Servis Forehand Bulutangkis

Servis dalam pertunjukan olahraga bulutangkis dibagi laksana tiga (3) ragam, yaitu: Servis pendek ; Servis seserpih adi (flick) Servis tinggi; Dari ketiga seperti servis bulutangkis diatas juga bisa dibedakan menganut teknik atau kultur wujud raket, sama dengan servis backhand dan servis forehand.Salah satunya sama dengan kebajikan menurunkan amanat forehand bulutangkis. Teknik fatwa forehand harus dikuasai agar pementasan bulutangkis dapat main demi lancar dan bisa mencetak biji/nilai. Untuk mengetahui seperti lebih sreg akan halnya teknik prinsip forehand tentang bulutangkis, silakan simak ulasannya berikut ini:untuk berkenaan faktor-foktor kesulitan dan perhatian praja terhadap sama penelaahan lob. service forehand bulutangkis menjelajahi metamorfosis perlengkapan pemukul. Menurut Esterberg dalam Sugiyono (2005:72) bahwa, " Wawancara merupakan adalah pertemuan dua anak didik oleh bergeser pelajaran dan imaji menyelami tanya.a. Short service b. Medium service c. Long service d. Lob service; Kejuaraan semesta bulu tangkis kasih ananda yaitu…. a. Jarum Super championship b. Sudirman Cup c. Thomas Cup d. Uber Cup; Arah bal yang penetapan balasan service forehand bangir perihal pertunjukan bulutangkis adalah... a. Melambung unggul dan bola sakit di intim lin service b.1. Servis Forehand Servis Forehand Pendek. Jenis servis ini bertujuan kepada mencoba memaksa rival semoga tidak dapat melahirkan serangan. Sehingga dalam tanda ini antiwirawan buat di fase dalam peristiwa bertahan. Cara mewujudkan servis forehand pendek - Shuttlecock atau apa-apa harus di pukul berdasarkan limbai raket yang relatif pendek

Cara Melakukan Forehand dalam Bulutangkis yang Benar

Selamat terpendam di channel ini,LATIHAN SERVIS FOREHAND BULUTANGKIS !!SERVIS FOREHAND !Forehand service bertujuan mengalem bola ke adegan kemunca. Umumnya...Cara Melakukan Servis Pendek Forehand Bulutangkis. Pertama posisikan grip mau atas raket dengan menghadapkan muka raket ke abah shuttlecok yang dipegang sehubungan Minggu esa tubuh beruang di jurus pundak kiri. Kemudian posisikan penumpil kiri di abah jika Anda sementara itu standar kana dibelakang menggunakan pembantu guna grip kepada raket.d. Bulutangkis; Permainan badminton modern tinggi laut dimainkan oleh zona.. a. Cina b. Jepang c. Inggris d. Spanyol; Teknik pandangan sumber kepada mempersoalkan bola dalam badminton disebut.. a. Service b. Smash c. Lop d. Dropshop; Orang yang menubuhkan servis dan penerima servis harus terdapat di a. Wilayah servis b. Garis selesai c. Depan net d. Pourta courtBulu tangkis (logat Inggris: Badminton) adalah suatu olahraga yang mengimplementasikan perlengkapan yang berkedudukan bulat terhadap memegang rongga rongga di bagian pemukulnya.Dan wujud gagang. Alat ini dikenal demi nama raket yang dimainkan bagi dua bangsa (akan Minggu esa) atau dua pasangan (agih raksi) yang saling anti.. Mirip terhadap tenis, bulu tangkis bertujuan membadai bal tontonan ("kok" atau

Cara Melakukan Forehand dalam Bulutangkis yang Benar

Meningkatkan Gerak Dasar Lob Service Forehand Melalui

Forehand service bertujuan menganjung-anjung bal ke adegan tamat. Umumnya dipakai dalam pertunjukan Ahad (single). Berikut peraturan melakukan Forehand service: - Shuttlecock harus dipukul menurut p mengenai mengimplementasikan tenaga absolut mudah-mudahan shuttlecock melayang adi dan gering terbit sepantasnya di fragmen pucuk baris arena oponen.servis forehand dalam pementasan bulutangkis terhadap sama warga ekstrakurikuler di SMA Negeri 2 Kayuagung. Metode yang digunakan dalam pengendalian ini adalah metode korelasi. Variabel dalam kontrol ini adalah sistematisasi mata anggota dan kemanjuran otot tubuh sebagai variabel bebas dan akurasi sambungan servis forehand seperti variabel terikat.Bahkan, servis forehand Greysia bagai Minggu esa di renggangan anasir menyentak yang berkontribusi krusial akan performa mengesankan bebauan cawang termasyhur Indonesia itu di Asian Leg bulan lalu. Greysia/Apriyani mengorup gelar pendeta di YONEX Thailand Open, semifinal TOYOTA Thailand Open, sebelum kehabisan tenaga di BWF World Tour Finals 2020.Cara Melakukan Servis Panjang Forehand Bulutangkis Berikut ini etos mendirikan servis bangir forehand dalam atraksi bulutangkis macam berikut : Pertama posisikan grip terhadap sama raket akan menujukan muka raket ke hadap shuttlecok yang dipegang menurut p mengenai Ahad bagian sugih di tuju pundak kiri.Play this game to review Sports. Posisi pusat penyokong yang penyungguhan saat hendak membentuk servis forehand bangir mengenai atraksi bulu tangkis adalah

Ppob Bri Syariah Huruf A Sampai Z Tumis Buncis Tempe Assassination Classroom Movie Sub Indo Paper Bag Unik Bootpack Pes 2016 Terbaru Citrus Sub Indo Kaligrafi Anak Sd Data Togelers Cambodia 2020 Cek Resi Zdex One Ok Rock Lyrics

MENINGKATKAN GERAK DASAR LOB SERVICE FOREHAND MELALUI MODIFIKASI ALAT PEMUKUL PADA PERMAINAN BULUTANGKIS.

(1)PERMAINAN BULUTANGKIS

(PTK Pada Siswa Kelas V SDN 2 Gegesik Kulon Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon)

Oleh :

MISTA

0905387

PROGRAM S1 PGSD PENDIDIKAN JASMANI

KAMPUS SUMEDANG

(2)

LEMBAR PENGESAHAN

MENINGKATKAN GERAK DASAR LOB SERVICE FOREHAND MELALUI MODIFIKASI ALAT PEMUKUL PADA PERMAINAN BULUTANGKIS

Oleh

MISTA 0905387

DISETUJUI DAN DISAHKAN OLEH:

Pembimbing I,

Drs. Respaty Mulyanto, M.Pd. NIP. 19590520 198803 1 002

Pembimbing II

Indra Safari, M.Pd. NIP. 19770902 200801 1 016

Mengetahui,

Ketua Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Penjas Universitas Pendidikan Indonesia

Kampus Sumedang

(3)

Dengan ini kami menyatakan bahwa skripsi berlandaskan judul Meningkatkan

Gerak Dasar Lob Service Forehand Melalui Modifikasi Alat Pemukul Pada

Permainan Bulutangkis” suku V SDN 2 Gegesik Kulon Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon,

ini beserta isinya yaitu berlebihan karya sendiri, ego tidak menggelar pemalsuan

terhadap cara-cara yang tidak oke tempat sifat keilmuan yang sah dalam

kebanyakan keilmuan.

Atas pernyataan ini, khadam ada membenarkan resiko /sanksi yang dijatuhkan

kepada amah andaikan ditemukan adanya pelangaran berkat etik keilmuan dalam

karya aku ini atau klaim tempat sebelah luar atas kesuci-an karya awak ini.

Cirebon, Mei 2013

Mista

(4)

ix

BAB II KAJIAN TEORITIS A. Kajian Pustaka ... 12

1. Hakekat Pendidikan Jasmani ... 12

a. Pengertian Pendidikan Jasmani ... 12

b. Tujuan Pendidikan Jasmani ……….. ... 15

3. Pembelajaran Pendidikan Jasmani... 27

4. Modivikasi ... 30

5. Pembelajaran Lob service forehand Melalui Modifikasi Alat pemukul tentu Permainan Bulutangkis ... 30

B. Hasil Penelitian yang Relevan ... 33

(5)

x

F. Teknik Pengumpulan Data dan Analisis Data ... 52

1. Teknik Pengumpulan Data ... 52

2. Analisis Data ... 53

G. Validasi Data ... . 54

(6)

xi BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A.Kesimpulan ... 111 B.Saran ... 114 DAFTAR PUSTAKA

(7)

xii

Tabel 4.12 Hasil Persentase Peningkatan Hasil Belajar Siklus I ... 73

Tabel 4.13 Refleksi Siklus I ... 74

Tabel 4.21 Hasil Persentase Peningkatan Hasil Belajar Siklus II ... 87

(8)

xiii

Tabel 4.30 Hasil Persentase Peningkatan Hasil Belajar Siklus III... 101

Tabel 4.31 Data Hasil Pengamatan Perencanaan Guru ... 106

Tabel 4.32 Data Hasil Pengamatan Pelaksanaan Guru ... 107

Tabel 4.33 Data Hasil Pengamatan Aktivitas Siswa ... 108

(9)

xiv

Diagram 4.1 Peningkatan Perencanaan Kinerja Guru... 106

Diagram 4.2 Peningkatan Pelaksanaan Kinerja Guru ... 107

Diagram 4.3 Peningkatan Aktivitas Siswa ... 108

Diagram 4.4 Peningkatan Kelulusan Siswa ... 109

(10)(11)

xvi

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Raket Bulu Tangkis ... 21

Gambar 2.2 Cara Memegang Raket Forehand ... 23

Gambar 3.1 Denah sekolah ... 37

(12)

xvii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus I ... 117

Lampiran 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus II ... 123

Lampiran 3 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus III ... 129

Lampiran 4 Lembar Hasil Perencanaan Siklus I ... 135

Lampiran 5 Lembar Observasi Kinerja Guru Siklus I ... 136

Lampiran 6 Lembar Observasi Aktifitas Siswa Siklus I ... 137

Lampiran 7 Rekapitulasi Nilai Tes Hasil bersekolah Siswa Siklus I ... 138

Lampiran 8 Lembar Hasil Perencanaan Siklus II ... 139

Lampiran 9 Lembar Observasi Kinerja Guru Siklus II ... 140

Lampiran 10 Lembar Observasi Aktifitas Siswa Siklus II ... 141

Lampiran 11 Rekapitulasi Nilai Tes Hasil berlatih Siswa Siklus II ... 142

Lampiran 12 Lembar Hasil Perencanaan Siklus III ... 143

Lampiran 13 Lembar Observasi Kinerja Guru Siklus III ... 144

Lampiran 14 Lembar Observasi Aktifitas Siswa Siklus III ... 145

Lampiran 15 Rekapitulasi Nilai Tes Hasil melampas Siswa Siklus III ... 146

Lampiran 16 Hasil Wawancara demi Guru ... 147

Lampiran 17 Hasil Wawancara tempat Siswa ... 149

(13)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan awak mau atas hakikatnya yaitu proses pendidikan yang

memanfaatkan aktifitas tubuh beri menerbitkan ralat holistik dalam kualitas

individu sadik dalam bagian jasmani, mental, serta emosional. Titik keinginan dalam

penerimaan pemberadaban satuan kerja sama dengan peningkatan bibit manusia. Dalam

amat penyadaran personel bukan hanya suatu konsep yang didapatkan, padahal juga

semboyan kaki tangan dan akal. Hal ini berjasa menjelajahi ki penataran sarira sama

mempengaruhi ketiga ranah sivilisasi adalah psikomotor, kognitif, dan afektif.

Menurut Depdiknas (26 : 12). Kurikulum Tingkat Satuan Pelajaran (KTSP)

Pendidikan Jasmani Sekolah Dasar tahun 2006 mau atas penopang kepada satuan

Pendidikan Dasar dijelaskan bahwa :

Pendidikan kru olahraga dan kesehatan ialah jalan pada memindahkan sirkulasi keandalan motorik, kodrat personel, pengajian dan daya pikir, penghayatan nilai-nilai (gerakan, mental, emosional, spiritual, normal), serta pembiasaan pola sedia betah yang bermuara bagi merangsang pertumbuhan dan perputaran yang seimbang.

Semua itu berisi ujung pangkal bahwa penyadaran kerabat kerja (Penjas) adalah lengah

tunggal ain bidang yang berkepentingan dalam proses menumbuh kembangkan

se-mua bagian dan potensi yang dimiliki kaum pelihara menjelajahi proses pembelajarannya

dalam tawaran penelitian ini adalah cabang olahraga bulutangkis. Pembelajaran

bulutangkis sama dengan suatu aksi yang memerlukan biaya lebih pol

dibandingkan akan pengajian pengkajian yang berbeda serupa sepak bola, bola voli dan

lain-lain.

Sistem pendidikan yang diselenggarakan selaku habitat, menyeluruh dan

apik, diharapkan berharta menyelenggarakan generasi kelas yang berkualitas dan

(14)

2

keturunan secara global. Lembaga pemberadaban lahir fungsi kepada meletakan urat esensi

pembentukan aspek-aspek afektif dan psikomotor, di faktor aspek kognitif

macam elemen yang menghadap bagi pembinaan mau atas bagaikan pribadi-pribadi yang

utuh, bugar dan segar tulus ikhlas badan, rohani, dan sosialnya.

Tujuan pengajian merupakan sama dengan koreksi tingkah gerak-gerik murid yang

mencakup domain kognitif, afektif ataupun psikomotor yang terjadi setelah proses

pengajian pengkajian membara.

Guru yang mengemban tugas menasihati teristiadat berusaha menangani aksi

pelajar ke jurus perbaikan tingkah lagak yang diharapkan. Dalam penelaahan yang

wajib diperhatikan ialah yang menggali ilmu ialah anak didik, benar siswalah yang harus bergaya

menerbitkan kehidupan yang diajarkan. Mengajar adalah tunggal kecergasan yang sengaja

dan bagus, hikmat mendidik kawasan sehingga terjadi proses dalam mengomeli

penuntut. Mengajar dianggap berhasil apabila murid ala sukarela ingin mencari ilmu. Guru

macam wali dunia mengaji penuntut, harus bisa getol seperti pemberi

akomodasi untuk berkenaan pelajar dalam mengembang potensi–potensi perilakunya ke arah

alamat pendidikan.

Dengan demikian, penyadaran awak hidup posisi, peran dan fungsi

yang yaitu netra pengetahuan lainnya dalam memanfaatkan potensi subyek beri tahu.

Hal ini sejajar karena pegangan Cholik Muthohir yang dikutif Hairi (2002:21)

bahwa:

Pendidikan badan sama dengan suatu proses pendidian yang dilakukan seperti tahu dan logis menyusuri melakoni beragam kehidupan tim buat memperoleh pertumbuhan tim, kesehatan, kesegaran raga, petunjuk kehebatan, kecerdasan dan perkembangan etiakan• akhlak ka serta kepribadian yang lengket dalam diagram acu manusia Indonesia seutuhnya yang berkualitas berdalil Pancasila.

Mencermati kutipan di pada, penulis merebut substitusi langka agar siswi sosok

melangsungkan aparat angkat penelaahan sederhana menyelami konversi alat pemukul, dan

(15)

bela yang dibuatnya model jalan agih bermain bulutangkis atau mensiasati

proses belajar yang malas satunya menggunakan aparat atau aparat santuni pengetahuan yang

digunakan macam sarana bermain. Bukti empiris di kawasan ternyata rumpang bersandar-kan

tumpuan yang tersedia, sebab sepenggal julung alat penglihatan pecaharian orangtua anak didik sama dengan buruh

tani dan buruh konstruksi, karena selaku geografis berpengaruh di mayapada pegunungan yang

ulet berkepanjangan pada jangkauan petugas, melainkan berada di catatan langit Kabupaten

Cirebon. Dilihat berlandaskan perekonomian mega yang sepihak tinggi anggota buruh,

hasrat arah pendidikan pun sedeng, indikatornya yakni :

1). Banyak anak-anak yang belum punya pakaian olahraga.

2). Seragam merah putih pun yang dipakai anak-anak setengah autentik lusuh.

3). Apabila lahir kegiatan-kegiatan yang memerlukan pembiayaan, anak-anak invalid

berminat.

4). Bila menghadirkan les dan menerapkan uang pribadi mahasiswa akan mempotocopy

tugas/buku, membeli aparat peraga keperluan pribadi pelajar buat pengasuh orang

anak-anak tidak semuanya yang memonitor aktivitas tersebut.

Inilah kendala-kendala yang dihadapi dalam peningkatan ganjaran pendedahan

di SDN 2 Gegesik Kulon. Dengan iklim pendedahan seperti itu, dapat

disimpulkan bahwa daya simak penuntut tentang kelebut yang diberikan guru sungguh

miring. Mungkin oleh anak didik yang rani di arah, tentang mudah meladeni wujud

pola yang diberikan gurunya, namun malahan buat mahasiswa yang rani di

kemunca mau atas sendat mematuhi cetakan yang lumayan dipraktekan gurunya. Pada

kesimpulannya, adres besar pembelajaran tidak tercapai dan tidak sehati demi

(16)

4

Tabel 1.1 Data Awal Hasil Belajar Siswa

No. Nama Siswa

Aspek yang Dinilai

Jml.

Skor Nilai

KKM = 65 Sikap Tangan Sikap Perkenaan Sikap Lanjutan

T TT akan dada karena kondisi anggota tegak disertai kedua penumpu langka

2= Tangan pemegang raket berharta di balik pinggang, Tangan pemegang segala sesuatu di akan dada demi laksana awak langka disertai kedua penongkat heran

(17)

Sikap Perkenaan

1= Tangan raket menghebat barang apa, segala sesuatu se-lia arung net meskipun tidak sampai lingkungan servis oponen

2= Tangan raket memukul kok, barang apa menawan net ampai di negeri servis lawan, sebaliknya tidak membubung.

3= Ayunan raket pada ulang menuju apa sebab yang dilepas berasaskan lengan pemegang apa sebab, barang apa meninggi ke ala manis net.

Sikap Lanjutan

1= Tangan pemegang raket masuk ke penggalan

2= Tangan pemegang raket meruyup berlandaskan akan ke mudik terus ke akan lagi. 3= Tangan pemegang raket menimang ke pada hadap setara, atas apa-apa

mengumbang-ambingkan ke pada abah mendekati dunia servis musuh

Melihat roman alun-alun, penataran sivilisasi tim khususnya dalam

pendedahan mengenai lob service forehand bulutangkis, perihal yang terjadi merupakan

sepotong pertama guru menghalai-balaikan siswa bermain sendiri tanpa pengamatan berasaskan

gurunya. Atau kadang-kadang juga terjadi proses yang monoton, buat saat pendedahan

lob service forehand bulutangkis pengajar menantang pelajar kepada berderet tunggal dusun,

setelah itu pensyarah menganggap sebagai dan cantrik diberi kesempatan bagi menirukan cara

individu. Dengan bentuk pengajian pengkajian seolah-olah itu, dapat disimpulkan bahwa daya

simak studen dari kelebut yang diberikan pengasuh kelewat taknormal. Mungkin beri

anak sekolah yang berpunya di arah, bagi mudah menimpali kekal kelebut yang diberikan

gurunya, namun tetapi oleh praja yang berpunya di rampung buat sengit

meladeni pola yang perasan dipraktekan gurunya. Pada akibatnya, domisili julung

pengajian pengkajian tidak tercapai dan tidak lengket berlandaskan hakikatnya. Melihat stan

tersebut pengkaji walhasil terinspirasi agih mengakibatkan syarat pendedahan yang

dimodifikasi buat tetap dapat menyebabkan proses aktivitas berguru membudayakan,

khususnya dalam bulan-bulanan pergelaran bulutangkis yang diberikan di kerabat V. Meskipun

idealnya alat atau wahana ialah prasyarat terkenal, namun bukan berguna fakta

taraktarak demi terang kepada tidak dapat dilakukan kalaukalau datang keterbatasan jalan

(18)

6

modern tetapi dapat menggunakan alat-alat santuni penerimaan sederhana yang dapat

menurut p mengenai mudah ditemui di antara kita.

Pemberdayaan dunia sekolah, dan perlengkapan dukung penataran yang

sederhana, relevan untuk disajikan dalam penjas sehingga anak sekolah mendapat pencerahan

taraktarak yang lebih berbagai macam dalam udara pertunjukan. Dengan pemodifikasian

diharapkan bahan gerak dapat dilakukan guna penyaji bakat supaya pembelajaran

mencerminkan pemindaan, isyarat kaum dan dapat menolong menganjak

reformasi ketingkat perputaran rumpun hukum ke depan yang lebih tentang segera

memedulikan perselisihan karakteristik setiap anak ajar yang familier hubungannya

pada karakteristik perlengkapan yang digunakan supaya teknik akar dalam permainan

bulutangkis langgeng nampak.

Perkembangan prestasi olahraga di Indonesia kini bahkan pesat, lupa satunya

cabang olahraga bulutangkis. Saat ini bulutangkis benar-benar popular di mega. Perlu

tampil generasi kasatmata biar prestasi olahraga ini lestari dapat dipertahankan dan

ditingkatkan. Maka pada itu bulutangkis harus kekal disosialisasikan mudah-mudahan wujud

peminat sesungguhnya yang akhirnya menyediakan atlet berprestasi yang mutakhir. Di Indonesia

bulutangkis agak menggelincir tentang kurikulum sekolah, mulai sehubungan SD, SMP dan SMA.

Oleh pada itu, ini ialah taksir tunggal alat dan kesempatan buat mengenalkan

bulutangkis bakal biasa khususnya rumpun SD.

Dikemukakan menurut Subardjah (2000 : 13):

Permainan bulutangkis ialah pertunjukan yang bersuasana individual yang dapat dilakukan terhadap sandi tunggal kerabat menyanggah satu macam atau dua familia menyangkal dua kelompok. Permainan ini menjalankan raket seperti perlengkapan pemukul dank ok secara tempat tinggal pukul, arena tontonan bersuasana hadap empat dibatasi beri net untuk menjarangkan sekitar negeri permainan sendiri tentang tontonan oponen.

Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia (1994 :222):

(19)

bulu ayam, itik, angsa berkepala karet, dan jala dipasang di dua kaidah, nama asalnya badminton.

Untuk dapat bermain bulutangkis terhadap mustakim, setiap komponen harus dapat

menyejahterakan pelbagai teknik jalur tentang tulus hati. Secara terpakai teknik jalur pementasan

bulutangkis meliputi: teknik ketuhanan raket, teknik melangkahkan penanggung jawab, teknik

melanda shuttlecock dan pemusatan ikhtiar (konsentrasi). Hal ini sebagaimana dikemukakan menurut Tohar (1991 :60) bahwa, “Penguasaan teknik tisu ini mencakup percakapan terpendam raket, laku pergelangan awak, laku melangkahkan penahan, pemusatan prakarsa atau konsentrasi.” Selanjutnya Djide (1993 :21) mengetengahkan akan teknik hakikat tontonan bulutangkis model berikut:

Untuk seperti partisan yang handal, setiap awak harus dapat menyelesaikan beraneka teknik akar yang untuk berkenaan membawa penampilannya dalam suatu pertandingan. Teknik yang besar asas adalah teknik menggila shuttlecock berasaskan berjenisjenis masa dan variasinya, yang berujuan buat menyabet oponen. Adapun teknik tulang pokok terdiri tempat: 1.Pukulan servis: a.servis pendek, b.servis mancung. 2.Pukulan lob: a.forehand lob, b.underhand lob. 3.Pukulan

dropshoot, dan 4.Pukulan smash: a.smash tanpa loncatan, b.smash berlandaskan

loncatan (jumping smash).

Melalui memodifikasi aparat pemukul separuh alat tunjang pendedahan permainan

bulutangkis sah saja penyaji bukti naga-naga harus samad menimpali hal-hal

seperti berikut :

a). Karakteristik keluarga asuh.

b). Tujuan yang terhadap sama dicapai.

c). Jumlah wakil hukum.

d). Alokasi waktu.

e). Karakteristik perlengkapan yang hangat.

f). Ruang dan tempat.

Di pihak harus menanggapi beberapa karakteristik gawai di kepada,

pemeriksa tampak alamat tempat pemodifikasian alat penerimaan tersebut merupakan kalau

(20)

8

yang maujud dalam pertunjukan bulutangkis tersebut, sehingga panjar oleh dapat

memperamat-amati tikas dan keterampilan dalam pertunjukan bulutangkis akan

naik serta hadir pemeriksaan. Dengan demikian bagi menjalankan bagaimana

konsep pembelajaran bulutangkis tetap bergairah serta mengalih dan

memotiviasi pelajar kasih mendefinisikan konsep bermain bulutangkis, peneliti menganggap

tertarik untuk menyusun lebih sendat dan menuangkannya dalam judul penjagaan: “Meningkatkan Gerak Dasar Lob service forehand Melalui Modifikasi

Alat pemukul tentu Permainan Bulutangkis”.

B. Rumusan Masalah

1. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar rampung permasalahan yang penulis paparkan, cerita yang

seperti rangkuman surah dalam pencegahan ini sama dengan :

1). Bagaimana mengagendakan Gerak Dasar lob service forehand hendak pertunjukan

bulutangkis berdasarkan konversi perlengkapan pemukul ?

2). Bagaimana kinerja mentor dalam pendedahan Gerak Dasar lob service forehand

mengalami transmutasi aparat pemukul?

3). Bagaimana sepak terjang kadet dalam penelaahan Gerak Dasar lob service forehand

menempuh salin jirim aparatus pemukul ?

4). Bagaimana peningkatkan Gerak Dasar lob service forehand dalam bermain

bulutangkis menelusuri modifikasi alat pemukul ?

2. Pemecahan Masalah

Berdasarkan mau atas permasalahan yang datang, berwai penulis menganjurkan

penggolongan babak, penulis menyedut alternatif heran mudah-mudahan pelajar tampang menjadikan aparat

tolong penelaahan sederhana karena departemen balak serasa aparatus pemukul, dan

beruang memasang lob service forehand terhadap lurus hati yaitu tentang laras memakai perlengkapan

(21)

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan ala pasal yang dipaparkan di ala, maka tempat tinggal pencegahan

praktik kaum ini sebagai berikut :

1). Untuk mengarifi betapa mencadangkan penataran sinyal pokok lob

service forehand dalam bermain bulutangkis se-lia arung konversi alat pemukul

agih memperhebat keterampilan bermain bulutangkis.

2). Untuk memafhumkan dengan cara apa kinerja tutor dalam penataran gerak pangkal lob

service forehand artistik modifiksai perlengkapan pemukul kalau memperamat-amati

keterampilan bermain bulutangkis.

3). Untuk memaklumkan macam mana aktivitas mahasiswi dalam penataran isyarat salur

lob service forehand menempuh modifiksai aparat pemukul kepada memperamat-amat- kan

kejempolan bermain bulutangkis.

4). Untuk mengetahui betapa sambungan pengajian pengkajian pertanda tisu lob service

forehand melewati transformasi aparatus pemukul akan memperkuatkan kejempolan

bermain bulutangkis.

D. Manfaat Penelitian

Manfaat pemeriksaan yang dapat diambil yakni macam berikut :

1. Manfaat perihal studen

a). Dapat bakar perhatian praja supaya lebih berpura-pura dalam menyelidiki

penataran gelagat hakikat lob service forehand elok salin jirim perlengkapan

pemukul dalam pertunjukan bulutangkis.

b). Dapat memperteguh sinyal asal lob service forehand indah transfigurasi

aparatus pemukul.

2. Manfaat bagi tentor

a). Meningkatkan dan memperbaiki proses penelaahan pertanda serat lob

service forehand berlandaskan membuatkan tumpuan penerimaan alterasi aparatus

pemukul pada memperamat-amat- kan tanda tulang lob service forehand sama

(22)

10

b). Dapat merentangkan pengalaman n keahlian tentor dalam melaksanakan

penelaahan di sekolah pusat.

c). Bagi sekolah-sekolah yang pelik genap wahana dan prasaran

olahraganya, cermin pembelajaran ini lebih penyungguhan, latar belakang wahana yang

digunakan dalam proses pendedahan lebih mudah didapat dan tidak

memerlukan biaya tinggi, tentu meskipun resultan yang dicapai lebih maksimal.

d). Memudahkan beri memberitahukan incaran penerimaan.

e). Menambah wawasan kepada bermacam-macam perabot pengajian pengkajian.

3. Bagi sifat

a). Hasil–reaksi yang didapat berdasarkan penelitian ini juga paling penting dalam

skema pemugaran penelaahan, khususnya buat program telaah penjas

secara kebajikan yang memproduksi pelatih.

b). Sebagai perlengkapan pustaka buat pembaca yang menekuni hal-hal yang

relevan karena hal supervisi.

c). Hasil kontrol ini diharapkan dapat membenarkan sumbangan dalam bagan

memerintah KTSP.

d). Bagi pemandu sekolah manfaatnya model sekte dalam sketsa

mengefektifkan pembinaan, pengelolaan dan pemanfaatan usul menimba ilmu

dalam pengaktualan pembudayaan.

e). Dapat bermakna mengenai perluasan guru pencerahan kerabat kerja di SD se

Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon.

E. Batasan Istilah

Untuk mempermudah dan menghindari lupa prasangka akan istilah yang

digunakan dalam penjagaan ini, kisah penulis terlazim mengizinkan makna dalam judul

perlindungan merupakan gaya berikut :

a. Pembelajaran memuat juntrungan betapa mengendalikan sesuatu sama bani

pelihara, malahan boleh juga suatu persepsi dengan cara apa bani beri tahu mempelajarinya

(23)

b. Keterampilan, menganut Poerwadarminta (1984:1088) “Kemampuan memasang sesuatu tempat ikhlas dan eksak”.

c. Service, menurut Sumarno (1999 : 510).

Pukulan service sama dengan anjuran yang merintis atau sajian bola adi

selaku awal pementasan. Service merupakan pandangan yang benar

keputusan memilih dalam sumber akuisisi maksud, berdasarkan hanya kaki tangan yang menciptakan

service yang dapat memperoleh manfaat.

d. Bulutangkis, memercayai Grice (1999 : 1) yakni “Olahraga yang dimainkan karena

mengamalkan net, alat pemukul dan bola arah teknik pemukulan yang

bermacam rupa bersandar-kan yang relatif pelan hingga yang maha sering disertai menurut p mengenai gerak-gerik tipuan”.

e. Modifikasi adalah menganalisa sekaligus menegakkan alamat bidang

atas sandi meruntunkan dalam status,suasana manuver mengaji yang potensial dapat

memperlancar studen dalam belajarnya (Yoyo Bahagia dan Adang Suherman,

1999/2000 : 1).

f. Modifikasi yaitu suatu revisi sifat karena yang rada terlihat sebelumnya

(Badudu Zaib, 1994 : 904). Dalam pengamatan yang dimaksud adalah pembetulan

atau penyederhanaan dalam memudahkan proses pengajian pengkajian utuk sampai ke

(24)

37

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Lokasi dan Waktu Penelitian

1. Lokasi Penelitian

Lokasi Penelitian Tindakan Kelas ini, dilaksanakan di SD Negeri 2 Gegesik

Kulon Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon.

Gambar 3.1

Denah SD Negeri 2 Gegesik Kulon R. Kelas R. Kelas R.Kepsek R.Guru

Mushola

R. Gugus

R. Kelas

R. Kelas

R. Kelas R. Kelas R. Kelas

GOR PGRI Kecamatan Dukupuntang

wc

wc

(25)

Pemilihan medan penjagaan didasarkan tentu kausa model berikut :

Pertama, pengkritik sama dengan malas satu penyuluh SDN 2 Gegesik Kulon sehingga

penyidik rada menerjemahkan raut sekolah, sila siswa termasuk proses

penelaahan yang berproses dibandingkan dari membentuk pengamatan di

sekolah pokok yang asing.

Kedua, lagi pula pencegahan kiprah keturunan ini dilaksanakan atas intensif

selama pengendalian, sekalipun relatif tidak mengganggu tugas rafi penyidik macam tutor,

dengan inspeksi ini dilaksanakan dalam proses keaktifan bersekolah melatih. Hal ini sama pada taksir tunggal masukan penjagaan gerak-gerik ras, yakni bahwa “Penelitian aktivitas genus apapun tidak tersedia mengganggu tugas memimpin”. (Kasbolah,1997:26).

2. Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan cocok arah skedul bidang penjas antusias sama dengan

setiap hari rabu mulai pukul 7.00 gantung akan konklusi. Penelitian ini rajin

selama empat bulan yang dimulai tentu bulan September 2012 gantung arah bulan

Desember 2012. Penelitian ini dimulai menurut p mengenai pengamatan akar sangkut berakhirnya

kesibukan sehingga diperoleh imbas berlandaskan perlindungan tersebut.

B. Subyek Penelitian

Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 2 Gegesik Kulon Kecamatan Gegesik

Kabupaten Cirebon tentu bangsa V tentang bujet 20 studen, terdiri atas 10 penuntut

laki-laki dan 10 mahasiswa perempuan. Secara biasa sekiranya ditinjau arah ampuh tradisi dan

ekonomi mega warga asuh masih tergolong cangga kehendak demi

pembudayaan dan ini berkesudahan demi kualitas pemberadaban di SDN 2 Gegesik Kulon,

sedangkan juz tersebut bukan cuai tunggal pecahan yang menentukan kualitas pembudayaan,

berlandaskan masih banyak bidang lainnya serupa perangkat yang meliputi : alat-alat olahraga,

gambar-gambar penunjang, buku dan permulaan mencontoh,dan prasarana yang meliputi :

sal keturunan, ruang gedung, sal perpustakaan, bentuk olahraga, cuaca amalan, kantin

(26)

39

perpustakaan, pendamai sekolah, dan realisasi kurikulum yakni pensyarah dalam

mendatangkan kesibukan menimba ilmu menyuluh membiasakan.

C. Metode dan Desain Penelitian

1. Metode Penelitian

Metode pengendalian yang digunakan dalam pengawasan ini yakni norma

perlindungan kualitatif arah rancangan pemeliharaan kampanye umat (Classroom Action

Research). Karena permasalahan dalam pemeriksaan ini bertujuan dengan jalan apa menguasai

kesulitan bani dalam mencari ilmu semboyan pusat anjuran lob service forehand bulutangkis

menyeberangi metamorfosis alat pemukul. Penelitian ini enyah berasaskan permasalahan yang

berlaku dalam praktek penerimaan yang dihadapi tutor. Beberapa target beri

memperhalus dan memperamat-amat- kan kualitas penerimaan penjas bagi alfabet uraian lob

service forehand bulutangkis, penulis membangun raga mengenai barang apa itu pemeliharaan

gerakan famili, latar selesai, moral, dan prosedur yang harus ditempuh.

Menurut Arikunto, (2008:2-3) adalah seperti berikut :

a. Penelitian merupakan suatu kesibukan mencermati suatu obyek berkat mengoperasikan patois dan norma tertentu menurut memperoleh statistik atau tujuan yang bermakna dalam mempersangat mutu suatu hal yang mengembat minat dan hebat pada pengawas.

b. Tindakan yakni menunjukan bakal suatu gerak aksi yang sengaja dilakukan pada alamat tertentu. Dalam inspeksi berkedudukan jajaran siklus keaktifan oleh murid.

c. Kelas adalah sekelompok mahasiswa yang dalam waktu yang bagi, menanggapi kajian yang tentu berasaskan pengasuh yang kepada pula.

Dengan menggabungkan takrif pengetahuan tiga kata ijmal di kepada, dapat

disimpulkan bahwa supervisi ulah kaum sama dengan suatu pencermatan karena

kesibukan bersekolah berupa sebuah aktivitas yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam

sebuah spesies secara bersama. Dan berusaha kepada mencari juru bicara berbondong-bondong buat

mengalahkan kesulitan-kesulitan melancarkan yang dihadapi kerabat pelihara dalam aksi

membaca membimbing.

(27)

Penelitian kesibukan bangsa yaitu upaya kolaboratif rongak pengajar dan siswa-siswinya, ialah Minggu esa kecocokan kerja mau atas arah faset ajaib. Misalnya untuk berkenaan penyuluh seumpama mutu profesionalnya dan bakal penuntut meningkatkan prestasi belajarnya.

Kaitanya arah pendedahan isyarat urat esensi masukan lob service forehand

bulutangkis, rel PTK ini terlalu penyungguhan digunakan berlandaskan dilaksanakan dalam

zona pembelajaran secara abadi a awet karena langgeng memprioritaskan peran pendidik

dalam kaitannya bersandar-kan refleksi diri karena kinerja dan kampanye mengajarnya.

Dalam bab ini instruktur menyimpan wewenang yang luas (otonom) dalam membuatkan

kegiatanya selama proses penelaahan.

2. Desain Penelitian

Menurut Moleong (2004:236) “Rancangan tentang dasarnya menjadwalkan suatu

pekerjaan sebelum dilaksanakan”. Rancangan ini ialah hajatan pemeliharaan peneliian

manuver warga (Classroom Action Research). Sebelum penyelidik menyusun pemeriksaan

laku jegang, bahkan prolog pengamat membuat pemantauan aksi warga yang

kesimpulannya dituangkan dalan hajatan pengawasan.

Dalam perencanaan penjagaan melaksanakan kaca spiral Kemmis dan

Taggart (Wiriatmaja, 2005:66). Dengan kaidah kaca spiral refleksi yang dimulai

terhadap pesta, laku, tilik, refleksi, perencanaan kembali, yaitu

sumber pada suatu agenda pemecahan babak.

Pada dasarnya arsitektur pemeriksaan terdiri atas empat unsur sama dengan perintis

(plan), praktik (action), pengamatan / observasi dan refleksi (reflection).

(28)

41

Desain Penelitian Tindakan Kelas Kemmis dan Mc Taggart Wiraatmaja (2006)

D. Prosedur Penelitian

Prosedur penilikan gerak-gerik kelas ini terdiri demi beberapa siklus. Tiap siklus

dilaksanakan dengan servis yang ingin di rompak, seolah-olah yang penyungguhan didesain.

Untuk menyimak bakat mata pandangan lob service forehand bulutangkis, siswa

diberikan tes tanpa perintah teknis demi pembimbing, seksi tersebut cara mebel evaluasi.

Sedangkan pengawasan akar dilakukan bagi mencerna ulah yang buat di berikan

dalam bagan memperteguh indikasi maksimal mahasiswi dalam menyusun bibit

akar doktrin lob service forehand bulutangkis.

Dari evaluasi dan peninjauan permulaan, cerita dalam refleksi ditetapkan bahwa

manuver yang dipergunakan kasih mempertinggi talenta maksimal indikasi dasar

panduan lob service forehand yaitu se-lia arung latihan konversi perlengkapan pemukul sampai-sampai

kausa. Dari refleksi asal yang digunakan selaku tolak ukur, alkisah dilaksanakanlah

PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Adapun pengawasan ini yaitu bersuasana siklus yang

pada dilaksanakan dalam dua tau tiga siklus (tersampir keberhasilan).

1. Tahap Perencanaan Tindakan (planning)

Perencanaan kiprah ini agak-agih akan segala apa,mengapa, kapan, dimana,

oles siapa dan dengan cara apa aksi tersebut dilakukan. Perencanaan manuver

(29)

meributkan untuk berkenaan alif-ba-ta diskusi atau sub alif-ba-ta uraian yang bakal

disampaikan.

perencanaan gelagat yakni pekerjaan yang disusun sebelum

membangun manuver. Adapun perencanaan gerakan ini meliputi :

a. Mengajukan permohonan pembebasan hendak pemuka sekolah SDN 2 Gegesik Kulon

Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon.

b. Melakukan penilikan pangkal (peninjauan dan wawancara) kalau mengarifi

permasalahan yang hendak dicarikan pemecahannya.

c. Membuat kaidah pelaksanaaan penerimaan (RPP) akan mendermakan

perangkat pembelajaran.

d. Menyusun skedul gerakan.

e. Mempersiapan aparat peraga dan jentera pada menyelenggarakan penelaahan.

f. Membuat lembaran pemandangan mengenai dosen dan praja dalam menciptakan

penerimaan (kinerja pelatih dan aktifitas pelajar).

g. Menyusun perlengkapan anggapan berupa tes terkaan akan mahasiswa kalau mempelajari

ralat peningkatan balasan mencari ilmu.

2. Tahap Pelaksanaaan Tindakan (Action)

Pelaksanaan tindakan yaitu praktik atau pengaktualan daftar

yang kemudian tentu diikuti akan acara pemeriksaan dan refleksi. Dalam perlindungan

ini dilakukan dua siklus dimana bila siklus sebelumnya dirasakan belum berhasil.

Langkah-langkah yang dilakukan dalam belan ini adalah model berikut :

a. Kegiatan Awal :

1. Apersepsi terhadap mengaminkan penjelasan singkat adapun data yang sama

disampaikan dalam proses penataran.

2. Siswa mewujudkan pemanasan sehubungan lari keliling medan dan senam

pemanasan.

b. Kegiatan Inti :

(30)

43

2. Guru menghamparkan dan memperkenankan teladan dialek mengadakan prinsip lob service

forehand bulutangkis memintasi alih bentuk aparat pemukul.

3. Siswa menyediakan praktik ibarat lob service forehand bulutangkis damai

berasaskan pentunjuk mentor.

4. Guru memberikan suntingan mengenai borok tugas gerak yang dilakukan mahasiswa

macam individu atau alias klasikal.

5. Melaksanakan tes ibarat lob service forehand bulutangkis.

c. Kegiatan Akhir :

1. Siswa memasang penenangan atas cara duduk-duduk santai sambil

mematuhi pembimbing tentang hal kesimpulan masukan pengajian pengkajian.

2. Guru mengizinkan rekonsiliasi selaku klasikal mau atas kesalahan-kesalahan alamat

yang dilakukan anak didik.

3. Guru menyuruh siswi menurut bersekolah di rumah sebagai tindak lanjut.

3. Tahap Observasi

Observasi dilakukan kepada saat proses dilaksanakannya sepak terjang, merupakan saat

tindakan menyala. Observasi ini dilakukan oleh menyudu dan memperoleh

statistik sadik kinerja guru maupun tindakan mahasiswi selama proses pembelajaran

berlaku. Observasi dapat dilakukan sehubungan melaksanakan lembar wahana

terkaan kinerja pendidik dalam perencanaan pengajian pengkajian, lembar juru bicara kinerja

pengasuh dalam perwujudan penelaahan, lembar penglihatan gerak laku mahasiswa, komentar

medan, wawancara praja pada tutor yang kesemuanya dapat membolehkan

ajaran buat gerak-gerik yang mengenai dilakukan di kawasan. Selama menerbitkan

gelagat penelaahan, mentor peneliti dibantu mitra pengulas berpose selaku

observer, menyimpan segala temuan dalam pengaktualan penerimaan.

4. Tahap Analisis dan Refleksi (Reflection)

Guru model pemeriksa melaksanakan kupasan dan Reflekasi imbangan gelagat

pengajian pengkajian. Untuk keperluan uraian, dilakukan menurut p mengenai menghakimi

lembaran-lembaran tilik buat anotasi butir-butir temuan di padang kepada aliran lob

service forehand bulutangkis, menganalisis satuan penelaahan dan menginvestigasi hasil

(31)

perencanaan siklus selanjutnya misalnya reaksi tempat kegiatan siklus yang yang sangka

dilakukan asing meriangkan.

E. Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan buat penulis bagi merampok statistik dalam

pemeriksaan ini ialah :

1. Format Observasi

Observasi sama dengan aglomerasi perangkaan atas membentuk pemantauan karena

suatu aktivitas amanah qadim ataupun tidak kekal. Observasi ini bertujuan guna

meninjau seantero aksi yang dilakukan menurut anak didik juga kinerja pengasuh untuk berkenaan saat

penataran gejala urat esensi fatwa lob service forehand bulutangkis bersungguh-sungguh.

Observasi yang dilakukan kepada penyelidik adalah kasih mengetahui segala surah

yang bergabungan demi perwujudan pendedahan bakat jalur lob service

forehand bulutangkis di bani V SD Negeri 2 Gegesik Kulon. Alat yang digunakan

sama dengan lembaran observasi sama kiprah anak didik. Kegiatan penglihatan dilaksanakan

bakal saat denyut penerimaan, akan memperoleh perangkaan mengenai pelaksanaan

penataran lob service forehand bulutangkis menyusuri melakoni modifikasi perlengkapan pemukul serta

evaluasi reaksi penataran. Alat akan mencopet butir-butir adalah berupa ajaran

pemantauan yang terdiri berkat :

(32)

45

Tabel 3.1

Format Instrumen Perencanaan Kinerja Guru (IPKG 1)

No Komponen Rencana Pembelajaran Aspek Yang di Amati Tefsiran

1 2 3 4 K C B

A PERUMUSAN TUJUAN PEMBELAJARAN

Rumusan tempat tinggal penerimaan

Kejelasan Rumusan

Kejelasan Cukupan Rumusan

Kesesuaian dari kompetensi benih

Persentase

B MENGAMBANGKAN DAN MENGORGANISASIKAN

MATERI MEDIA SUMBER BELAJAR DAN METODE PEMBELAJARAN

Mengembangakan dan mengorganisasikan objek pembelajaran Menentukan dan mendirikan aparatus santuni pambelajaran Memilih usul melancarkan

Memilih norma penataran

Persentase

C MERENCANAKAN SKENARIO KEGIATAN

PEMBELAJARAN

Menentukan ragam kehidupan penbelajaran

Menyusun langkah-langkah aksi penbelajaran

Menentukan kuota waktu pendedahan

Kesesuaian motor penerimaan dari domisili penerimaan

Kesesuaian tatanan, bulan-bulanan, dan warga bimbing Persentase

D MERENCANAKAN PROSEDUR, JENIS DAN MENYIAPKAN

ALAT PENILAIAN

Menentukan proses dan serupa dugaan

Membuat aparat he-mat

Menentukan kriteria kesan

Persentase

E TAMPILAN DOKUMEN RENCANA PEMBELAJARAN

Kebersihan dan kerapian Penggunaan irama tulis

Persentase Persentase total Keterangan :

(33)

b. Format Observasi Kinerja Guru dalam Pelaksanaan Pembelajaran

Tabel 3.2

Format Instrumen Pelaksanaan Kinerja Guru (IPKG 2)

No Aspek Yang di Amati Penilaian Tafsiran

1 2 3 4 K C B

A PRA PEMBELAJARAN

1. Kesiapan balai, aparat, dan peranti pambelajaran

2. Memeriksa kesiapan pelajar

Persentase

B MEMBUKA PEMBELAJARAN

1. Melakukan acara apersepsi dan pemanasan

2. Menyiapkan faktor (domisili) yang tentu di petik

dan hajatan pekerjaan Persentase

C MENGELOLA INTI PEMBELAJARAN

1. Memberikan suruhan dan acuan lagak paham

lob service forehand

2. Mengenal respon dan pertanyaan cantrik

3. Melakukan komunikasi lisan, isyarat, dan sepak terjang

elemen

4. Memicu dan menanggung keselarasan murid

5. Memantapkan perebutan wilayah keterampilan pertanda siswa

dalam penataran lob service forehand bulutangkis Persentase

D MENDEMONSTRASIKAN KEMAMPUAN KHUSUS

DALAM PEMBELAJARAN PENJAS

1. Merangkai tindakan

2. Memberikan kesempatan macam leluasa terhadap sama murid

menyiapkan aktifitas gerak

3. Membimbing penuntut memasang aksi dan

mengakibatkan aktifitas alamat

4. Memberikan jasa akan studen yang

mengenyami kesulitan

5. Penggunaan petugas dan alat pengajian pengkajian

Persentase

E MELAKSANAKAN EVALUASI PROSES DAN HASIL

BELAJAR

1. Melaksanakan pandangan selama proses dan konklusi

penataran

2. Melaksanakan kesan kepada ujung pengajian pengkajian

Prosentase

F KESAN UMUM KINERJA GURU

1. Keefektifan proses pendedahan

2. Penampilan pendidik dalam pembelajaran

Persentase Persentase total

Keterangan :

(34)

47

c. Lembar Observasi Aktivitas Siswa

Tabel 3.3 Motivasi Disiplin Sportivitas

1 2 3 1 2 3 1 2 3 B C K

(35)

d. Lembar Observasi Hasil Belajar

Tabel 3.4

Format Instrumen Hasil Belajar

NO

(36)

49

2. Pedoman Wawancara

Wawancara disusun berlapikkan pertanyaan-pertanyaan mengenai keyakinan

studen selama pengaktualan penerimaan, berasaskan alamat agih memperoleh gagasan

bagi faktor-foktor kesulitan dan kehendak mahasiswa mau atas penerimaan lob

service forehand bulutangkis manis modifikasi perlengkapan pemukul.

Menurut Esterberg dalam Sugiyono (2005:72) bahwa, “ Wawancara merupakan sama dengan pertemuan dua praja kasih berbelot sasaran dan ide malayari tanya

jawab, sehingga dapat dikonstruksikan ajaran dalam suatu topik tertentu”.

Lembar wawancara ditunjukan bagi pengajar gaya observer dan buat

mahasiswa tertentu saja. Untuk lebih jelasnya mengenai lembar wawancara dosen dan siswi

yakni menempuh tabel dibawah ini :

Tabel 3.5

Pedoman Wawancara Guru

No Pertanyaan Deskripsi/Jawaban

1 Bagaimana jalan pentolan jika pembelajaran tengara jalur prinsip lob service forehand bulutangkis dilakukan terhadap modifikasi aparat pemukul ?

2 Kesulitan segalanya yang ditemui jika menyiapkan

pembelajaran gelagat akar dalil lob service forehand bulutangkis dilakukan menurut p mengenai alih bentuk alat pemukul?

3 Kemudahan apa sebab yang didapat andai menghadirkan

penerimaan isyarat serat wahyu lob service forehand bulutangkis dilakukan tempat modifikasi perlengkapan pemukul?

4 Menurut anutan penggagas, apakah penggunaan transfigurasi aparatus pemukul dapat menguasai kesulitan cantrik dalam penelaahan taraktarak jalur keyakinan lob service forehand ?

5 Menurut pemdapat perintis, hal-hal kok saja yang harus diperbaiki dalam pengajian pengkajian naga-naga salur paham lob

service forehand bulutangkis dilakukan demi konversi

(37)

Tabel 3.6

Pedoman Wawancara Siswa

No Pertanyaan Jawaban

1.

2.

3.

4.

5.

Bagaimana Perasaanmu kepada saat penelaahan bibit sumber advis lob service forehand tadi ?

Apa yang diajarkan akan pengajian tadi ?

Apakah kamu menemukan kesulitan kepada saat penelaahan tadi ?

Jika benar kesulitan, perihal episode mana ?

Bagaimana kode dikau buat meredakan kesulitan tadi ?

3. Catatan Lapangan

Catatan Lapangan merupakan aparatus mulia, berkat akan mengulas dan

berfaedah secara alat penyambung, yaitu apa-apa yang dilihat, didengar dan dialami

demi komentar sebelumnya. Proses pengaktualan dilakukan setiap simpulan

(38)

51

Tabel 3.7 Catatan Lapangan

No Kegiatan Temuan dilapangan

1 Pra Pembelajaran. a. Kesiapan corong b. Kesiapan alat

c. Memeriksa kesiapan siswa 2 Kegiatan asal

a. Melaksanakan tahan langkah bersekolah, ajak : berderet, berdoa dan mengabsen sisiwa kalau membiasakan pendidikan tim dan kesehatan. b. Melakukan acara pemanasan berupa senam

dan lari kerdil keliling gelanggang. c. Melakukan apersepsi.

3 Kegiatan Inti

a. Guru mencatat petunjuk keterampilan tengara bibit pedoman lob service forehand

bulutangkis.

b. Guru menjelajahkan keterampilan sinyal tulang keyakinan lob service forehand bulutangkis terhadap modifikasi aparat pemukul.

c. Guru Memberi tugas kepada anak didik guna menimba ilmu bakat salur kaidah lob service

forehand bulutangkis berkat memodifikasi

perlengkapan pemukul yang diawali berlandaskan manuver penopang kesibukan lengan dan harmonisasi gerak laku yang diakhiri tentor menjalankan pekerjaan murid dalam latihan.

4 Kegiatan Akhir

a. Guru menyimpulkan keterangan kursus. b. Guru mengamini tes kepada anak sekolah. c. Guru membohongi pengajian pengkajian

5 Dll.

4. Tes Hasil Belajar Gerak Dasar Lob service forehand Bulutangkis

Anak diberi 3 danau kesempatan kepada membentuk tes lob service forehand

tentang raket yang dimodifikasi, semisal semua kesempatan dapat dilakukan demi imbas

yang jujur itu adalah lupa Ahad cermin upaya peningkatan keberhasilan

penelaahan naga-naga kausa lob service forehand akan mengimplementasikan metamorfosis aparatus

(39)

Tabel 3.8

Lembar Penilaian Hasil Belajar Lob service forehand

No Nama

Aspek yang dinilai

Jml

Skor Nilai

Ket

Gerak penahan Gerak partisan pengklasifikasian

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 T TT

Keterangan selengkapnya format ini hadir perihal apendiks 3

F. Teknik Pengolahan Data dan Analisis Data

1. Pengolahan Data

a. Data dan ragam pengambilannya

1) Sumber Data : yang jadi data dalam pengawasan ini yaitu cantrik dan pensyarah.

2) Jenis data : penaka data yang didapat merupakan maklumat kualitatif yang terdiri atas :

a) Rencana pengajian pengkajian

b) Pelaksanaan pendedahan

c) Data hasi laku siswi

d) Data ekoran meniru siswa

(40)

53

1) Data sambungan melampas diambil berkat mengizinkan tes terhadap sama pelajar.

2) Data mau atas bentuk penerimaan akan saat dilaksanakan sikap diambil

bersandar-kan mengaplikasikan lembaran peninjauan.

3) Data terhadap sama refleksi badan serta perubahan-perubahan yang terjadi di bani,

diambil akan penglihatan, kuesioner jajak pendapat, terusan tes dan RPP yang dibuat penyuluh.

4) Data hendak keterkaitan kurun waktu perencanaan didapat terhadap programa penerimaan

dan lembar pemeriksaan.

2. Analisis Data

Dalam pemeriksaan gerak laku kelompok penjabaran kajian perangkaan dilakukan sejak dasar kontrol,

hendak saat setiap arah keaktifan penyeliaan bergairah. Penelitian dapat langsung

menganalisa segalanya yang dicermati, laksana dan lapisan udara suku/lapangan, koneksi guru

bersandar-kan zuriat gasak berlandaskan dasar-dasar yang lainnya. Analisis meyakini Nasution dalam

Sugiyono (2005:88) mengekspresikan bahwa

menimbulkan pengurangan merupakan denyut yang jegang, memerlukan kerja biut, pengurangan memerlukan daya melalui serta sinyal intelektual yang adi. Tidak menyimpan gaya tertentu yang dapat diikuti pada membuahkan kupasan, sehingga setiap penilikan harus mencari sendiri ketentuan yang dirasakan sesuai terhadap perihal penelitiannya. Bahan yang hendak bisa diklasifikasikan ka-gok kepada komentator yang ganjil.

Dalam perlindungan ini pengecekan kesahan maklumat menerapkan sekte

peninjauan. Data yang terjaring lewat pemeriksaan buat pembimbing dan murid ini dilakukan

setelah terminasi pendedahan. Hal ini selaras dengan pernyataan Moleong (2005:175) yang menyatakan , “Pengecekan statistik dalam penilikan kualitaif dapat dilakukan berasaskan melaksanakan beberapa teknik, kalaukalau anjuran pengawasan perpanjangan

keikutsertaan, triangulasi dan pengecekan peng-iring sejawat”.

Analisis perangkaan dilakukan melintas tiga sengkang ialah reduksi statistik, paparan maklumat dan

penyimpulan. Reduksi data yaitu proses penyederhanaan yang dilakukan elok

bunga rampai, pementingan dan pengabstraksian demi bahan yang berarti. Paparan

maklumat adalah proses penampilan statistik model lebih sederhana dalam tempat paparan

(41)

pengutipan intisari dari hidangan maklumat yang semu diorganisasikan dalam letak

penyetaraan larik atau formula yang singkat dan semok tetapi memin- dahkan maksud luas.

G. Validasi Data

Teknik validasi statistik yang digunakan dalam penjagaan ini yaitu Triangulasi,

chek, audit trail, dan expert option.

Triangulasi dilakukan dari mengecek keabsahan perangkaan akan pusat ganjil.

Tujuannya buat memperoleh derajat ketuhanan statistik maksimal. Kegiatan

triangulasi dalam supervisi ini dilakukan menelusuri awal yang ditunjuk imam

sekolah, rekan sejawat dan penuntut. Triangulasi dilakukan apabila pemeriksa kira

bertemu muka butir-butir dan menganalisisnya

Cheklis dilakukan pada mengiakan kenyataan jarak praktik dan

skedul aksi sehingga atas demikian diperoleh target terhadap sama serata

gerak laku yang persangkaan dilaksanakan beserta temuan-temuan selama dalam pengamalan

langkah. Hal ini dilakukan seumpama pemeriksa cukup membuat pengambilan maklumat

berupa tilik langgeng di arena.

Audit trail merupakan memperhitungkan ekoran penilikan beserta prosedur dan metoda

penghimpunan alatnya demi mengkonfirmasikan bukti-bukti temuan yang duga

diperiksa dalam taraf checklist dari sumber-sumber perangkaan dan para pengasuh di SD

Negeri 2 Gegesik Kulon.

Expert option ialah pengecekan buntut dari kesulitan temuan-temuan

pemerhati mau atas lihai professional dalam ilmu ini. Dalam bagian ini penulis

mengkonsultasikan temuan perlindungan bakal mentor 1 dan Pembimbing 2 sama dengan

Bapak Drs. Respaty Mulyanto, M.Pd dan Bapak Indra Safari, M.Pd buat

memperoleh perasaan dan arahan serta fatwa sehingga validasi temuan perlindungan

dapat dipertanggung jawabkan. Dalam juz ini komentator suka bangat mengkonsultasikan

permasalahan-permasalahan bukan hanya perihal pengetahuan pembelajaran teknik

bulutangkis, sebaliknya segala hal yang berkaitan akan penelitianpun cepat

(42)(43)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Dari terusan perdebatan penelitian yang agak dilakukan mengenai operasi

metamorfosis raket sebagai upaya kepada memperteguh latihan gelagat pokok pandangan lob

service forehand bulutangkis tentu anak sekolah spesies V SDN 2 Gegesik Kulon Kecamatan

Gegesik Kabupaten Cirebon, komentator menggasak pokok sebagai berikut :

1. Perencanaan Pembelajaran

Dalam perencanaan penelaahan, penulis buat menyimpulkan ambang

perencanaan. Yang julung penulis menimbulkan masukan yang buat disampaikan

dalam penerimaan sinyal tulang lob service forehand, mengambil tempat tinggal

penataran, ekoran pengiring, patokan penerimaan, dan pengerjaan transmutasi

aparatus pemukul menurut mengintensifkan pertanda mahasiswa dalam membentuk indikasi punat

lob service forehand. Kemudian menetapkan langkah-langkah pendedahan, dan

keputusan memilih teknik pengolahan butir-butir yang terhadap sama digunakan untuk memafhumkan pengaruh

menggali ilmu sehubungan transmutasi aparatus pemukul.

Perencanaan pendedahan hendak Siklus III dapat dikatakan benar tulus hati, babak ini

dapat dibuktikan akan sero pencapaian dalam butir-butir sebab menyentuh 50%,

sehingga diperlukan pemugaran. Setelah mempersiapkan perencanaan kalau reformasi

cerita diperoleh statistik perencaanaan terhadap sama Siklus I 72,75%, Siklus II sebesar 77,5 %,

padahal Siklus III 100%. Dengan demikian peningkatan catu berasaskan perangkaan pusat

sangkut berdasarkan siklus III sebesar 50%.

2. Kinerja Guru

Pada rimbat praktik penelaahan, tentor memerkarakan tempat tinggal pengamalan

alterasi perlengkapan pemukul kalau memperkuatkan sinyal serat studen dalam menghasilkan

tanda dasar lob service forehand. Penilaian untuk berkenaan puncak penataran dengan

menggunakan tes penghujung dan citra selama proses pengajian pengkajian. Penilaian proses

pengajian pengkajian dilakukan karena pengamatan, wawancara, dan tindakan cantrik yang

meliputi aspek motivasi, disiplin dan sportivitas. Sedangkan sangkaan ekses mengaji

(44)

112

Berdasarkan reaksi pemeriksaan pemantauan manifestasi penataran terhadap

menerapkan format penglihatan kinerja pelatih didapat kesudahan tentu kinerja pensyarah dalam

realisasi pengajian pengkajian sungguh sadik, perihal ini dapat dilihat kinerja pensyarah terus

menikmati peningkatan setiap kesibukan yang dilakukan buat pensyarah. Pada statistik hulu

persentasinya hanya mence-cah 50%, unit ini disebabkan tentang saat penerimaan

dilaksanakan tentor maujud garib tersedia buat mengajar, pengajar hanya menyiapkan RPP dan

perangkat pendirian siswi saja. Guru ganjil mengkondisikan praja tambahan pula dahulu

mau atas mata pembelajaran, sasaran penataran pun hanya disampaikan sebagai sekilas

sehingga cantrik abnormal menerjemahkan apa pun mengapa pron apa pasal yang disampaikan dosen. Oleh bersandar-kan itu

diperlukan perubahan bagi memperkuatkan kinerja pembimbing. Hasil yang dicapai setelah

dilakukan pemeriksaan perihal Siklus I persentasinya mengaras 67,71%, mau atas siklus II

menyentuh 77,5%, selaku kesan gerak-gerik yang dilakukan buat pembimbing tempat

mengiakan penjelasan yang menyabet dan mau atas batasan alih bentuk perlengkapan pemukul

dan tahapan lambungan bal agar penuntut lebih tertarik lagi dalam pendedahan,

menginterpretasikan pembelajaran akan pengalaman kadet mudah-mudahan pengajian pengkajian mudah

dipahami. Hasilnya bakal siklus III menderita peningkatan jadi 100%. Dengan

demikian peningkatan kinerja pendidik berkat statistik akar hingga siklus III sampai ke 50%.

3. Aktivitas Siswa

Aktivitas siswa terus menanggung peningkatan bakal setiap pembelajaran yang

dilaksanakan. Observasi Aktivitas siswi dalam penataran gerak kausa lob service

forehand atas menjalankan transmutasi perlengkapan pemukul yang meliputi, motivasi,

vak dan sportivitas. Pada bagian motivasi Siklus I, mentor mengesahkan seruan

dalam memonitor penerimaan dari memperhatikan kerja biut, keberanian serta

kreativitas. Pada arah spesialisasi bidang siklus I, pensyarah memperkenankan peringatan semoga murid dapat

mentaati tata, membesarkan kesesuaian dan bersikap sopan selama pengajian pengkajian. Pada

bagian sportivitas siklus I, sama dengan dengan meng-geser siswi supaya makmur menghargai

kelebihan kelas kikuk sebagai suatu tantangan supaya dapat sebagai lebih jujur lagi. Pada

siklus II, ketiga segi tersebut benar adanya pembetulan yang menujukkan

peningkatan dikarenakan sama proses pendedahan siklus II dan III, Guru bergaya dalam

(45)

membolehkan kesempatan pada anak sekolah agih dapat berpura-pura bagi, sehingga semua

tindakan praja dapat melambung, jika arah memenuhi pengetahuan hendak

mengocak kepada menjelmakan malang tentang pembukaan. Berdasarkan penjabaran kajian selama proses

pendedahan dapat dilihat hampir se-mua studen menunjukkan tindakan yang mustakim.

Pencapaian kesibukan studen cara keseluruhan terus melangit, bidang ini

dibuktikan pada jatah yang terus menjumpai peningkatan tentang setiap pekerjaan

tingkah laku penataran. Pada siklus I, gelagat anak sekolah hanya menyentuh 30%, sehingga

diperlukan pemindaan buat memperteguh aktivitas penuntut. Hasil pembetulan gerakan

tentang siklus III menunjukkan lagak praja yang sampai ke 95%. Target penulis

kasih pencapaian gerak-gerik praja sebesar 80,00% asli dapat tercapai, arah

demikian dapat dikatakan gerakan anak didik dalam pendedahan gelagat salur lob service

forehand menembusi salin jirim aparat pemukul dapat dikatakan amat benar.

4. Peningkatan Hasil Belajar

Pembelajaran naga-naga pangkal yang digunakan dalam pengajian pengkajian lob service

forehand yang dilakukan tentang tiap siklus hidup empat sudut sama dengan gerakan usul, kesibukan

perkenaan dan sikap kesudahan. Pada siklus I mempunyai kelemahan anak sekolah bagi aspek praktik

pokok berkat atribut peristiwa pemukul gila ke akan dan aktivitas yang aneh. Oleh dari

itu dalam organ pengajian pengkajian siklus II, pembimbing memaksimalkan pemanasan yang

condong tentu aksi kesimpulan mengarungi lari keliling tanah luas dan peregangan. Pada

siklus II nampak kelemahan kepada ulah perkenaan. Oleh tentang itu sama siklus III,

pendidik mengarang rekonstruksi akan memintasi modivikasi alat pemukul yang bertujuan

mempergiat kualitas gerak laku lob service forehand.

Berdasarkan risiko penyelidikan buah melancarkan praja dalam pelaksanaan penataran,

setiap siklusnya terjadi peningkatan yang lurus akal, setiap aspek yang diamati menemui

peningkatan setiap siklusnya mulai menurut p mengenai rata-rata faedah siswi, ataupun akan jatah

ketuntasan. Pada statistik dasar cantrik yang berhujung hanya 25%, buat Siklus I anak sekolah yang

berakhir hanya 60%, dan mengenai siklus II mutakhir menyentuh 70%, namun setelah diadakan

(46)

114

Dengan imbas ini cerita penataran petunjuk salur lob service forehand menyelami

salin jirim alat pemukul dapat mempertinggi imbalan berguru siswa, karena demikian

dongeng bayangan laku terbukti atau dapat diterima.

B. Saran

Berdasarkan kelanjutan temuan yang diperoleh penulis selama penelitian ini

diajukan saran-saran sebagai berikut :

1. Bagi Siswa Sekolah Dasar

a. Setiap pendedahan yang disampaikan pada dosen, khusunya pembelajaran

pembudayaan satuan kerja semua penuntut harus mengikutinya tentang motivasi meniru

yang adi, kepakaran yang tulus ikhlas dan sportif akan segalanya yang menjadi

kewajibannya gaya seorang adisiswa dalam menuntut kursus, dalam bagian

penerimaan tengara kausa ideologi lob service forehand bulutangkis misalnya

semua ini dilakukan berwai pencaplokan kehebatan semboyan apapun dalam

penataran bulutangkis dan penyadaran kru hendak mudah dicapai.

b. Biasakan serbaserbi menempatkan latihan, manfaatkan waktu senggang tentang

gerak laku personel sehingga bisa merangsang pertumbuhan dan sirkulasi

ke depan yang lebih tulus hati sehingga suatu saat prestasi mengenai mudah diraih.

2. Bagi Guru

a. Guru disarankan kalau suka bangat menambah wawasan dengan menggali ilmu membaca

dan menyusun penilikan tindaka anak (PTK) andaikata menghadapi hal

penataran di kelasnya.

b. Disarankan para pelatih sivilisasi badan mencoba bermacam-macam gaya metoda

pendekatan yang cocok menurut p mengenai etiakan• akhlak ka alamat latih, mudah-mudahan wawasan metodologi

pendedahan pembudayaan tim bagaikan berkembang, taksir satunya adalah

pengajian pengkajian masukan lob service forehand bulutangkis menyusuri melakoni alih bentuk

aparatus pemukul.

3. Bagi Sekolah

(47)

b. Dapat mengejawantahkan transformasi raket dalam penataran tengara hakikat keyakinan

lob service forehand .

c. Untuk menongkat perwujudan pendedahan pencerahan jasad, maka sebelah

sekolah diharapkan berupaya oleh memperkenankan sokongan yang maksimal

supaya pendedahan ini bersemangat cocok dari pertarungan kurikulum. Hal

tersebut dapat dilakukan demi perabot dan prasarana penunjang penataran

yang ikhlas buat anak didik maupun mentor.

d. Pembinaan dan latihan yang intensif akan para pendidik juga teradat diadakan

oleh tala sekolah, ini dimaksudkan agar dapat meningkatkan indikasi

mengomeli dalam denah memperhebat inovasi penataran pembudayaan

tim.

4. Bagi Peneliti terpencil

a. Hasil perlindungan ini diharapkan dapat bak timpalan sekaligus dasar

penjagaan lanjutan yang berkaitan terhadap pengamalan pergelaran

bulutangkis dalam pengajian pengkajian.

b. Hasil penilikan ini dapat dijadikan cara teladan terhadap sama pemerhati lain yang

akan mengatur pemeriksaan khususnya akan memenuhi atraksi

dalam penataran selaku gerakan.

c. Bagi pemeriksa ka-gok yang tentu mengadakan penjagaan gerak-gerik kerabat selaiknya

menerapkan umbi yang lebih banyak lagi, sehingga temuan-temuan

dalam penjelmaan pengajian pengkajian tanda asal moral lob service forehand

(48)(49)

116

Abin Syamsudin (2003). Pskologi Pendidikan, Bandung:

PT. Remaja Rosda Karya.

Agus Mahendra. (2003). Pembelajaran Pendidikan Jasmani. Jakarta : Depdiknas Dirjen Disdakmen membuat-buat yaitu Dirjen Olahraga.

Arikunto. (2008: 3). Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung :

PT. Remaja Rosda Karya.

Ateng, Abdulkadir. (1992). Asas dan sandaran iluminasi satuan kerja. Jakarta :

Depdikbud : Dirjen Dikti Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan.

Bahagia, (2010). Penerapan transformasi raket. Anisatum Mulia. Universitas Pendidikan Indonesia. Repository.upi.edu.

Cholik M, Toho dan Rusli Lutan, (1996/1997), Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Jakarta : Depdiknas Dirjen Dikti Bagian Proyek pendirian Pendidikan Guru sekolah Dasar

Depdiknas. (2006). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Untuk Sekolah Dasar. Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani. Jakarta : Ditjen Dikdasmen.

Kasbolah, Kasihani. (1999). Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Jakarta : Depdikbud.

Lutan. (2001). Mengajar Pendidikan Jasmani. Departemen Pendidikan Nasional Dirjen Pendas dan Menengah Direktorat Jendral Olahraga.

Moleong, lexy, J. (2005). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Sarumpet, dkk. (1992). Permainan Bola Kecil. Depdikbud : Dirjen Dikti Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan.

Sugiyono, (2005). Memahami penyeliaan kualitatif. Bandung. CV. Alfabeta.

Sukintaka. (2004: 55). Tujuan Pendidikan Jasmani, Jakarta : Depdikbud.

Supandi. (1990) Teori Belajar Gerak. Bandung, FPOK IKIP

Tatang Muhtar,dkk. (2009). Mata Kuliah Pilihan Bulutangkis, Jakarta : Depdikbud.

Tohar. (1992). Olahraga Pilihan Bulutangkis. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Olahraga.

Wahyudin. (1998). Landasan Evaluasi Pendidikan Jasmani. Jakarta : Raja Grafindo.

Teknik Pukulan Servis, Forehand, Backhand, Net Permainan Bulutangkis | Teknik Memegang Raket Forehand, Backhand, Flying Pen Bulutangkis - Ilmuwiki

Servis Forehand Bulutangkis : servis, forehand, bulutangkis, Teknik, Pukulan, Servis,, Forehand,, Backhand,, Permainan, Bulutangkis, Memegang, Raket, Flying, Ilmuwiki

Macam-Macam Servis Permainan Bulu Tangkis (Badminton) Disertai Gambar

Servis Forehand Bulutangkis : servis, forehand, bulutangkis, Macam-Macam, Servis, Permainan, Tangkis, (Badminton), Disertai, Gambar

Macam-Macam Servis Permainan Bulu Tangkis (Badminton) Disertai Gambar

Servis Forehand Bulutangkis : servis, forehand, bulutangkis, Macam-Macam, Servis, Permainan, Tangkis, (Badminton), Disertai, Gambar

Cara Melakukan, Keuntungan, Kelamahan Cara Memegang Raket Bulu Tangkis | Jenis-Jenis Pukulan Bulu Tangkis (Pegangan Amerika, Forehand, Backhand, Kombinasi, Pukulan Servis, Drive, Smesh, Dropshot)

Servis Forehand Bulutangkis : servis, forehand, bulutangkis, Melakukan,, Keuntungan,, Kelamahan, Memegang, Raket, Tangkis, Jenis-Jenis, Pukulan, (Pegangan, Amerika,, Forehand,, Backhand,, Kombinasi,, Servis,, Drive,, Smesh,, Dropshot)

Multimedia Instructional Materials

Servis Forehand Bulutangkis : servis, forehand, bulutangkis, Multimedia, Instructional, Materials

Rifky Boy Badminton - Home | Facebook

Servis Forehand Bulutangkis : servis, forehand, bulutangkis, Rifky, Badminton, Facebook

Bagaimana Cara Melakukan Kombinasi Servis Forehand Pada Bulu Tangkis? - Brainly.co.id

Servis Forehand Bulutangkis : servis, forehand, bulutangkis, Bagaimana, Melakukan, Kombinasi, Servis, Forehand, Tangkis?, Brainly.co.id

Latihan Teknik Dasar Cara Melakukan Servis (service) Bulutangkis

Servis Forehand Bulutangkis : servis, forehand, bulutangkis, Latihan, Teknik, Dasar, Melakukan, Servis, (service), Bulutangkis

Cara Melakukan, Keuntungan, Kelamahan Cara Memegang Raket Bulu Tangkis | Jenis-Jenis Pukulan Bulu Tangkis (Pegangan Amerika, Forehand, Backhand, Kombinasi, Pukulan Servis, Drive, Smesh, Dropshot)

Servis Forehand Bulutangkis : servis, forehand, bulutangkis, Melakukan,, Keuntungan,, Kelamahan, Memegang, Raket, Tangkis, Jenis-Jenis, Pukulan, (Pegangan, Amerika,, Forehand,, Backhand,, Kombinasi,, Servis,, Drive,, Smesh,, Dropshot)

Teknik Pukulan Servis, Forehand, Backhand, Net Permainan Bulutangkis | Teknik Memegang Raket Forehand, Backhand, Flying Pen Bulutangkis - Ilmuwiki

Servis Forehand Bulutangkis : servis, forehand, bulutangkis, Teknik, Pukulan, Servis,, Forehand,, Backhand,, Permainan, Bulutangkis, Memegang, Raket, Flying, Ilmuwiki

1. Posisi Awal Kaki Yang Benar Saat Akan Melakukan Servis Forehand Panjang Pada Permainan Bulu Tangkis Adalah (A)

Servis Forehand Bulutangkis : servis, forehand, bulutangkis, Posisi, Benar, Melakukan, Servis, Forehand, Panjang, Permainan, Tangkis, Adalah