sedang atau ringan (CKS/ CKR) S06.0Contusio mata S05.8Contusio modula spinalis S34.3Contusio muscolorum T14.6Contusio otot leher T14.6Contusio penis S30.2Contusio renis S37.0Contusio torax S20.2Convulsi (kejang) R56.8COPD/ PPOK (kesalahan paru obstruktif kronis) J44.9Cor pulmunale cronic (CPC) atau Kor pulmonal kronis I27.9Corpus alienum hipoparing T17.2Corpus alineum broncus T17.5Corpus alineum peluru S21.0Corpus alineumthoacal (punggung) S29.9Coxitis M13.1CPA (Chronic pulmonary aspergillosis) J81CPD (Cephalopelvic disproportion) Q33.9CRAO (Central retinal artery occlusion) H34.2Chronic renal failure (CRF) atau gagal ginjal menahun (GGK) N18.9Chronic liver disease K76.9Chronic lung disease J98.4Croup J05.0CRS (chronic rhinosinusitis) M53.1Crush foot S97.8Crush injuri cruris S95.9Congenital talipes equinovarus (CTEV) Q66.0Cuitus N94.1Curetage skin L02.4Cerebro vascular attack (CVA) atau stroke I64CVA bleeding/ hemorage/ HS I61.9CVA infark I63.9Cardiovascular disease (CVD) I67.9CVD trombosit I66.9Cyanosis R23.0Cyatitis N30.9Cynotic CHD Q24.9Cysta bartolini (kista bartolini) N75.0Cysta cebacea L72.1Cysta cerebri G93.0Cysta coklat N80.1Cysta conjunctiva H11.4Cysta ductus laclimaris H04.8Cysta endometrium N85.8Cysta epidermoid I72.0Cysta eyellid (kista kelopak netra) H02.8Cysta folikuler K09.0Cysta hati I51.9Cysta mama N60.0Cysta maxilla K09.2Cysta anuswara (binus) J34.1Cysta ovary N83.2Cysta pancreas K86.2Cysta preauriculer Q18.1Cysta radioculer K04.8Cysta retroaurikuler Q18.1Cysta sarcoma D46.6Cysta sub mandibula K11.6Cysta thyrogiasus Q89.2Cysta tiroid E04.1Cystocele (female) N81.1Cystocele (male) N32.8Cystocele (prolaps uteri) N81.4ICD 10 Penyakit Berdasar Abjad Kelompok D

Berdasar fonem warga D memiliki beberapa rupa cela berlapikkan kode ICD 10 gaya internasional yang juga di gunakan di Indonesia berdalil ketetapan Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Dead conseptus O02.1Decom cordis I51.9Decubitus (ulcer) L89Defisiensi vitamin A E 50Defisiensi vitamin lainnya E 51 – E 56Deformasi kongenital penahan Q 66Deformasi kongenital pengejaan panggul Q 65Deformiti gum K06.8Dehidrasi E06Deloyed depelopment R62.8Deloyed movement F80.9Demam ketimbis L02.9Demam berdarah dengue atau dengue haemoragic fever (DHF) A 91Demam bolak bawah A 68Demam dengue A 90Demam kuning A 95Demam rematik I00Demam reumatik gawat I 00 – I 02Demam tifoid dan paratifoid A 01Demam tifus A 75Demam tipoid A01.0Demam virus dan demam berpembawaan virus tular sesorok lainnya A 93 – A 94 A 96 – A 99Demam virus tular nyamuk A 92.1 – A 92Demam yang sebabnya tidak diketahui R 50Demensia F 00 – F 03Dementia senlititis F03Deplesi afdeling (dehidrasi) E 86Depresi F32.9Derformitas tungkai didapat M 20 – M 21Dermatitis L30.8Dermatosis hasil kerja L 23 – L 24Desmenorrhea N94.6Despepsia K30Deviasi septuri J34.2Devic’s desease G36.0Dextrocordia Q24.0Diabetes melitus bergantung insulin E 10Diabetes melitus berasosiasi malnutrisi E 12Diabetes melitus dalam kehamilan O 24Diabetes melitus tidak bergantung insulin E 11Diabetes melitus YDT lainnya E 13Diabetes melitus YTT E 14Diare & gastroenteritis guna penyebab radang tertentu (kolitis radang) A 09Diare budak gres hidup P78.3Diare yang terselip konsekuensi lab A09Diare yang tidak jadi kelanjutan lab K52.9Diathesis hemorrhage D69.9Dibacok/ ditebas/ ditusuk bajul W45.0Dicederai X 85 – Y 09Decubitus (cerviks) N86Diffuse axonal injury T14.4Difteria A 36Digigit asu (dogbite) W54.0Dikeroyok Y04.0Dilated cardio myopati (DCM) I51.7Dipukul Y04Diplopia H53.2Dipteria A36.9Disentri amoeba A06.0Disentri basiler A03.9Diseruduk munding W64.9Disfagia R13Disfungsi batang daya pikir G93.9Dislokasi T14.3Dislokasi ankle S93.0Dislokasi bahu/ humerus S43.0Dislokasi elbow/ siku S53.1Dislokasi HIP S73.0Dislokasi lensa H27.1Dislokasi lutut S83.1Dislokasi mandibula S03.0Dislokasi panggul kiri S33.2Dislokasi TMJ S03.0Dislokasi, terkilir, teregang YDT dan bumi anggota multipel S 03, 13, 23, 33, 43, 53 S 63, 73, 83, 93, T 03Dispepsia K 30Distension abdomen R14Distocia O66.9Distress pembauran pecahan P22.9Destroyed lung J98.4Ditabrak mobil demi selesai tanggung cara V03.1Ditembak W34.0Diverticula meckel’s Q43.0DM E14.9DM gangren E14.5DM Juvenil E10DM nepropaty E14.2Double hemiparese G81.9Dorsopati lainnya M 40 – M 44, M 54.6, .8, .9Down syndrom Q90.9Drakunkuliasis B 72Drip jujur ibnu P03.6Drip sembuh mula I62.1Drowning T75.1Drug eruption L27.0Drug induce haloperidol T43.3Drug intoxication F19.0Drug induced hepatitis T88.7Dysfunctional Uterine Bleeding (DUB) N93.8Duodenitis K29.8DVT I82.9Dysphonia R49.0Dysrhytmia I49.9Diagnosis Penyakit Berabjad Awal E

Untuk diagnosis kekurangan akan ki dasar pusat fonem E, berikut kode ICD 10 yang bisa didapatkan, agih cema atas halihwal,liku-liku E ini memang jumalahnya tidak nian serbaserbi dibandingkan yang ka-gok, jauh kekok;

Edema anasarka R60.1Edema cerebral G93.6Edema eyelid alat penglihatan H02.8Edema papil H47.1Edema paru berat J81Edema vulva N90.8Edema, proteinuria dan rintangan hipertensi dalam kehamilan, persalinan dan seratus tahun nifas O 10 – O 13, O 16EDH (epidural hematoma) S06.4Efek kebisingan alat pendengar bagian dalam H 83.3Efek kalor dan pencahayaan T 67Efek radiasi YTT T 66Efek taraf pengguna obat, mesin obat dan perkakas biologik Y 40 – Y 59Efek dalil kaku lainnya dan YTT pembedahan dan perawatan YTK di perihal asing T 33 – T 35, T 68 – T69 T 71-T 73, T 75 – T 78Efek tekanan tempat dan tekanan larutan T 70Efek toksik mebel non medisinal lainnya T 51, T 53 -T 55 , T 57 – T58, T61- T 65Efusi pleura J90Efusi pleura (empiema) J 90 – J 91Ekinokokosis B 67Eklampsia O 15Ektopic cordis Q24.8Elektrik shock T75.4Emboli dan trombosis arteri I 74Emboli paru I 26Emesis R11Empisema paru J43.9Empyema J86.9Encepalopati G93.4Endocarditis J38Endometriosis N 80Endometritis N71.9Endoptalmitis H44.0Ensefalitis G04.9Ensefalitis virus A 83 – 86Ensepalopati hepatikum K72.9Enteritis A09Entrocular fistula K63.2Entropia bulu-buli Q64.1Entropien mata citaticial H02.1Epididimitis N45.9Epidoral hematoma S06.4Epigastro pain R10Epiglotitis J05.1Epilepsi G 40 – G 41Episode depresif, ham-batan depresif berulang, larangan ruang udara tanggapan (mood afektif) menetap, lainnya atau YTT F 32 – F 39Episode manik dan kendala afektif bipolar F 30, F 31Epistaksis R04.0Epulis K06.0Erisipelas A46Eritodemi L53.9Erythema toxica L53.0Esopagitis K20Esotrapia H50.0Exanthema subitum B05.2Excoriasis T14.0Exostosis M89.9Exostusis multiple Q75.6Extra piramidal syndrome (sindroma ekstrapiramidal) G25.9Kode ICD 10 Penyakit Dengan Abjad FFaktur hidung S02.2Faringitis lasat J 02Febris pueperalis O 85Fetal pecahan P 20,1Fetal distress O 33,9Fibro adenoma mama (FAM) D 24Fibro myostis M 79,0Fibro sarcoma D 21,9Fibroma D 36,7Fibroma axilla D 21,3Fibroma femur D 16,2Fibroma jari/pipi D 36,7Fibroma pemuka D 21,0Fibroma osteo D 26,0Fibromyalgia M 79,0Fibrosis corpora cavernosa N 48,6Filariasis B 74Fistal perianal K 60,3Fistal perineum N 38,0Fistal post op T 81,8Fistel enterocutaneous K 63,2Fistel palatum Q 35,9Fistel preauriculer Q 18,1Fistula abdomen K 63,2Fistula afresia ani Q 42,2Fistula dada J86.0Fistula medula Q 18,8Fistula rectum Q 43,6Fistula uretra N 36,0Fistula vesico cutanens L 98,4Fistula/ Kista preaurikel H 61.8Flatulence R 14Flebitis, tromboflebitis, emboli dan trombosis vena I 80 – I 82Floating kuee M 23,4Flour albus (keputihan) N89.8Flu J 11,1FFPD O 33,9Fr. Acetabulus S 32,4Fr. Fedis S 92,3Fr. Remus inferlor/superlor, pubis S 32,5Fr. Zygoma S 02,4Fr. Oxygeus S 32,2Fraktur alveolis S02.8Fraktur ankie S 82,8Fraktur pokok cranil/okipitalis S02.1Fraktur bimaleolar S82.8Fraktur calcaneus S92.0Fraktur cervical S12.9Fraktur clavicula S42.0Fraktur clavicula close S42.0.0Fraktur colles S52.5Fraktur comperesion T14.2Fraktur cosial/coxle S32.2Fraktur costal/coxle open S32.2.1Fraktur cruris distal S82.3Fraktur elbow S 52,0Fraktur femur S72.9Fraktur fibula S82.4Fraktur frontalis/pariental S02.0Fraktur humarius S42.3Fraktur humarius open S42.3.1Fraktur leher, toraks atau panggul S 12, S 22, S 32, T 08Fraktur lumbar/ L2 S32.0Fraktur maleolus S82.8Fraktur maluncin M84.0Fraktur mandibula S02.6Fraktur matacarpai S 62,3Fraktur maxilla S02.4Fraktur meliputi negeri anak buah multipel T 02Fraktur metatarual S92.5Fraktur montigia S52.0Fraktur multiple T02.9Fraktur okanon S52.0Fraktur os pubis S32.5Fraktur paha S 72Fraktur patella / genu S82.0Fraktur pelvis S32.8Fraktur phalink S92.5Fraktur radius antebrachis S52.0Fraktur rib lga S22.3Fraktur scapula S42.1Fraktur sinithis S52.5Fraktur talus S91.1Fraktur temporal S02.1Fraktur tengkorak dan substansi muka S 02Fraktur tibia S82.2Fraktur trocanta S72.1Fraktur sumber anggota bakat lainnya S 42, S 52, S 62, S 82 S 92, T 10,T 12Fraktur ulna S52.2Fraktur vetebrata Y 08Fraktur weber S92.1Fraktur wist S62.8Fuo R 50,9Furunkel alat pendengar H 60,0Kode IDC 10 Untuk Diagnosis Penyakit Berabjad G

Penyakit atau ganjalan kesehatan yang diawali karena pokok G ternyata setengah-setengah bermacam-macam karena kriteraia ICD10 yang boleh di Indonesia, sekatan atau cema tersebut meliputi ;

Gagal ginjal menahun hasil kecut jengkol N 17.8Gagal ginjal lainnya N 17.0-.2,.9-N19Gagal jantung I 50Gagal napas J96.9Galactocele N64.8Gangguan anxietas fobik, aral anxietas lainnya F 40, F 41Gangguan kaki tangan cermin dan bola netra H 43 – H 45Gangguan meniru R48.0Gangguan bukan bisul buat ibu telur, jalan masuk telur dan ligamentum latum N 83Gangguan dalam sepuluh dasawarsa menopause dan perime nopause lainnya N 95Gangguan daya dengar H 90 – H 91Gangguan daya lihat H 53Gangguan diskus servikal dan intervertebral lainnya M 50 – M 51Gangguan disosiatif [salin jirim] F 44Gangguan endokrin, nutrisi dan metabolik lainnya E15-35, E 58, E 63, E 65, E 67 – E 85, E 87 – E90Gangguan gerak-gerik kerap arah kemanjuran berlebih X 50Gangguan haid lainnya N 91.3 – .5, N 92.2 – .6Gangguan hantaran dan aritmia jantung I 44 – I 49Gangguan hiperkinetik, adab, emosional atau fungsi cantik lama, gangguan “tic”, dan kendala mental dan emosional lainnya F 05 – F 06, F 90 – F 98Gangguan jaringan kain kasa sistemik lainnya M 30 – M 31, M 33 – M 36Gangguan jaringan lunak sambungan yang bertalian terhadap aplikasi tekanan betul-betul M 70Gangguan jaringan lunak lainnya M 71 – M 79Gangguan antusiasme YTT F 99Gangguan kelenjar tiroid lainnya E 07Gangguan kepribadian, rintangan menjunjung tinggi dan impuls, ganjalan identitas, halangan prevensi seksual F 60 – F 69Gangguan kesehatan yang berhubungan berdasarkan Y 96Gangguan koroid dan korioretina H 30 – H 32Gangguan terpencil tingkah laku ain binokular H 51Gangguan terasing kelopak ain H 02 – H 03Gangguan kekok retina H 35 – H 36Gangguan mental dan tutur cakap konsekuensi penerapan Alkohol F 10Gangguan mental dan tata krama efek penerapan Halosinogenika F 16Gangguan mental dan adab sambungan penerapan (*10*) F 12Gangguan mental dan tingkah laku imbangan rekayasa Kokain F 14Gangguan mental dan budi akhir penggunaan Opioida F 11Gangguan mental dan bahasa sambungan penerapan Sedativa atau Hipnotika F 13Gangguan mental dan perilaku reaksi penggunaan Stimulansia F 15Gangguan mental dan tata susila hasil rekayasa Tembakau F 17Gangguan mental dan etiket kesudahan potongan pelarut yang mudah terlanjur atau pihak multipel dan segmen psikoaktif lainnya F 18, F 19Gangguan obsesif – kompulsif F 42Gangguan perihal payudara N 60 – N 64Gangguan perputaran dan erupsi gigi termasuk impaksi K 00 – K 01Gangguan sirkulasi psikologis F 80 – F 89Gangguan peleburan imbas menghirup zat kimia, tabun, tabun dan cairan J 68Gangguan prostat lainnya N 41 – N 42Gangguan psikotik nonorganik lainnya atau YTT F 28 – F 29Gangguan refraksi dan kemudahan H 52Gangguan saluran napas lainnya yang ber-hubungan menurut p mengenai masa perinatal P 22 – P 28Gangguan saraf optik dan saraf tilik H 46 – H 48Gangguan saraf, radiks dan pleksus saraf G 50 – G 55, G 56.1, .4, .9, G 57 – G 59Gangguan agresi gelombang taktik sepintas dan sindrom yang terkait G 45Gangguan agenda kemih kelamin lainnya N 82, N 84 – N 90, N 93- N 94, N 96, N 98 – N 99Gangguan hajatan lakrimal dan orbita H 04 – H 06Gangguan skizoafektif F 25Gangguan stress pasca trauma F 43.1Gangguan gatra dan densitas hakikat M 80 – M 85Gangguan tiroid berasosiasi berkat defisiensi iodium E 00 – E 02Gangguan waham menetap dan induksi F 22, F 24Ganglion M67.4Gangren pulpa (GP) K04.1Gangren radix (GR) R02Gangrene R02Gaster porforasi K31.9Gastri ulcer K25.9Gastritis K29.7Gastritis acut K29.1Gastritis alcoholik K29.2Gastritis alergi K29.6Gastritis chronik K29.4Gastritis dan duodenitis K 29Gastro duodenitis K29.9Gastro schizis Q79.3Gawat lembaga manusia O68.9GBS G61.0GE A09Gejala pada jantung R 00 – R 01Gejala sepah cedera, keracunan dan efek liat alasan pendatang T 90 – T 98Gejala keladak malnutrisi dan defisiensi gizi lainnya E 64Gejala, tanda dan penemuan klinik dan laboratorium tidak cantik lainnya, YTK di keadaan terasing R 02 – R 09.0, .1, .3, .8 R96 – R 99Gemeli O30.0GGA N17.9GGK/ GNC N18.9Ginggivitis K05.1Gipastrik pain R10.1Giant cell femur K06.8Glaucoma congenital Q15.0Glaucoma kronik H40.1Glaucoma sekunder H40.5Glaukoma H 40 – H 42Glaukoma acut H40.2Glomerulo nepritis gawat N03.9GNA (gromeruloneprritis acute) N00.9GNAPS (glomerulonepritis acut post streptococos) N00Gondongan B 26Gonitis M00.0Gonorrhea A54.9Gout (urat) M10.9Gout artritis M10.0Grande multipara Z35.4Granuloma L92.9Granuloma hidung J32.9Granuloma mata H01.8Granuloma kuping H71Granuloma umbilicus L92.3Graves disease E05Gusi berdarah K06.0Gynecomastia N62Gyneko ekologi Z01.4Kode IDC 10 Untuk Diagnosis Penyakit Berabjad H

Penyakit atau sekatan kesehatan yang diawali demi alif-ba-ta H ternyata tanggung banyak berasaskan kriteraia ICD10 yang menyimpan di Indonesia, halangan atau aib tersebut meliputi ;

Hallux valgus M20.1Hallux valgus congenital Q66.3Hamil + hipertensi O16Hamil ectopic O00.9Hamil jarang akan 37 mg O47.0Hamil ading O26.9Hamil efisien O80.9Hamil + anemia O99.0Hasil laboratorium tentu HIV R 75Headache R51Heat struke T67.0Helmintiasis pengembara B 68 – 71, B 75, B 77 – B 83Hema insisionalis K43.9Hemangioma D18.0Hemangioma sarcoma C49.3Hemaptoe R04.2Hematemasis K92.0Hematematis graviderum O21.1Hemato keturunan P54.8Hemato pnemo thorax S27.1Hemato traumatik S27.1Hematocyluria B65.0Hematoma T14.0Hematoma dahi kiri S09.9Hematoma labia N90.8Hematoma subdural S06.5Hematoma testis N50.1Hematoma vagina N89.8Hematoma vulva O71.7Hematomegali R16.0Hematometra N35.7Hematuria R31Hemiparesis G81.9Hemongioma capilary D18.0/M9131/0Hemopili D66Hemorage intra ocular H44.3Hemorage intra of newbron P21.8HEMORHAGE (Pendarahan) R58Hemorhage conjupctiva H11.3Hemoroid I84.9Hemoroid external I84.5Hemoroid interna I34.2Hemoroid/ Wasir I 84Henmatocal N94.8Henoch schonlein purpura (HSP) D69.0Hepatik fallure K72.9Hepatitis K75.9Hepatitis A B15.9Hepatitis A menahun B 15Hepatitis acut K72.0Hepatitis B genting B16.9Hepatitis B akut B 16Hepatitis C lajat B 17.1Hepatitis C cronis B17.1Hepatitis E lajat B 17.2Hepatitis fulminaat B19.9Hepatitis kronik K73.9Hepatitis kronik K 73Hepatitis neunatal P59.2Hepatitis virus menahun B19.9Hepatitis virus B B16.9Hepatitis virus lainnya B 17.0.8, B18 – B19Hepato renal syndrom K76.7Hepatoma C22.0Hepatos plenomegali R16.2Heperurisemia E79.0Hepotensi I95.9Hermoprodite Q66.0Hernia K46.9Hernia eoigastric/ ventral K44.9Hernia femoral K43.9Hernia inguinal K 40Hernia insisional K41.9Hernia lainnya K 41 – K 46Hernia medialis K45.8Hernia umbicollis K42.9Herpes facialis B00.1Herpes simpleks B00.9Herpes zooster B02,9HHD K43.9Hiccup R06.6Hidramnion O 40Hidrocelle N43.3Hidrocelle testis dextra N50.9Hidrocepalus G91.9Hidrocepalus budak Q03.0Hidrokel dan spermatokel N 43Hidrom neos yuana penduduk P01.3Hidromnios O40Hidroneorosis N13.3Hidrops K60.9Hidrosefalus kongenital Q 03HIE (hipoxic ischemic ensialopaty) G93.4Hifopermia T66Higroma (colli d Cystioa) D18.1HIL / scrotalis/ inguinalis K40.9Hipaglikemia bayi P70.4Hipalbumenimia E88.0Hipema H21.0Hipema traumatic S05.1Hiper billirubimania P59.9Hiper cholestrol E78.0Hiperactive exercise I51.3Hipercolestrolemia E78.0Hiperemia pulpa HP K04.0Hipergilikemia R73.9Hiperpirakia R50.9Hiperplasia prostat N 40Hipertensi ensepalopaty I67.4Hipertensi asas (primer) I 10Hipertensi gestasional (kesan kehamilan) terhadap proteinuria yang diktatorial/ preeklamsia O 14Hipertensi portal K 76.6Hipertiroid E05.9Hipertrapi scar L91.0Hipertropi prostat N40Hipertropi pilory stenosis K31.1Hipoglikemia E16.2Hipoksia intrauterus dan asfiksia memiliki P 20 – P 21Hipospadia Q54.9Hipospadia penoscrotal Q54.4Hipotiroid E03.9Hipotiroidisme terpencil E 03Hipovolamik syok T79.4Hipoxia bani P21.9Hischpruag Q43.1Histeria F44.9HIV B24HOCM hipertensi oostruktif cardiomyopati I42.1Hodkin disease C81.0Hona, foot dan mouth disease (HFMD) B08.4HONK E14.0Hordeolum H00.0HPP O72.1Hyper menorea N92.0Hyperthiroid E05.9Kode IDC 10 Untuk Diagnosis Penyakit Berabjad I

Penyakit atau sekatan kesehatan yang diawali dengan alif-ba-ta I ternyata alang berjenis-jenis terhadap kriteraia ICD10 yang tampak di Indonesia, sekatan atau kesalahan tersebut meliputi ;

ICH multiple S06.2Icterus R17Icterus neonatorum P59.9IHD I25.9Ileus K56.7Ileus paralitik K56.0Ileus paralitik dan obstruksi usus tanpa Hernia K 56Ilius obstruktif K56.6Imperforata hymen (belum pernah berbadan dua) Q52.3Impetigo bulose L00Impotensi pagi buta F52.2Impressi fr.os frontal X25.0Imunisasi BCG Z 23. 2Imunisasi hempas Z 24. 4Imunisasi dan kemoterapi pemeriksaan lainnya Z 23.0, .1, .3 – .4, .6 – .8Imunisasi campuran DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus) Z 27. 1Imunisasi hepatitis virus Z 24. 6Imunisasi poliomielitis Z 24. 0Imunisasi rabies Z 24. 2Imunisasi tetanus Z 23. 5Infantil cerebral palsy G 80Infark miokard I21.9Infark miokard keras I 21 – I 22Infark serebral I 63Infeksi bronohitis J40Infeksi gigi K04.7Infeksi gigi K01.1Infeksi gonocolle S54.9Infeksi gonokok A 54Infeksi herpesvirus (Herpes simpleks) B 00Infeksi khusus lainnya bakal era perinatal P 38 – P 39Infeksi Klamedia A 70Infeksi kulit dan jaringan subkutan L 00 – L 08Infeksi lainnya yang lagi pula ditularkan majelis penyambungan seksual A 57 – A 64Infeksi timbil oprasi (ILO) T81.4Infeksi meningokok A 39Infeksi meninokok A39.9Infeksi neunatal P39.9Infeksi neunatrium P39.9Infeksi puerferalis O86.4Infeksi renal chronis N11.9Infeksi susukan napas potongan akan kritis lainnya J 00 – J 01 J 05 – J 06Infeksi trematoda lainnya B 66Infeksi umbilicus R38Infertality N97.9Infertilitas perempuan N 97Infiltrat parotis K11.9Influensa J 10 – J 11Injury T14.9Inpartu R19.8/Z33Insect bite T14.0Insect bite T63.4Insomnia G47.0Insufisiensi renal GGK N18.9Inta cerebral bleding G93.9Intake makanan A05.9Interstitial lung oedema J84.9Interusi gigi K08.9Intoksikasi bodrex T39.1Intolorance food K90.4Intoksikasi racun tawang-tawang T60.9/X48.0Intoksikasi susu T14.7/X44.0Intoksikasi T88.7Intoksikasi CTM F15.0Intoksikasi jamur T62.0/X49.0Intoksikasi bayigon T60.9/X68.9Intoksikasi yodium T52.0/X66.0Intoksikasi deterjen T55/X69.0Intoksikasi minyak bumi T52.0/X46.0Intoksikasi obat F10.0Intoksikasi warangan T60.4Intra cranial bleeding D75.9Intra cranial bleeding non traumatik I62.2Intra cranial bleeding traumatik S06.3Invaginasi K56.1Inversio uteri N85.5Inversio uteri post fartum O71.2Inverte papiloma cav. nasi C76.0Invertigo L01.0Iridosiklitis dan ganjalan ka-gok iris dan tangan silier H 20 – H 22Iritasi pulpa K04.9Ischemik I99Ischialgia M54.3ISK N39.0ISPA J06.9ITP D69.3IUD Z30.5IUFD (Intrauterine fetal death atau Kematian embrio dalam blaster (KJDR) O36.4IUFD (KJDR) bayi P95Kode IDC 10 Untuk Diagnosis Penyakit Berabjad J

Penyakit atau larangan kesehatan yang diawali karena halihwal,liku-liku J ternyata setengah-setengah serbaserbi sehubungan kriteraia ICD10 yang datang di Indonesia, gangguan atau nista tersebut meliputi ;

Jalan penopang ditabrak mobil V03.4Jalan penongkat ditabrak penggerak V01.9Janin dan tunas mutakhir hadir yang dipengaruhi kepada elemen dan penyulit kehamilan persalinan dan kelahiran P 00 – P 04Jantung kroner I25.9Jantung rematik I09.0Jatuh W19.0Jatuh W 00 – W 19Jatuh tentang cidomo V38.1Jatuh arah langkan mandi W18.0Jatuh berasaskan korsi W07.0Jatuh terhadap mobil di jalan besar V48.6Jatuh pada tokoh V28.9Jatuh arah asal mula W14.0Jatuh berasaskan kantor / bangunan W13.0Jatuh terhadap sepeda V18.9Jatuh akan tangga W11.0Jatuh menurut p mengenai letak tidur W06.0Jatuh atas truck V58.0Jatuh dibawah W01.0Jatuh disekolah sox ditabrak teman W51.2Jatuh kesumur W17.0Jatuh terguling pada mobil V48.6Kode IDC 10 Untuk Diagnosis Penyakit Berabjad K

Penyakit atau san-dungan kesehatan yang diawali berlandaskan abc K ternyata tanggung aneka tempat kriteraia ICD10 yang betul di Indonesia, ganjalan atau cela tersebut meliputi ;

KAD (Koma asidosis diabetikum) E14,0Kaki menggoncangkan jeruji penggagas V38,1Kala I O63,0Kala II O63,1Kardiomiopati I 42 – I 43Karies gigi K 02Karies propunda K02,9Karsinoma in tuan indra peraba D 04Karsinoma in tuan lainnya D 00 – D 03 D 07 – D 09Karsinoma in kamu payudara D 05Karsinoma in kamu serviks uterus D 06Katarak dan halangan ka-gok lensa H 25 – H 28KB suntik Z30,9KCCL E41Keadaan ketimbis HIV asimtomatik Z 21Kebakaran pendapa X09,0Kecelakaan bobot tirta V 90 – V 94Kecelakaan pikulan darat V 01 – V 89Kecelakaan muatan pengembara V 98 -V 99Kecelakaan kandungan status,suasana dan aula cakrawala V 95 – V 97Kecelakaan keracunan dan terdedah bagi mesin beracun lainnya X 40 – X 44Kecelakaan enak dan terbenam W 65 – W 74Kedangnitis K83,0Kehamilan abdominal O00,0Kehamilan ektopik O 00Kehamilan tersendiri yang usai berakibat berlandaskan abortus O 02, O 06 – O 08Kehamilan lewat waktu O48Kehamilan lewat waktu O 48Kehamilan multipel O 30Kejang R56,8Kejang demam R56,0Kejang YTT R 56Kejatuhan benda W20Kelainan dentofasial termasuk maloklusi K 07 – K 08Kelainan kromosom YTK ditempat kaku Q 91 – Q 99Kelainan pengejaan lainnya M 22 – M 25Keloid L91,0Kemasukan angka di telingga W44,0Kembar siam O84Kembung R14Kena air kalor X11,0Kena gelas/ model E25,0Kena jarum W 27Kena kapak W27kena kawat/ kristal kuarsa W22,0Kena kayu W21Kena campak buku W20,0Kena juru bicara giling W31Kena minyak kalor X10Kena paku W22,0Kena pancing W20,8Kena peluru nyasar W29,0Kena pisau/syamsir W26,0Kena pelerai demam muasal X58Kena maksud W 34,0KEP E46Keracunan sambungan pemaparan alkohol X 45Keracunan akhir pemaparan perkakas beracun terancam lainnya X 49Keracunan sambungan pemaparan gas-gas & uap-uap lainnya X 47Keracunan imbas pemaparan pelarut organik & hidrokarbon serta uapnya X 46Keracunan konsekuensi pemaparan pestisida X 48Keracunan tabun, tabun dan cairan ganjil T 59Keracunan logam T 56Keracunan obat dan preparat biologik T 36 – T 50Keracunan pelarut organik T 52Keracunan pestisida T 60Keratitis H16,9Keratitis dan kendala kekok sklera dan kornea H 15 – H 19Kerato uvcitis H20,9Kern icterus P57,9Kesalahan buat pasien selama perawatan medis non bedah Y 60 – Y 84Kestrum W87,0KET O00,1Ketuban lega asal O 42Khitanan mengikuti religi dan sopan santun adab Z 41.2KIPI (komplikasi kausa pasca imuisasi) T88,1Kista cengenital Q89,8Kista dan infeksi kelenjar Bartholin N 75.0.1Kista mesenterial K66,8Kista orbit H05,8Kista ovarli (beraslin) N83,2Kista parovarium Q50,5Kista radicular K04,8Kista rongga bacot dan kesalahan untuk berkenaan rahang K 09 – K 10Kista umbilicoli C44,5Kistoma ovaril D27KLL V29,9Kolelitiasis K 80Kolera A60,9Kolera A 00Kolesistitis K 81Koma hepatikum dan hepatitis fulminan K 72Kompor meledak / kena vitalitas tanur X02,0Kompressi medulla G93,5Kondisi hemoragik dan nista darah dan samping pelaksana darah lainnya D 65 – D 69, D 71 – D 73, D 75 – D 77Kondisi parak yang meresap mau atas sepuluh dekade Perinatal P 08, P 29, P 50 – P 54 P 56 – P 94, P 96Konjungtivitis dan ham-batan berbeda konjungtiva H 10 – H 13Konka hipertrofi J24,8Kontak berdasarkan jentera kalor X 10 – X 19Kontak atas binatang & tumbuhan beracun X 20 – X 29Kontraktur jari M20,0KP A16,9KP antik A16,2KPD O42,9Kwarsiakor E40Kode IDC 10 Untuk Diagnosis Penyakit Berabjad L

Penyakit atau gangguan kesehatan yang diawali berdasarkan fonem L, juga tanggung aneka tempat kriteraia ICD10 yang wujud di Indonesia, sekatan atau nista tersebut meliputi ;

Labio genato suzies Q36.9Labio mayora Q51.0Labio palato baizies Q35.9Lacerasi burit S31.8Lacerasi eye/cornea tampaprolapsa S05.2Lacerasi vulva S31.4Laceratum T14.1Lagophitalmoes H02.2Lahir damai P 95Laringeal web Q31.0Laringitis serius J04.0Laringitis cronik J37.0Laringitis dan trakeitis lajat J 04Laringo malacea/plagin J38.0Laringo paringitis acut J36.0Lecerasi cerebri S05.3Ledakan tabung tabun W36.0Left heart failure (LHF) S06.2Leiomioma uterus D 25Lepra/ Kusta A 30Lesi saraf radialis G 56.3Lesi saraf ulnaris G 56.2Lesmaniasis B 55Letak lintang warga cabang P01.7Letak lintang akar O32.2Letak lintang kasep budak P03.1Letak lintang kasiep mata O64.1Letak muka O32.3Letak sunsang (sebab) O32.1Letak sunsang kanak-kanak P01.7Leucoma cornea H17.8Leukemia C 91 – C 95Leukemia acute C95.0Leukemia comea H18.9Lever ambic infeksi AO6.4Lever amebic radang A06.1Leymyosarcoma M35.9Limfadenitis tuberkulosa A 18.2Limfoma non Hodgkin C 82 – C 85Limpoma no hodgkins C85.9Limpomamalignah C85.9Lipoma D17Lipoma neohal D17.9Lipoma retraurculer C85.9Liver cronic K76.9Liver cronis disease K76.9Lodwing angina K12.2Loose body patela (knee) M23.4Luka menunukan dan korosi T 20 – T 32Luka empeksi T79.3Lumbago (LBP) /low back pain M54.5Lupa CNS M32.9Lupus eritemateus sistemik M 32LVH cardiomegali I51.7Lympadenitis I88.9Lympadenopaty C85.0Lympadenpaty sup mandibula R59.1Lympadepaty colli Q89.2Lympengioma D18.1Lympo sarcoma D17.9Kode IDC 10 Untuk Diagnosis Penyakit Berabjad M

Penyakit atau san-dungan kesehatan yang diawali berdasarkan seluk-beluk M, juga alang banyak tempat kriteraia ICD10 yang mempunyai di Indonesia, halangan atau noda tersebut meliputi ;

Macrostamia Q18.4Mal oclussion K07.4Malaria (Included all malaria) B 50 – B 54Malaria cerebral B50.0+Malaria cerebral klinis /demam B54Malaria falciferum/tropical/algida B50.9Malaria ovaie B53.0Malaria quartana B52.9Malaria vivak / tertiana B51.9Malformasi dan deformasi kongenital rancangan muskuloskeletal berbeda Q 67 – Q 79Malformasi kongenital sarana kelamin laki Q 54 – Q 56Malformasi kongenital syarat kelamin wanita Q 50 – Q 52Malformasi kongenital lainnya Q 10 – Q 18, Q 30 – Q 34, Q 80 – Q 89Malformasi kongenital acara cerna lainnya Q 38 – Q 40,Q 42 – Q 45Malformasi kongenital kesibukan kemih lainnya Q 60 – Q 64Malformasi kongenital kalender ajaran darah Q 20 – Q 28Malformasi kongenital perjamuan saraf pendatang Q 00 – Q 02 Q 04, Q 06, Q 07Malignancy lutut C76.5Malnutrisi E46Malnutrisi E 40 – E 46Malrotasi Q43.3Malunion M84.0Mama alberant Q83.8Marasmus E41Marasmus kwarsi E42Marnae diplasia N60.9Massa colon K63.8Mastititis bisul N61Mastoiditis H70.9Mastopati N64.9Masuk lintah W57Medulo blastoma C71.6Mega colon K59.3Mega colon congenital Q43.1Megacolon congenital Q43.1Meiges syndrom Q82.0Melanoma ganas alat peraba C 43Melena entong P54.1Melena cukup akal K92.1Melenoma malignen C43.9Mellery weis syndrom K22.6Menabrak dinding W22Menabrak pohon V47Menelan uang logam W44.0Menengitis G03.9Meningitis TBC A17.0Meningitis tuberkulosa A 17.0Meningo ensafalitis G04.9Meningo ensefalocelle Q01.9Meningo gasepalitis TB A17.8+ G05.0*Meningocelle Q05.9Menometroragia N92.1Menopause N95.1Menoraghia N92.0Menoragi atau metroragi N 92.0, .1Menstruasi N92.6Mental retardation F79Menunggu budak Z39.0Mesotelioma C 45Metahaemoglobinema D 74Metastase glutea CA C81Metastase intra cranial C71.9Meteorismus (perut abuhan) R14Micro urethra conginital Q55.8Microcepally Q02Migren G43.9Migren dan sindrom nyeri pemrakarsa lainnya G 43 – G 44Mikosis B 35 – B 49Miningitis prulent / bacterial G00.9Miopati dan reumatisme M 60 – M 64, ‘M 66 – M 68Mised abortion/ dead concytens O02.1Missing teeth K00.0Mitra valve prolapa I05.9Mitral insufiensi I34.0Mitral stenosis I05.0Mola hidatidosa O 01Mola hidatodosa O01.9Moluscum contagiosum B08.1Moluscum contagiosum netra H03.1Monoliasis B37.9Monoliasis yuana penduduk P37.5Mononeuropati wakil lengan fragmen ala lainnya G 56.8Monoparase extrimitas G83.1Morbili B05.9Morbus harsan fieaksi A30.9Motion sicknese T75.3MR (mitral regurgitasi) I34.0Mulitple cranial palsy G57.7Multipara Z64.1Multiple cerebri G93.9Multiple conginital anomaly Q89.9Multiple contusio muscolorum T06.4Multiple exostosis Q78.6Multiple fibroma colorsum D21.2Multiple hordeulum H00.0Multiple polip senile C97Myalgia M79.1Myastenia gravis G70.0Myastenia gravis keturunan P94.0Mycosis mycotic B49Myelenopritis N12Myelitis G04.9Myelofibrosis D47.1Myocardial infection MCI I40.0Myocarditis I51.4Myoma uteri D25.9Myopia H52.1Myosercoma betis kiri C42.9Myositis M60.9Kode IDC 10 Untuk Diagnosis Penyakit Berabjad N

Penyakit atau halangan kesehatan yang diawali dengan halihwal,liku-liku N, juga kepalang banyak berlandaskan kriteraia ICD10 yang menyimpan di Indonesia, ganjalan atau cema tersebut meliputi ;

Naevus pigmentasi Q82.5Necrasis palax/ brachl T87.5Necrosis R02Nefritis tubulo – interstitial, tidak ditentukan genting atau kronik/pielonefritis N 12Nefropati disebabkan akan logam–logam kritis N 14.3Nefropati imunoglobulin A (Ig A) N 02.8Neoplasma ganas rancangan napas dan syarat rongga dada lainnya C 30, C 31, C 37 – C 38.0, C 39Neoplasma ganas kendaraan kelamin perempuan lainnya C 51 – C 52, C 57Neoplasma ganas petugas kelamin pria lainnya C 63Neoplasma ganas perabot kemih lainnya C 66, C 68Neoplasma ganas potongan urusan saraf pusat C 70, C 72Neoplasma ganas bagian uterus lainnya dan YTT C 55Neoplasma ganas bibir, rongga perkataan, kelenjar liur, faring, amandel C 00 – C 10Neoplasma ganas bibir, rongga congor, faring, lainnya & YTT C 12 – C 14Neoplasma ganas bronkus dan paru C 34Neoplasma ganas zona rektosigmoid, rektum dan pantat C 19 – C 21Neoplasma ganas esofagus C 15Neoplasma ganas ginjal, pelvis ginjal C 64 – C 65Neoplasma ganas hati dan saluran empedu intrahepatik C 22Neoplasma ganas jaringan balut & jaringan lunak C 46 – C 49Neoplasma ganas kandung kemih (buli-buli) C 67Neoplasma ganas kelenjar endokrin kaku dan figur terkait C 74 – C 75Neoplasma ganas kelenjar tiroid C 73Neoplasma ganas kolon C 18Neoplasma ganas korpus uteri C 54Neoplasma ganas alat peraba lainnya C 44Neoplasma ganas berbeda menurut p mengenai limfoid, hematopoetik dan jaringan terkait lainnya C 88-C 90, C 96Neoplasma ganas lambung C 16Neoplasma ganas laring C 32Neoplasma ganas ain dan adneksa C 69Neoplasma ganas mediastinum C 38.1-.8Neoplasma ganas nasofaring C 11Neoplasma ganas ingatan C 71Neoplasma ganas ovarium (emak telur) C 56Neoplasma ganas pankreas C 25Neoplasma ganas payudara C 50Neoplasma ganas penis C 60Neoplasma ganas tembuni (uri) C 58Neoplasma ganas primer roman multipel C 97Neoplasma ganas prostat C 61Neoplasma ganas sekunder dan neoplasma ganas kelenjar getah bening YTT C 77 – C 80Neoplasma ganas serviks uterus C 53Neoplasma ganas perihal lain dan yang tidak bahana batasannya C 76Neoplasma ganas testis C 62Neoplasma ganas trakea C 33Neoplasma ganas tulang dan asal rawan peng-ucapan C 40 – C 41Neoplasma ganas usus halus dan perlengkapan cerna lainnya C 17, C 23 – C 24, C 26Neoplasma jinak corong kemih D 30Neoplasma jinak indra peraba D 22 – D 23Neoplasma jinak lainnya D 10 – D12.0-.5,.7-.9, D13 D 31 – D32, D 34 – D36Neoplasma jinak mediastinum D 15.2Neoplasma jinak dalih dan daftar saraf salur lainnya D 33Neoplasma jinak ovarium (ibu telur) D 27Neoplasma jinak payudara D 24Neoplasma jinak rencana napas lainnya D 14.1 – .4Neoplasma yang menyanggah menentu perangainya dan yang menampik diketahui sifatnya D 37 – D 48Nephro calcinosis N29.8Nepratio sindrom N04.8Nepritis N05Neprolitiasis N20.0Nepropati diabetik E14.2+N08.3*Neuralgia M79.2Neurastania F48.0Neuritis optic H46Neuritis retro bulbar H46Neuro chorioretiasis H30.9Neuro fibromatosis Q85.0Neuro panic D70Neuropaty G58.9NNHL L85.9NNHS (non hemorage stroke) I64Nistagmus dan pergerakan mata yang tidak teratur lainnya H55Noma A69.0Non union fraktur M84.1Nyeri dada R07.4Nyeri alat pencernaan dan panggul R 10Nyeri pinggang M54.5Nyeri punggung pulang M 54.5

Kode Pintar Icd 10

Kode Icd 10 Corpus Alienum Hidung : corpus, alienum, hidung, Pintar