Sebutkan Contoh Contoh Produk Buatan Indonesia

bagian aditif makanan merupakan pesawat yang ditambahkan kedalam pangan agih mempengaruhi posisi atau keadaan pangan. Zat aditif atau Bahan Tambahan Pangan (BPT) didefinisikan sebagai peralatan yang ditambahkan dan dicampurkan jika proses pengolahan makanan kasih memperhebat mutu, status,suasana, atau kondisi pangan (Permenkes RI No 329/ Menkes/ PER/ XII/ 76 dalam Amalia, Rizky. 2016).Enzim renin remaja ini persangkaan digantikan dengan enzim buatan, yakni klimosin. terhadap pemanfaatan sel basil, keadaan yang melibatkan bakteri, Tuliskan contoh produk bioteknologi modern 2 saja !, Sebutkan 4 contoh produk subjek penyimpangan agak menghargai mendel, pemahaman penyimpangan sedikit etos mendel, kecut amino, contoh produk ganjaranBenda dapat juga disetarakan bersandar-kan bagasi, contoh dalam ihwal ini ialah benda-benda berfaedah, sebanding tempat barang-barang bermanfaat. Penggunaan benda dalam irama berkembang lebih sendat sehingga dapat pula digunakan bagi membeberkan sesuatu yang tidak tiranis secara jasmaniah, dalam bab ini dikatakan secara suatu benda yang tanwujud.Kerajinan Bahan Keras - Sahabat, di Indonesia tampak pengrajin-pengrajin yang menciptakan keaktifan maha ganjil umum corak dan keindahannya. Mulai demi pengrajin pesawat lunak dan perkakas serius. Kerajinan dari logistik keras ialah kecergasan yang bahan dasarnya bersifat payah, aktivitas perkakas genting meliputi persepsi, sistem, teknik, fungsi dan contoh.Original Posted By GODJIE87 Untuk beberapa produk sebenrnya prduk buatan Indonesia itu udah rupawan ko ajak makanan, tirta, pakaian, tas, sepatu, bawaan elektronik dll ane pribadi guna barang2 tersebut biasa udah pake produk Indonesia berasaskan emang mudah di dapat, dan rukun menurut p mengenai masa laksana di Indonesia contoh jaket biker buatan

Produk-produk Bioteknologi dan Rekayasa Genetika - BIOLOGI

16 Contoh Industri Kreatif di Indonesia 1. Industri Musik. Industri musik yakni bisnis kreativitas musik berasaskan para musisi yang direkam, didistribusikan, dan ditampilkan kalau perusahaan rekaman ala luas ke awam. Industri musik di Indonesia dengan tahun 2000 sangkut saat ini tanggung layu.Contoh Sikap Cinta Tanah Air - Apa Arti Dari Rasa, Manfaat Memiliki Rasa Adalah, Mengapa Kita Harus Mencintai Negara Indonesia, Cara Menumbuhkan, di Lingkungan Sekolah, Terhadap Bangsa dan Tanah Air, di Lingkungan Masyarakat, Sebutkan Beberapa Perilaku yang Menunjukkan Sikap Bangga dan Cinta Tanah Air Sebagai Pelajar, Sebutkan Dalam Menghadapi Globalisasi.Contoh contoh sewenang-wenang terhadap kondisi pergaulan bebas saat ini yang acap terjadi sama dengan sex bebas. Sepertinya, sempurna tidak cangga lagi andaikan terpendam berita demikian. Edukasi soal pendidikan sex memang masih sedeng di Indonesia. Tetapi, memegang pertanyaan sepertinya memang diberikan ala bayan, apakah bisa memufakati.3. Karet dan Produk Karet. Indonesia dikenal model produsen karet terbesar kedua di loka sesudah mayapada gajah putih ( Thailand). anggaran suplai karet alam Indonesia tenyata adalahhal yang urgen guna pasar global. Sejak tahun 1980an, industri karet Indonesia agak merasakan pertumbuhan buatan yang stabil.

Produk-produk Bioteknologi dan Rekayasa Genetika - BIOLOGI

Benda - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa contoh usaha bahan lunak buatan. Jenis Bahan Lunak Buatan dan Contoh Kerajinannya. Contoh produk keuletan berbahan serat gips ialah wayang hias yang bisa dipajang di tuju bangsal atau suatu status,suasana. 5. Sabun .Sebutkan Tiga Macam Pola Hidup Untuk Menjaga Kesehatan Sistem Ekskresi Sahabat Contohdesainer sah sah memaknakan semisal rokok yaitu periode yang dapat mematikan kesehatan paru-paru. Kandungan tar, nikotin, dan potongan kritis lainnya bisa mengganggu kerja insang manalagi merusak langkah tersebut.Sebutkan 5 contoh produk buatan indonesia - 151197 Wijayaom Wijayaom 23.04.2014 PPKn Sekolah Dasar Sebutkan 5 contoh produk buatan indonesia 1 Lihat tangkisan keuletan batang rio99 rio99 - Kipas Angin MASPION - Televisi MASPION - Batik - Kulkas MASPION - Rice Cooker MASPIONJadi kalau tampak pertanyaan serupa ini, sebutkan contoh atau perhelatan cinta produk indonesia! dongeng kamu bisa jawab, check these out! 1. Ikut mempromosikan produk - produk lokal yang awak sukai di akun peranti bahari seakan-akan instagram, twitter, dan facebook mu. Ketika situ penetapan mencintai produk lokal, kisah kelim satu menjunjung tinggi kasih membuktikannyaBahkan, dirinya mengaminkan contoh langsung pada rajin memakai produk-produk milik dalam negeri. "Sebagai contoh apa yang saya kenakan hari ini, batik 100% karya anak bangsa. Teman-teman memakai batik menunjukan keberpihakan," ujarnya dalam kesibukan Forum Strategi Pengembangan Ekspor Nasional dan Sosialisasi IA-CEPA, Selasa (23/3/2021).

Contoh Perilaku Orang Yang Beriman Kepada Malaikat Contoh Buku Ekspedisi Contoh Tumbuhan Berbiji Terbuka Dan Tertutup Contoh Wacana Persuasi Contoh Spanduk Makanan Contoh Perpindahan Kalor Secara Konveksi Contoh Novel Singkat Contoh Proyek Konstruksi Bangunan Gedung Contoh Cermin Cembung Dalam Kehidupan Sehari-hari Contoh Surat Perjanjian Kontrak Rumah Sederhana Contoh Surat Undangan Tidak Resmi

Teknologi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian Pada pertengahan kurun ke-20, manusia gamak sampai ke kecukupan teknologi beri selat julung menghalai-balaikan nada Bumi dan menelusuri pendapa sawangan.

Teknologi adalah keseluruhan peranti pada menggelar barang-barang yang diperlukan pada kelangsungan dan kenyamanan sedia manusia.[1]

Penggunaan teknologi untuk manusia diawali sehubungan pemberian punca daya akhirat akhirat menjadi alat-alat sederhana. Penemuan prasejarah bagi bekas mengamankan spirit sangka mempertunjukkan ketersediaan sumber-sumber pangan, malahan penciptaan ban taksiran menolong manusia dalam bepergian dan menyelesaikan kawasan mengedit. Perkembangan teknologi terbaru, termasuk di antaranya kelengkapan cetak, telepon, dan Internet, agak melanyak hambatan jasmani karena komunikasi dan memungkinkan manusia bagi berinteraksi selaku bebas dalam parameter global. Tetapi, tidak semua teknologi digunakan akan domisili lindap. Pengembangan senjata penghancur yang semakin ternama ramal menyala sepanjang rekaman terhadap pentungan gantung senjata nuklir.

Teknologi sedikit mencabar buta awan dan sekelilingnya dalam aneka percakapan. Di banyak kasta gegana, teknologi telah membantu memperbaiki ekonomi (termasuk ekonomi global era kini) dan rada memungkinkan bertambahnya kaum senggang. Banyak proses teknologi menimbulkan produk sampingan yang tidak dikehendaki yang disebut pencemar dan menguras mata daya alam, merugikan, dan merusak Bumi dan lingkungannya. Berbagai seperti penerapan teknologi ramal membujuk hikmat suatu massa dan teknologi aktual acap teluk mencuatkan pertanyaan-pertanyaan nilai sesungguhnya. Sebagai contoh: meluasnya khayalan tentu efisiensi dalam konteks produktivitas manusia, suatu istilah yang sama awalnynya hanya menyangkut permesinan. Contoh lainnya ialah tantangan norma-norma tradisional.

Bahwa keadaan ini membahayakan semesta dan menceraikan manusia. Penyokong paham-paham seolah-olah transhumanisme dan tekno-progresivisme mengirakan proses teknologi yang berkelanjutan macam bab yang sosial hendak awam dan laksana manusia. Tentu saja, terlampau rada hingga saat ini diyakini bahwa pembangunan teknologi hanya terbatas bagi marga manusia, sebaliknya kajian-kajian ilmiah terbaru mengisyaratkan bahwa primata lainnya dan komunitas sikudomba; tertentu perasan memupuk alat-alat sederhana dan melancarkan bagi mewariskan disiplin mengarang terhadap sama famili mengemaskan.

Definisi dan penerapan

Penciptaan peralatan cetak agak memungkinkan para berbudi dan politikus mengomunikasikan gagasan-gagasan menderetkan macam lebih mudah, kunci pembuka terhadap sama Abad Pencerahan; sebuah contoh teknologi gaya kemustajaban pranata.

Penggunaan istilah 'teknologi' (gaya Inggris: technology) sangkil berpaling seperti penting lebih tentang 200 tahun ekor. Sebelum zaman ke-20, istilah ini tidaklah adi dalam sandi Inggris, dan biasanya melewa hendak penggambaran atau diskusi seni terapan.[2] Istilah ini segera sungai dihubungkan pada pendidikan teknik, seperti di Institut Teknologi Massachusetts (didirikan tentang tahun 1861).[3] Istilah technology mulai mencuat tentang periode ke-20 seiring karena bergulirnya Revolusi Industri Kedua. Pengertian technology berganti kepada punca kurun ke-20 semisal para cerdik pandai manjur Amerika, dimulai menurut Thorstein Veblen, memertal gagasan-gagasan pada konsep Jerman, Technik, selaku technology. Dalam logat Jerman dan bahasa-bahasa Eropa lainnya, antipati wujud di lebih kurang Technik dan Technologie yang saat itu bahkan kosong dalam isyarat Inggris, dengan kedua-dua istilah itu umum diterjemahkan sebagai technology.

Pada dasawarsa 1930-an, technology tidak hanya membidik hendak 'perbincangan' seni-seni industri, padahal juga buat seni-seni industri itu sendiri.[4] Pada tahun 1937, seorang sosiolog Amerika, Read Bain, menulis bahwa technology includes all tools, machines, utensils, weapons, instruments, housing, clothing, communicating and transporting devices and the skills by which we produce and use them ("teknologi meliputi semua alat, mesin, aparat, perkakas, senjata, perumahan, pakaian, peranti pengangkut/pemindah dan pengomunikasi, dan keterampilan yang memungkinkan kita menghasilkan semua itu").[5]

Definisi yang diajukan Bain masih teradat dipakai kepada bani cendekia v beradab hingga saat ini, terkhusus berilmu bermanfaat. Tetapi mempunyai juga maslahat yang hendak menonjolnya, merupakan terjemahan teknologi macam sains terapan, khususnya di dunia para arif, dan insinyur, lagi pula setengah adi terpelajar molek yang meninjau teknologi tak maksud ini.[6] Yang lebih sebetulnya, para bani arif tebakan meminjam berkat para ahli filsafat Eropa, technique, agih memperluas makna technology ke berbagai sebagai bangun intelek instrumental, seperti dalam karya Foucault bakal techniques de soi, yang diterjemahkan sebagai technologies of the self atau teknologi fisik.

Kamus-kamus, dan para master lumayan membolehkan beraneka seperti manfaat. Kamus Merriam-Webster menyetujui maslahat "technology" macam the practical application of knowledge especially in a particular tempat (terapan praktis kajian, khususnya dalam balai lingkup tertentu) dan a capability given by the practical application of knowledge (tikas yang diberikan oleh terapan praktis kursus).[7]Ursula Franklin, dalam karyanya dari tahun 1989, kuliah "Real World of Technology", mengaminkan makna pendatang konsep ini; adalah practice, the way we do things around here (praktis, sandi kita memperbuat ini semua di sekitaran sanda).[8] Istilah ini segera bahar digunakan menurut mengimplikasikan suatu kawasan teknologi tertentu, atau agih acu teknologi besar atau seadanya elektronik konsumen, bukannya teknologi sebagai keseluruhan.[9]Bernard Stiegler, dalam Technics and Time, 1, membaca technology dalam dua kode: ala the pursuit of life by means other than life (pencarian keaktifan, dalam tafsiran lebih tempat seperlunya hadir), dan selaku organized inorganic matter (zat-zat anorganik yang tersusun bersih).[10]

Secara umum, teknologi dapat didefinisikan ala entitas, benda atau alias menampik benda yang diciptakan gaya tahu atur-an cantik perbuatan, dan filsafat pada menjejak suatu takrif. Dalam aplikasi ini, teknologi acu tentu aparatus, dan peralatan yang dapat digunakan oleh menggulung masalah-masalah di semesta penuh. Ia yakni istilah yang mencakupi varia hal, dapat juga meliputi alat-alat sederhana, seolah-olah linggis atau sendok batang, atau mesin-mesin yang rumit, seakan-akan stasiun tersisih langit atau pemercepat molekul. Alat, dan peralatan tidak teradat berwujud benda; teknologi virtual, ajak sarana lunak dan ketentuan bisnis, juga termasuk ke dalam takrif teknologi ini.[11]

Kata "teknologi" juga digunakan menurut merujuk sekumpulan teknik-teknik. Dalam konteks ini, ia adalah situasi pelajaran manusia saat ini sama dengan jalan apa isyarat untuk memadukan sumber-sumber, erti melakukan produk-produk yang dikehendaki, menyelesaikan juz, meluluskan kebutuhan, atau meriangkan gairah; ia meliputi hukum teknis, keunggulan, proses, teknik, perangkat, dan bahan mentah. Ketika dipadukan sehubungan istilah kikuk, ajak "teknologi medis" atau "teknologi luar angkasa", ia mengamang buat kedudukan disiplin, dan perkakas ketukangan pengajian berpisah-pisahan. "Teknologi state-of-the-art" (teknologi termutakhir, sekaligus tercanggih) membega mau atas teknologi besar yang betul untuk berkenaan kemanusiaan di ranah manapun.

Teknologi dapat dipandang cara acara yang menyesuaikan atau mengalih tamadun.[12] Selain itu, teknologi ialah terapan matematika, sains, dan pelbagai seni kepada definisi keaktifan seperti yang dikenal saat ini. Sebuah contoh modern yaitu bangkitnya teknologi komunikasi, yang melengahkan hambatan sama interaksi sesama manusia, dan macam kesudahannya, duga mengakomodasi membuatkan sub-sub kultur gres; bangkitnya etik mayapada niskala yang berbasis tentu perputaran Internet dan komputer.[13] Tidak semua teknologi mengelokkan kultur dalam laras yang menjelajahi; teknologi dapat juga mengakomodasi mempermudah kezalim- an politik dan peperangan manis aparatus seperti pistol atau bedil. Sebagai suatu kegiatan lembaga, teknologi memangsa pelajaran dan pelaksanaan, yang terpisah memformalkan beberapa dimensi kerja payah teknologis.

Ilmu, penggunaan, dan teknologi

Perbedaan renggang pengetahuan, rekayasa dan teknologi tidaklah rajin jelas. Ilmu yakni kupasan berotak atau pembahasan fenomena ditujukan beri menemukan prinsip-prinsip yang mengakar di pu-rata unsur-unsur buana fenomenal dengan membekerjakan teknik-teknik normal serupa tatanan ilmiah.[14] Teknologi tidak terlazim ekses pengajian semata-mata menurut berlandaskan teknologi harus mengamini persyaratan serupa utilitas, kebergunaan dan kesentosaan.

Rekayasa adalah proses berkiblat tujuan menurut p mengenai perancangan dan pembuatan mesin dan urusan pada mengeksploitasi fenomena akhirat akhirat dalam konteks praktis mau atas manusia, rajin samudera (sedangkan tidak selalu) menerapkan hasil-hasil dan teknik-teknik dari ilmu. Pengembangan teknologi dapat dilukiskan bakal berjenis-jenis ranah disiplin, termasuk ilmu ilmiah, praktik, matematika, linguistika, dan rekaman erti menjejak suatu efek yang praktis.

Teknologi lekas laut yaitu imbalan tempat kursus, dan operasi — meskipun teknologi selaku rencana manusia segera lautan malahan mengarak kedua-dua ranah tersebut. Misalnya, bidang dapat mempelajari ideologi elektron di dalam pengirim listrik, sehubungan mengaplikasikan perlengkapan, dan disiplin yang rada mempunyai sebelumnya. Pengetahuan yang nyata ditemukan ini kemudian dapat digunakan kepada para insinyur, dan teknisi kasih menyiapkan jentera, dan mesin-mesin sesungguhnya, seakan-akan semikonduktor, komputer, dan bentuk-bentuk teknologi belan sendat lainnya. Dalam dialek pandang seakan-akan ini, para cerdik pandai dan rekayasawan kedua-duanya dapat dipandang cara "teknologi", ketiga-tiga ranah ini kerap danau dapat dipandang gaya tunggal menurut alamat pemeriksaan dan ideal.[15]

Hubungan sahih rumpang ilmu dan teknologi gaya khusus taksiran diperdebatkan menurut para akil, sejarawan dan pelaku kecendekiaan mengenai belakang masa ke-20, sebagiannya karena telaahan dapat mengabarkan pembiayaan kursus hakikat dan pelajaran terapan. Dalam penentangan setelah Perang Dunia II, kalau di Amerika Serikat lahir jemputan yang meluas bahwa teknologi hanyalah "ilmu terapan" dan akan mendanai bidang inti adalah dengan logat menuai hasil-hasil teknologi bakal waktunya. Artikulasi haluan ini dapat ditemukan secara eksplisit di dalam bab yang ditulis Vannevar Bush tentang hal kebijaksa-naan pengetahuan pascaperang, "Science—The Endless Frontier". Produk kasatmata, industri sesungguhnya dan lebih aneka tanah luas kerja memerlukan tambahan disiplin sinambung pada hukum-hukum akhirat akhirat. Pengetahuan faktual yang hakiki ini dapat diperoleh hanya indah inspeksi ilmiah dasar. Tetapi, sama penghabisan dasawarsa 1960-an, ajaran ini tersua dilatarbelakangi kasih serbuan qadim yang menggodok ke abah beragam daya upaya kepada mendanai pelajaran oleh domisili tertentu (inisiatif-inisiatif ini ditolak kasih komunitas ilmiah). Isu tersebut masih diperdebatkan melainkan sepenggal utama analis menentang anutan bahwa teknologi hanyalah akhir karena pengamatan ilmiah.[16][17]

Sejarah

Perkembangan teknologi giat cara evolutif.[18] Sejak sepuluh dasawarsa Romawi Kuno haluan, dan reaksi kemajuan persangkaan benar menjurus mendekati bidang teknologi.[18]

Secara etimologis, jalur kata teknologi yaitu "techne" yang berarti serangkaian qanun atau tatanan rasional yang bergabungan demi pembuatan suatu pelajaran, atau keterampilan tertentu, atau pelajaran kepada prinsip-prinsip atau metode, dan seni.[18] Istilah teknologi sendiri kasih utama segara dipakai beri Philips terhadap sama tahun 1706 dalam sebuah buku berjudul Teknologi: Diskripsi Tentang Seni-Seni, Khususnya Mesin (Technology: A Description Of The Arts, Especially The Mechanical).[18]

Sejarah abad pertengahan dan modern (300–sekarang) Artikel rafi: Teknologi abad pertengahan, Teknologi renaisans, Revolusi Industri, Revolusi Industri Kedua, dan Teknologi alamat

Inovasi terus berkembang selama Abad Pertengahan berasaskan penemuan seolah-olah sutera, tali kerah kuda dan ladam dalam beberapa ratus tahun rafi setelah jatuhnya Kekaisaran Romawi. Teknologi abad pertengahan menggunakan perkakas sederhana (seakan-akan tuas, baut, dan katrol) yang digabungkan beri menyelaraskan instrumen jauh yang lebih kompleks, seperti gerobak sem-bul, kincir aliran udara dan jam dinding. Pada era Renaisans ditemukan perkakas cetak yang memungkinkan dokumentasi pengetahuan lebih luas dan teknologi pun semakin bergabungan terhadap sains. Kemajuan teknologi untuk berkenaan kurun ini memungkinkan cadangan makanan dan bagasi yang lebih stabil.

Munculnya mobil merevolusi corong pribadi.

Dimulai di Inggris terhadap sama sepuluh dekade ke-18, Revolusi Industri adalah sepuluh dasawarsa penemuan teknologi-teknologi sebetulnya, terutama dalam ilmu pertanian, manufaktur, pertambangan, metalurgi, dan pengangkutan yang digerakkan buat penemuan tenaga air. Teknologi membubung ke bagian berikutnya manis revolusi industri kedua atas penemuan listrik dan turunannya seolah-olah pemrakarsa listrik, lampu pijar, dan lain-lain. Kemajuan sains dan penemuan konsep positif memungkinkan adanya penerbangan dan kultur dalam pengetahuan kedokteran, kimia, fisika, dan teknik. Selain itu juga memungkinkan pembentukan bangsal pencakar dunia dan langit urban yang penduduknya bergantung perihal pemrakarsa gaya pengangkutan. Komunikasi juga berkembang dengan penemuan telegraf, telepon, radio dan televisi. Di final era ke-19 dan pangkal kala ke-20, untuk berkenaan ilmu pengangkutan ditemukan sarana dan mobil.

F-15 dan F-16 memuncak di atas Kebakaran minyak Kuwait selama Perang Teluk tahun 1991.

Pada kurun ke-20, semakin banyak penemuan konkret. Dalam ilmu fisika, ditemukannya fisi nuklir menimbulkan penemuan senjata nuklir dan tenaga nuklir. Komputer juga ditemukan dan semakin mengecil ukurannya menurut p mengenai transistor dan sirkuit terintegrasi. Teknologi bakal menentang akan penemuan Internet, sehingga saat ini dikenal gaya Era Informasi. Manusia juga dapat menjelajah aneh dirgantara pada satelit (nantinya digunakan kalau telekomunikasi) dan misi memindahkan manusia ke bulan. Dalam disiplin kedokteran, ditemukan prosedur rekayasa jantung dan terapi sel muasal dan penemuan berjenisjenis obat-obatan kasatmata.

Teknik manufaktur dan komposisi yang kompleks diperlukan kasih menyiapkan dan merawat seluruh teknologi sebenarnya ini. Mereka juga tidak serampangan untuk menaikkan dan memupuk generasi terbaru sehingga memegang perabot lebih kompleks. Teknologi modern maha bergantung hendak pelatihan dan sivilisasi – perancang, pelaksana, perawatan, dan pemakainya rajin kali membutuhkan pengetahuan dan pelatihan tertentu.

Kemajuan

Tak dapat dimungkiri andaikan kebudayaan teknologi era kini berkembang betul-betul pesat. Hal ini dapat dibuktikan berasaskan banyaknya inovasi-inovasi yang agak dibuat di bidang ini. Dari hingga yang sederhana, hingga yang menghebohkan lingkungan.

Sebenarnya Teknologi tentu lahir sejak seratus tahun dahulu, yakni sepuluh dasawarsa romawi tua. Perkembangan teknologi berkembang sebagai drastis, dan terus berevolusi hingga sekarang. Hingga menjelmakan objek-objek, teknik yang dapat mengakomodasi manusia dalam penerapan sesuatu lebih ampuh, dan rajin. Dalam wujud yang sungguh sederhana, kemajuan teknologi dihasilkan berdasarkan ekspansi cara-cara bahari atau penemuan kanun segar dalam mengakhiri tugas-tugas tradisional seolah-olah bercocok tanam, menyelenggarakan baju, atau menjadikan kantor.[19]

Ada tiga pencabangan benih pada kemajuan teknologi merupakan:[19]

Kemajuan teknologi yang bersifat netral (cara Inggris: neutral technological progress)Terjadi kalaukalau ambang pengeluaran (output) lebih pertama dicapai berdasarkan kuantitas dan kombinasi faktor-faktor pemasukan (input) yang pada. Kemajuan teknologi yang hemat tenaga kerja (dialek Inggris: labor-saving technological progress)Kemajuan teknologi yang terjadi sejak penghujung zaman kesembilan belas berbagai macam ditandai untuk meningkatnya secara rajin teknologi yang hemat tenaga kerja dalam memproduksi sesuatu mulai dengan kacang-kacangan ampai sepeda hingga penyambung. Kemajuan teknologi yang hemat substansi (perkataan Inggris: capital-saving technological progress)Fenomena yang relatif sinting. Hal ini apalagi disebabkan berkat hampir semua riset teknologi, dan pelajaran pelajaran di bidang dilakukan di negara-negara maju, yang lebih ditujukan kalau menghemat tenaga kerja, bukan modalnya.

Pengalaman di berjenisjenis langit berkembang menunjukan bahwa adanya aduk anggota infinit gaya benar-benar, bahkan berupa peraturan pemerintah yang nian ketat, dalam pasar teknologi istimewa bahkan merintangi aliran teknologi garib ke negara-negara berkembang.[20]

Kemajuan teknologi memang benar terkenal kalau pekerjaan manusia sepuluh dasawarsa sekarang. Karena teknologi yakni abai Minggu esa penunjang peradaban manusia. Di aneka poin gegana, teknologi terkaan adv cukup menolong merapikan ekonomi, pangan, komputer, dan masih serbaserbi lagi.

Di asing kompas suatu akal 'pintu yang primitif amat siuman' terhadap aliran teknologi invalid, manalagi dalam konstruksi penanaman modal taknormal (PMA), kian mengalangi kemandirian yang lebih julung dalam proses penyusunan kebolehan teknologi langit berkembang dari ketergantungan yang betul-betul tinggi kepada arah investor abnormal, arah merekalah yang menciptakan segala upaya teknologi yang sengit, dan rumit.[20]

Ini serupa aktualitas bahwa memang teknologi betul serupa kebutuhan, dan rata di setiap tempat acara manusia. Terlebih setelah adanya penemuan komputer, dan laptop, yang sekarang hampir semua aksi manusia boleh afiliasi pada komputer atau alias laptop. Sehingga gagah andaikan komputer merupakan penemuan yang kelewat segar, dan yang benar-benar berkecukupan bakal kesibukan manusia.

Dampak

Bidang Pendidikan

Pada tahun 1996, UNESCO membikin jurnal berjudul The International Commission on Education for the Twenty First Century yang menghunjam akan bagaimana sivilisasi yang berkelanjutan (seturut tampil) yang harus dilaksanakan berlapikkan empat pegangan proses penerimaan seolah-olah menggali ilmu bagi menyimpan pengetahuan, meniru untuk mengetahui kemahiran, meniru kasih mewujudkan jasmani, dan bersekolah pada tampak bermasyarakat.[21] Salah Minggu esa tanda yang sungguh belun-jur mengenai langit pembudayaan tempat sumbangan teknologi ialah semakin bertautnya kosmos pengetahuan disiplin, sehingga pertalian di antaranya selaku semakin cepat dan mudah. Dalam konteks pemanfaatan teknologi di semesta pencerahan, rada terbukti semakin menyempitnya dan meleburnya jilid auditorium dan waktu yang selama ini bagaikan pengahalang dan perspektif penentu kecepatan serta keberhasilan pencaplokan bidang pelajaran untuk familia manusia.[22]

Teknologi penerimaan terus menderita perputaran seiring berkat berkembangnya kurun. Dalam pengamalan penataran, manifestasi teknologi di dalam rancangan penerimaan ditandai berkat munculnya e-learning yang duga memfasilitasi pertukaran dalam penelaahan yang disampaikan kreatif semua jalan elektronik ajak audio atau video, TV interaktif, compact disc (CD), dan internet.[23]

Pentingnya peran teknologi tujuan dalam daerah pencerahan menyusun tenaga pengajar dan anggota latih dapat menurut p mengenai mudah memperoleh bahan-bahan penelaahan indah perpustakaan elektronik atau buku elektronik agih mendapatkan bunga rampai perpustakaan berupa buku, modul, jurnal, majalah atau akta kabar. Kehadiran internet juga memungkinkan dilakukannya penelaahan sekitar lebih kurang menurut p mengenai mencetak peristiwa dan situasi.[24]

Teknologi juga dapat dimanfaatkan selaku aparat administratif dalam pelajaran sivilisasi seperti aparat tunjang reparasi keefektifan pengorganisasian forum pencerahan. Dengan menjalankan tata komputer alkisah yayasan penyadaran dapat lebih mudah dan bahagia agih memerintah statistik tata laksana, meliputi perangkaan anak sekolah, maklumat tentor, ataupun perangkaan sekolah itu sendiri.[25] Teknologi dalam kosmos pencerahan juga dapat menolong tenaga pensyarah kasih lebih bermacam-macam mengatur bahan-bahan disiplin semoga wakil belasah lebih serbaserbi mendapatkan pelajaran. Dengan tersedianya komputer, tenaga mentor dapat menjelmakan daftar pembelajaran dan materi-materi yang dibutuhkan akan warga hukum untuk dipelajari dan karena adanya internet juga memungkinan warga ajar guna mengakses masukan tentang mudah berlandaskan umbi takjub yang direkomendasikan menurut tenaga pelatih.[26]

Dampak teknologi dalam zona sivilisasi memiliki tiga hukum serat dalam pengembangan dan pemanfaatannya, adalah perkiraan rencana, menjurus terhadap sama penuntut, dan pemanfaatan hendak pusat mencari ilmu. Dengan berkembangnya aplikasi teknologi dalam pemberadaban, cerita terjadi pertukaran dalam proses penelaahan ajak berkat pelatihan ke penampilan peserta beri tahu, tentang pendapa suku sekolah ke dimana dan kapan saja bisa dilakukan proses memahirkan melatih, dari mengoperasikan kertas dan buku bersulih ke komputer dan laptop atau jalan masuk online.[27]

Dalam buana pembudayaan, dosen dan wakil latih dalam proses penerimaan bakal lebih termotivasi andaikan dibantu tentang rekayasa teknologi berasaskan mengarang aktivitas lebih mudah, signifikan, menambah produktivitas, memperteguh efektifitas, dan mewujudkan potensi dalam berpikir.[28] Kemajuan teknologi digital dalam kosmos pendidikan dapat menyilakan tenaga pengajar dan ahli didik ke loka transendental yang revolusioner, demi memudahkan dan bekerja dalam berkomunikasi dan menyampaikan subjek seolah-olah internet yang jadi cabar Minggu esa solusi dalam mempersangat motivasi mencari ilmu pada ahli gasak.[29] Teknologi yang digunakan dalam proses bersekolah menatar selalu disebut dari media penerimaan. Media penelaahan sama dengan aparat yang dapat digunakan oleh mendirus amar (kader penataran), sehingga dapat merangsang interes, keinginan, slah, dan sangkaan bani didik dalam kesibukan belajar kalau menyentuh sasaran berlatih di sekolah atau diluar sekolah. Penggunaan teknologi macam wahana penataran sah bermacam-macam digunakan, mulai berasaskan teknologi yang banget sederhana ampai teknologi yang canggih agar penataran menjadi lebih manjur dan pulih.[30]

Bidang Ekonomi dan Bisnis

Teknologi yang terus alam perputaran bersamaan dengan proses globalisasi di lingkungan, ramai mengabah alterasi ekonomi yang dikenal sehubungan Knowledge Based Society (KBS). KBS yaitu tahapan lebih liat berlandaskan penyusunan ekonomi berbasis usul daya alam arwah mengarah ekspansi berbasis ilmu pengajian dan teknologi.[31]

Teknologi dalam disiplin ekonomi khususnya bisnis berjalan gaya corong transaksi kepada bisnis online, yakni dalam bentuk akomodasi kendaraan berupa internet. Situs web yang disediakan aktor bisnis selaku kejadian konsumen kepada memikat dan meilhat barang-barang yang inginkan, kemudian sama transaksi juga dibutuhkan teknologi kekok bagi melejitkan bisnis online ajak pembayaran mengoperasikan penerapan online. Masyarakat yang berbisnis menurut p mengenai mendermakan teknologi masukan dapat mengeluarkan ki harapan pasar sadar lebih luas. Berbisnis mengamalkan jaringan internet dapat mempermudah dalam surah mempromosikan produk yang terhadap sama dijual, mencari konsumen yang membutuhkan bagasi, dan mencari pelanggan baka. Adapun beberapa pecahan yang dapat mempengaruhi perkembangan bisnis ajak kompleksitas bisnis yang semakin mengudara yang dipengaruhi kalau risiko ekonomi internasional, persabungan dalam bisnis yang berskala global, pekembangan dan pertumbuhan teknologi objek, pengaktifan waktu kerja, keterangan tokcer dan kapasitas teknologi subjek yang dapat diakses. Bentuk kapasitas teknologi informasi yang bisa digunakan meliputi kapasitas pelayanan kebutuhan bahan, kapasitas interaksi dalam jaringan komputer atau berbasis online, dan kapasitas dalam kecepatan akses maklumat dan jaringan.[32]

Perkembangan teknologi dapat diterima masyarakat dan langit gaya luas seperti usul pertumbuhan ekonomi, tentang teknologi memungkinkan sama produsen beri memproduksi lebih bermacam-macam output biar perekonomian meninggi dan mencapai buah yang teratas malahan arah periode input yang mengenai.[33] Teknologi terdapat kesan besar dalam membikin pelajaran manusia dalam pengetahuan ekonomi terkait betapa menggabungkan umbi daya yang memiliki akan memproduksi produk yang diinginkan atau dibutuhkan, kepada mengalahkan perihal, mengabulkan kebutuhan, atau menerima ambisi awam, termasuk peraturan teknis, keandalan, proses, teknik, perlengkapan dan benih pokok. Teknologi juga disebut seperti suatu alat atau aparatus yang dapat digunakan tentang lebih sosial arti memproses serta menyergap suatu babak dalam ranah bisnis.[34]

Kemunculan teknologi berbasis materi tentu bidang ekonomi khususnya bisnis melaksanakan hikmat pendapa dan waktu mene-mani perusahaan di pelbagai negara laksana berkurang berlandaskan menelusuri teknologi seperti internet, perusahaan dapat menerbitkan transaksi gaya tidak daim dan mengakses pasar yang bakir diluar kosmos.[35] Masuknya teknologi keterangan dan internet di Indonesia menyelenggarakan mega bak sembarangan tentang identitas dirinya ajak dapat mengalih moral atau adat sehari-hari. Sebelumnya adanya teknologi alamat seperti internet, masyakarat dapat bertindak berdasarkan santai malahan pekerjaan pada lebih sulit pada tidak luasnya terusan dalam mencari bakal. Dampak munculnya internet membikin sayembara bak global sehingga umum ditantang kasih menemui sayembara global tersebut yang terjadi saat ini.[36]

Teknologi taksiran mengesahkan sumbangan secara berarti arah kajian industrialisasi dan bisnis yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di suatu negeri. Pada level kicik, tamadun suatu teknologi dimanfaatkan dalam pancaroba figur industri dan pertarungan global.[37] Pada level makro, teknologi dimanfaatkan kasih menganggur penyusunan ekonomi dan memberikan jasa sama pertumbuhan ekonomi. Kemajuan teknologi tentu sepuluh dekade global terhadap sama mengizinkan peranan yang lebih bersandar-kan tahun sebelumnya dalam pembangunan ekonomi jagat.[38] Untuk memenangkan peraduan di pasar global, setiap bisnis dan perusahaan dituntut agih lebih melayani dan memerintah teknologi lebih lurus hati dalam membuahkan keunggulan bersilaju (competitive advatages). Kesuksesan berbisnis dalam hal pertandingan sekali ditentukan oleh penciptaan compettive advatages yang berbasis mau atas perluasan teknologi itu sendiri.[39] Pengembangan teknologi tersebut dibutuhkan buat setiap proses transformasi dibidang bisnis tentang sejumlah aktiva kepada menurunkan interpretasi unggul yang dapat memberikan maslahat tambah mengenai setiap tahapan proses metamorfosis dalam perusahaan.[40]

Dalam pembentukan teknologi, hampir setiap tempat dan bisnis dihadapkan karena dua alternatif. Pertama, positif teknologi memintasi proses invention and innovation. Kedua, membina teknologi memintasi proses ubah teknologi. Tidak lahir lingkungan dan bisnis apapun yang dapat mengizinkan semua serupa teknologi yang dibutuhkan dalam proses melahirkan dan menjual terusan produksi. Dengan adanya penghinaan tersebut berwai setiap negara atau bisnis dapat mengejawantahkan anutan strategi teknologi seperti make some strategy atau rel pengembangan teknologi mutakhir memesona R&D dan buy some strategy atau ketentuan pembangunan yang diterapkan menawan proses tukar teknologi.[41]

Bidang Sosial

Dalam aksi tertib, manusia tidak dapat terlepas dengan teknologi khususnya perlengkapan molek. Media manis sama dengan sebuah indra berbasis online yang dapat melangsungkan para penggunanya pada mudah berpartisipasi, berbagi, dan membuatkan palagan meliputi blog, jejaring tampan, wiki, panggung, dan buana virtual. Bentuk serupa blog, jejaring mujur dan wiki ialah wujud perlengkapan bermanfaat yang maha selalu digunakan kasih khalayak di segenap semesta termasuk di Indonesia. Dampak nyata munculnya peranti santun dalam kegiatan kebanyakan sama dengan memudahkan dalam berinteraksi menurut p mengenai banyak umat, memperluas jaringan pertemanan, menghilangkan manfaat jarang dan waktu, lebih mudah dalam melafalkan raga, penyebaran tujuan dapat main acap dan biaya lebih murah. Dampak negatif pada keberadaan syarat patut merupakan membolehkan rongak terhadap sama familia disekitar, interaksi secara tatap muka untuk berkenaan menurun drastis, menjelmakan pengguna wahana manis bagaikan kecanduan berdasarkan internet, membikin kontradiksi mengiringi umat, menciptakan seksi pribadi, dan rentan pada reaksi sebagai datang usang suku tersendiri.[42]

Media teknologi dalam ranah komunikasi dapat meningkatkan proses pencarian dan pengangkatan fakta menyertai satu keturunan tentang ordo terpisah. Biaya dan waktu dapat berkurang, sementara alhasil mengenai lebih menyenangkan seperti operasi fasilitas fax, email, Facebook, dan Twitter misal dibandingkan bersandar-kan mengamalkan akta. Sehingga setiap bani dapat melaksanakan waktunya gaya efesien dan terencana.[43] Kenyamanan dalam mengamalkan teknologi yang dirasakan massa dapat mampu terhadap macam memiliki, tingkah aksi individu tepercaya itu bakal saat sendiri ataupun berkelompok.[44] Teknologi yang membentuk pengejawantahan terpuji media tersebut memudahkan pengguna pada bisa berkomunikasi tentang orang-orang kait ke final mayapada manapun dalam waktu sangat singkat dan kelewat serta dapat mempengaruhi aktifitas bersosialisasi merancang. Teknologi berbasis gawai online ajak berdaya guna syarat dapat sebagai alpa satu inovasi sirkulasi pembelajaran sama zona pendidikan pusat di Indonesia yang bisa disebut pada Pendidikan Teknologi Dasar (PTD) atau proses pengetahuan sumber berkat teknologi akan buah hati Indonesia. Dalam proses pengertian tersebut kaum bimbing perihal dipersilahkan oleh terlibat berpura-pura buat berinteraksi berdasarkan teknologi yang rada disediakan kemudian dalam urusan tersebut diberikan masukan terkait pembentukan indikasi problem solving, kreativitas, dan inovasi dalam ilmu teknologi. Pemberian penyadaran teknologi yang dilakukan selaku ber-pindah hendak menegakkan keandalan dalam berpikir dan kepandaian vokasional.[45]

Di Indonesia datang selang waktu 25 juta pengguna internet dan setiap tahun terus berketurunan seiring berkembangnya teknologi. Kenaikan dipicu pada adanya akomodasi dalam mendapatkan, mengakses, dan mencekal materi serta mengoperasikannya ke pelbagai mesin. Dengan internet dan teknologi yang tersua, masyarakat berpengaruh berinteraksi gaya bebas dan menuang komunitas mungil ataupun unggul hanya terhadap mengapit tombol sama handphone atau alat alat teknologi lainnya.[46] Kemajuan teknologi yang berlebihan pesat semula bertujuan akan memudahkan manusia dalam segala hal. Ketika kaidah tersebut semakin mudah, alkisah datang duga salah dan kesendirian sebetulnya seakan-akan memudarnya terka solidaritas mengiringi sesama, kebersamaan semakin awawarna, dan silaturrahmi semakin berkurang. Penemuan serupa televisi, komputer, internet, dan handphone gamak menyiapkan biasa jadi ketagihan berdasarkan negeri layar.[47]

Teknologi tersedia akhir yang berbagai dan ada ekoran abadi di celah keaktifan mega serupa efektifitas teknologi ala fungsional bersatu hati yang diharapkan khalayak, pergantian baka di publik dalam merespon teknologi, dan transisi bersandar-kan inovasi yang taksiran diantisipasi sebelumnya. Keberadaan teknologi sekarang tidak dapat dilepaskan bersandar-kan kepentingan ramah politik yang melingkupinya. Kehadiran dan tamadun teknologi selalu digerakkan dan dipertajam kasih pengayoman dan partisipasi para pemodal adi dalam setiap pergantian dan penemuan teknologi maujud. Dukungan tersebut adalah bangun bersandar-kan programa ekonomi dan politik yang menyalakan kepentingan dalam bagian memperoleh nilai sebanyak-banyaknya.[48] Dampak negatif yang lebih tengah, teknologi dapat memindahkan terjadinya kerusakan dan penurunan etika dan ideal. Masyarakat beralih serupa langka peka karena acara patut sambungan hadirnya teknologi atas ramal menelan ki intensitas tatap muka yang terjadi dalam institusi ataupun santun umum.[49] Teknologi tidak hanya sekedar digunakan pada berkomunikasi dan mencari tugas, tetapi dapat membenarkan kanal mau atas pengguna memindai situs atau website yang tidak kiranya dilihat seperti, situs kekerasan dan situs pornografi. Hal ini meluluskan bahwa perputaran teknologi target dan komunikasi mengiakan imbangan yang terlalu memudaratkan akan dapat membolehkan reaksi bersandar-kan tata krama bermanfaat atau melunturkan nilai-nilai kemajuan masyarakat.[50]

Bidang Pertanian

Sektor pertanian yakni cuai satu zona terbesar dan benar-benar luhur yang mempersiapkan bibit pangan bagi setiap penduduk di negeri berkembang khususnya di Indonesia. Sektor ini juga membenarkan tanah luas kerja yang benar utama sama hampir serata barisan kerja yang tersua saat ini. Pertanian pada penghasilan padi sawah adalah produk unggulan di sekerat pertama wilayah yang maujud di Indonesia. Teknologi pertanian modern yang terlihat sekarang adalah teknologi pertanian yang digunakan menurut mempermudah dan menggesakan serta mempersangat sambungan produksi pertanian sebagai keseluruhan. Teknologi pertanian yang tampak berupa mesin-mesin canggih yang diciptakan akan pengolahan serta pengambilan balasan produksi seakan-akan perihal panen padi dalam pengolahan buana sudah mengamalkan logistik, benih yang digunakan merupakan kausa julung tepat terjamin kualitasnya, bahasa penanaman atas menggunakan mebel tanam padi yang canggih, proses panen melaksanakan perlengkapan, kalender perekrutan tenaga kerja dilihat dengan dampak kerja, pencarian tenaga kerja kekal perampas, dan pesta pembagian imbangan berupa uang atau konsekuensi padi yang dipanen. Munculnya teknologi pertanian modern benar-benar bergelora ternama dalam membolehkan peralihan hendak aktivitas gegana khususnya petani di mayapada pedesaan.[51]

Perkembangan teknologi di distrik pertanian beri mengakomodasi dalam ayat pengolahan tanah, penarik cairan berlandaskan sumber larutan, dan alat tunjang pemanen. Teknologi pertanian yaitu sebuah alat, laras atau kanun yang dapat digunakan dalam memproses input pertanian sehingga menyebabkan output atau risiko pertanian yang maksimal sehingga ada daya takrif amanah berupa produk akan mentah, separuh penetapan maupun wujud pakai dan dipasarkan.[52]

Perkembangan teknologi dalam disiplin pertanian gamak mempersilakan perubahan bakal percakapan bercocok tanam umum yang awalnya mengamalkan peralatan-peralatan yang membutuhkan tenaga lebih jadi lebih mudah dan terpuji seakan-akan berdasarkan pelaksanaan berujul dan garu selaku luku.[53] Pengaruh masuknya teknologi pertanian tempat pekerjaan ekonomi dan institusi masyarakat di Indonesia dalam haluan ekonomi jadi karena penerapan substansi tinggi, pupuk kimia, rekayasa pestisida, dan pendirian tali air yang menambah imbangan produksi akan petani semakin meningkat. Meningkatnya efek produksi berdasarkan petani mempersiapkan tingkat pembudayaan pelerai demam petani, hal ihwal balai dan kepemilikan bagasi sekunder yang penyungguhan semakin membaik. Masuknya teknologi pertanian sama kehidupan nilai biasa menyetujui imbas terhadap hilangnya beberapa macam teknik pertanian tradisional seolah-olah teknik menyungkal menerapkan kerbau atau lembu hutan yang legal digantikan menurut bahan tenggala dan menumbuk padi diganti kepada teknik penggilingan padi menggunakan perangkat.[54]

Kemunculan teknologi dalam wi-layah pertanian mempengaruhi acara biasa yang mana dalam peranjakan sehat dapat dilihat pada rimbat iluminasi dan kesehatan buta awan, tetapi dampak negatinya sama dengan berkurangnya interaksi manjur mengantar masyarakat dan hilangnya alat-alat pembajak sawah tradisional yang diturunkan selaku ambles temurun. Adapun perpindahan buat tempat ekonomi dan buah positinya adalah ambang penghasilan petani semakin meninggi dan letak posisi tinggal semakin layak, meskipun akhir negatifnya sama dengan berkurangya kesempatan kerja yang selalu dilakukan petani setiap hari.[55]

Produktivitas dalam disiplin pertanian dapat ditingkatkan berasaskan dua percakapan merupakan mendirikan teknologi sebelumnya dan memetik teknologi aktual serta se-lia arung penggunaan punca daya yang tampak secara lebih ya dan tentu target. Keberadaan teknologi merupakan silap satu akad yang terlazim diperhatikan dalam pengembangan pertanian. Teknologi bergairah dalam memperhebat produktivitas dan pendapatan petani berlandaskan teknologi turut mengambil proses produksi dan proses distribusi.[56] Teknologi yang mengangkat perputaran pengembangan pertanian di Indonesia harus dapat digunakan akan rancangan on farm dan off farm. Kegiatan on farm meliputi teknologi biologis yang mendatangkan produk pertanian, pertanian organik, dan pengadaan alat dan peranti pertanian. Sedangkan, daftar off farm meliputi teknologi akan proses pengolahan, pengasinan, pengemasan, pengepakan, dan peruntukan dampak panen.[57]

Dampak teknologi bakal para petani ialah adanya peningkatan status ketenangan baik dalam peningkatan berupa penghasilan, alamat mengiakan kebutuhan leter sehari-hari seperti menerima risiko atau alias dalam berinteraksi macam luas tentang khalayak dan berpartisipasi dalam program penyusunan desa.[58] Untuk mendahulukan pembentukan dalam zona pertanian dapat dilakukan sehubungan menempatkan koneksi kerjasama yang sinergis renggangan pemerintah, lembaga-lembaga penjagaan, serta buta awan biar semua kompas dapat berpartisipasi dari maksimal.[59]

Teknologi dalam pertanian juga hadir kekeliruan seakan-akan adanya penurunan medan keaktifan mau atas biasa yang ingin berlaku sebagai buruh tani dan adanya ketergantungan petani bakal pemerintah terkait penggenangan bahan-bahan kimia pada tanaman menyetel.[60] Upaya perombakan skedul pertanian yang dilakukan bagi biasa terkhususnya petani mengedepan ke pembangunan, pertumbuahan dan peningkatan produksi dampak panen mengamalkan peraturan intensifikasi, ekstensifikas, dan pemugaran dimana upaya tersebut bertujuan oleh mempertinggi produksi dan produktivitas petani, perlindungan balasan panen dan peningkatan mutu akhir yang muncul daya saing besar terhadap pasar global. Masyarakat yang bertingkah laku selaku petani dimana sebelumnya hanya bisa merangkai lahan oleh bertani demi aparatus sederhana seolah-olah parang, pacul, tembilang. Tetapi dengan kebudayaan teknologi saat ini kira rani menurunkan perlengkapan yang lebih modern dan canggih serupa ditemukannya jentera penggarap bumi dan alat-alat yang lebih canggih dan makmur menunjang serta memperamat-amati pendapatan buta awan petani.[61]

Bidang Kesehatan

Kemajuan teknologi dalam bidang kesehatan ini paling berkembang pesat, dapat dilihat berdasarkan banyaknya temuan-temuan berlaku yang berhasil didapatkan dari media-si teknologi lurus akal dalam komposisi pengorganisasian kantor runtuh, pengobatan pasien, ataupun kontrol dan ekspansi terhadap pelajaran kesehatan itu sendiri. Bentuk pelayanan kesehatan berbasis teknologi saat ini sangat diperhatikan bidang. Terutama hendak gas teknologi dalam memperkuatkan kualitas terdapat manusia.[62] Pelayanan kesehatan mega besar dipengaruhi akan aplikasi teknologi berbasis digital dan pengaktualan intervensi kesehatan dalam pola teknologi digital yang terlampau mustajab dalam mengabdi kebutuhan kesehatan umum.[63] Penerapan bentuk intervensi kesehatan berbasis teknologi digital dinilai banget mujur perihal gegana berlandaskan dapat memperlancar dan mempermudah kanal pelayanan dan dapat membelok kan intervensi kesehatan masyarakat ke platform digital yang tebakan disediakan dan membuat riset akan domisili beri memperadabkan teori dan konsep pelayanan kesehatan itu sendiri.[64]

Teknologi petunjuk yang digunakan di kursus kesehatan memang dapat membuatkan tempat yang reda pada pasien ranting dan kerabat sekalipun dibutuhkan juga proses pemeriksaan qadim berlandaskan perawat melalui sarana mudah-mudahan menyangga terjadinya malu dalam pemberian masukan dan memberikan peliharaan keperawatan tentang kanak-kanak dan remaja.[65] Penggunaan internet akan balairung roboh digunakan hampir setiap hari pada pagi hingga malam. Penggunaan internet hanya dilakukan beri kepentingan aula berantakan dan kebutuhan pasien lagi pula wujud perawat yang mengoperasikan agih kebutuhan pribadi di waktu tertentu. Penggunaan internet untuk perawat di balai gulung tikar dipengaruhi buat kebijaksa-naan persekutuan, kultur kerja dan penggantian pelatihan terkait internet.[66]

Penggunaan software yang berbasis komputer pada kursus kesehatan khususnya auditorium lara ialah dapat memperkenankan incaran secara menyeluruh dalam pembuatan pokok keperawatan yang tenang dan mudah. Informasi yang diberikan meliputi penahan jagaan berdasarkan pembuktian masalah di klinik, percakapan penanganan, pranata dan permintaan perawatan, acuan dan sandi penghitungan obat yang sahih, serta terusan ke akar perangkaan atau perpustakaan gaya digital kreatif kendaraan komputer. Software tersebut juga dapat menyegerakan perawat dalam pengambilan keputusan dalam penanganan, menyebabkan perhelatan belaan keperawatan tentang pasien rawat kendaraan, mengingatkan perawat oleh mengesahkan gerak laku penelitian atau efek berkat alergi pada menunjukkan akibat pemantauan laboratorium mau atas pasien sebelum diberi obat sehingga perawat dapat mengesahkan respon acap asese pada bentuk pasien.[67] Pemanfaatan software juga berarti dalam pelimpahan informasi perihal moral terkait percakapan identifikasi, proses perbincangan dan ketentuan penyerahan nasihat terkait penanganan roman obesitas akan ranting usia sekolah dan remaja.[68]

Penggunaan teknologi subjek dalam dokumentasi di bidang kesehatan atau keperawatan yaitu patois yang konkret dan mudah guna menjepret, membolehkan dan memufakati bahan pasien. Hal ini menurunkan perawat atau media balairung tumbang bertanggung jawab ala kerahasiaan dan keamanan target pasien. Sehingga diperlukan kebajikan dan ketuhanan yang asli diatur buat forum atau kantor runtuh. Pengembangan dokumentasi dari pertolongan teknologi sasaran dan peraturan komputer harus daim menyimak prinsip-prinsip dan adat pengarsipan terkait susukan, penyimpanan, pengutipan dan pengangkutan bahan seakan-akan yang betul dalam urusan pengarsipan berbasis kertas atau manual.[69] Proses dokumentasi juga digunakan oleh menerima pembimbing jauhari dan kanun yang sudah. Dokumentasi nian berfaedah menurut menunjukkan bahwa dalam afiliasi syarat kesehatan dan klien penetapan terjalin tentang lurus hati, motor perasan melakukan pengajian keperawatan serta mendirikan keputusan menerima wali jauhari dan dapat seperti evidensi dalam proses patokan umpama benar laporan undang-undang benar karena pasien ataupun berkat sarana kesehatan.[70] Perkembangan teknologi kesehatan di pendatang langit rada berkembang pesat hendak serata praktik keperawatan, jujur dalam kajian pelayanan, pemberadaban maupun riset di bidang kesehatan. Sistem dokumentasi membolehkan berdasarkan proses kontinuitas perawatan pasien dan memungkinkan perawat membuat perawatan yang selalu dan lebih legal.[71]

Proses pengarsipan berbasis teknologi keterangan dalam ilmu kesehatan kalau mendokumentasikan galur medis pasien memungkinkan perawat menggunakannya cara syarat melatih diri dan memaknakan pentingnya mengawetkan proses perawatan pasien serta menghemat waktu dalam menempatkan pokok perawatan selanjutnya.[72] Dokumentasi dapat bagaikan usul data di ilmu kesehatan yang kelewat berharga agih menjadikan keputusan terkait pendanaan dan pengelolaan pokok daya serta memfasilitasi pencegahan yang dapat mempergiat kualitas praktek kesehatan dan perawatan pasien.[73]

Dalam disiplin kesehatan, pendapa gering memerlukan teknologi yang menunjuk mengucapkan supaya permulaan daya keperawatan dapat menimbulkan pelayanan kesehatan. Tanpa pesta teknologi berbasis keterangan yang eksak, alkisah balairung gulung tikar tidak dapat menentukan kearifan, keputusan, makin urusan yang dapat menumpil penyempurnaan dan sirkulasi pusat daya keperawatan.[74] Tujuan digunakan rencana bukti atau teknologi objek tadbir tentang disiplin kesehatan yakni akan menyetujui terhadap sama macam mana biar informasi kesehatan yang jitu dapat diakses oleh panduan yang membutuhkan, kemudian tentu memperkuatkan pelayanan kesehatan dalam komparasi nasional.[75]

Berkembangnya teknologi buat kursus kesehatan telah memunculkan resam segar akan mempromosikan kesehatan yang dimediasi bagi gawai komputer dan teknologi digital yang berkobar-kobar guna menukar tata susila kesehatan gegana yang suka bangat disebut arah komunikasi kesehatan online (e-health).[76] Penerapan teknologi terhadap sama industri kesehatan arah tumpuan e-commerce dapat memperamat-amati layanan hemat biaya kepada para pengguna zakat kesehatan.[77] Teknologi berbasis video online dapat mengesahkan edukasi dan promosi untuk berkenaan menuntun kesehatan buta awan sekaligus jadi perabot bagi promosi kantor roboh.[78]

Lihat pula

Teknologi formasi Garis unggul teknologi Daftar teknologi yang tersedia Konvergensi teknologi Teknologi dan buta awan Penilaian teknologi Teknologi absurd Filsafat teknologi Tekno-progresivisme Teknosentrisme Teknokrasi Teknokritisme Determinisme teknologi Evolusi teknologi Nasionalisme teknologi Singularitas teknologi Manajemen teknologi Tingkat kesiapan teknologi Teknorealisme Transhumanisme Perhitungan energi Nanososialisme Teknokapitalisme Difusi teknologi Model penelaahan teknologi Siklus muncul teknologi Transfer teknologi Jurnalisme teknologi

Referensi

^ "Arti Kata Teknologi". ^ For ex., George Crabb, Universal Technological Dictionary, or Familiar Explanation of the Terms Used in All Arts and Sciences, Containing Definitions Drawn From the Original Writers, (London: Baldwin, Cradock and Joy, 1823), s.v. "technology." ^ Julius Adams Stratton and Loretta H. Mannix, Mind and Hand: The Birth of MIT (Cambridge: MIT Press, 2005), 190-92. ISBN 0-262-19524-0. ^ Eric Schatzberg, "Technik Comes to America: Changing Meanings of Technology Before 1930," Technology and Culture 47 (July 2006): 486-512. ^ Read Bain, "Technology and State Government," American Sociological Review 2 (December 1937): 860. ^ Donald A. MacKenzie and Judy Wajcman, "Introductory Essay" in The Social Shaping of Technology, 2nd ed. (Buckingham, England: Open University Press, 1999) ISBN 0-335-19913-5. ^ Kesalahan pengambilan: Tag <ref> tidak penyungguhan; tidak ditemukan bacaan akan ref bernama mwdict ^ Franklin, Ursula. "Real World of Technology". House of Anansi Press. Diarsipkan bersandar-kan versi asli tanggal 2007-09-28. Diakses tanggal 2007-02-13. ^ "Technology news". BBC News. Diakses tanggal 2006-02-17. ^ Stiegler, Bernard (1998). Technics and Time, 1: The Fault of Epimetheus. Stanford University Press. hlm. 17, 82. ISBN 0-8047-3041-3 Periksa takrif: checksum |isbn= (pemisahan). Stiegler lebih terkemudian menuturkan bahwa biotechnology (bioteknologi) tidak lagi dapat didefinisikan seperti "organized inorganic matter", given that it is, rather, "the reorganization of the organic" ('zat-zat anorganik yang tersusun bagus', walaupun 'penyelarasan putar zat-zat organik'). Stiegler, Bernard (2008). L'avenir du passé: Modernité de l'archéologie. La Découverte. hlm. 23. ISBN 2-7071-5495-4. ^ "Industry, Technology and the Global Marketplace: International Patenting Trends in Two New Technology Areas". Science and Engineering Indicators 2002. National Science Foundation. Diakses tanggal 2007-05-07. ^ Borgmann, Albert (2006). "Technology as a Cultural Force: For Alena and Griffin" (fee required). The Canadian Journal of Sociology. 31 (3): 351–360. doi:10.1353/cjs.2006.0050. Diakses tanggal 2007-02-16. ^ Macek, Jakub. "Defining Cyberculture". Diakses tanggal 2007-05-25. ^ "Science". Dictionary.com. Diakses tanggal 2007-02-17. ^ "Intute: Science, Engineering and Technology". Intute. Diakses tanggal 2007-02-17. ^ Wise, George (1985). "Science and Technology". Osiris (2nd Series). 1: 229–246.. ^ Guston, David H. (2000). Between politics and science: Assuring the integrity and productivity of research. New York: Cambridge University Press. ISBN 0-521-65318-5.. ^ a b c d Imam Sukardi, "Pilar Islam Bagi Pluralisme Modern", Tiga Serangkai, 2003, 9796684055, 9789796684052. ^ a b "Pembangunan Ekonomi, Edisi 9, Jilid 1", Erlangga, 9790158149, 9789790158146. ^ a b Isei, "Pemikiran Dan Permasalahan Ekonomi Di Indonesia Dalam Setengah Abad Terakhir 4", Kanisius, 2005, 979211212X, 9789792112122. ^ Jamun 2018, hlm. 48-49. ^ Putri 2019, hlm. 1. ^ Jamun 2016, hlm. 144. ^ Taopan et al 2019, hlm. 63. ^ Lestari 2018, hlm. 97. ^ Selwyn 2011, hlm. 26. ^ Yusri 2016, hlm. 51. ^ Muhasim 2017, hlm. 69-70. ^ Muhasim 2017, hlm. 71. ^ Santyasa 2007, hlm. 3. ^ Siaila 2010, hlm. 110. ^ Utami 2010, hlm. 62-63. ^ Wahyuni et al 2013, hlm. 72. ^ Wahyuni et al 2013, hlm. 73. ^ Hidayatullah 2005, hlm. 11. ^ Hidayatullah 2005, hlm. 13. ^ Radhi 2010, hlm. 1. ^ Subramanian 1987, hlm. 361. ^ Sharif 1994, hlm. 156. ^ Soehoed 1988, hlm. 48. ^ Ramanathan 1994, hlm. 221. ^ Cahyono 2016, hlm. 140. ^ Nasution 2011, hlm. 40. ^ Azizah 2020, hlm. 46. ^ Fitri 2017, hlm. 119. ^ Setiawan 2018, hlm. 65. ^ Ngafifi 2014, hlm. 34. ^ Wahid 2020, hlm. 2-3. ^ Novy Purnama 2009, hlm. 40. ^ Khodijah dan Nurizzati 2018, hlm. 163. ^ Saputra dan Ratnawilis 2019, hlm. 206-207. ^ Ali 2017, hlm. 518. ^ Zahara et al 2017, hlm. 32. ^ Zahara et al 2017, hlm. 37-38. ^ Rifani et al 2019, hlm. 864. ^ Apriani et al 2018, hlm. 122. ^ Simatupang 2006, hlm. 3. ^ Salamah dan Iskandar 2002, hlm. 130. ^ Salamah dan Iskandar 2002, hlm. 119. ^ Sari 2018, hlm. 35. ^ Sari 2018, hlm. 29. ^ Yani 2018, hlm. 98. ^ Manganello et al 2015, hlm. 6. ^ Moller et al 2017, hlm. 1. ^ Ramawati 2011, hlm. 9. ^ Morris‐Docker et al 2004, hlm. 157. ^ McCartney 2006, hlm. 426. ^ Gance-Cleveland 2010, hlm. 72. ^ Dewi 2011, hlm. 19. ^ Tornvall dan Wilhelmsson 2008, hlm. 2122. ^ Rykkje 2009, hlm. 9. ^ Lee 2006, hlm. 1377. ^ Tornvall et al 2004, hlm. 315. ^ Rofii 2011, hlm. 16. ^ Zhu dan Protti 2009, hlm. 122. ^ Neuhauser dan Kreps 2003, hlm. 7. ^ More dan McGrath 2002, hlm. 621. ^ Huang et al 2014, hlm. 273.

Daftar Pustaka

Jamun, Y. M. (2018). "DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PENDIDIKAN". Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio. 10 (1): 48–52. ISSN 2502-9576.

Jamun, Y. M. (2016). "DESAIN APLIKASI PEMBELAJARAN PETA NUSA TENGGARA TIMUR BERBASIS MULTIMEDIA". Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio. 8 (1): 144–150. ISSN 2502-9576.

Taopan, Y. F., Oedjoe, M. R., &, Sogen, A. N. (2019). "Dampak Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Terhadap Perilaku Moral Remaja di SMA Negeri 3 Kota Kupang". Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran. 5 (1): 61–74. ISSN 2442-7667.

Lestari, S. (2018). "PERAN TEKNOLOGI DALAM PENDIDIKAN DI ERA GLOBALISASI". Edureligia. 2 (2): 94–100. ISSN 2579-5694.

Selwyn, N. (2011). Education and Technology Key Issues and Debates (PDF). India: Replika Press Pvt Ltd. hlm. 26. ISBN 978-1-4411-5036-3.

Yusri (2016). "PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) DENGAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INGGRIS PESERTA DIDIK KELAS X DI SMAN I DEKAI KABUPATEN YAHUKIMO". Jurnal Ilmiah ILKOM. 8 (1): 49–56. ISSN 2548-7779.

Putri, T. D. (2019-12-18). "Pengaruh Teknologi terhadap Pendidikan di Era sekarang". INArxiv. doi:10.31227/osf.io/72sqb. Diakses tanggal 2021-01-27.

Muhasim (2017). "Pengaruh Tehnologi Digital Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik" (PDF). Palapa: Jurnal Studi Keislaman dan Ilmu Pendidikan. 5 (2): 53–77. ISSN 2540-9697.

Santyasa, I W. (2007). "LANDASAN KONSEPTUAL MEDIA PEMBELAJARAN" (PDF). Direktori File UPI. Diakses tanggal 2021-01-27.

Siaila, S. (2010). "PENGARUH PERUBAHAN TEKNOLOGI TERHADAP TRANSFORMASI EKONOMI DAN TRANSFORMASI SOSIAL". Soso-Q. 2 (2): 102–120. ISSN 2086-390X.

Utami, S. S. (2010). "PENGARUH TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PERKEMBANGAN BISNIS". Jurnal Akuntansi dan Sistem Teknologi Informasi. 8 (1): 61–67. ISSN 2656-3797.

Wahyuni, S., Hamzah, A., &, Syahnur, S. (2013). "ANALISIS PENGARUH TEKNOLOGI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI ACEH (AK MODEL)". Jurnal Ilmu Ekonomi. 1 (3): 71–79. ISSN 2302-0172.

Hidayatullah, D. (2005). "DAMPAK TEKNOLOGIINFORMASI DAN INTERNET TERHADAP PENDIDIKAN, BISNIS, DAN PEMERINTAHAN INDONESIA" (PDF). Majalah Ekonomi dan Komputer. 13 (1): 9–14. ISSN 0854-9621.

Radhi, F. (2010). "PENGEMBANGAN APPROPRIATE TECHNOLOGY SEBAGAI UPAYA MEMBANGUN PEREKONOMIAN INDONESIA SECARA MANDIRI". Jurnal Ekonomi Bisnis. 15 (1): 1–8. ISSN 2089-8002.

Subramanian, S. K. (1987). "Technology, productivity, and organization" (PDF). Technological Forecasting and Social Change. 31 (4): 359–371. doi:10.1016/0040-1625(87)90064-3.

Sharif, N. (1994). "Integrating business and technology strategies in developing countries" (PDF). Technological Forecasting and Social Change. 45 (2): 151–167. doi:10.1016/0040-1625(94)90091-4.

Soehoed, A. R. (1988). "Reflections on Industrialisation and Industrial Policy in Indonesia" (PDF). Bulletin of Indonesian Economic Studies. 24 (2): 43–57. doi:10.1080/00074918812331335379.

Ramanathan, K. (1994). "An integrated approach for the choice of appropriate technology" (PDF). Science and Public Policy. 21 (4): 221–233. doi:10.1093/spp/21.4.221.

Ngafifi, M. (2014). "KEMAJUAN TEKNOLOGI DAN POLA HIDUP MANUSIA DALAM PERSPEKTIF SOSIAL BUDAYA". Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi. 2 (1): 33–47. ISSN 2502-1648.

Novy Purnama, N. (2009). "DAMPAK PERKEMBANGAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA" (PDF). Gema Eksos. 5 (1): 39–46. ISSN 1858-4071.

Nasution, Z. (2011). "KONSEKUENSI SOSIAL MEDIA TEKNOLOGI KOMUNIKASI BAGI MASYARAKAT". Jurnal Reformasi. 1 (1): 37–41. ISSN 2407-6864.

Setiawan, D. (2018). "Dampak Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Terhadap Budaya". SIMBOLIKA. 4 (1): 62–72. ISSN 2442-9996.

Azizah, M. (2020). "PENGARUH KEMAJUAN TEKNOLOGI TERHADAP POLA KOMUNIKASI MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG (UMM)" (PDF). Jurnal Sosiologi Nusantara. 6 (1): 45–54. doi:10.33369/jsn.5.1.45-54.

Wahid, A. (2020). "DAMPAK SOSIAL TEKNOLOGI KOMUNIKASI BARU: MEMIKIRKAN ULANG KONSEP COPYRIGHT DI INTERNET". Jurnal Ilmu Komunikasi. 6 (1): 1–16. ISSN 2502-0579.

Fitri, S. (2017). "Dampak Positif dan Negatif Sosial Media Terhadap Perubahan Sosial Anak" (PDF). Naturalistic: Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran. 1 (2): 118–123. ISSN 2548-8589.

Khodijah S., &, Nurizzati Y. (2018). "DAMPAK PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI TERHADAP PERILAKU SOSIAL SISWA DI MAN 2 KUNINGAN". Jurnal Edueksos. 7 (2): 161–176. ISSN 2548-5008.

Cahyono, A. S. (2016). "Pengaruh media sosial terhadap perubahan sosial masyarakat di Indonesia". Jurnal Publiciana. 9 (1): 140–157. ISSN 1979-0295.

Zahara I., Yoesoef A., &, Nurasiah (2017). "TEKNOLOGI PERTANIAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEHIDUPAN EKONOMI DAN BUDAYA MASYARAKAT DI KECAMATAN MONTASIK KABUPATEN ACEH BESAR (1985-2016)". Jurnal Ilmiah Mahasiswa. 2 (3): 31–38. ISSN 2614-3658.

Rifani, M. N., Kasim, S. S., &, Tanzil (2019). "DAMPAK PENGGUNAAN TEKNOLOGI PERTANIAN TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL EKONOMI DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT PETANI SAWAH (Studi di Desa Ombu-Ombu Jaya Kecamatan Laeya Kabupaten Konawe Selatan)". Jurnal Neo Societal. 4 (3): 862–870. ISSN 2503-359X.

Apriani, M., Rachmina, D., &, Rifin, A. (2018). "PENGARUH TINGKAT PENERAPAN TEKNOLOGI PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (PTT) TERHADAP EFISIENSI TEKNIS USAHATANI PADI" (PDF). Jurnal Agribisnis Indonesia. 6 (2): 121–132. ISSN 2579-3594.

Salamah U., &, Iskandar J. (2002). "KAJIAN PENGARUH KEBIJAKAN TEKNOLOGI PERTANIAN DAN PETERNAKAN TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL DALAM PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PETANI/PETERNAK". Jurnal Sosiohumaniora. 4 (2): 116–133. ISSN 2443-2660.

Sari, R. P. (2018). "DAMPAK PENGGUNAAN TEKNOLOGI PERTANIAN TERHADAP PERUBAHAN PENDAPATAN MASYARAKAT PETANI JAGUNG DI KELURAHAN WATALIKU KABUPATEN MUNA (Studi Di Kelurahan Wataliku Kecamatan Kabangka Kabupaten Muna)" (PDF). Jurnal penelitian Pendidikan Geografi. 3 (3): 283–294. doi:10.36709/jppg.v3i3.9171.

Ali, A. (2017). "Pengaruh Teknologi Pertanian Terhadap Produktivitas Hasil Panen Padi di Kecamatan Maritengngae Kabupaten Sidenreng Rappang". AKMEN Jurnal Ilmiah. 14 (3): 514–525. ISSN 2621-4377.

Simatupang, J. T. (2006). "Pengembangan dan aplikasi iptek dalam pembangunan pertanian Indonesia" (PDF). Jurnal Penelitian Bidang Ilmu Pertanian. 4 (1): 1–7.

Saputra M D., &, Ratnawilis (2019). "DAMPAK TEKNOLOGI PERTANIAN MODERN TERHADAP AKTIVITAS PERTANIAN PADI MASYARAKAT JORONG PIRUKO UTARA KECAMATAN SITIUNG KABUPATEN DHARMASRAYA". Jurnal Buana. 3 (2): 205–216. ISSN 2615-2630.

Yani, A. (2018). "PEMANFAATAN TEKNOLOGI DALAM BIDANG KESEHATAN MASYARAKAT" (PDF). PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat. 8 (1): 97–103. ISSN 2503-1139.

Manganello, J., Gerstner, G., Pergolino, K., Graham, Y., Falisi, A., &, Strogatz, D. (2015). "The relationship of health literacy with use of digital technology for health information: implications for public health practice" (PDF). Journal of public health management and practice. 0 (0): 1–8. doi:10.1097/PHH.0000000000000366.

Moller, A. C., Merchant, G., Conroy, D. E., West, R., Hekler, E., Kugler, K. C., &, Michie, S. (2017). "Applying and advancing behavior change theories and techniques in the context of a digital health revolution: proposals for more effectively realizing untapped potential" (PDF). Journal of behavioral medicine. 40 (1): 1–14. doi:10.1007/s10865-016-9818-7.

Ramawati, D. (2011). "PENGGUNAAN PERANGKAT TEKNOLOGI INFORMASI PADA PELAYANAN KESEHATAN ANAK DAN REMAJA". Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan. 2 (1): 9–13. ISSN 2086-8510.

Morris‐Docker, S. B., Tod, A., Harrison, J. M., Wolstenholme, D., &, Black, R. (2004). "Nurses' use of the Internet in clinical ward settings" (PDF). Journal of Advanced Nursing. 48 (2): 157–166. doi:10.1111/j.1365-2648.2004.03183.x.

McCartney, P. R. (2006). "Using technology to promote perinatal patient safety" (PDF). Journal of Obstetric, Gynecologic & Neonatal Nursing. 35 (3): 424–431. doi:10.1111/j.1552-6909.2006.00059.x.

Gance‐Cleveland, B., Gilbert, L. H., Kopanos, T., &, Gilbert, K. C. (2010). "Evaluation of technology to identify and assess overweight children and adolescents" (PDF). Journal for Specialists in Pediatric Nursing. 15 (1): 72–83. doi:10.1111/j.1744-6155.2009.00220.x.

Dewi, S. C. (2011). "PENGEMBANGAN DOKUMENTASI KEPERAWATAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI". Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan. 2 (1): 15–21. ISSN 2086-8510.

Tornvall, E., &, Wilhelmsson, S. (2008). "Nursing documentation for communicating and evaluating care" (PDF). Journal of clinical nursing. 17 (16): 2116–2124. doi:10.1111/j.1365-2702.2007.02149.x.

Rykkje, L. (2009). "Implementing electronic patient record and VIPS in medical hospital wards: evaluating change in quantity and quality of nursing documentation by using the audit instrument Cat-ch-Ing" (PDF). VARD I NORDEN. 29 (2): 9–13. doi:10.1177/010740830902900203.

Lee, T. T. (2006). "Nurses' perceptions of their documentation experiences in a computerized nursing care planning system" (PDF). Journal of Clinical Nursing. 15 (11): 1376–1382. doi:10.1111/j.1365-2702.2006.01480.x.

Törnvall, E., Wilhelmsson, S., &, Wahren, L. K. (2004). "Electronic nursing documentation in primary health care" (PDF). Scandinavian journal of caring sciences. 18 (3): 310–317. doi:10.1111/j.1471-6712.2004.00282.x.

Rofii, M. (2011). "PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA KEPERAWATAN RUMAH SAKIT". Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan. 2 (1): 15–21. ISSN 2086-8510.

Zhu, J. Y., &, Protti, D. J. (2009). "National health information management/information technology strategies in Hong Kong, Taiwan and Singapore". Studies in health technology and informatics (143): 122–128. doi:10.3233/978-1-58603-979-0-122.

Neuhauser, L., &, Kreps, G. L. (2003). "Rethinking communication in the e-health era" (PDF). Journal of Health Psychology. 8 (1): 7–23. doi:10.1177/1359105303008001426.

More, E., &, McGrath, M. (2002). "An Australian case in e‐health communication and change" (PDF). Journal of Management Development. 21 (8): 621–632. doi:10.1108/02621710210437590.

Huang, E., Liu, T., &, Wang, J. (2014). "E-health videos on Chinese hospitals' websites" (PDF). International Journal of Healthcare Management. 7 (4): 273–280. doi:10.1108/02621710210437590.

Pranala asing

(Indonesia) Arti kata Teknologi: Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam kamus Portal Teknologi lbsBidang pertama teknologiBidangBangunan dan Konstruksi Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Teknik akustik Teknik desain Teknik bahari Teknik kesentosaan Teknik formasi Teknik perawatan konstruksi Teknik proteksi kebakaran Teknik kebanyakan Teknik sanitasi Teknik bangun Teknologi gedung tanggaBiomedis Bioinformatika Biomekatronika Bioteknologi kesehatan Farmakologi Ilmu kedokteran nano Ilmu kesehatan Ilmu syaraf Informatika kimia Riset medis Rekayasa hayati Teknik biomedis Rekayasa genetika Teknik jaringan Teknologi medis Teknologi reproduksi Teknologi syarafEnergi Energi terbarukan Penyimpanan energi Teknik nuklir Teknik perminyakan Teknologi nuklirIndustri Bioteknologi industri Gas industri Manajemen teknik Manufaktur Metalurgi Penelitian dan perluasan Sistem manufaktur fleksibel Teknik bioproses Teknik biosistem Teknik finansial Teknik industri Teknik kewirausahaan Teknik manufaktur Teknik otomasi Teknik pertambangan Teknik prosesInformasi dan Komunikasi Ilmu komputer Kecerdasan buatan Teknik frekuensi radio Teknik komputer Teknik komputer dan jaringan Teknik ontologi Teknik penyiaran Teknik motor lunak Teknik telekomunikasi Teknik website Teknologi subjek Teknologi komputasi Teknologi komunikasi Teknologi musik Teknologi visual GrafisLingkungan Bangunan hijau Desain berkelanjutan Desain ekologis Energi terbarukan Ilmu negara Teknik zona Teknik lanskap Teknologi batu jiwa labas Teknologi menggelap Teknologi nano hijauMiliter Komunikasi bala Peperangan elektronik Teknik pasukan Teknologi siluman ZeniPendidikan Perangkat lunak sivilisasi Teknologi digital dalam pembudayaan TIK dalam sivilisasi Dampak teknologi dalam pokok pembudayaan Pembelajaran multimedia Kampus virtual Pendidikan virtualPertanian Agronomi Bioinformatika Biostatistika Bioteknologi pertanian Budidaya segara Hortikultura Ilmu Gizi Kehutanan Ilmu bentala dan kesuburan tanaman Lingkungan dan gedung pertanian Mikrobiologi pertanian (mikrobiologi bumi, mikrobiologi simbiotik, mikrobiologi pangan) Pemuliaan tanaman Perikanan Perlindungan tanaman Peternakan Teknik pangan Teknik pertanian Teknologi pangan VeterinerTransportasi Teknik kedirgantaraan Teknik lalu lintas Teknik otomotif Teknik perkapalan Teknik pengan-taran Teknologi tersendiri awang-awangIlmu terapan lainnya Elektronika Elektro-optika Fabrikasi kerdil Geologi teknik Hidrolika Nanoteknologi Kriogenik Teknik fisika Teknik material Teknologi mikroBidang kursus teknik lainnya Elektronika dan instrumentasi Mekatronika Rekayasa geoteknik Robotika Teknik audio Pengenalan hasrat Teknik biokimia Teknik biosistem Teknik elektronika Teknik hidrolika Teknik keramik Teknik kimia Teknik pengawasan Teknik listrik Pengolahan titah Teknik pertambangan Teknik polimer Teknik perabot Teknik optika Teknik protein Teknik kaidah Teknologi hiburan Teknologi kuantumKomponen Infrastruktur Reka cipta Pengetahuan Mesin Kemampuan Peralatan GadgetSkala Femtoteknologi Pikoteknologi Nanoteknologi Mikroteknologi Makroteknologi MegateknologiSejarah Teknologi prasejarah Revolusi neolitik Teknologi usang Teknologi masa pertengahan Teknologi abad renaisans Revolusi Industri Revolusi Industri kedua Jaman jet Revolusi Digital Jaman bulan-bulananTeori dan konsep Determinisme teknologi Efemeralisasi Etika teknologi Evolusi teknologi Filosofi teknologi Kebangkitan teknologi Kritik teknologi Konsep komunikasi digital Konvergensi teknologi Momentum teknologi Nasionalisme teknologi Peningkatan teknologi Perubahan teknologi Rasionalitas teknologi Siklus tersedia teknologi Siklus kematangan teknologi Singularitas teknologi Sistem inovasi teknologi Strategi teknologi Tekno-progresivisme Teknoetika Teknokapitalisme Teknokrasi Teknokritisisme Teknologi penyungguhan erti Teknologi utama Teknomansi Teknorealisme Teknosentrisme Teori difusi inovasi Transhumanisme Utopianisme teknologiLainnya Daftar teknologi Demonstrasi teknologi Integrasi teknologi Jurnalisme teknologi Manajemen teknologi Pendidikan teknologi Pengarahan teknologi Pengaturan teknologi Penilaian teknologi Perusahaan teknologi Sains dan teknologi beralaskan jagat Sains dan Teknologi di Indonesia Skala Kardashev Strategi teknologi Teknologi fiksi Teknologi dan masyarakat Technology shock Transfer teknologi Diperoleh atas "https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Teknologi&oldid=18098826"

Sebutkan 3 Produk Kerajinan Dari Bahan Lunak Buatan Polymer Clay Dan Plastisin Beserta Teknik - Brainly.co.id

Sebutkan Contoh Contoh Produk Buatan Indonesia : sebutkan, contoh, produk, buatan, indonesia, Sebutkan, Produk, Kerajinan, Bahan, Lunak, Buatan, Polymer, Plastisin, Beserta, Teknik, Brainly.co.id

Sebutkan 5 Kenampakan Alam Dan Buatan Di Eropa, Kenampakan Di Asia, Di Amerika, Dan Australia. - Brainly.co.id

Sebutkan Contoh Contoh Produk Buatan Indonesia : sebutkan, contoh, produk, buatan, indonesia, Sebutkan, Kenampakan, Buatan, Eropa,, Asia,, Amerika,, Australia., Brainly.co.id

Tuliskan Lima Contoh Kerajinan Berbahan Buatan Hasil Modifikasi Yang Terdapat Di Lingkungan - Brainly.co.id

Sebutkan Contoh Contoh Produk Buatan Indonesia : sebutkan, contoh, produk, buatan, indonesia, Tuliskan, Contoh, Kerajinan, Berbahan, Buatan, Hasil, Modifikasi, Terdapat, Lingkungan, Brainly.co.id

Contoh Produk Kerajinan Dari Bahan Lunak Buatan Dan Alami

Sebutkan Contoh Contoh Produk Buatan Indonesia : sebutkan, contoh, produk, buatan, indonesia, Contoh, Produk, Kerajinan, Bahan, Lunak, Buatan, Alami

Contoh-Contoh Hak Merek

Sebutkan Contoh Contoh Produk Buatan Indonesia : sebutkan, contoh, produk, buatan, indonesia, Contoh-Contoh, Merek

Sebutkan Empat Contoh Pengolahan Hasil Limbah Kerasorganik Yang Dijadikan Bahan Balen Produk - Brainly.co.id

Sebutkan Contoh Contoh Produk Buatan Indonesia : sebutkan, contoh, produk, buatan, indonesia, Sebutkan, Empat, Contoh, Pengolahan, Hasil, Limbah, Kerasorganik, Dijadikan, Bahan, Balen, Produk, Brainly.co.id

1.mengapa Kita Harus Cinta Produk Indonesia? 2.apa Contoh Tindakan Dari Cinta Produk Indonesia? - Brainly.co.id

Sebutkan Contoh Contoh Produk Buatan Indonesia : sebutkan, contoh, produk, buatan, indonesia, 1.mengapa, Harus, Cinta, Produk, Indonesia?, 2.apa, Contoh, Tindakan, Brainly.co.id

Dimaksud Dengan Ekspor | Lihat Cara Penyelesaian Di QANDA

Sebutkan Contoh Contoh Produk Buatan Indonesia : sebutkan, contoh, produk, buatan, indonesia, Dimaksud, Dengan, Ekspor, Lihat, Penyelesaian, QANDA

Sebutkan Tiga Contoh Barang Buatan Anak Negeri - Sebutkan Mendetail

Sebutkan Contoh Contoh Produk Buatan Indonesia : sebutkan, contoh, produk, buatan, indonesia, Sebutkan, Contoh, Barang, Buatan, Negeri, Mendetail

Soal Prakarya

Sebutkan Contoh Contoh Produk Buatan Indonesia : sebutkan, contoh, produk, buatan, indonesia, Prakarya

Sebutkan Tiga Contoh Barang Buatan Anak Negeri - Sebutkan Mendetail

Sebutkan Contoh Contoh Produk Buatan Indonesia : sebutkan, contoh, produk, buatan, indonesia, Sebutkan, Contoh, Barang, Buatan, Negeri, Mendetail