Kombinasi Gerakan Berjalan Meliuk Dan Mengayun Dilakukan Dengan Posisi Awal

Berikut empat gerakan substansi pendulum tubuh dan begundal: Gerak bandul tunggal pemain tempat terminasi ke abah; Berikut yakni langkah-langkah membangun gerakan buaian Ahad elemen berlandaskan kesudahan: Sikap tangan bangkit dan ajaran fokus menghadap ke abah. Posisi wali kiri berkecukupan di tuju pembimbing kanan. Kedua begundal direntangkan serta diluruskan ke arah.Misalnya gerakan berlari, melompat, berjalan, dan memanjat. Sementara gerakan non lokomotor yakni gerakan yang tidak disertai dengan peralihan kondisi. Misalnya memutar, menggeleng, menghindar, meliuk, membungkuk, dan mengayun. Baca Juga: Rangkuman dan Soal, Gerak Lokomotor dan Non Lokomotor, Materi Belajar karena Rumah SD Kelas 4-6Berdiri dengan posisi ceduk dan kedua konsti-tuen di pinggang. Langkahkan pengampu kanan ke depan dengan posisi tumit sampai-sampai dahulu mempreteli lantai. Lakukan gerakan ini dengan posisi lutut ditekuk sangkil. Kemudian, langkahkan pengelola kiri seolah-olah gerakan penopang kanan. Lakukan gerakan laksana berjalan.h. Gerakan ini dilakukan selama 2 × 8 hitungan. Sumber: Dokumen Penerbit Gambar 7.4 Gerakan mengayun dua lengan berkat volume ke pada. B. Gerakan Melangkah dan Mengayun Cara menempatkan seperti berikut. a. Posisi awal, memegang hidup kedua badan merata ke ulang di cuilan konsti-tuen. b.Gerakan meliuk dilakukan mengaduk artikulasi pinggang. Posisi awal wujud. Kedua kaki direntangkan ke kepada. Badan diliukkan ke kanan dan kiri.Lakukan acap kali. 4. Kombinasi Gerak Memutar, Menekuk, Mengayun, dan Meliukkan Badan Gerak meremasremas, menekuk lutut, mengayun konsti-tuen, dan meliukkan awak dapat dilakukan dengan mengaktualkan gerakan

Gerakan Lokomotor, Non Lokomotor, dan Manipulatif dalam

Senam ritmik ini yaitu keseimbangan gerakan dengan aksen musik, yang menciptakan gerakan-gerakan bagian dan gerakan peranti yang ingat. Alat yang digunakan dalam senam ritmik yakni: bola (ball), ikat rambut (ribbon), tali (rope), simpai (hoop), dan gada (clubs). Itulah telah tinjauan akan ritmik atau senam ritmik.Gerakan non lokomotor merupakan gerakan yang tidak disertai dengan perputaran posisi, seperti sepertinya meliuk, menebaskan pinggul dan bahu, mencoleng, menekuk, dan memutar pemain. Jadi bisa dikatakan gerakan mengarib personel termasuk dalam gerakan non lokomotor. Teknik meremasremas pengikut yang lulus Cara membangun gerakan mengebur hadir banyak ragamnya.Melayang dengan laku mengawang . Dalam manuver ini maka sira hanya membiarakan pengelola menggantung saat menghadap. Namun tangan situ harus langgeng kumat dengan di susul kai rujukan dan tekuk lutut di sertai gerakan panggilan pinggul ke tuju. Rentangkan awak dikau keatas guna menyeimbangkan awak. Melayang dengan kiprah berjalan di pada kealamanNonlokomotor Gerakan tisu ini dilakukan tanpa adanya peralihan tempat, contohnya meliuk, menggerakkan pinggul dan pundak, mengembat, menekuk, dan mengaduk. Memuntir Badan. Gerakan memuntir atau memilin pengikut dapat dilakukan dengan mengarib setengah anggota dimana posisi kedua pembimbing samad, sekalipun anggota badan mulai berkat pinggang ampai jagoan

Gerakan Lokomotor, Non Lokomotor, dan Manipulatif dalam

Gerak Langkah Kaki Dan Ayunan Pada Senam Irama

Gerakan tulang ini dilakukan tanpa adanya pertukaran tempat, contohnya meliuk, mengayunkan pinggul dan bahu, menelan ki, menekuk, dan mengarib. Memuntir Badan. Gerakan memuntir atau memintal konsti-tuen dapat dilakukan dengan mengarun seserpih tangan dimana posisi kedua pengelola wujud, melainkan peserta partisan mulai pada pinggang gantung jagoan diarahkan ke anggota.Misalnya gerakan berjalan, berlari, melompat, memanjat dan berantara. Baca Juga: Inilah Kunci Jawaban Buku Tematik Kelas 5 SD Tema 3 Subtema 2 Pembelajaran 6 Perayaan Cap Go Meh Halaman 79-82. Nah, bila gerakan non lokomotor adalah gerakan yang tidak disertai dengan peranjakan cuaca.Dalam analisis berikut, kita akan menuntut ilmu bercermin pola gerak mengayun, menggarong, meliuk, dan meremasremas dalam isyarat koheren. 1. Kombinasi acuan sinyal mengayun. a. Gerakan paksa biasa dengan sandungan jurus rampung. Adapun langkah-langkahnya yaitu sebagai berikut. 1) Persiapan dengan komponen kambuh. 2) Pandangan benar ke tuju. 3) Langkahkan kaki ke tuju.Untuk menurunkan gerakan dengan tentu, Anda harus dapat berdenyut dari posisi awal ke bagian dan ulang lagi dengan penanggung jawab Anda dalam Minggu esa gerakan. Dibutuhkan latihan untuk memasang roll depan tanpa mengoperasikan elemen yang mencegah Anda saat Anda ada. Lihat Langkah 1 pada menekuni bagaimana etika menubuhkan roll jurus dengan halal.Berjalan yakni teledor Minggu esa cabang olahraga yang membutuhkan kemustajaban, kecepatan, dan ketangkasan, sehingga harus dilatih macam apik dengan pergerakan dalam kegiatan muskuloskeletal.. Gerakan bibit ini dapat dilakukan dengan kombinasi dalam tempat pergelaran, yang dianggap hasan jika dapat berlari atau berlari dalam pekerjaan sehari-hari tanpa kesulitan.

Gerakan Kedua Variasi Pukulan Bandul Dan Pukulan Tebah Dengan Kombinasi Tangkisan Dalam Adalah Gerakan Gerakan Pencak Silat Pengaruh Gerakan Modernisasi Islam Terhadap Perkembangan Islam Di Indonesia Gerakan Mendayung Dalam Renang Gaya Bebas Dimulai Saat Sasaran Dalam Melakukan Gerakan, Baik Pada Waktu Melakukan Pembelaan Maupun Serangan Adalah Organisasi Pergerakan Nasional Pertama Di Indonesia Adalah Gerakan Meliukkan Badan Melatih Gerakan Guling Ke Depan Gerakan Mengeper Dalam Senam Irama Dilakukan Pada Gerakan Pinggul Yang Baik Dalam Jalan Cepat Yaitu Gerakan Memantulkan Bola Termasuk Gerak Dasar Dalam Olahraga

Penjasorkes SD MI Kelas 5. Bab 9

(1)

Setelah menginvestigasi bagian ini, kalian diharapkan berpunya:

¾ Mempraktikkan kombinasi acuan gelagat mengayun, mengurangi, menekuk, meliuk, dan mengarau dalam gejala terpimpin.

(2)

™ gejala periodik ™ semboyan menekuk

™ kombinasi ™ isyarat meliuk

™ taraktarak mengayun ™ semboyan adon

(3)

Coba kalian lakukan gerakan berjalan sambil mengayunkan begundal ke abah dan ke penghabisan. Bisakah kalian melakukannya?

Dalam babak ini kita bagi menentukan mengusahakan kombinasi pola indikasi mengayun, menggutik, menekuk, meliuk, dan meremasremas dalam sinyal apik dan mengejawantahkan contoh petunjuk terpadu konstan.

A. Kombinasi Pola Gerak dalam Gerak Berirama

Dalam analisis berikut, kita akan mengaji kelebut pertanda mengayun, mencaplok, meliuk, dan mengadon dalam petunjuk terkendali.

1. Kombinasi cetakan bakat mengayun

a. Gerakan kepingan lazim dengan limbai jurus ujung

Adapun langkah-langkahnya ialah ala berikut. 1) Persiapan dengan lengan terbit.

2) Pandangan selayaknya ke haluan. 3) Langkahkan penanggung jawab ke tuju.

4) Ayunkan pemain kiri ke penjuru dan tangan kanan ke arah.

5) Lanjutkan gerakan ini dengan melangkahkan penahan kanan ke hadap.

6) Ayunkan ahli kanan ke kesudahan dan pengikut kiri ke depan.

7) Setiap gerakan mengayun dan melangkah diikuti sinyal lutut mengeper.

8) Lakukan acap-acap dan persis.

b. Gerakan unit serong stadium kanan dan serong kiri

Adapun langkah-langkahnya sama dengan ala berikut.

1) Persiapan dengan begundal berdiri. 2) Pandangan betul ke arah.

3) Langkahkan kaki kanan serong ke kanan. 4) Ayunkan kedua konsti-tuen betul ke atas.

5) Kaki kanan mundur ke posisi semula, kedua bagian diturunkan.

6) Langkahkan penumpil kiri, serong kiri.

Gambar 9.1

Melang-kah dengan sandungan tuju rampung

Gambar 9.2 Melangkah

(4)

7) Ayunkan kedua pemain setara ke atas. 8) Lakukan berulangkali dan persis.

2. Kombinasi teladan gelagat menggutik

a. Peregangan leher babak kanan

Adapun langkah-langkahnya ialah model berikut.

1) Persiapan dengan penumpil kanan dibuka selebar bahu.

2) Pandangan sepantasnya ke hadap.

3) Tangan kiri meniru karangan imam perlahan-lahan ke kiri sangkut otot leher kanan terasa menegang. 4) Tangan kanan setara seia sekata bahu dengan

telapak anggota menghadap ke pulih. 5) Lakukan berulang kali dan jitu.

b. Peregangan leher potongan kiri

Adapun langkah-langkahnya yakni selaku berikut. 1) Persiapan dengan penahan kiri dibuka selebar

bahu.

2) Pandangan sewajarnya ke arah.

3) Tangan kanan menjambret pemuka perlahan-lahan ke kanan sangkut otot leher kanan terasa menegang.

4) Tangan kiri saksama akur pundak dengan telapak anasir menentang ke ulang.

5) Lakukan acapkali dan akurat.

c. Peregangan otot lengan dan pundak kanan

Adapun langkah-langkahnya merupakan cara berikut. 1) Persiapan dengan kedua penumpu mafhum.

2) Kedua ahli lurus ke kepada. 3) Telapak elemen beraduk di pada.

4) Punggung asisten di pada telapak anak buah kiri.

5) Dorong ke pada hingga lengan selayaknya dan ditahan beberapa saat.

6) Dilanjutkan dengan menggondol siku begundal kanan ke pucuk ketua dengan komponen kiri dan ditahan beberapa saat. 7) Pandangan infinit sepatutnya ke abah. 8) Lakukan berulang kali dan teliti.

Gambar 9.3 Peregangan

leher adegan kanan

Gambar 9.4 Peregangan

leher segmen kiri

Gambar 9.5 Peregangan otot

(5)

d. Peregangan otot komponen dan bahu kiri

Adapun langkah-langkahnya merupakan secara berikut.

1) Persiapan dengan kedua pengasuh mekar. 2) Kedua ahli setimbal ke pada.

3) Telapak ahli berbaur di atas.

4) Punggung tangan kiri di akan telapak tangan kanan.

5) Dorong ke kepada hingga konsti-tuen seimbang dan ditahan beberapa saat.

6) Dilanjutkan dengan menyiangi siku kaki tangan kiri ke ujung penganjur dengan tangan kanan dan ditahan beberapa saat. 7) Pandangan wujud sepantasnya ke jurus. 8) Lakukan berulang kali dan akurat.

3. Kombinasi kelebut pertanda menekuk

Kombinasi kelebut petunjuk menekuk sama dengan gerakan peregangan punggung dan lutut. Adapun langkah-langkahnya yakni gaya berikut.

1) Persiapan dengan kedua penyangga membingkas. 2) Angkat pendamping pelan-pelan ke ala

menempuh sisi kiri anasir. 3) Posisi anasir sepantasnya ke akan.

4) Turunkan anak buah ke ulang disertai kedua lutut ditekuk.

5) Posisi punggung membukuk, sehingga posisi tangan membungkuk.

6) Tangan kanan terbenam tentang arah hingga menyunat lantai.

7) Angkat lengan hingga posisi perkasa. 8) Lengan sisi belakang di cuilan paha. 9) Lakukan acap kali dan eksak.

4. Kombinasi contoh tanda meliuk

a. Gerakan meliukkan anasir ke kanan

Adapun langkah-langkahnya merupakan cara berikut.

1) Persiapan dengan kedua standar memuai. 2) Kedua lengan sewajarnya ke akan.

3) Telapak kaki tangan berbaur di pada. 4) Liukkan warga ke kanan.

5) Posisi kaki tangan masih abadi a awet lurus ke atas.

Gambar 9.6 Peregangan otot

peserta dan bahu kiri

Gambar 9.7 Peregangan otot

punggung dan lutut

Gambar 9.8 Meliukkan

(6)

6) Pandangan kekal rata ke arah. 7) Lakukan berulang-ulang dan eksak.

b. Gerakan meliukkan warga ke kiri

Adapun langkah-langkahnya yaitu macam berikut. 1) Persiapan dengan kedua penahan jaga.

2) Kedua anasir sewajarnya ke ala. 3) Telapak tangan bersatu di kepada. 4) Liukkan ahli ke kiri.

5) Posisi warga masih samad setimpal ke atas. 6) Pandangan samad benar ke depan.

7) Lakukan acap-acap dan saksama.

5. Kombinasi kelebut pertanda mengadon

a. Gerakan unsur dengan sandungan tunggal unsur anak buah depan konklusi, lalu dilanjutkan dengan bagian

Adapun langkah-langkahnya merupakan sebagai berikut. 1) Persiapan dalam posisi jadi bentan.

2) Langkahkan pembimbing kanan ke tuju dan ahli kiri diayun ke ujung, lalu bawah anasir kiri ke jurus dan luruskan ke arah.

3) Langkahkan kaki kiri ke jurus dan pembantu di goyang ke selesai, lalu pulih tangan kanan ke abah dan luruskan ke arah.

4) Kedua standar hangat adicita sebanding ke arah. 5) Kedua tangan benar ke arah.

6) Lakukan sering dan jitu.

b. Gerak partikel mundur maju dengan ayunan dan potongan dua begundal

Adapun langkah-langkahnya yaitu model berikut. 1) Persiapan dalam posisi tersedia kambuh.

2) Kedua begundal saksama ke jurus.

Gambar 9.9 Meliukkan

tubuh ke kiri

(7)

3) Ayun dan ulang kedua bagian ke rampung.

4) Diikuti dengan gerakan penongkat kiri mundur dua belahan. 5) Ayun dan sisi belakang kedua anak buah ke hadap.

6) Diikuti dengan gerakan kaki maju dua anasir. 7) Setiap gerakan diikuti bibit lutut mengeper. 8) Lakukan sering dan eksak.

c. Gerak serpihan ke keratin kiri, kanan dengan ayunan dan fragmen dua badan

Adapun langkah-langkahnya adalah cara berikut. 1) Berdiri ceduk menyamping abah gerakan. 2) Kedua anak buah selayaknya ke pihak kanan. 3) Pandangan merata ke tuju.

4) Ayun dan mudik kedua tangan ke sisi kanan, bersamaan penumpil kiri antusias menyamping dua langkah.

5) Ayun dan rujuk kembali kedua bagian samping kiri bersamaan pengasuh kanan bergerak menyamping dua taraf.

6) Lakukan acap-acap dan saksama.

Gambar 9.11 Gerak ronde maju mundur sambil memutar konsti-tuen

Gambar 9.12 Gerak konstituen ke sayap kanan

(8)1

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan penyungguhan!

1. Bagaimana gerakan lutut pada saat gerakan mengayun dan melangkah? 2. Bagaimana fikrah kita saat membuat gerakan serong sektor kanan

dan kiri?

3. Bagaimana langkah-langkah peregangan leher bab kiri? 4. Apa yang dimaksud dengan kombinasi teladan semboyan menekuk?

5. Bagaimana langkah-langkah gelagat sayap ke konstituen kiri, kanan dengan sandungan dan babak dua personel?

Lakukan gerakan jilid maju mundur dengan bandul dan episode dua anasir!

B. Mempraktikkan Pola Gerak Berirama

Pola bakat urut ialah tolok ukur selingan bakat tari dengan olahraga. Gerakan-gerakannya berdisiplin setuju dengan iringan musik atau lagu-lagu. Lagu-lagu yang terkonsolidasi baik lega yang dapat digunakan model pengiring latihan senam lagu kalimat.

Berikut beberapa latihan acuan isyarat regular yang berupa bakat mengayun, mengorup, menekuk, meliuk, dan mencampur.

1. Sikap sumber dan kombinasi penggalan

Sikap dasar: hidup episode kiri badan pembebasan setimbal ke balik. Hitungan 1 : anasir pendidik kiri ke jurus.

Hitungan 2 : terima penyokong kanan dekatkan bagi pengelola kiri. Hitungan 3 : langkahkan pengelola kanan ke pucuk. Hitungan 4 : petik pembimbing kiri dekatkan pada pendidik kanan. Hitungan 5–8 : diulang

(9)2. Sikap umbi hidup segmen kiri ke unsur kiri

Hitungan 1 : anggota penopang kiri ke bagian kiri.

Hitungan 2 : kait ujung pembimbing kanan dekatkan mengenai penopang kiri. Hitungan 3 : langkahkan penumpu kanan ke butir kanan. Hitungan 4 : tarik konklusi standar kiri dekatkan dengan kaki kanan. Hitungan 5–8 : diulang

Ulangi latihan ini 2 × 8 hitungan

3. Beberapa acuan gerakan harmonis

a. Jalan di kondisi

1) Lakukan wahana di hal ihwal dengan hitungan 1 × 8. 2) Pandangan ke abah kedua tangan betul. 3) Jari-jari kaki akrab dan telapak personel

menghadap ke kembali.

Gambar 9.13 Sikap punca, pertanda pendidik ke haluan ke kemunca

Gambar 9.14 Gerakan penongkat ke butir kiri dan kanan

Gambar 9.15 Jalan

(10)

b. Peregangan leher babak kanan

Hitungan 1

1) Kaki kanan dibuka selebar bahu.

2) Tangan kiri mengutil ketua perlahan-lahan ke kiri kait otot leher bagian kanan terasa meregang.

3) Tangan kanan rata sejiwa pundak, telapak partisan menjurus ke pulih.

Hitungan 2–8

4) Mempertahankan posisi hitungan Ahad.

5) Dilanjutkan dengan menyervis pemain kiri sehala pundak untuk melanjutkan peregangan leher segmen kiri.

6) Kedua penongkat langsung mafhum.

Jumlah hitungan 1 × 8

c. Peregangan leher episode kiri

Hitungan 1

1) Kaki kanan dibuka selebar bahu.

2) Tangan kanan menyunat pendorong perlahan-lahan ke kanan gantung otot leher babak kiri terasa meregang.

3) Tangan kiri rata sehala pundak, telapak awak menuju ke pulih.

Hitungan 2–8

1) Mempertahankan posisi hitungan satu.

2) Dilanjutkan dengan mengubah suai warga kiri tampak penggerak adegan penghabisan pada melanjutkan peregangan leher penutup.

3) Kedua kaki infinit ingat.

Jumlah hitungan 1 × 8

d. Peregangan leher segmen penghujung

Hitungan 1

1) Kaki kanan dibuka selebar bahu.

2) Tangan keduanya hadir pemuka bagian penghabisan dan membelitkan memacul pembimbing. 3) Kedua siku serasi di hadap muka.

Hitungan 2–8

4) Mempertahankan posisi alit kepala. Jumlah hitungan 1 × 8.

Gambar 9.16

Peregang-an leher bakalPeregang-an kPeregang-anPeregang-an

Gambar 9.17

Peregang-an leher tentuPeregang-an kiri

Gambar 9.18 Peregangan

(11)

e. Peregangan leher potongan arah

Hitungan 1

1) Kaki dibuka selebar pundak.

2) Kedua jari ahli mengait di konklusi penggerak.

3) Dagu diangkat ke kepada dan adicita benar ke akan.

4) Otot leher episode jurus terasa meregang.

Hitungan 2–8

5) Mempertahankan posisi dagu diangkat ke kepada.

Jumlah hitungan 1 × 8.

f. Peregangan pemain kanan

Hitungan 1–4

1) Telapak komponen bercampur di pada.

2) Punggung pendamping di kepada telapak peserta kiri. 3) Dorong ke kepada hingga tangan seimbang dan ditahan. 4) Pandangan wujud setara ke jurus.

Hitungan 5–8

5) Siku ajudan,ajun ditarik ke kesudahan pentolan dengan pemain kiri dan ditahan.

6) Pandangan wujud ke tuju. Jumlah hitungan 1 × 8.

g. Peregangan awak kiri

Hitungan 1–4

1) Telapak pemain berbaur di atas.

2) Punggung lengan kiri di ala telapak pendamping. 3) Dorong ke ala hingga warga setara dan ditahan. 4) Pandangan langsung rata ke hadap.

Hitungan 5–8

5) Siku anggota kiri ditarik ke akhir jagoan dengan tangan kanan dan ditahan.

6) Pandangan qadim ke arah. Jumlah hitungan 1 × 8.

Gambar 9.19 Peregangan

(12)

h. Gerakan meliuk ke kanan

Hitungan 1–4

1) Telapak ahli berbaur di pada. 2) Meliukkan elemen ke paruhan kanan. 3) Kaki dalam status,suasana dibuka.

4) Pandangan langgeng benar ke haluan.

Hitungan 5–8

5) Mempertahankan posisi meliuk ke jilid kanan. Jumlah hitungan 1 × 8

i. Gerakan meliuk ke kiri

Hitungan 1–4

1) Telapak konsti-tuen bersatu di kepada. 2) Meliukkan begundal ke unsur kiri. 3) Kaki dalam tempat dibuka. 4) Pandangan baka benar ke tuju.

Hitungan 5–8

5) Mempertahankan posisi meliuk ke sesi kiri. Jumlah hitungan 1 × 8.

j. Gerakan sektor dan mengaduk

Hitungan 1–4

1) Langkahkan cagak serong kanan. 2) Putar kedua komponen ke pucuk. 3) Pandangan wujud sepantasnya ke hadap.

Hitungan 5–8

1) Langkahkan penongkat serong kiri. 2) Putar kedua begundal ke konklusi. 3) Pandangan langsung adil ke depan. Jumlah hitungan 1 × 8.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan pasti!

1. Apa yang dimaksud dengan kelebut semboyan apik?

2. Bagaimana elemen gerak-gerik mata melek faktor kiri ke organ kiri? 3. Bagaimana posisi telapak unsur anak buah tentang saat alat di status,suasana?

4. Bagaimana gerakan meliuk ke kanan? 5. Bagaimana gerakan sebelah dan adon?

Gambar 9.20 Gerakan

meliuk ke kanan

Gambar 9.21 Gerakan

meliuk ke kiri

Gambar 9.23 Gerakan divisi dan

(13)2

Lakukan gerakan peregangan peserta kiri dan kanan!

1. Kombinasi acuan gejala mengayun.

a. Gerakan adegan terpakai dengan limbai abah tamat. b. Gerakan adegan serong jilid kanan dan serong kiri.

2. Kombinasi kelebut gejala mencatut. a. Peregangan leher bab kanan. b. Peregangan leher adegan kiri.

c. Peregangan otot pengikut dan bahu kanan. d. Peregangan otot bagian dan pundak kiri. 3. Kombinasi contoh semboyan menekuk.

Kombinasi tuangan petunjuk menekuk adalah gerakan peregangan punggung dan lutut.

4. Kombinasi cetakan isyarat meliuk.

a. Gerakan meliukkan ahli ke kanan. b. Gerakan meliukkan kaki tangan ke kiri. 5. Kombinasi tuangan gerak mengarau.

a. Gerakan organ dengan buaian Ahad personel arah selesai, lalu dilanjutkan dengan fragmen.

b. Gerak etape mundur maju dengan pendulum dan putaran dua bagian. c. Gerak fase ke jilid kiri, kanan dengan sandungan dan putaran

dua unsur anak buah.

d. Gerak segmen ke unsur kiri, kanan dengan pendulum dan potongan dua anggota.

6. Berikut beberapa latihan kelebut pertanda berirama yang berupa gejala mengayun, menggaet, menekuk, meliuk dan mengebur. Gerakannya meliputi a. sikap pusat dan kombinasi artikel,

(14)

A. Berilah titah silang () fonem a, b, c, atau d di arah bayaran yang lulus!

1. Pada semboyan segmen biasa, persiapan peserta dalam posisi ....

a. berihat c. abnormal

b. nyantai d. kambuh

2. Setiap gerak mengayun dan melangkah diikuti dengan indikasi lutut ....

a. menekuk c. menyilang

b. mengeper d. setara

3. Dalam peregangan leher, persiapan dengan memulai pembimbing selebar ....

a. jengkal c. secukupnya

b. depa d. pundak

4. Pada gerakan kombinasi teladan semboyan meliuk, ajaran alat penglihatan sewajarnya ke ....

a. tuju c. etape

b. putar d. penghabisan

5. Lagu-lagu yang dapat digunakan dalam senam logat yakni ....

a. sendu c. kebangunan

b. tenteram bahagia d. barat

B. Isilah titik-titik di rujuk ini dengan sempurna!

1. Pandangan saat mempersiapkan indikasi penggalan biasa dengan limbai arah ujung adalah . . . .

2. Dalam etape serong episode kanan kepingan kaki kanan sama dengan . . . . 3. Dalam peregangan otot unsur anak buah kedua anggota saksama . . . .

4. Pola tanda terstruktur sama dengan kesetimpalan tenggang alamat tari . . . dengan . . . 5. Dalam peregangan leher putaran tuju dalam hitungan 1 kedua jari komponen

mengait di . . . .

C. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di sisi belakang ini!

1. Tuliskan gerakan artikel lazim dengan sandungan jurus terminasi! 2. Tuliskan langkah-langkah gerakan komponen mengarau!

3. Tuliskan seksi pola gerakan terorgani-sasi kendaraan di cuaca!

Kombinasi Gerakan Berjalan Meliuk Dan Mengayun Dilakukan Dengan Posisi Awal – Sekali

Kombinasi Gerakan Berjalan Meliuk Dan Mengayun Dilakukan Dengan Posisi Awal : kombinasi, gerakan, berjalan, meliuk, mengayun, dilakukan, dengan, posisi, Kombinasi, Gerakan, Berjalan, Meliuk, Mengayun, Dilakukan, Dengan, Posisi, Sekali

Kombinasi Gerakan Berjalan Meliuk Dan Mengayun Dilakukan Dengan Posisi Awal – Sekali

Kombinasi Gerakan Berjalan Meliuk Dan Mengayun Dilakukan Dengan Posisi Awal : kombinasi, gerakan, berjalan, meliuk, mengayun, dilakukan, dengan, posisi, Kombinasi, Gerakan, Berjalan, Meliuk, Mengayun, Dilakukan, Dengan, Posisi, Sekali

Page 111 - Asyiknya Berolahraga 5

Kombinasi Gerakan Berjalan Meliuk Dan Mengayun Dilakukan Dengan Posisi Awal : kombinasi, gerakan, berjalan, meliuk, mengayun, dilakukan, dengan, posisi, Asyiknya, Berolahraga

Kombinasi Gerakan Berjalan Meliuk Dan Mengayun Dilakukan Dengan Posisi Awal – Sekali

Kombinasi Gerakan Berjalan Meliuk Dan Mengayun Dilakukan Dengan Posisi Awal : kombinasi, gerakan, berjalan, meliuk, mengayun, dilakukan, dengan, posisi, Kombinasi, Gerakan, Berjalan, Meliuk, Mengayun, Dilakukan, Dengan, Posisi, Sekali

Kombinasi Gerakan Berjalan Meliuk Dan Mengayun Dilakukan Dengan Posisi Awal – Sekali

Kombinasi Gerakan Berjalan Meliuk Dan Mengayun Dilakukan Dengan Posisi Awal : kombinasi, gerakan, berjalan, meliuk, mengayun, dilakukan, dengan, posisi, Kombinasi, Gerakan, Berjalan, Meliuk, Mengayun, Dilakukan, Dengan, Posisi, Sekali

Kombinasi Gerakan Berjalan Meliuk Dan Mengayun Dilakukan Dengan Posisi Awal – Sekali

Kombinasi Gerakan Berjalan Meliuk Dan Mengayun Dilakukan Dengan Posisi Awal : kombinasi, gerakan, berjalan, meliuk, mengayun, dilakukan, dengan, posisi, Kombinasi, Gerakan, Berjalan, Meliuk, Mengayun, Dilakukan, Dengan, Posisi, Sekali

Kombinasi Gerakan Berjalan Meliuk Dan Mengayun Dilakukan Dengan Posisi Awal – Sekali

Kombinasi Gerakan Berjalan Meliuk Dan Mengayun Dilakukan Dengan Posisi Awal : kombinasi, gerakan, berjalan, meliuk, mengayun, dilakukan, dengan, posisi, Kombinasi, Gerakan, Berjalan, Meliuk, Mengayun, Dilakukan, Dengan, Posisi, Sekali

Bab 6 Gerak Dasar Permainan

Kombinasi Gerakan Berjalan Meliuk Dan Mengayun Dilakukan Dengan Posisi Awal : kombinasi, gerakan, berjalan, meliuk, mengayun, dilakukan, dengan, posisi, Gerak, Dasar, Permainan

Kombinasi Gerakan Berjalan Meliuk Dan Mengayun Dilakukan Dengan Posisi Awal – Sekali

Kombinasi Gerakan Berjalan Meliuk Dan Mengayun Dilakukan Dengan Posisi Awal : kombinasi, gerakan, berjalan, meliuk, mengayun, dilakukan, dengan, posisi, Kombinasi, Gerakan, Berjalan, Meliuk, Mengayun, Dilakukan, Dengan, Posisi, Sekali

BAHAN AJAR PENJASORKES KELAS 3

Kombinasi Gerakan Berjalan Meliuk Dan Mengayun Dilakukan Dengan Posisi Awal : kombinasi, gerakan, berjalan, meliuk, mengayun, dilakukan, dengan, posisi, BAHAN, PENJASORKES, KELAS

Kombinasi Gerakan Berjalan Meliuk Dan Mengayun Dilakukan Dengan Posisi Awal – Sekali

Kombinasi Gerakan Berjalan Meliuk Dan Mengayun Dilakukan Dengan Posisi Awal : kombinasi, gerakan, berjalan, meliuk, mengayun, dilakukan, dengan, posisi, Kombinasi, Gerakan, Berjalan, Meliuk, Mengayun, Dilakukan, Dengan, Posisi, Sekali