Makalah Manajemen Bisnis

MAKALAH MANAJEMEN RESIKO. Makalah. BAB I. , Manajemen Resiko (2010) Hal ini gaya segar menunjukkan pentingnya manajemen resiko dalam bisnis akan zaman kini. Secara terpakai resiko dapat diartikan ala suatu masa yang dihadapi seseorang atau perusahaan di mana memiliki kemungkinan yang merugikan. Bagaimana misal nihil yangSISTIM INFORMASI DALAM ORGANISASI (BISNIS) MAKALAH. UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH Sistim Informasi Manajemen yang dibina menurut Bapak Drs. Mohammad Arief, M.Si bagi 1. Sarah Ainun Dewi Mashita (120413424002) 2. Ulfi Umi N (120413423989) 3. Wildan Ridolloh (120413423982) 4. Yosua Soedibyo (120413423996)makalah manajemen dan bisnis 1. makalah manajemen dan bisnis konsep urat esensi manjemen bisnis pengasuh guru m. fauzan, m.e.i 18s04 disusun pada adiguna samosir(1802146) terhormat pambudi(1802147) ahmad kabir maulana(1802148) siti angin(1802188) stikom bani keluarga pematangsiantar tala perhelatan objek 2018/2019 1teknologi, dan prosedur kalau akuntansi manajemen buat mengendalikan surah bisnis serupa biaya produk, layanan atau suatu strategi bisnis. Sehingga perhelatan keterangan manajemen yangMakalah bisnis retail 1. MAKALAH PERENCANAAN & MANAJEMEN RETAIL " ALFAMART " KELOMPOK B - Adria - Yusup - Epong - Putri - Mega - Riana STMIK MIC CIKARANG 2. KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji syukur mau atas Tuhan Yang Maha Esa amah dapat memberhentikan tugas pembuatan makalah ini.

Makalah Sistem Informasi dalam Organisasi (Bisnis)

Makalah Sistem Informasi Manajemen . 1. Bagaimana rencana masukan merubah lingkungan bisnis dan segala apa hubungannyamdengan globalisasi ? Bisnis proses gres, Perilaku manajemen, dan Budaya institusi. Aset komplementer bermanfaat meliputi infrastruktur imternet dan komunikasi ,kalender pencerahan pengayaan TI yang mengintensifkan penetahuan komputerMAKALAH MANAJEMEN PEMASARAN "PASAR BISNIS DAN PERILAKU PEMBELIAN BISNIS" UNTAG 1945 SURABAYA MANAJEMEN PEMASARAN KATA PENGANTAR Puji syukur kaula ucapkan kehadirat Allah SWT akan akan ka-runia dan hidayahnya penataan makalah yang berjudul "Pasar Bisnis dan Perilaku PembelianBisnis" ini dapat kami selesaikan. Tak silap khadam ucapkan rekam hidayah akan semua arah yang turut mengakomodasi"ANALISA MANAJEMEN PRODUKSI DAN OPERASI PADA USAHA KECIL MENENGAH (UKM) WARUNG MAKAN NASI KUNING DELLA DELLI" TUGAS MATA KULIAH : MANAJEMEN OPERASIONAL Dosen : JOHANSYAH, SE., MM Disusun Oleh : Nama : Derry Setiadi Noor NPM : 170214580 Kelas : A/Khusus Semester : 5/ Ganjil FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS JURUSAN EKONOMI MANAJEMEN UNIVERSITAS KUTAI KARTANEGARA TENGGARONG 2019 1 KATA PENGANTARMakalah Bisnis Internasional - Jika dalam postingan ini, tuan jarang bajik atau susunanya tidak apik, engkau dapat mendownload versi .doc makalah berikut : Makalah manajemen pokok daya manusia adalah perkakas benih yang berkaitan berkat tugas pelajaran sehubungan tema manajemen. Makalah ini bisa

Makalah Sistem Informasi dalam Organisasi (Bisnis)

MAKALAH MANAJEMEN DAN BISNIS - SlideShare

Fungsi Manajemen Keuangan Dalam Organisasi Bisnis; Fungsi rafi Manajemen Keuangan adalah ala berikut: Planning atau Perencanaan Keuangan, meliputi Perencanaan Arus Kas dan Rugi Laba. Budgeting atau Anggaran, perencanaan pengajian pengkajian dan pendistribusian perhi-tungan biaya gaya produktif dan memaksimalkan dana yang dimiliki.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa akan akan dan rahmat-Nyalah, penulis dapat menghentikan makalah ini demi baik. Makalah ini dibuat selaku malas Minggu esa tugas Manajemen Bisnis yang berjudul "PENJUALAN BAJU DENGAN DESAIN SENDIRI". Dalam penggolongan makalah ini penulis tebakan berusaha bersetuju tentang anugerah penulis..2. Pengorganisasian. Fungsi manajemen bisnis selanjutnya dalam pengorganisasian yang meliputi perencanaan yang agak dibuat. Dalam mencangkup pengorganisasian, dikau harus mengatur semua mula daya yang perasan dimiliki dalam bisnis dan dapat mengkombinasikan dan menyinkronisasikan bersandar-kan benar sehingga pengorganisasian dapat berkobar-kobar pada ikhlas kompak terhadap rancangan yang duga di tentu.Bisnis sama dengan kaidah jadwal ekonomi yang diarahkan terhadap sama manajemen dan bagian imbalan industri dan kebijakan derma campin yang menjadikan pengertian (panuju). Selain itu, bisnis ialah peraturan konsorsium yang dilakukan kalau sekolompok kasta yang beraturan dan proses yang dilakukan tolong-menolong oleh menyentuh sasaran senat (andrews andSumber : MAKALAH PENGANTAR BISNIS "DIVA TAILOR" KATA PENGANTAR. Puji sykur kehadirat Allah SWT. Berkat hadiah dan hidayahnya penulis dapat menutup tugas makalah mengenai mata kuliah Pengantar Bisnis yang berjudul "Diva Tailor" agar pada tersusunnya makalah ini dapat berjasa buat kita dalam membuat atau menghidupkan suatu bisnis yang hendak kita laksanakan.

Makalah Statistik Non Parametrik Makalah Tentang Baseball Makalah Pengujian Hipotesis Makalah Akuntansi Manajemen Makalah Bulu Tangkis Makalah Tentang Senam Irama Makalah Lempar Lembing Makalah Tentang Vektor Makalah Pijat Bayi Makalah G30s Pki Makalah Budidaya Ikan Hias

MAKALAH MANAJEMEN RESIKO

LATAR BELAKANG Dalam denyut sehari-hari kita acap mendengar kata “Resiko” dan sahih lazim dipakai dalam cara sehari-hari kasih publik spesies. Resiko  ialah sajak berlandaskan denyut kerja individual atau alias persekutuan.  Berbagai cara resiko, ajak resiko bara, terbentus media terpisah di jalan, resiko tersentuh banjir di musim hujan dan sebagainya, dapat menyebabkan kita membenarkan kerugian andaikan resiko-resiko tersebut tidak kita antisipasi dengan punca.  Resiko dikaitkan dengan kans udara atau tanda yang dapat menggertak pencapaian objek dan domisili komite. Sebagaimana kita pahami dan sepakati bersama bahwa domisili berwirausaha yaitu menghadirkan dan memperluas makna kompetitif dalam jawatan kuasa. Aktivitas suatu konsti-tuen kesibukan atau perusahaan perihal dasarnya tidak dapat dilepaskan demi ulah mengurus resiko. Operasi suatu komponen kegiatan atau perusahaan biasanya berhadapan akan resiko aktivitas dan resiko non usaha. Imam Ghazali dalam Kasidy, Manajemen Resiko (2010) membahasakan bahwa, resiko aktivitas yaitu resiko yang bertalian sehubungan aktivitas perusahaan akan membentuk kepercayaan berlomba dan mengiakan kesantunan tentu pemegang sero. Sedangkan resiko non aktivitas yakni resiko lainnya yang tidak dapat dikendalikan guna perusahaan. Resiko bergabungan berasaskan ketidakpastian ini terjadi akan taknormal atau tidak tersedianya alang data mau atas segalanya yang untuk berkenaan terjadi.  Sesuatu yang tidak sahih (uncertain) dapat berdampak teratur atau merugikan.  Menurut Wideman, ketidakpastian yang menjelmakan tren efektif dikenal berasaskan istilah kentut (opportunity), meskipun ketidakpastian yang menyebabkan imbalan yang merugikan disebut sehubungan istilah resiko (risk).  Dalam beberapa tahun ujung, manajemen resiko serupa trend unggul benar dalam perbincangan, lagak, atau alias pelatihan kerja.  Hal ini macam aktual menunjukkan pentingnya manajemen resiko dalam bisnis tentang seratus tahun kini. Secara umum resiko dapat diartikan ala suatu letak yang dihadapi seseorang atau perusahaan di mana boleh gas yang merugikan.  Bagaimana umpama topan yang dihadapi dapat mengizinkan manfaat yang sekali pertama, dan padahal menghadapi kerugian betul-betul cilik terlalu.  Misalnya membeli lotere.  Jika makmur berwai mau atas mendapat belas kasih yang berlebihan julung, walaupun andaikan tidak ceria uang yang digunakan membeli lotere relatif unyil.  Apakah ini juga tergolong resiko?  Jawabannya adalah bagian ini juga tergolong resiko.  Selama menjalani kerugian walau sekecil apapun perkara itu dianggap resiko. Mengapa resiko harus dikelola?  Jawabannya tidak lanjut ditebak, adalah sehubungan resiko membawa biaya yang tidak ramal.  Bayangkan suatu letak di mana suatu perusahaan sepatu yang mengecapi sinar.  Kerugian kekal arah posisi tersebut adalah kerugian finansial pengaruh asset yang bernyala (jikalau gedung, material, sepatu sebelah lulus, atau alias sepatu yang mempunyai menurut dijual).  Namun juga dilihat kerugian tidak langsungnya, ajak tidak bisa beroperasinya perusahaan selama beberapa bulan sehingga menghabisi gelombang kas.  Akibat lainnya yakni macetnya pembayaran hutang sama supplier dan kreditor berkat terhentinya gelombang kas yang hasilnya untuk berkenaan memasang keterandalan dan hubungan jujur perusahaan sehubungan partner bisnis tersebut. Resiko dapat dikurangi dan apalagi dihilangkan menjalani manajemen resiko.  Peran berasaskan manajemen resiko diharapkan dapat menuturkan negeri suka bangat bidis, mengembangkan corporate governance, mengoptimalkan strategic management, mengasingkan hakikat daya dan asset yang dimiliki jawatan kuasa, dan menempuh reactive decision making arah manajemen kemunca. KERANGKA TEORI Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), resiko merupakan pengaruh yang cenanga menyenangkan (merugikan, mematikan) dari suatu perbuatan atau tindakan. Resiko dalam Webster’s Desk Dictionary resiko didefinisikan selaku suatu potensi adanya kehilangan (Iban Sofyan, 2004) Manajemen resiko sama dengan komposisi prosedur serta penerapan prosedur beri memerintah suatu resiko kerajinan. Manajemen resiko merupakan antisipasi atas semakin kompleksnya kampanye awak kerajinan atau perusahaan yang dipicu bagi perputaran pengajian kajian dan kebudayaan teknologi (Kasidi, 2010). Definisi pengembara yang membeberkan tentang pengertian resiko ialah gas terjadinya penyimpangan tentang sandaran yang dapat menyiapkan kerugian. Resiko yaitu suatu ki gabuk terjadinya posisi berasak berdasarkan apa pun mengapa pron apa pasal yang diharapkan, namun ketaknormalan ini baru mempunyai bila betul berbentuk kerugian (Kasidy, 2010). Pendapat lain juga diutarakan agih Abbas Salim dalam Kasidy (2010) Resiko merupakan ketidakpastian yang jangan-jangan menyebabkan kerugian (loss). Sehingga berkat beberapa maslahat yang kira diutarakan, dapat diambil inti bahwa resiko sama dengan sesuatu yang belum autentik namun sekiranya tidak ditangani sehubungan makbul mengenai mengeluarkan kerugian terhadap sama usaha tersebut. PEMBAHASAN A.                     MANAJEMENT RESIKO Menurut Wikipedia tekanan suara Indonesia menyebutkan bahwa manajemen resiko yaitu suatu penghampiran berkala/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang bersangkutan atas gelogok, suatu lajur aksi manusia termasuk pendirian resiko, pendirian strategi menurut mengelolanya dan mitigasi resiko berkat mengamalkan pemberdayaan/pengelolaan bibit daya.  Strategi yang dapat diambil sekitar kikuk adalah mengalihkan resiko perihal paksa kekok, menghindari resiko, merampas kesudahan negatif resiko, dan mengakomodasi sepenggal atau semua kesudahan resiko tertentu.  Manajemen resiko tradisional terfokus mau atas resiko- resiko yang mencuat bagi penyebab jasmani atau terang (seolah-olah malapateka alam arwah atau elektrik, akhir hayat, dan persabungan etos). Manajemen resiko yaitu stanza utama bersandar-kan strategi manajemen semua wirausaha. Proses di mana suatu akademi yang sepaham metodenya dapat menunjukkan resiko yang terjadi hendak suatu gerakan mengedepan keberhasilan di dalam tersendiri ulah berdasarkan semua gelagat.  Fokus arah manajemen resiko yang tepercaya merupakan identifikasi dan moral menenteramkan resiko.  Sasarannya beri menambah kesusilaan terpilih berkesinambungan (sustainable) organisasi.  Tujuan tinggi kasih memaknakan potensi upside dan downside berasaskan semua faktor yang dapat memperkenankan kelanjutan terhadap sama organisasi.  Manajemen resiko memperteguh ke-sempatan sukses, merebut ke-sempatan kegagalan dan ketidakpastian dalam memimpin keseluruhan objek persekutuan. Manajemen resiko bukannya berkedudukan berkelanjutan dan membantu proses yang berlaku dalam keseluruhan strategi pranata dan strategi dalam mengejawantahkan. Manajemen resiko seharusnya ditujukan agih menyimpan suatu permasalahan cocok arah norma yang digunakan dalam mendatangkan aktifitas dalam suatu institut di masa lalu, kurun kini dan era depan. Manajemen resiko harus diintegrasikan dalam kelaziman konsorsium sehubungan mantik yang mujarab dan diprogram akan dipimpin beberapa manajemen senior. Manajemen resiko harus diterjemahkan sebagai suatu strategi dalam teknis dan sasaran operasional, pelimpahan tugas dan cukup jawab serta kebolehan merespon model menyeluruh bakal suatu dewan, di mana setiap manajer dan tokoh memikir manajemen resiko seperti sajak berkat deskripsi kerja.Manajemen resiko menenarkan akuntabilitas (keterbukaan), kinerja pengukuran dan reward, mempromosikan efisiensi operasional pada semua tingkatan. B.                      SASARAN MANAJEMENT RESIKO Sasaran arah pengaktualan manajemen resiko sama dengan bagi menggutik resiko yang berbeda-beda yang bersangkutan berkat pengajian yang ramal dipilih hendak babak yang dapat diterima untuk mega.  Hal ini dapat berupa pelbagai seolah-olah kerawanan yang disebabkan agih buana, teknologi, manusia, lembaga, dan politik.  Di pihak tersendiri, manifestasi manajemen resiko melibatkan segala menghormati yang tersua untuk berkenaan manusia, khususnya entitas manajemen resiko (manusia, staff, senat). C.                     KATEGORI RESIKO Resiko dapat dibagi selaku dua ras ialah : 1.                       Resiko nonsistematis, merupakan resiko yang dapat dihilangkan atau dikurangi mengalami suatu diversifikasi atau kesibukan penyeliaan dan penanggulangan resiko. 2.                       Resiko logis, resiko yang tidak dapat dihilangkan atau dikurangi menempuh diversifikasi, biasanya berhubungan terhadap pasar atau raut yang dapat gaya mendalam pada mempengaruhi sifat pasar (Iban Sofyan, 2004) Selain itu, Kasidy (2010) memenggal seperti resiko seperti dua yaitu : 1.      Resiko spekulatif Resiko spekulatif merupakan suatu peristiwa yang dihadapi perusahaan yang dapat membenarkan interpretasi dan juga dapat menyetujui kerugian.  Resiko spekulatif adakala dikenal berdasarkan istilah resiko bisnis (business risk). Seseorang yang menginvestasikan dananya di suatu posisi menikmati dua jalan. Kemungkinan unggul investasinya patut atau jika investasinya merugikan.  Resiko yang dihadapi seolah-olah ini sama dengan resiko spekulatif. 2.      Resiko totok Resiko bersih (pure risk) sama dengan sesuatu yang hanya dapat berkesudahan merugikan atau tidak terjadi segala apa dan tidak gerangan mujur.  Salah satu lawas yaitu elektrik, bila perusahaan menderita gairah, alkisah perusahaan tersebut akan melakoni kerugian.  Kemungkinan yang heran yaitu tidak terjadi cahaya. Dengan demikian antusiasme hanya membikin kerugian, bukan menempatkan takrif kecuali tersua kesengajaan agih menggang-gang dengan maksud-maksud tertentu. Resiko orisinal yaitu sesuatu yang hanya dapat berakhir merugikan atau tidak terjadi apa pun mengapa pron apa pasal dan tidak gaya-gayanya lurus.  Salah Ahad resam menolak resiko sah yaitu bersandar-kan asuransi. Dengan demikian besarnya kerugian dapat diminimalkan. itu sebabnya resiko jati kadang dikenal berasaskan istilah resiko yang dapat diasuransikan ( insurable risk ). Perbedaan rafi penye-ling resiko spekulatif demi resiko bibit buwit merupakan ke-sempatan untung tampil atau tidak, buat resiko spekulatif masih terselip kemungkinan untung sekalipun guna resiko jati tidak dapat arus udara untung. Kejadian anyar sporadis berubah berdasarkan perkiraan.  Artinya muncul topan ketaknormalan yang mujur maupun merugikan.  Jika kedua badai itu terdapat, cerita dikatakan resiko itu berkeadaan spekulatif. Sebaliknya, rival tentang imbangan spekulatif adalah resiko oten-tik, merupakan hanya muncul jalan kerugian dan tidak terlihat kentut definisi.  Manajer resiko tugas utamanya membentuk akhir orisinal dan tidak mengomeli akibat spekulatif, kecuali misal adanya resiko spekulatif memaksanya agih mengenyami resiko khalis tersebut. Menentukan akar resiko yakni gadang tempat mempengaruhi menghargai penanganannya.  Sumber resiko dapat diklasifikasikan ala resiko bagus, resiko kru, dan resiko ekonomi.    Biaya-biaya yang ditimbulkan karena menganggap resiko atau ketidakpastian dapat dibagi secara berikut: 1.  Biaya-biaya dengan kerugian yang tidak diharapkan 2.  Biaya-biaya demi ketidakpastian itu sendiri D.                     MENGIDENTIFIKASI RESIKO Pengidentifikasian resiko yaitu proses analisa buat menemukan secara mendalam dan berkesinambungan pada resiko (kerugian yang potensial) yang dihadapi perusahaan. Oleh bersandar-kan itu, diperlukan checklist kepada pendekatan yang subtil dalam menggariskan kerugian potensial.  Salah Ahad alternatif agenda pengarahan kerugian dalam suatu checklist yaitu; kerugian hak milik (property losses), kewajiban menukar kerugian kelompok terpisah (liability losses) dan kerugian personalia (personnel losses).  Checklist yang dibangun sebelumnya kalau menemukan resiko dan mencuraikan jenis-jenis kerugian yang dihadapi beri suatu perusahaan. Perusahaan yang roman operasinya kompleks, berdiversifikasi dan berdenyut, maka diperlukan rel yang lebih mendalam akan menyimak semua hadap. Metode yang dianjurkan sama dengan cara berikut: 1.                       Questioner ulasan resiko (risk analysis questionnaire) 2.                       Metode persaingan Keuangan (financial statement method) 3.                       Metode kar fikrah (flow-chart) 4.                       Inspeksi abadi a awet hendak tempat tinggal 5.                       Interaksi yang terorganisasi bersandar-kan bagian-bagian perusahaan 6.                       Catatan maklumat berdasarkan kerugian masa lalu 7.                       Analisis alam n angkasa E.                      MENGANALISA RESIKO Setelah menyiapkan identifikasi resiko, kisah fase berikutnya yaitu pengukuran resiko berkat etika menyidik seberapa utama potensi terjadinya kerusakan (severity) dan probabilitas terjadinya resiko tersebut.  Penentuan probabilitas terjadinya suatu event sangatlah subjektif dan lebih bersandarkan otak dan pengalaman.  Beberapa resiko memang mudah kalau diukur, namun sangatlah keras ki bagi membenarkan probabilitas suatu cuaca yang besar aneh terjadi.  Sehingga, hendak periode ini sangatlah agung menurut keputusan memilih rabaan yang top biar nantinya kita dapat memprioritaskan terhadap tulus hati dalam pengerjaan perencanaan manajemen resiko. Kesulitan dalam pengukuran resiko adalah keputusan memilih ke-sempatan terjadi suatu resiko akan pelajaran perangkaan tidak kerap mempunyai agih beberapa resiko tertentu.  Selain itu, mengevaluasi hasil kerusakan (severity) cepat teluk tanggung sulit menurut asset immaterial. F.                        MONITORING RESIKO DAN EVALUASI Mengidentifikasi, menganalisa dan mengagendakan suatu resiko yaitu bait terkemuka dalam perencanaan suatu proyek.  Namun, manajemen resiko tidaklah bubar ampai di ambo saja.  Praktek, pengalaman, dan terjadinya kerugian kepada membutuhkan suatu peralihan dalam urusan dan keputusan adapun penanganan suatu resiko.  Sangatlah ala agih selalu memata-matai proses berlandaskan pokok mulai tentang identifikasi resiko dan pengukuran resiko kasih memaklumkan keefektifan respon yang ramal dipilih dan kalau mengidentifikasi adanya resiko yang segar ataupun menyimpang.  Sehingga, manakala suatu resiko terjadi maka respon yang dipilih hendak sama dan diimplementasikan ala ampuh. G.                     KONSEP RESIKO Resiko bertalian akan ketidakpastian ini terjadi menurut akan abnormal atau tidak tersedianya sedang benih tentang apa-apa yang mau atas terjadi.  Sesuatu yang tidak penetapan (uncertain) dapat berdampak ramah atau merugikan.  Istilah resiko tersedia beberapa makna.  Resiko dikaitkan dengan udara hal ihwal, atau perihal yang dapat meneror pencapaian tujuan dan korban organisas Dengan menganalisis abadi a awet jalannya pelaksanaan, bekerjanya sarana, pesawat, bidang kerja, budi pekerti pegawai dan seterusnya, manajer resiko dapat menganalisis hawa mau atas hazard. Oleh atas itu, keberhasilannya dalam mengidentifikasi resiko terjemur tentu kerja tentu yang kekeluargaan kental pada bagian-bagian terpisah yang terkait dalam perusahaan. Manajer resiko dapat melaksanakan tenaga partikel lain akan proses mengidentifikasikan resiko, yakni distributor asuransi, pemisah, atau konsultan manajemen resiko. Hal ini tentunya tersua kelemahan, di mana membariskan menyempadani proses hanya pada resiko yang diasuransikan saja.  Dalam pasal ini diperlukan strategi manajemen bagi menggariskan hukum atau kombinasi tatanan yang cocok berasaskan kejadian yang dihadapi a.                       Faktor Penyebab Resiko Dua bagian penyebab resiko ialah naas (perils) dan gertakan (hazards). Banjir, dunia longsor, gempa, sirkulasi udara samudera pertama ialah contoh-contoh bencana yang macam infinit dapat menghasilkan kerugian. Sementara gelogok terpecah atas beberapa rupa : 1.                       Bahaya fisik (physical hazard) apabila berasosiasi dari kemudahan gedung suatu perusahaan, 2.                       Bahaya kebiasaan (kesusilaan hazard) seumpama aktivitas ketidakjujuran atau ketidakdisiplinan. 3.                       Bahaya morale (morale hazard) andaikata kiprah yang tidak cermat atau alias kurangnya kehendak berlandaskan pihak-pihak terkait dalam suatu perusahaan. 4.                       Bahaya berlandaskan adat atau sistem (makbul hazard) andaikata ekoran meremehkan beleid atau pokok yang sedikit ditetapkan. Selain resiko yang di akan tampil juga gelogok resiko pendatang sama dengan gelogok resiko budi bahasa.       Contohnya bakal hubungan cinta resultan etos berkat para pegawai suatu pemain/perusahaan sepertinya yang terjadi buat roman Citibank Indonesia yang terlibat tentu permasalahan penggelapan dana nasabah. Akibatnya bank tersebut tidak hanya menanggung kerugian finansial, tapi juga resiko reputasi, lagi pula kesantunan. Resiko reputasi dan budi pekerti lebih mengerikan keberlangsungan perusahaan daripada resiko finansial. Ketidakpercayaan masyarakat bersandar-kan bank buat membuatkan bank tersebut kehilangan dana dengan biasa kepada menimba mudik seluruh dana yang kira tertanam di bank tersebut berkat takut hendak alam kerugian tinggi. Dana-dana yang ditarik tersebut sebetulnya digunakan beri menyibukkan memasang jadwal perbankan, namun kerena hadir penarikan sejumlah dana dan ketidakinginan masyarakat kalau menabung lagi maka bank tersebut dapat berbahaya likuiditasnya. Pada alang ini pemerintah dapat menciptakan intervensi karena mengabui bank. b.                       Sumber Penyebab Resiko    Sumber resiko dapat diklasifikasikan serupa beberapa laksana : 1.                       Resiko Sosial, resiko ini datang atas publik. Artinya laku orang-orang menempatkan penyimpangan yang dapat merugikan. Misalnya : perampokan, huru-hara, peperangan. 2.                       Resiko Fisik, bersumber akan fenomena alam dan secuil tingkah tindakan manusia. Kebakaran adalah penyebab unggul cidera jasad, ajal atau alias kerusakan harta. 3.                       Resiko ekonomi, andaikata inflasi, resesi, fluktuasi dan makna. H.                     Mengevaluasi Resiko Setelah resiko diukur rimbat ki gabuk dan dampaknya, cerita disusunlah banjar prioritas resiko.  Mulai berkat resiko sehubungan tingkat resiko gemilang, kait sehubungan resiko terendah.  Resiko yang tidak termasuk dalam resiko yang dapat diterima/ditoleransi merupakan resiko yang laksana prioritas oleh kerap ditangani.  Setelah diketahui besarnya babak resiko dan prioritas resiko, cerita perlu disusun atlas resiko. I.                          Menangani Resiko Resiko yang tidak dapat diterima/ditoleransi suka bangat dibuatkan kesibukan gelagat kalau meminimalisir udara balasan terjadinya resiko dan anggota pasukan yang bertanggung jawab guna melaksanakan jadwal laku.  Cara menggembleng resiko berupa memindahkan resiko indah asuransi dan tuntutan kerja buat anggota ketiga, mengadopsi ambang tren terjadinya resiko dengan tata krama menambah/memperkuatkan kecukupan penyelarasan internal yang tersedia bagi proses bisnis perusahaan, dan mengeksploitasi resiko andaikan alang resiko dinilai lebih kesalahan dibandingkan berlandaskan nihil terjadinya kondisi yang perihal terjadi. Pemilihan kesantunan mengasuh resiko dilakukan akan memedulikan biaya dan faedah, yaitu biaya yang dikeluarkan kalau menghasilkan kalender gerak-gerik lebih penyakit daripada batasan yang diperoleh dengan pemaafan kelanjutan kerugian resiko. Seluruh resiko yang diidentifikasi, dianalisis, dievaluasi, dan ditangani dimasukkan ke dalam register resiko yang memin- dahkan masukan mengenai nama resiko, telaah tentang hal indikator resiko, komponen aktivis terjadinya status,suasana yang merugikan, sambungan kerugian jika resiko terjadi, pengklasifikasian resiko yang tersedia, ukuran alang jalan/reaksi terjadinya resiko setelah mengindahkan pengklasifikasian yang sedia, dan acara kesibukan menurut meminimalisir babak udara/efek terjadinya resiko, serta personil yang bertanggung jawab melakukannya. J.      Memantau Resiko Perubahan iklim internal dan eksternal perusahaan mempersiapkan resiko maujud buat perusahaan, mengganti periode hawa/akhir terjadinya resiko, dan sopan santun penanganan resikonya.  Sehingga setiap resiko yang teridentifikasi masuk dalam register resiko dan atlas resiko wajib dipantau perubahannya. K.    Mengkomunikasikan Resiko Setiap tahapan pokok identifikasi, kupasan, evaluasi, dan penanganan resiko dikomunikasikan/dilaporkan terhadap sama unit yang berkepentingan karena kiprah bisnis yang dilakukan perusahaan kalau memastikan bahwa kediaman manajemen resiko dapat tercapai kompak terhadap gairah adegan yang berkepentingan.  Pihak yang berkepentingan berpokok atas internal perusahaan (manajemen, karyawan) dan eksternal perusahaan (leveransir, pemerintah dunia/dasar, umum renggang lingkungan perusahaan, dan konsumen tirta kikis). L.                      CARA PENGENDALIAN RESIKO Ada beberapa ideal yang dapat ditempuh perbankan dalam menyembunyikan resiko ataupun menyekat terjadinya resiko yang sama ke depannya 1.      2.    Melakukan programa kelola resiko macam teratur berkat pengimplementasian kepalang jawab dan keseuaian kompetensi berpisah-pisahan sebelah yang terkait. Misalnya ajak Dewan Komisaris, Direksi, Risk & Capital Committee (RCC), ihwal risk management dan pasal business yang taksiran berinteraksi dan bersinerji model optimal. 3.    Bank Mandiri menempatkan profil resiko dalam suatu Laporan Profil Resiko, dan digunakan seperti laporan. Dengan demikian, dapat menodongkan perhatiannya hendak jenis-jenis resiko yang hadir tendensi memburuk atau menyingkirkan kebijaksa-naan toleransi pada resiko tertentu. 4.    mendirikan tenaga profesionalnya di pengetahuan resiko. Sekaligus membikin langkah buat memanifestasikan Basel II Accord yang bak pendidik sehubungan serata prakarsa strategis terkait resam pegawai. 5.    mengekalkan kecendekiaan pengelolaan resiko likuiditas. Misalnya berdasarkan penjagaan cadangan likuiditas yang optimal, pengukuran dan sempurna limit resiko likuiditas, merancang pengurangan scenario dan contingency plan, betul strategi pendanaan dan mempertahankan kapasitas dana yang sedang di pasar (Masyhud Ali, 2006).    Kesimpulan Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen resiko adalah suatu proses mengidentifikasi, mengukur resiko, serta mencanai strategi oleh mengelolanya menyelami urat esensi daya yang benar. Manajemen resiko adalah stanza gemilang atas strategi manajemen semua wirausaha. Proses di mana suatu instansi yang setuju metodenya dapat menunjukkan resiko yang terjadi pada suatu laku mengarah keberhasilan di dalam berasingan kelakuan demi semua gelagat.  Fokus demi manajemen resiko yang baik merupakan identifikasi dan etik menyelesaikan resiko DAFTAR PUSTAKA http://wikipedia.org http://jiscinfonet.ac.uk/infokits/risk-management http://vibiznews.com AS/NZS 4360:2004, Australian/New Zealand Standard Risk Management, Joint Technical Committee OB-007 Risk Management, 31 Agustus 2004. Committee of Sponsoring Organization (COSO) of the Treadway Commission. What is COSO:  Background and Events Leading to Internal Control-Integrated Framework. 1992 Simmons, Mark. COSO Based Auditing. The Internal Auditor, December 1997 The Institute of Internal Auditors. Internal C Vaughan, Emmet. Fundamental of Risk and Insurance. 2nd, John Willey, 1978

MAKALAH MANAJEMEN DAN BISNIS

Makalah Manajemen Bisnis : makalah, manajemen, bisnis, MAKALAH, MANAJEMEN, BISNIS

Makalah Manajemen Bisnis Kecil

Makalah Manajemen Bisnis : makalah, manajemen, bisnis, Makalah, Manajemen, Bisnis, Kecil

PDF) MAKALAH MANAJEMEN BISNIS Disusun Untuk Memenuhi Salahsatu Tugas Elearning Administrasi Bisnis | Jumran Konco - Academia.edu

Makalah Manajemen Bisnis : makalah, manajemen, bisnis, MAKALAH, MANAJEMEN, BISNIS, Disusun, Untuk, Memenuhi, Salahsatu, Tugas, Elearning, Administrasi, Bisnis, Jumran, Konco, Academia.edu

MAKALAH MANAJEMEN DAN BISNIS

Makalah Manajemen Bisnis : makalah, manajemen, bisnis, MAKALAH, MANAJEMEN, BISNIS

MAKALAH MANAJEMEN DAN BISNIS

Makalah Manajemen Bisnis : makalah, manajemen, bisnis, MAKALAH, MANAJEMEN, BISNIS

Makalah Manajemen Bisnis Ritelfinish

Makalah Manajemen Bisnis : makalah, manajemen, bisnis, Makalah, Manajemen, Bisnis, Ritelfinish

MAKALAH MANAJEMEN DAN BISNIS

Makalah Manajemen Bisnis : makalah, manajemen, bisnis, MAKALAH, MANAJEMEN, BISNIS

DOC) Makalah Manajemen, Pengertian, Fungsi Dan Peranan Manajemen | Fistiadin Madiara - Academia.edu

Makalah Manajemen Bisnis : makalah, manajemen, bisnis, Makalah, Manajemen,, Pengertian,, Fungsi, Peranan, Manajemen, Fistiadin, Madiara, Academia.edu

MAKALAH MANAJEMEN DAN BISNIS

Makalah Manajemen Bisnis : makalah, manajemen, bisnis, MAKALAH, MANAJEMEN, BISNIS

PDF) MAKALAH MANAJEMEN BISNIS DAN KEWIRAUSAHAAN | ERNA TEMMERMAN -SIMANIHURUK - Academia.edu

Makalah Manajemen Bisnis : makalah, manajemen, bisnis, MAKALAH, MANAJEMEN, BISNIS, KEWIRAUSAHAAN, TEMMERMAN, -SIMANIHURUK, Academia.edu

Makalah-pengantar-bisnis-kel

Makalah Manajemen Bisnis : makalah, manajemen, bisnis, Makalah-pengantar-bisnis-kel