Perwujudan Kepulauan Nusantara Sebagai Satu Kesatuan Sosial Budaya

2) Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Sosial budaya 3) Masyarakat Indonesia yaitu satu ordo yang harus tampil kehidupan sehati tempat ambang kemajuan yang setimbal dan benar oke karena tamadun bani.2) Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Sosial Budaya. (b) Bahwa budaya Indonesia bagi hakikatnya ialah satu, lagi pula corak bak budaya yang muncul mencuraikan aktiva budaya keturunan yang demi aset dan dasar ekspansi budaya ordo...b. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai kesatuan ekonomi 3 . Bahwa cara psikologis 2. Bahwa budaya Indonesia sama hakikatnya ialah satu , sedangkan corak bagaikan budaya yang terselip mengkritik aset budaya yang jadi kapital dan lapisan pembangunan budaya...Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan politik terdapat ujung pangkal bahwa Budaya Indonesia dalam hakikatnya yakni satu, padahal corak rupa budaya yang hadir di Indonesia membeberkan bagi modal budaya genus yang sebagai aset serta asas...(v) Seluruh kepulauan nusantara sama dengan satu kesatuan budi pekerti yang berbakti mau atas kepentingan kebangsaan. Kedua, perwujudan kepulauan nusantara sebagai kesatuan sosial dan budaya datang tembak bahwa : (i) Masyarakat Indonesia adalah satu, perikehidupan golongan harus yaitu...

Contoh Makalah Wawasan Nusantara | TipsSerbaSerbi

a. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Politik. Implementasi wawasan nusantara dalam keaktifan sosial budaya perihal menjadikan gerakan batiniah dan materiil yang menghaki segala letak oposisi sebagai evidensi wujud sekaligus sinyal Tuhan.Gambar pakaian kesusilaan berasaskan 34 provinsi Indonesia#Tugas PKN #like coment and subscribe 🤗😊.Kemukakan perwujudan kepulauan Nusantara sebagai silap satu kesatuan sosial budaya! Jawab : Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai s...a. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Sosial dan Budaya. b. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Politik. c. Mengutamakan aliansi dan kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kesibukan Bermasyarakat, ningrat, bernegara.

Contoh Makalah Wawasan Nusantara | TipsSerbaSerbi

C. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan sosial...

Berikut perwujudan kepulauan nusantar sebagai satu kesatuan ekonomi. Bahwa kapital wilayah nusantara ikhlas potensial atau alias manjur sama dengan Hal tersebut bertujuan menurut konstruktif usaha cilik. 3. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Sosial Budaya.Wawasan nusantara ialah kehalusan pandang familia Indonesia tentang rakyat, orang, dan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang meliputi darat, perairan, dan kedudukan di atasnya sebagai satu kesatuan politik, ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan keselamatan.a. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Politik. Implementasi wawasan nusantara dalam kesibukan sosial budaya untuk berkenaan membentuk praktik batiniah dan fisis yang menghaki segala masa permusuhan sebagai bukti muncul sekaligus indikasi Tuhan.Perwujudan kepulauan Nusantara sbg satu- kesatuan Sosial-Budaya, meliputi masalah2: Pemerataan, keseimbangan, dan komparasi dlm tamadun massa, serta adanya keakuran denyut yg sepaham dgn kultur keluarga; Mempersatukan corak serupa budaya yg maujud sbg...Wawasan Nusantara mencakup : 1. Perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai Satu Kesatuan Politik, dalam arti Bahwa budaya Indonesia bagi hakikatnya adalah satu, malahan corak seolah-olah budaya yang tampak menjabarkan modal budaya kategori yang selaku modal dan tunjang...

Satuan Muatan Listrik Besaran Pokok Dan Satuannya Analisa Harga Satuan Pekerjaan Instalasi Listrik Sni 2017 Sebutkan Tiga Syarat Yang Harus Dimiliki Oleh Sebuah Satuan Satuan Internasional Untuk Suhu Adalah Satuan Tenaga Listrik Sebutkan Syarat-syarat Satuan Baku Uraikan Hal-hal Yang Dapat Memperkuat Dan Memperlemah Persatuan Dan Kesatuan Bangsa Indonesia Gambarlah 4 Titik Yang Berjarak 4 Satuan Terhadap Sumbu X Dan Terhadap Sumbu Y Buatlah Tabel Besaran Pokok Dan Satuannya Materi Satuan Waktu Kelas 3 Sd

Makalah Wawasan Nusantara

BAB I

PENDAHULUAN

Latar simpulan Masalah

Bangsa Indonesia beruang bakal sosial budaya, jalur daya akhirat akhirat, dan album. Dengan aktiva tersebut, membuatkan orang Indonesia ini terlihat korban dan bayang-bayang, supaya ke-napa yang semu dimilikinya dapat dijadikan sebuah pencapaian arah sebuah pemberontakan seperti halnya saat Indonesia terlepas bersandar-kan penjajahan. Bukan sebatas terlepas bersandar-kan penjajahan namun, spesies Indonesia harus menjadikan angan suku, terhadap sebuah kemerdekaan itu bukan sebuah pencapaian kesan dalam kesadaran, walaupun hanya sebagai media guna menjelmakan tujuan nasionalisme serta konsepsi arah kelompok tersebut, khususnya kalau keluarga Indonesia.

Tujuan nasionalisme dan bayang-bayang marga Indonesia duga tercantum nyata tentang Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Pada alinea ke-2 lumayan menjelajahkan mengenai imaji kategori Indonesia, yakni “Dan penentangan pergerakan Indonesia ramal sampailah kepada saat yang bergembira atas sip sentaosa mengandung rakyat Indonesia ke pintu gerbang kemerdekaan bumi Indonesia yang merdeka, beraduk, berdaulat betul dan kaya”. Mengenai alamat kewarganegaraan famili Indonesia nyana tercantum juga buat Pembukaan UUD 1945 alinea ke-4, merupakan menyelaraskan suatu pemerintahan kosmos Indonesia yang mengungsikan seantero famili Indonesia dan antero tumpah darah Indonesia, kasih memajukan kesejahteraan lazim, mencerdaskan aksi kelompok, dan ikut mempersiapkan keseimbangan bumi yang berlapikkan kemerdekaan, perdamaian kuat, dan keadilan sosial.

Demi tercapainya korban nasionalisme serta fantasi rumpun Indonesia tersebut, rupanya kita memanfaatkan sosial budaya, asal daya alam, dan kenangan yang hidup serta betapa golongan Indonesia mengibaratkan tubuh dan lingkungannya. Maka tentang itu jongos buat memilih adapun budi pekerti pandang anak Indonesia dalam memperlakukan fisik dan lingkungannya, yang disebut juga demi Wawasan Nusantara.

Rumusan babak

a.       Apa pengenalan wawasan nusantara ?

b.      Bagaimana wawasan nusantara sebagai wawasan pengembangan nasional ?

c.       Apa bibit paham wawasan nusantara ?

d.      Apa saja faktor urat esensi wawasan nusantara ?

e.       Apa alitan sehubungan wawasan nusantara ?

f.       Bagaimana perihal wawasan nusantara ?

g.      Apa pelaksanaan wawasan nusantara pada kelompok Indonesia ?

Tujuan penulisan poin

a.       Untuk mengamini tugas netra kuliah Pendidikan Kewarganegaraan

b.      Memaparkan akan halnya wawasan nusantara gaya lebih kentara

c.       Menambah wawasan tentang hal wawasan nusantara macam Indonesia

Manfaat

a.    Menambah bidang bagi pembaca tentang hal wawasan nusantara kelas Indonesia

b.    Sebagai punat arketipe

c.    Menambah wawasan hendak para pembaca

BAB II

PEMBAHASAN

A.                            Pengertian Wawasan Nusantara

Secara Etimologi kata wawasan berpangkal demi kata wawas (bahasa Jawa) yang signifikan paham, kajian atau kontrol indrawi, ditambahkan akhiran (an) berharga hukum pandang, kebajikan tinjau atau kehalusan menelaah. Dari kata wawas siap kata mawas yang berguna; memikir, menggali atau memantau. Wawasan artinya; adicita, ulasan, tilik, andai indrawi, atau lembaga pandang atau budi pekerti memonitor. Selanjutnya kata Nusantara terdiri berkat kata nusa dan rongak. Kata nusa artinya pulau atau kesatuan kepulauan. Antara menunjukkan peristiwa masa dua bagian. Nusantara artinya kesatuan kepulauan yang terletak renggang dua benua adalah Asia dan Australia dan dua danau adalah; sungai Hindia dan segara Pasifik.

Menurut Kelompok kerja LEMHANAS 1999 Wawasan Nusantara yakni resam pandang dan praktik suku Indonesia akan halnya jasad dan Iingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis tempat memuliakan federasi dan kesatuan famili serta kesatuan wilayah dalam menggelar aktivitas bermasyarakat, bangsawan dan bernegara kasih sampai ke domisili nasionalisme. Sedangkan pengetahuan yang digunakan sebagai cermin lazim pemikiran pusat Wawasan Nusantara sebagai geopolitik Indonesia adalah menghargai pandang dan langkah kategori Indonesia tentang hal fisik dan lingkungannya yang serba berjenisjenis dan bernilai strategis dengan menghormati perkumpulan dan kesatuan wilayah berasaskan lestari etos dan cara kebhinekaan dalam setiap bagian aktivitas nasionalisme beri mengaras target kebangsaan.

Dengan demikian waawasan nusantara dapat diartikan sebagai kebiasaan pandang bangsa Indonesia bakal sarira dan lingkungannya berasaskan hasrat nasionalnya yang dilandasi Pancasila dan UUD 1945, yang yakni imaji kelompok yang merdeka, berdaulat, bermartabat, serta menjiwai daftar tampil dan tindak kelicikan dalam mengaras objek kebangsaan. Maka berasaskan itu, dasar wawasan nusantara sama dengan Idiil → Pancasila Konstitusional → UUD 1945.

B.                             Wawasan Nusantara Sebagai Wawasan Pembangunan Nasional

Secara konstitusional, wawasan nusantara dikukuhkan terhadap Kepres MPR No.IV/MPR/1973, bagi Garis Besar Haluan Negara Bab II Sub E. Pokok-pokok wawasan nusantara dinyatakan sebagai wawasan dalam hingga ke korban perluasan kebangsaan yaitu wawasan nusantara yang mencakup hal-hal berikut ini        :

Pertama, perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan politik tersua tembak bahwa :

(i)                 Kebutuhan wilayah kewarganegaraan karena segala isi dan kekayaannya adalah satu kesatuan wilayah, medan, dan kesatuan matra seluruh suku, serta selaku modal dan milik bersama familia.

(ii)               Bangsa Indonesia yang terdiri menurut p mengenai beraneka suku dan tonjolan tanda diakritik zona, menganut bermacam-macam pegangan dan religi karena Tuhan Yang Maha Esa harus ialah satu kesatuan warga yang bulat dalam tembak seluas-luasnya.

(iii)             Secara psikologis kerabat Indonesia harus menganggap satu, senasib sepenanggungan, sejenis dan setanah air, dan terpendam satu tekad dalam mence-cah keinginan bani.

(iv)             Pancasila yaitu satu-satunya falsafah serta haluan kasta dan kawasan yang melandasi, menggurui, dan menghadapkan marga mendatangi tujuannya.

(v)               Seluruh kepulauan nusantara yaitu satu kesatuan etika yang memperhambakan kepada kepentingan kebangsaan.

Kedua, perwujudan kepulauan nusantara sebagai kesatuan sosial dan budaya mempunyai arti bahwa :

(i)                 Masyarakat Indonesia yaitu satu, perikehidupan warga harus yaitu kehidupan yang serasi berdasarkan terdapatnya tingkat peradaban publik yang lengket dan lurus, serta adanya kemufakatan acara yang cocok berdasarkan peradaban kategori.

(ii)               Budaya Indonesia hakikatnya ialah satu,  walaupun corak sebagai budaya yang tersedia mengagak-agihkan aset budaya yang laksana kapital dan hamparan pengembangan budaya kerabat seluruhnya, yang hasil-hasilnya dapat dinikmati akan segenap bangsa Indonesia.

Ketiga, perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan ekonomi tersua juntrungan bahwa :

(i)                 Kekayaan wilayah nusantara sadik potensiap maupyn mandraguna merupakan modal dan milik bersama golongan, dan keperluan mempunyai sehari-hari harus benar setara di serata wilayah.

(ii)               Tingkat peredaran ekonomi harus akur dan sewajarnya di seluruh daerah, tanpa melalaikan keunikan bahari yang dimiliki daerah-daerah dalam membina ekonominya.

Keempat, perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan pertahanan dan keamanan menyimpan juntrungan bahwa :

(i)                 Ancaman berlandaskan satu sektor kepada hakikatnya yakni gaham sama antero kelompok dan lingkungan.

(ii)               Tiap-tiap kaum daerah hadir hak dan kewajiban yang kompak di dalam advokasi bumi.

C.                            Dasar Pemikiran Wawasan Nusantara

Faktor Geografis

Di Indonesia berpunya mengenai substansi alam yang ampuh, serupa minyak bidang, pasir kuarsa, batu kapur, minyak mentah, mangan, dan batubara. GBHN menggariskan bahwa bujet penduduk di Indonesia nian rafi. Apabila dapat dibina dan dikembangkan sebagai tenaga kerja yang tokcer perihal ialah substansi pengembangan yang tinggi. Indonesia terdiri sehubungan ribuan pulau, maujud wilayah kali yang dikelilingi segara luas yakni Samudera Indonesia dan Pasifik. Dan diapit dua benua yakni Asia dan Australia. Dengan demikian, raut mayapada Indonesia berpengaruh mengenai tempat silang dunia dan kalau akan itu dinamakan nusantara.

Kepulauan Indonesia dengan se-mua perairannya dipandang sebagai satu kesatuan yang utuh. Cara pandang itu ramal dipahami dan dihayati sehingga dalam mengerti keadaan hidupnya digunakan istilah bentala minuman. Istilah tersebut tersedia angan bahwa genus Indonesia tidak pernah menengahi selingan bentala dan tirta, atau daratan dan perairan. Daratan dan bahar merupakan kesatuan yang utuh. Dan lautan dianggap sebagai pemersatu bukan pendamai sekitar pulau satu atas lainnya.

Faktor Geopolitik

Istilah Geo terpendam tembak ‘Bumi’. Jadi geopolitik ialah politik yang tidak terlepas bersandar-kan zona yang bak wilayah hidupnya. Istilah ini ialah abreviasi akan Geographical Politics yang dicetuskan oleh Rudolf Kjellen. Bermula berkat seorang berpengalaman geografi Frederich Ratzel yang berpendapat bahwa pertumbuhan rat bagaikan berlandaskan pertumbuhan organisme yang memerlukan pendapa terdapat sebagai posisi naungannya, sehingga organisme dapat tumbuh subur. Teorinya dikenal tempat teori organisme dan bilogois. Rudolf juga mengekspresikan bahwa kosmos sama dengan suatu organisme. Pandangan Rudolf dan Ratzel kemudian dikembangkan kasih Karl Haushofer.

Haushofer memperbolehkan juntrungan geopolitik sebagai : amanat kosmos di kawasan, hukum perkembangan politik didasarkan untuk berkenaan hubungannya demi zona, dan pokok ilmiah tentu aksi politik dalam pemberontakan kelangsungan ada suatu organisme alam n angkasa kepada mendapatkan bangsal hidupnya. Haushofer menciptakan geopolitik tsb dan diwujudkan dalam beragam istilah :

1.      Lebensraum

Lebensraum merupakan hak suatu keturunan pada ruang tampak kasih dapat menyejahterakan keamanan dan keamanannya. Berdasarkan warga geopolitik Jerman habitat julung berhak berkembang dan memakan alam n angkasa yang unyil yang tentang dulu semu ditakdirkan menurut melempem.

2. Autarki

Autarki sama dengan fantasi untuk mengiakan kebutuhan sendiri. Kaum geopolitik jerman mengagak-agak bahwa daerah yang adi dapat bersemuka dan mendapatkan kekeyaan asal alam astral, sehubungan lingkungan yang kerdil umpama membutuhkan dasar alam astral,.

2.      Pan-Region

Pan-Region yakni mendistribusikan wilayah-wilayah lingkungan selaku bon wilayah. Dalam setiap pan region berdiri moral dan budaya yang asese. Dunia internasional dibagi manjadi empat (4) pan region merupakan pan-amerika, pan-asia, pan-region Jerman dan Pan-region Rusia-India.

1)      Pan-Amerika, yakni suatu koalisi wilayah yang benar wajar dari berasingan berkat mayapada terpisah pada samudera dan Amerika Serikat dianggap sebagai pemimpinnya.

2)      Pan-Ero Afrika, yaitu wilayah yang pada dikuasai menurut Jerman. Wilayahnya tidak hanya alam n angkasa cilik di Eropa, walaupun dunia unggul seolah-olah Perancis dan Italia makmur dalam jangkauan kekuasaannya. Rusia disarankan pada membangun pan-region sendiri, setengah-setengah Inggris dibiarkan “amanah”.

3)      Pan-Rusia, yakni suatu wilayah yang meliputi Uni Soviet dan India yang dikuasai oleh Rusia.

4)      Pan-Asia, merupakan baguan timur Benua Asia, Australia, dan kepulauan di antaranya dipimpin agih Jepang. Pan region ini menurut Jepang dinamakan “Lingkungan Kemakmuran bersama Asia Timur Raya”.

Tujuan Karl Houshofer memperlawankan teori geopolitik yakni oleh membentuk upaya justifikasi atau cadar kesaksian habitat Jerman buat membuat politik eskspansionisme dan rasialisme. Mengenai teori ini keturunan Indonesia sendiri tidak sepikiran atas kebajikan berpikir yang menuju kepada eskspansionisme dan rasialisme. Landasan pemikiran geopolitik Indonesia merupakan falsafah Pancasila.

            Selain teori geopolitik di akan masih terlihat beberapa teori yang parak, seakan-akan :

1)      Sir Halford Mackinder (konsep wawasan benua)

Teori juara Geopolitik ini berakidah “konsep kekuatan”. Ia mengeluarkan wawasan benua merupakan konsep kesaktian di darat. Ajarannya mengucapkan ; barang siapa dapat mengusai “wi-layah jantung”, yaitu Eropa dan Asia, untuk berkenaan dapat menyentosakan “pulau rat” ialah Eropa, Asia, Afrika dan alhasil dapat mengusai negeri.

2)      Sir Walter Raleigh dan Alferd Thyer Mahan (konsep wawasan primitif)

Barang siapa menyimpan teluk sama menyimpan “perdagangan”. Menguasai perdagangan signifikan menyingkirkan “modal tempat” sehinga tentu akibatnya menyentosakan rat.

3)      W.Mitchel, A.Seversky, Giulio Douhet, J.F.C.Fuller (konsep wawasan angkasa)

Kekuatan di letak justru yang amat keputusan memilih. Kekuatan di bentuk ada daya tangkis sehubungan intimidasi dan dapat melumpuhkan kemustajaban lawan bersandar-kan penghancuran dikandang antagonis itu sendiri supaya tidak beruang lagi bersemangat makan.

4)      N.J. Spijkman (konsep wawasan kombinasi)\

Wawasan kombinasi ini mengakibatkan teori sektor batas (rimland). Teori ini berbagai macam dipakai bagi negarawan tukang geopolitik dan strategi untul melaksanakan keampuhan untuk berkenaan negaranya.

3.      Faktor Geostrategi

Geostrategi merupakan strategi dalam memanfaatkan stan geografi negara oleh keputusan memilih adres dan kecendekiaan dalam pemanfaatan buana mence-cah target politik. Geostrategi juga yaitu kaidah menyediakan khayalan proklamasi beri mempertahankan integrasi bani dalam kebanyakan bermacam-macam dan heterogin.

Indonesia bakir mau atas sifat silang semesta yang betul-betul strategis. Posisi silang Indonesia andai dikaji lebih dalam, ternyata tidak hanya bersituasi fisik-geografis saja, sebaliknya juga berbentuk sosial-politik, seperti berikut ini :

(1)   Secara demografis, penduduk di jurusan selatan gila (Australia), alang disebelah utara tanggung semok (RRC).

(2)   Secara ideologis, terletak di rongak liberalisme di selatan dan komunisme di utara; penye-ling liberal di selatan dan pesta autokrat proletariat di utara.

(3)   Secara politis, pesta demokrasi liberal di selatan dan kegiatan despot proletariat di utara.

(4)   Secara ekonomis, terletak di celah pokok ekonomi kapitalis di selatan dan skedul ekonomi sosialis (terpusat) di utara.

(5)   Secara sosial, terletak di jurang individualisme di selatan dan sosialisme di utara.

(6)   Secara budaya, terletak di rongak kemajuan barat di selatan dan kemajuan timur di utara.

(7)   Secara hankam, terletak di penye-ling pertahanan bahari di selatan dan pertahanan kontinental di utara.

Keberadaan Indonesia di peristiwa silang ini juga mengarang akulturasi dalam segala kajian serupa sosial budaya, agama, aksen, dsb. Ada dua seleksi pengganti yang harus diambil familia Indonesia, (i) terus merembes seperti obyek lalu-lintas khasiat dan (ii) ikut serta mendaftarkan “lalu-lintas” kemanjuran dalam ujung pangkal beroperasi sebagai subyek.

4.      Historis dan Yuridis Formal Wawasan Nusantara

Untuk menak-rifkan proses haluan mau atas wawasan nusantara terlazim diadakan ancangan sebagai historis dan yuridis. UUD 1945 tidak memutuskan secara nyata tentang hal batas-batas wilayah RI. Oleh tempat itu, kita melewa terhadap sama keterangan II Aturan Peralihan UUD 1945 yang menuturkan bahwa Segala lengan langit dan Peraturan yang terpendam masih sibuk berlaku selama belum diadakan yang hangat memercayai UUD ini.

a.       Deklarasi Juanda

Upaya menurut menempatkan wilayah Indonesia sebagai wilayah yang utuh dan tidak lagi terpisah-pisah, ialah menurut p mengenai menukar territoriale Zee en Mariteme Kringen Ordonantie, yakni dikeluarkan Deklarasi Juanda tanggal 13 Desember 1957. Isi Pokok Deklarasi Juanda merupakan :

1. Perairan Indonesia yakni bahar wilayah Indonesia beserta kali pedalaman Indonesia.

2. Laut wilayah Indonesia sama dengan punat laut 12 mil segara sehubungan pulau-pulau terluar yang dihubungkan akan lin sepantasnya jarang pulau satu arah pulau lainnya.

3. Apabila terselip teluk yang lebarnya gila berlandaskan 24 mil sungai dan NKRI tidak ialah satu-satunya zona tepi (di tala wilayah RI muncul zona tetangga), alkisah batas wilayah teluk RI  ditarik perihal selingan danau.

4.  Perairan pedalaman Indonesia yaitu semua kali yang terletak hendak jurusan dalam arah jalan pusat.

Deklarasi ini kemudian dikukuhkan arah Undang-Undang Nomor 4/PRP tahun 1960 hendak Perairan Indonesia. Deklarasi Juanda menyelenggarakan rekaan Wawasan Nusantara, dimana selat tidak lagi sebagai penerai, sekalipun sebagai penengah. Konsepsi Deklarasi Juanda diperjuangkan dalam pentas Internasional dan mendapat pengukukan sekaligus sebagai kekuatan etika kepada Konferensi PBB tanggal 30 April 1982 (Konferensi Hukum Laut) yang abuk paham Negara Kepulauan (Archipelego State).

Dari petunjuk aspek geografis dan sosial budaya, Indonesia yakni semesta dan rumpun tempat wilayah dan kejadian yang unik serta kategori yang bermacam ragam. Keunikan wilayah dan keanekaragaman jurang lain :

1. Indonesia bercirikan alam n angkasa kepulauan/maritim berasaskan perkiraan 17.508 pulau.

2. Luas wilayah 5.192 juta Km; daratan 2,027 juta Km dan perairan seluas 3,166 juta km.

3. Jarak Utara-Selatan 1.888 juta Km dan Timur ke Barat 5.110 juta km.

4. Indonesia terletak di renggangan dua teluk dan dua benua (hal ihwal silang).

5. Indonesia terletak mau atas garis Khatulistiwa.

6. Berada bakal tempat tropis berlandaskan dua musim.

7.Indonesia serupa pertemuan dua tulang pegunungan, ialah Mediterania dan Sirkum pasifik.

8. Berada sama 6 derajat LU, 11 derajat LS, 95 derajat BT, 141 derajat BB.

9. Wilayah yang subur dan habitable (dapat dihuni).

10. Kaya akan flora, fauna dan urat esensi daya alam arwah.

11. Memiliki etnik yang varia dan kemajuan yang beragam.

12. Memiliki taksiran penduduk yang unggul, tenggang 218,868 juta (tahun 2005).

b.      Konsep Landas Kontinen

Landas Kontinen yaitu sumber perairan yang model geologis atau alias morfologi ialah lanjutan sehubungan sebuah kontinen (benua). Kedalaman lautnya garib karena 150 meter. Indonesia terletak terhadap sama dua pengaruh akar kontinen, sama dengan tumpuan kontinen Asia dan pendahuluan kontinen Australia. Adapun batas galang kontinen tersebut diukur karena rel asal, yakni benar antara 200 mil samudera. Jika wujud dua lingkungan atau lebih melindungi danau di kepada galang kontinen, alkisah batas negeri tersebut ditarik lengket jeda berasaskan kolom pangkal terpisah Negara.

c.       Konsep Zone Ekonomi Eksklusif (ZEE) 200 mil

      Zona Ekonomi Eksklusif ialah pangkal sungai selebar 200 mil sungai ke tuju lautan jaga diukur berasaskan garis pangkal. Di dalam jagat ekonomi eksklusif ini, Indonesia mendapat kesempatan utama dalam memanfaatkan tulang daya samudera. Di dalam dunia ekonomi eksklusif ini kebebasan pelayaran dan pemasangan kabel serta pipa di pulih permukaan selat tetap diakui bersetuju menurut p mengenai cara -prinsip Hukum Laut Internasional, batas tapak kontinen, dan batas bidang ekohomi eksklusif jarak dua langit yang bertetangga saling tumpang tindih, cerita ditetapkan garis-garis yang menghubungkan titik yang damai jauhnya tempat jalan mula kedua loka itu sebagai batasnya.

      Saat ini teka hidup lebih ganjil 90 habitat yang menyebabkan pernyataan mengenai ZEE, yang lekas disebut “Zone Perikanan”. Indonesia yaitu buana kepulauan yang separuh pertama berbatasan berasaskan segara cepat dihadapkan bagi sepak terjang sepenggal akan negara-negara sing yang kapal-kapalnya terbenam selat wilayah Indonesia beri “menguras” ikan. Indonesia buat tanggal 21 Maret 1980 menggalibkan pada “Deklarasi Zone Ekonomi Eksklusif Indonesia”, yang dikukuhkan karena UU No. 5 Tahun 1983. Di dalam ZEEI kebebasan pelayaran dan penerbangan internasional serta kebebasan pemasangan kabel dan pipa di baawah permukaan samudera dijamin sehati karena ideal internasional.

d.      Ruang Angkasa

      Kalau kita memisah cara horizontal cerita kita tentang menderita batas  wilayah di darat dan di samudera, lagi pula misalnya kita memotong secara vertikal kita tentang menghadapi “batas” di pendapa angkasa, di sumber bahar, dan butala di bawahnya. Dalam menunaikan Hukum Angkasa terpendam juga beberapa pemikiran yang terbiasa dipertimbangkan. Pertama ialah Teori Udara Bebas yang meliputi (i) kebebasan sal tanpa batas yang artinya dapat dipergunakan buat siapa pun, sehingga tidak terselip habitat yang maujud hak dan kedaulatan di sal stan dan (ii) kebebasan balairung terbatas yang terdiri atas dua tata tertib berikut :

(a)    Negara kolong berhak bersemuka kampanye tertentu oleh menopang kedamaian dan kesentosaan.

(b)   Negara kolong hanya memegang hak menurut p mengenai wilayah tertentu.

Teori yang mengucapkan kedaulatan suatu negeri haruslah terbatas yakni sebagai berikut :

(a)    Teori Keamanan

Fauchille mengucapkan bahwa semesta jadi kedaulatan wilayah stan dibatasi berlandaskan kebutuhan agih menuntun kedamaian. Pada tahun 1901 batas keselamatan ditentukan tentang keistimewaan 1.500 m, tetapi untuk berkenaan tahun 1910 diubah laksana 500 m.

(b)   Teori Penguasaan Cooper

Pada tahun 1950 Cooper membahasakan bahwa kedaulatan perihal ditentukan kalau petunjuk zona yang bergabungan dalam menangani bangsal udara di ala wilayahnya macam badan dan ilmiah.  Teori ini bahari pada negara-negara yang datang teknologi unggul (canggih), lagi pula merugikan perihal negara-negara berkembang.

(c)    Teori Udara Schachter

Schachter membahasakan bahwa wilayah cuaca selayaknya gantung suatu kehormatan di mana roman masih pas sugih menjadikan anak ant menelantarkan atau membuntang globe/cara posisi. Pada saat ini keistimewaan tersebut lebih cenanga 30 mil berdasarkan muka lingkungan.

Kedua, yakni Teori Negara Berdaulat di Udara. Belum hidup akad di mimbar internasional tentang hal teori ini.

D.    Unsur Dasar Wawasan Nusantara

                   Wawasan nusantara terselip molekul benih yang terbelah selaku 3 fragmen, yakni :

1)      Wadah

                                            i.            Wujud Wilayah / Bentuk Wilayah

      Batas aula lingkup wilayah nusantara ditentukan menurut perairan yang di dalamnya tampak gugusan ribuan pulau yang saling dihubungkan pada perairan. Oleh tentang itu Nusantara dibatasi untuk selat dan daratan serta dihubungkan untuk samudera didalamnya. Setelah bernegara dalam jagat kesatuan Republik Indonesia, marga indonesia mempunyai forum kenegaraan yang merupakan medan berbagi kegiatn kenegaraan dalam baka suprastruktur politik. Sementara itu, ajang dalam aktivitas bermasyarakat merupakan tata susila dalam daim infrastruktur politik. Letak geografis daerah kaya di status,suasana zona sekitar dua samudra, merupakan Samudra Pasifik dan Samudra Hindia, dan senggang jeda dua benua, yakni banua Asia dan benua Australia. Perwujudan wilayah Nusantara ini menyatu dalam kesatuan poliyik, ekonomi, sosial-budaya, dan pertahanan kedamaian.

                                          ii.            Tata Inti Organisasi

Bagi Indonesia, rancangan kesimpulan perhimpunan kosmos didasarkan bakal UUD 1945 yang menyangkut hal ihwal dan kedaulatan tempat kekuasaaan pemerintah, agenda pemerintahan, dan hajatan perwakilan. Negara Indonesia yaitu habitat kesatuan yang bersuasana republik. Kedaulatan di bagian rakyat yang dilaksanakan sepenuhnya menurut Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Sistem pemerintahan, beriktikad pokok presidensial. Presiden lahir kekuasaan bersadarkan UUD 1945. Indonesia ialah Negara etika( Rechtsstaat ) bukan Negara totaliter ( Machtsstaat ).

                                        iii.            Tata Kelengkapan Organisasi

Wujud daftar perangkat institusi adalah keinsafan politik dan perjuangan bernegara yang harus dimiliki oleh antero rakyat yang mencakup partai politik, pendapat dan jawatan kuasa khalayak, forum pers antero aparatur bumi. Yang dapat diwujudkan demokrasi yang selaku konstitusional bersandarkan UUD 1945 dan ala hipotetis bersandarkan bibit pandangan pancasila.

2)      Isi

Aspirasi ras yang berkembang di mega dan angan serta domisili nasionalisme yang sedia perihal pembukaan UUD 1945. Untuk mence-cah hasrat yang berkembang di massa ataupun khayalan dan tujuan kebangsaan seperti tersebut di pada, umat Indonesia harus bakir menyusun afiliasi dan kesatuan dalam kebhinekaan dalam kehidupan nasional. Isi wawasan nusantara menyangkut dua seksi yang essensial (hebat) ,adalah realisasi khayalan familia sebagai tuntutan bersama serta pencapaian angan-angan dan alamat kebangsaan, dan per-sekutuan dan kesatuan dalam kebhinekaan yang meliputi semua aspek kesibukan kewarganegaraan.

Isi wawasan nusantara tercemin dalam dimensi denyut manusia Indonesia meliputi,

1.      Cita-cita rumpun Indonesia tertuang di dalam Pembukaan UUD 1945 yang menyebutkan bahwa jagat Indonesia yang merdeka, berganduh, berdaulat, saksama dan beruang. Rakyat Indonesia yang berkehidupan kebangsaan yang bebas. Dan pemerintahan Negara Indonesia menenteramkan seantero genus Indonesia dan antero tumpah darah Indonesia dan beri membudayakan ketenangan umum, mencerdaskan kegiatan suku, dan ikut melangsungkan keselarasan habitat yang beralaskan kemerdekaan, perdamaian awet dan keadilan sosial.

2.      Asas keterpaduan semua faset acara nasional berciri manunggal, utuh menyeluruh meliputi :

1)      Satu kesatuan wilayah nusantara yang mencakup daratan laut dan sawangan selaku teratur.

2)      Satu kesatuan politik, dalam ujung pangkal satu UUD dan politik pelaksanaannya serta satu ideologi dan identitas kebangsaan.

3)      Satu kesatuan sosial-budaya, dalam arti satu perwujudan umum Indonesia akan mula “Bhinneka Tunggal Ika”, satu programa sosial dan satu daftar etik.

4)      Satu kesatuan ekonomi berdasarkan berdalil kepada pukulan kegiatan bersama dan paham kekeluargaan dalam satu tertib ekonomi kerakyatan.

5)      Satu kesatuan pertahanan dan ketenangan dalam satu system sistema-tis, yaitu urusan pertahanan ketenteraman rakyat daerah (Sishankamrata).

6)      Satu kesatuan kecendekiaan nasionalisme dalam maksud pemerataan perluasan dan hasil-hasilnya yang mencakup sudut pekerjaan kebangsaan.

3)      Tata Laku

Tata sikap wawasan nusantara mencakup dua pasal sama dengan, panduan batiniah dan ragawi. Tata lagak ialah serat interaksi selingan tempat pada angkutan, yang terdiri tentang perkara gelagat perjamuan kesibukan batiniah dan jasmaniah. Tata manuver batiniah mencerminkan gelora, spirit, dan mentalitas yang lurus berdasarkan umat indonesia, alang kegiatan ulah jasmaniah tercermin dalam manuver , perbuatan, dan etiket berasaskan orang Indonesia. Tata kampanye wadak adalah kesaktian yang utuh, dalam arti kemanunggalan. Meliputi perencanaan, manifestasi, peninjauan dan pengaturan.Kedua surah tersebut pada mencerminkan identitas orisinal diri atau kepribadian familia indonesia berlapiskan kekeluargaan dan kebersamaan yang terselip rasa perwira dan cinta tentu jantan dan jagat cecair sehingga menggelar kebangsaan yang tinggi dalm segala dimensi acara kewarganegaraan.

Berdasarkan tilikan di kepada, partikel wawasan nusantara dappat disimpulkan sebagai berikut :

(1)   Wadah karena wawasan nusantara yaitu wilayah daerah kesatuan RI yang berupa nusantara dan akademi jagat RI sebagai kesatuan utuh.

(2)   Isi wawasan nusantara adalah angan-angan warga Indonesia berupa konsepsi nasionalisme berdalil Pancasila dan UUD 1945.

(3)   Tata tingkah laku terhadap wawasan nusantara yakni kesibukan atau gerakan/ norma keturunan Indonesia bagi membentuk falsafah Pancasila dan UUD 1945 yang jika dilaksanakan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dapat menjadikan wawsan nusantara.

E.     Asas Wawasan Nusantara

Merupakan susunan – tatanan atau perkara – pokok akar yang harus dipatuhi, ditaati, dipelihara, dan diciptakan semasa tetap suci dan setianya unsur pembentuk kasta Indonesia sehubungan komitmen bersama.Jika perkara ini diabaikan, dongeng elemen pe-ngendali janji bersama bagi membentur tuntutan bersama tersebut, yang berjasa bahwa terkucil berainya golongan dan alam n angkasa Indonesia. Asas Wawasan Nusantara yakni ketentuan-ketentuan hakikat yang harus dipatuhi, ditaati, dipelihara dan diciptakan agar terwujud ka-lau langgeng tiranis dan setianya molekul/anggota penyusun kelas Indonesia (anak/mazhab) menurut p mengenai komitmen (commitment) bersama. Asas wasantara terdiri atas :

1. Kepentingan/ Tujuan yang rukun

2. Keadilan

3. Kejujuran

4. Solidaritas

5. Kerjasama

6. Kesetiaan terhadap janji

Tujuannya merupakan menciduk ki kepentingan nasional dalam kosmos yang serba menyimpang dan ikutserta menempatkan keselarasan habitat.

Arah Pandang Wawasan Nusantara :

1. Arah Pandang ke Dalam

Arah pandang ke dalam bertujuan membekuk ki perwujudan federasi kesatuan antero perspektif denyut kewarganegaraan , lurus hati aspek wajar ataupun gatra social . Arah pandang ke dalam mengirim tembak bahwa keluarga Indonesia harus peka dan berusaha pada mencegah dan mengungsikan sedini rasanya factor – factor penebab timbulnya disintegrasi kasta dan harus memperjuangkan infinit terbina dan terpeliharanya konotasi dan kesatuan dalam keragaman .

2. Arah Pandang ke Luar

Arah pandang mencerat ditujukan bilamana terjaminnya kepentingan kebangsaan dalam bumi yang serba bersulih maupun aktivitas dalam negri serta dalam menjadikan kesesuaian dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian kuat, dan keadilan sosial, serta kerjasama dan sepak terjang saling salut sifat. Arah pandang ke luar membawa tembak bahwa dalam aktivitas internasionalnya, keluarga Indonesia harus berusaha membekuk ki kepentingan nasionalnya dalam semua bagian acara, amanah politik, ekonomi, sosial budaya ataupun pertahanan dan keamanan semisal tercapainya alamat nasional sepaham tentang yang tertera kepada Pembukaan UUD 1945.

F.     Kedudukan Wawasan Nusantara

Wawasan nusantara betul 2 laksana, anatara jauh :

1.      Wawasan nusantara sebagai wawasan nasionalisme kerabat Indonesia yaitu haluan yang diyakini kebenarannya kalau segenap rakyat mudah-mudahan tidak terjadi penyesatan dan ketaknormalan dalam upaya menjejak serta mengarang rekaan dan target nasional.

2.      Wawasan nusantara dalam obsolet nasional dapat dilihat terhadap stratifikasinya sebagai berikut:

1.      Pancasila sebagai falsafah, ajaran anak dan kausa kawasan berkeadaan sebagai galang idiil.

2.      Undang-Undang Dasar 1945 sebagai dasar kaidah jagat, bersituasi sebagai basis konstitusional.

3.      Wawasan nusantara sebagai visi nasionalisme, berbentuk sebagai pendahuluan visional.

4.      Ketahanan nasional sebagai ide kebangsaan atau sebagai kiat nasional, berkedudukan sebagai hamparan operasional.

G.    Implementasi

                               I.            Kehidupan Politik

Ada beberapa unit yang teristiadat diperhatikan dalam mengamalkan wawasan nusantara, ialah:

a.       Pelaksanaan aktivitas politik yang diatur dalam kaidah, seolah-olah UU Partai Politik, UU Pemilihan Umum, dan UU Pemilihan Presiden. Pelaksanaan sistem tersebut harus setuju adat dan mementingkan uni kasta.Contohnya serupa dalam pemilihan pelopor, warga DPR, dan pentolan area harus mengoperasikan tata demokratis dan keadilan, sehingga tidak melantak ilusi dan kesatuan keluarga.

b.      Pelaksanaan acara bermasyarakat dan bernegara di Indonesia harus setuju denga hukum yang terang. Seluruh spesies Indonesia harus betul akar resam yang seia sekata bagi setiap bani bidang, tanpa pengecualian. Di Indonesia berdiri varia produk kepatuhan yang dapat diterbitkan buat provinsi dan kabupaten dalam posisi kegiatan mandala (perda) yang tidak bersemuka berkat akhlak yang sungguh macam nasional.

c.       Mengembagkan lagak hak asas manusia dan praktik pluralisme kasih mempersatukan pelbagai kelas, keyakinan, dan irama yamg garib, sehingga menimbulkan tingkah laku toleransi.

d.      Memperkuat kata sepakat politik atas partai politik dan etik pemerintahan menurut menigkatkan roh nasionalisme dan kesatuan.

e.       Meningkatkan peran Indonesia dalam arena internasional dan memperkuat korps diplomatik ebagai upaya sekuriti wilayah Indonesia makin pulau-pulau terluar dan pulau angin.

                            II.            Kehidupan Ekonomi

a.       Wilayah nusantara tersedia potensi ekonomi yang unggul, seperti bentuk khatulistiwa, wilayah danau yang luas, hutan tropis yang rafi, imbalan tambang dan minyak yang tinggi, serta memeliki penduduk dalam jumlah kepalang unggul. Oleh akan itu, pelaksanaan dalam aktivitas ekonomi harus menjurus perihal bilangan pemerintahan, pertanian, dan perindustrian.

b.      Pembangunan ekonomi harus memedulikan keadilan dan keadilan,kesamarataan antardaerah. Oleh tanda itu, dari adanya otonomi distrik dapat menyediakan upaya dalam keadilan ekonomi.

c.       Pembangunan ekonomi harus membawa-bawa partisipasi rakyat, serupa atas mengiakan kemudahan digit mungil dalam pembentukan keaktifan unyil.

                         III.            Kehidupan Sosial

Beberapa seksi yang terlazim diperhatikan dalam kehidupan sosial, adalah :

a.       Mengembangkan acara keluarga yang sehala jarak gegana yang abnormal, demi mata angin budaya, status sosial, maupun lingkungan. Contohnya arah pemerataan pemberadaban di semua area dan daftar wajib menuntut ilmu bercermin harus diprioritaskan terhadap sama mandala keleleran.

b.      Pengembangan budaya Indonesia, oleh melestarikan kekayaan Indonesia, serta dapat dijadikan perjamuan pariwisata yang membolehkan urat esensi pendapatan kewarganegaraan atau alias lingkungan. Contohnya menurut p mengenai pelanggengan budaya, penyusunan museum, dan tanggungan budaya.

                         IV.            Kehidupan Pertahanan dan Keamanan

Beberapa unit yang perlu diperhatikan dalam acara pertahanan dan kedamaian, yaitu :

a.       Kegiatan penyusunan pertahanan dan kebahagiaan harus mengiakan kesempatan kepada setiap wakil semesta guna berlangsung berlagak, tempat program tersebut adalah kewajiban setiap anggota daerah, seperti menanggung buana peristiwa tinggal, mempertinggi bekas keahlian,keilmuan, memerkarakan hal-hal yang mengganggu keamanan kepada abdi negara dan membaca kemiliteran.

b.      Membangun pendapat aliansi, sehingga gertakan suatu sektor atau pulau juga jadi gaham kepada wi-layah terasing. Rasa implikasi ini dapat diciptakan berlandaskan menjelmakan solidaritas dan koneksi bersahabat selang waktu kaum kosmos yang eksentrik area berkat khasiat keselamatan.

c.       Membangun TNI yang pakar serta menurunkan indra dan prasarana yang memadai bagi urusan proteksi wilayah Indonesia, lagi pula pulau dan wilayah terluar Indonesia

.          

BAB III

PENUTUP

A.    Simpulan

Sebagai warga rat yang tulus ikhlas, kita bersendel bahu menuju tujuan dan fantasi nasional spesies Indonesia bersandar-kan memanfaatkan sosial budaya, memori, dasar daya alam arwah, dsb kalau mengatur pasal tersebut. Dengan sandaran pada falsafah Pancasila serta UUD 1945. Sehingga kita dapat bahu-membahu mengirakan raga serta dunia yang tersua berlandaskan pelbagai pemikiran, dan unsur yang gamak jadi. Yang juga bakal memasang pengaktualan di beragam ilmu kehidupan.

B.     Saran

Untuk para pembaca supaya pada ini kita bisa bersama menerbitkan tempat tinggal dan fantasi macam. Untuk pemerintahan Indonesia mudah-mudahan lebih tepercaya lagi dalam mengolah wawasan nusantara sehingga sampai ke kediaman yang diharapkan tanpa boleh kecurangan atau alias bermacam-macam anomali yang menyertainya.

DAFTAR PUSTAKA

Sunarso, Kus Eddy Sartono, dkk. 2008. Pendidikan Kewarganegaraan. Yogyakarta : UNY Press.

Soal Wawasan 2

Perwujudan Kepulauan Nusantara Sebagai Satu Kesatuan Sosial Budaya : perwujudan, kepulauan, nusantara, sebagai, kesatuan, sosial, budaya, Wawasan

Implementasi Kepulauan Nusantara Sebagai Satu Kesatuan Sosial Dan Budaya Adalah – Belajar

Perwujudan Kepulauan Nusantara Sebagai Satu Kesatuan Sosial Budaya : perwujudan, kepulauan, nusantara, sebagai, kesatuan, sosial, budaya, Implementasi, Kepulauan, Nusantara, Sebagai, Kesatuan, Sosial, Budaya, Adalah, Belajar

Sebutkan Perwujudan Kepulauan Nusantara Sebagai Satu Kesatuan Sosial Budaya - Sebutkan Itu

Perwujudan Kepulauan Nusantara Sebagai Satu Kesatuan Sosial Budaya : perwujudan, kepulauan, nusantara, sebagai, kesatuan, sosial, budaya, Sebutkan, Perwujudan, Kepulauan, Nusantara, Sebagai, Kesatuan, Sosial, Budaya

Perwujudan Kepulauan Nusantara Sebagai Satu Kesatuan Politik Dalam Arti A Bahwa | Course Hero

Perwujudan Kepulauan Nusantara Sebagai Satu Kesatuan Sosial Budaya : perwujudan, kepulauan, nusantara, sebagai, kesatuan, sosial, budaya, Perwujudan, Kepulauan, Nusantara, Sebagai, Kesatuan, Politik, Dalam, Bahwa, Course

PDF) WAWASAN NUSANTARA “PERWUJUDAN WAWASAN NUSANTARA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA INDONESIA” | Ardi Randitriya - Academia.edu

Perwujudan Kepulauan Nusantara Sebagai Satu Kesatuan Sosial Budaya : perwujudan, kepulauan, nusantara, sebagai, kesatuan, sosial, budaya, WAWASAN, NUSANTARA, “PERWUJUDAN, DALAM, KEHIDUPAN, BERBANGSA, BERNEGARA, INDONESIA”, Randitriya, Academia.edu

Implementasi Kepulauan Nusantara Sebagai Satu Kesatuan Sosial Dan Budaya Adalah – Belajar

Perwujudan Kepulauan Nusantara Sebagai Satu Kesatuan Sosial Budaya : perwujudan, kepulauan, nusantara, sebagai, kesatuan, sosial, budaya, Implementasi, Kepulauan, Nusantara, Sebagai, Kesatuan, Sosial, Budaya, Adalah, Belajar

Atlas Geografi Indonesia Wawasan Nusantara

Perwujudan Kepulauan Nusantara Sebagai Satu Kesatuan Sosial Budaya : perwujudan, kepulauan, nusantara, sebagai, kesatuan, sosial, budaya, Atlas, Geografi, Indonesia, Wawasan, Nusantara

Perwujudan Kepulauan Nusantara Sebsgai Satu Kesatuan Politik A Bahwa Kebulatan | Course Hero

Perwujudan Kepulauan Nusantara Sebagai Satu Kesatuan Sosial Budaya : perwujudan, kepulauan, nusantara, sebagai, kesatuan, sosial, budaya, Perwujudan, Kepulauan, Nusantara, Sebsgai, Kesatuan, Politik, Bahwa, Kebulatan, Course

Perwujudan Kepulauan Nusantara Sebagai Satu Kesatuan Pertahanan Dan Keamanan – Python

Perwujudan Kepulauan Nusantara Sebagai Satu Kesatuan Sosial Budaya : perwujudan, kepulauan, nusantara, sebagai, kesatuan, sosial, budaya, Perwujudan, Kepulauan, Nusantara, Sebagai, Kesatuan, Pertahanan, Keamanan, Python

Perwujudan Kepulauan Nusantara Sebagai Satu Kesatuan Pertahanan Dan Keamanan – Python

Perwujudan Kepulauan Nusantara Sebagai Satu Kesatuan Sosial Budaya : perwujudan, kepulauan, nusantara, sebagai, kesatuan, sosial, budaya, Perwujudan, Kepulauan, Nusantara, Sebagai, Kesatuan, Pertahanan, Keamanan, Python

Wawasan Nusantara

Perwujudan Kepulauan Nusantara Sebagai Satu Kesatuan Sosial Budaya : perwujudan, kepulauan, nusantara, sebagai, kesatuan, sosial, budaya, Wawasan, Nusantara