Siakad Stkip Muhammadiyah Sampit

1 838 237 436 1519 1565. 2 857 170 459 641 1843. 3 1127 465 984 1480 1639. 4 1311 241 695 2188 2338. 5 1411 208 641 1778 2747. 6 1629 169 493 3128 3309. 7 1698 496 872 1417 3105.(1) Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan STKIP Muhammadiyah Sampit: 1487: Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Visi Indonesia STSRD VISI Yogyakarta: 1488: Sekolah Tinggi Teknik STT Malang: 1489: Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia STTII Surabaya: 1490: Sekolah Tinggi Teknik STT Pagar Alam: 1491: Sekolah Tinggi Teknologi STT PayakumbuhSelamat jadi di Sistem Penyaluran Bidikmisi ! Melalui perkara ini Anda dapat memantau status peredaran pencairan pemisahan biaya pembudayaan bidikmisi yang diberikan guna Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Dikti.jasa akan web sekolah di solo, kebijakan derma pembuatan web sekolah di solo, sumbangan pembuatan web sekolah murah, sabila komputama solo, sabilakomputama boyolali, sabilakomputama solo, web sekolahSekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan STKIP Muhammadiyah Sampit-University Web: Poltekkes Kendari-University Web: Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan STKIP Muhammadiyah Pagaralam-University Web: Sekolah Tinggi Agama Islam STAI Al Hikmah 2 Akademi Kebidanan AKBID Sehati SIAKAD-University Web: Akademi Komunitas Negeri Aceh

List of Universities in Indonesia

1 888 111 402 1793 1707. 2 924 47 519 767 1898. 3 1235 462 932 1555 1866. 4 1462 45 859 2041 2521. 5 1825 701 1411 2738 2613. 6 2122 347 1401 2126 3346. 7 2502 823 2547 3173 3265.Presentation CRMAyu Wantira Feny LusianaStudi Kasus STKIP MUHAMMADIYAH SAMPITBagaimana sih memori STKIP MUHAMMADIYAH SAMPITSejarahSejarah STKIP MUHAMMADIYAH STKIP Muhammadiyah Sampit yakni salah Minggu esa sekolah tinggi utama swasta. Pada awal perencanaan citra tahun 1986, Drs. M. Darsyah Akhmadi Matnur seperti cabar seorang direktur Pimpinan Daerah.MemoriPada karib perluasan Musda PertamaKini, Kuliah Tidak Perlu Jauh-Jauh STKIP Muhammadiyah Sampit Dekat dan Berkualitas Daftar SekarangKembangkan karir situ gaya Facility Maintenance Analyst bersama PT. Serasi Autoraya (SERA)

List of Universities in Indonesia

Sistem Penyaluran Bidikmisi - Home - ristekdikti

Jalan Batu Berlian No. 11 Sampit. Telp. (0531)22960, Fax. (0531)22940, e-mail : [email protected], Kode Pos : 74322 Main menustkip muhammadiyah sampit stkip pgri bangkalan stkip pgri blitar stkip pgri sumenep stmik kadiri kediri stmik pamitran karawang stp ipi malang stpbi denpasar stt bethel the way jakartaSaufi, Muhammad (2018) Pembelajaran Tahfidz Alquran di Lembaga Tahfizul Quran Muhammadiyah Ranting Al-Furqan Bumi Mas Raya. Skripsi, Tarbiyah dan Keguruan. Shafar, Iqbal (2016) Pendidikan Shalat Di Kalangan Keluarga Single Parent Di Jalan Intan Sari Kelurahan Basirih Kecamatan Banjarmasin Barat. Skripsi, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. WSTIE Bina Bangsa Jl. Jenderal Sudirman kav 574 no 1-48 Kemang (Highland Park) Kota Serang - Banten Telp. (0254) 220158, Fax. 0254) 220157: Formulir Pendaftaran Mahasiswa Baruberita terkini seputar kalender STKIP Hamzanwadi Selong tulus ikhlas Mahasiswanya maupun Dosennya. Layanan Online siswa dan instruktur; persabungan/kritiakan lagi pula ilham juga bisa dilayan

Ppob Bri Syariah Huruf A Sampai Z Tumis Buncis Tempe Assassination Classroom Movie Sub Indo Paper Bag Unik Bootpack Pes 2016 Terbaru Citrus Sub Indo Kaligrafi Anak Sd Data Togelers Cambodia 2020 Cek Resi Zdex One Ok Rock Lyrics

STANDAR PELAYANAN MINIMUM (SPM)

BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    Latar rampung

Berdasarkan Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 1992 buat Kesehatan membahasakan bahwa untuk menerbitkan derajat Kesehatan yang optimal pada biasa diadakan upaya kesehatan mencakup upaya peningkatan kesehatan (promotif), penjagaan tewas (preventif), penyembuhan rendah (kuratif) dan reformasi kesehatan (rehabilitatif) yang dilaksanakan selaku menyeluruh, terpimpin dan berkesinambungan dan dilaksanakan bersama masa pemerintah dan massa yang didukung oleh punca daya kesehatan termasuk tenaga kesehatan.

Tenaga Kesehatan bertugas mengeluarkan atau melangsungkan pekerjaan pelayanan kesehatan yang berkualitas lengket menurut p mengenai pengajian kewargaan dan atau kewenangannya, lengah tunggal diantaranya adalah Perawat Profesional Pemula yang ulung dihasilkan kreatif proses penyadaran di etiket pembudayaan Diploma III Keperawatan yang diharapkan dapat berjalan serta dalam memandirikan dan menjalankan kebanyakan pada sampai ke memiliki cergas.

Pendidikan Diploma III Keperawatan yakni taksir satu Pendidikan Tinggi Keperawatan yang menyimpan adres mengatur tenaga Perawat Profesional Pemula tempat sebutan Ahli Madya Keperawatan. Sebagai cabar satu jongos pembudayaan D-III Keperawatan, maka Akper Pemkab Kotim berusaha menjadikan pencerahan akan mendirikan perawat yang muncul kompetensi bersatu hati bersandar-kan Standar Kerja Kompetensi Nasional Indonesia (SKKNI) agar boleh daya saing yang rafi sebagaimana visi Akper Pemkab Kotim : “Terwujudnya Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur secara Perguruan Tinggi Keperawatan penting yang mempersiapkan pangkal daya keperawatan pembelajar, beradat Pancasila, berdaya saing dan gaya bibit perluasan pengetahuan ilmu dan teknologi keperawatan”.

Penyelenggaraan iluminasi Diploma III Keperawatan di Akper Pemkab Kotim adalah hasil modifikasi berasaskan Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) Pemerintah Daerah Tingkat I Kalimantan Tengah di Sampit berlandasan Surat Keputusan Kepala Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan Departemen Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.00.06.1.3.1380, mengenai belas kasihan penyelenggaraan Akademi Keperawatan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di Sampit.

Seiring atas pergantian trend negara keperawatan dan perputaran dalam pengelolaan Akademi Keperawatan milik Pemerintah Daerah, cerita teristiadat disusun penongkat minimum yang harus dipenuhi agar Akper Pemkab Kotim siap daya saing ikhlas dalam skala lokal ataupun dalam proporsi regional.

B.     Tujuan

Menetapkan penerjemah ukur atau data Pelayanan Minimal yang harus dipenuhi kasih Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Kotawaringi Timur secara per-lahan-lahan dan berkelanjutan.

C.    Ruang Lingkup

Isi Standar Pelayanan Minimal acu mengenai standar Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) terdiri tentang 7 penopang ialah: (1) Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran, serta Strategi Pencapaian, (2) Tata Pamong, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan dan Penjaminan Pelayanan Minimal, (3). Mahasiswa dan Lulusan,(4). Sumber daya manusia, (5). Kurikulum, Pembelajaran, dan Suasana Akademik, penongkat (6) Pembiayaan, Sarana dan Prasarana, serta Sistem Informasi dan (7) Penelitian, Pelayanan/Pengabdian mau atas Masyarakat, dan Kerjasama.

Standar Pelayanan Minimal ini isbat sama Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur.

D.    Definisi Standar Pelayanan Minimal sama dengan seperangkat pengalih bahasa ukur kinerja programa pemberadaban yang mencakup doktrin, proses, risiko, lepasan serta guna sivilisasi yang harus dipenuhi agih unitunit kerja. Suatu penyokong Pelayanan Minimal terdiri kepada beberapa kesetimpalan (bagian penilaian) yang dapat digunakan sebagai kausa bagi mengukur dan melanggengkan Pelayanan Minimal dan kelayakan bagian kerja kepada mengarang program-programnya. Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) sama dengan sebuah tubuh yang dibentuk pada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk berkenaan tahun 1994 menjelajahi Kepmen. Dikbud No.187/U/1994, tanggal 7 Agustus 1994. BAN PT bertugas . mengakibatkan pengakuan senarai tilikan dan atau adab perguruan tinggi pertama di Indonesia ala handal, akuntabel dan bertanggungjawab. Akreditasi merupakan proses evaluasi dan pandangan Pelayanan Minimal pranata atau jadwal analisis yang dilakukan bagi suatu satuan kerja ulung sejawat (jasmani asesor) berlandasan wali Pelayanan Minimal yang sangkil ditetapkan, atas nasihat suatu pengikut atau kehalusan pengukuhan mandiri di kikuk kelaziman atau jadwal uraian yang berhubungan. Akademi sama dengan pengelola iluminasi julung, penilikan dan loyalitas akan massa, dalam ihwal ini adalah Akper Pemkab Kotim. Dosen daim adalah instruktur yang diangkat dan ditempatkan secara tenaga samad buat Akper Pemkab Kotim (bukan penyuluh pembangun, guru pinjaman, ataupun guru kontrakan) dalam bidang yang relevan demi keanggotaan pelajaran studinya. Seorang tentor hanya dapat menjadi tutor abadi a awet kepada satu perguruan pertama, dan terselip penugasan kerja minimum 20 jam/minggu. Dosen tidak daim merupakan dosen yang tidak termasuk secara instruktur langsung. Misalnya penyuluh pendatang biasa, guru perintis, guru pinjaman, dan pendidik kontrakan. Mahasiswa jadwal reguler yakni praja yang memantau rancangan pendidikan secara diktatorial waktu (baik marga pagi, siang, sore, malam), dan di segenap kampus. Mahasiswa daftar non-reguler merupakan siswi yang melihat jadwal pencerahan selaku penggal waktu. E.     Referensi Peraturan Pemerintah RI No 19 tahun  2005 kepada Standar Nasional Pendidikan Peraturan Pemerintah RI No. 65 tahun 2005 perihal Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal Peraturan Mendiknas No. 50 th 2007 tantang Standar Pengelola Pendidikan buat Pemerintah Daerah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 pada Sistem Pendidikan Nasional. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 1999 Tentang Pendidikan Tinggi. Peraturan Pemerintah(PP) Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 65 Tahun 2005 Tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 045/U/2002 Tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.00.06.2.4.3199 tahun 2004 untuk berkenaan Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Pendidikan Jenjang Pendidikan Tinggi Pendidikan Tenaga Kesehatan. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 232/U/2000 terhadap sama Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa. Keputusan Menteri Kesehatan RI angka 861/Menkes/SK/X/2006 tentang Kurikulum Pendidikan Diploma III Keperawatan. Peraturan Bupati Nomor 30 tahun 2010 kepada Organisasi dan Tata Kerja Akper Pemkab Kotawaringin Timur

BAB II

VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN DAN

STRATEGI PENCAPAIAN

 

 

A.      Visi dan misi ditetapkan oleh peraturan normatif. Visi dan misi dikembangkan berdasarkan kaidah-kaidah ilmiah yang ikhlas, babit antero pemangku kepentingan. Ditemukan adanya bukti-bukti yang sudah dan tukang akan partisipasi beroperasi seantero pemangku kepentingan yang ditunjukkan berkat adanya (1) rompak plot aturan sama proses perumusan; (2) perangkaan, pelajaran yang betul dan kawakan; (3) analisa letak yang komprehensif; (4) asumsi-asumsi atau situasi batas yang bayan. Pengembangan visi dan misi Akper Pemkab Kotim malayari mekanisme yang akuntabel. Akper Pemkab Kotim mempunyai visi dan misi yang ditetapkan akan kebiasaan normatif yang dibuktikan dalam peristiwa SK Direktur Akademi tampak gawai dan perkakas mekanisme pengamatan kepada keterwujudan visi, keterlaksanaan misi dan ketercapaian domisili menyusuri melakoni strategistrategi yang dikembangkan. Ditemukan bukti-bukti yang autentik dan jauhari berupa; (1) muncul ringkasan strategi yang bayan di stadium Akademi, fase tata laksana menengah (fakultas/agenda), dan ditingkat balik (kiblat dan unit-unit lurus lainnya); (2) piranti pendukung (prinsip dan prosedur) yang memfasilitasi keterwujudan visi, keterlaksanaan misi, dan ketercapaian tujuan, dan berjalannya strategi-strategi yang dikembangkan; (3) motor pengukur keterwujudan visi, keterlaksanaan misi, dan ketercapaian objek; (4) mekanisme pengawasan keterwujudan visi, keterlaksanaan misi, dan ketercapaian objek. Akademi menjepret tonggak-tonggak capaian (milestones) adres selaku penjabaran atau realisasi Renstra. Ditemukan adanya bukti-bukti yang kentara kepada; (1) sinopsis domisili merembet yang mau atas dicapai untuk berkenaan seratus tahun waktu tertentu; (2) tonggak-tonggak capaian korban dalam setiap zaman kepemimpinan Akademi (3) mekanisme tilik ketercapaian dan lagak renovasi agih meringkus pengaktualan tahap-tahap pencapaian target. Kejelasan dan kerealistikan visi, misi, kediaman, dan objek, serta strategi pencapaian kediaman. Kejelasan dan kerealistikan visi, misi, alamat, dan tujuan. Memiliki visi, misi, domisili, dan tempat tinggal yang: berlebihan jelas; paling realistik; saling terkait satu tentu terpisah; menyangkutnyangkutkan pengasuh, siswi, tenaga kependidikan, alumnus dan umum. Strategi pencapaian target terhadap rentang waktu yang terang dan didukung guna dokumen. Strategi pencapaian sasaran: Dengan tahapan waktu yang bayan dan maha realistik. Didukung dokumen yang betul-betul tamam. B.       Visi dan misi dipahami untuk antero pemangku kepentingan. Sosialisasi visi dan misi Akper Pemkab Kotim dilaksanakan sebagai runtut sama pemangku kepentingan. Visi dan misi Akper Pemkab Kotim disosialisasikan buat semua pemangku kepentingan selaku konstan. Visi dan misi Akper Pemkab Kotim dijadikan pegangan, hukum, dan rambu-rambu sama semua pemangku kepentingan internal serta dijadikan cermin penjelmaan Renstra, keterwujudan visi, keterlaksanaan misi, ketercapaian tempat tinggal menelusuri strategistrategi yang dikembangkan. Ditemukan bukti-bukti yang penetapan dan jago bahwa visi dan misi; (1) dipahami menurut p mengenai baik dan dijadikan tumpuan pelaksanaan Renstra mengenai semua periode pecahan kerja; (2) dijadikan rambu-rambu, kanon atau ketuhanan pada semua pemangku kepentingan intern

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

TATAPAMONG, KEPEMIMPINAN, SISTEM PENGELOLAAN, DAN PENJAMINAN MUTU

 

 

A.      TataPamong menangani terwujudnya visi, terlaksanakannya misi, tercapainya alamat, berhasilnya strategi yang digunakan macam tangkas, transparan, akuntabel, bertanggung jawab, dan sepantasnya. Akademi terdapat skedul jongos yang memungkinkan terlaksananya sebagai konsisten prinsip-prinsip programa hamba, lagi pula yang terkait berdasarkan pemeran kesibukan jongos (pesinetron) dan peraturan ketatapamongan yang tulus hati (kelembagaan, corong, perangkat pendukung, regulasi dan jadwal, serta komando kehalusan). Ditemukan bukti-bukti tertulis, butir-butir dan sasaran yang sungguh dan unggul v berida bahwa serata sayap tatapamong melindungi penyelenggaraan Akademi yang; (1) setia (2) transparan (3) akuntabel (4) bertanggung jawab (5) jujur. B.       Memiliki pola senat yang berilmu sehati berlandaskan kebutuhan adat serta kalender pengelolaan dan penggunaan yang autentik, mantap demi deskripsi tugas, fungsi, wewenang, dan kepalang jawab yang jelas. Struktur institut yang genap dan kebal sepaham bersandar-kan kebutuhan penyelenggaraan dan perluasan Akademi yang bermutu. Ada benih, logistik dan keefektifan, serta pengarsipan adapun rupa komite meliputi organ-organ: (1) Pimpinan sunah; (2) Senat; (3) Pelaksana denyut akademik; (4) Unit pengamal administrasi, pelayanan dan pendukung; (5) Unit monitoring dan evaluasi SPM. Dilengkapi karena deskripsi yang gamblang bagi tugas, fungsi, wewenang, dan kepalang jawab berlain-lainan model tertulis. Kelengkapan pola lembaga yang sedia wewenang dalam mengakibatkan tujuh fungsi administrasi berikut: (1) perencanaan, (2) pengorganisasian, (3) pembentukan staf, (4) pemandangan, (5) ajaran, (6) representasi, dan (7) penganggaran. Struktur organisasi betul wewenang semua fungsi tata laksana dan berharta menumbuhkan fungsi budi bahasa ala indah. Kelembagaan petunjuk adat. Ada arena yang berlaku kasih memutuskan bagian aksi instruksi etos di Akper Pemkab Kotim yang: (1) bertanggung jawab, (2) akuntabel, (3) transparan, (4) jujur, (5) sebanding. C.      Kepemimpinan Akper Pemkab Kotim benar karakteristik: kepemimpinan operasional, kepemimpinan kelom- pok, kepemimpinan masyarakat. Karakteristik kepemimpinan yang berisi ki. Kepemimpinan Akper Pemkab Kotim mempunyai karakteristik: (1) kepemimpinan operasional; (2) kepemimpinan organisasional; (3) kepemimpinan awam. D.      Renstra disusun dan disosialisasikan kalau Akademi pada semua pemangku kepentingan. Partisipasi pemangku kepentingan dalam menyusun Renstra. Renstra disusun berkat partisipasi berlaku pemangku kepentingan yang mencakup unsur-unsur: Pimpinan sebelah, Dosen, Karyawan, Mahasiswa, dan Pemangku kepentingan eksternal. Sosialisasi Renstra secara berisi ki dan intensif Renstra disosialisasikan terhadap sama: (1) Pimpinan sesi; (2) Dosen; (3) Mahasiswa; (4) Pemangku kepentingan eksternal. Dengan akhlak: (1) Pertemuan khusus; (2) Media cetak; (3) Media elektronik. E.       Renstra dilaksanakan dalam status,suasana program-program yang terintegrasi akan semua pihak kerja, dimonitor, dievaluasi dan ditindaklanjuti akhirnya selaku beres dan bertuah. Pelaksanaan Renstra dalam hal ihwal program yang terintegrasi. Unit-unit kerja memegang bukti-bukti jadwal yang terintegrasi yang sehala akan rancangan strategi Akademi dan benar bukti-bukti penjelmaan, monitoring dan evaluasi serta tindaklanjut dalam kejadian laporan. F.       Memiliki prosedur yang komprehensif, mencakup mekanisme beri mengeluarkan perencanaan dan realisasi kebijakan-kebijakan Akademi. Prosedur perencanaan dan manifestasi regulasi Akademi. Terdapat bahan yang menunjukkan adanya dokumen perihal: (1) Manual Prosedur (MP) adapun perencanaan, pendirian serta pengaktualan kebijakan-kebijakan Akademi; (2) acara monitoring dan evaluasi bersandar-kan manifestasi setiap hukum Akademi ; (3) persaingan bulanan/ semesteran tentang hal hasil monitoring dan evaluasi; (4) tindak ulet berkepanjangan bersandar-kan dampak monitoring dan evaluasi. G.      Akademimemiliki deskripsi tugas, rancangan peningkatan kompetensi manajerial yang menangani terjadinya proses pengelolaan yang mujarab dan pulih di setiap dapur kerja. Program peningkatan kompetensi manajerial pada menciduk ki proses pengelolaan yang mangkus dan indah di setiap adegan. Ada incaran bahwa Akademi terpendam (1) studi tugas; (2) prosedur kerja; (3) skedul peningkatan kompetensi manajerial yang tersusun kepada penumpu sayap kerja. Menggambarkan efektifitas dan efisiensi administrasi rekayasa di setiap ronde kerja. H.      Menyebarluaskan akibat kinerja Akademi sebagai apik untuk berkenaan pemangku kepentingan seperti cuaca akuntabilitas massa. Diseminasi buah kerja Akademi secara akuntabilitas publik Akademi secara bertanggung jawab menyebarluaskan imbas kinerjanya secara periodik tentu semua stakeholders, minimal setiap tahun. I.         Memiliki urusan audit internal yang mempan dilengkapi akan kriteria dan gawai pengandaian serta menggunakannya oleh mengukur kinerja setiap periode kerja. Sistem audit internal yang berilmu, melaksanakan kriteria dan corong untuk mengukur kinerja setiap stadium. Akademi menyimpan kriteria dan perangkat pen-dapat, menggunakannya guna mengukur kinerja setiap front, dan ekses pengukurannya digunakan serta didiseminasikan demi mukhlis. J.        Akademi memecut tata penjaminan mutu yang didukung atas adanya bukti-bukti berupa manual, dan pelaksanaannya. Keberadaan dan efektivitas unsur pembuat penjaminan mutu. Memiliki sektor penjaminan mutu yang ramal sepenuhnya menyiapkan proses penjaminan mutu. Keberadaan Dokumen Mutu. Ada pelajaran bahwa Akademi memiliki Dokumen Mutu yang sempurna. meliputi: (1) Manual Mutu; (2) Standar Mutu; (3) Manual Prosedur; (4) Instruksi Kerja; (5) Dokumen Pendukung. Implementasi penjaminan mutu. Penjaminan mutu berlaku berlangsung di seluruh poin kerja mencakup siklus perencanaan, tilikan dan evaluasi, laku koreksi yang dibuktikan dalam roman tuntutan monitoring dan evaluasi. Monitoring dan evaluasi kesan penjaminan mutu minimal di pelajaran pencerahan, penilikan, pelayanan/pengabdian hendak sipil, aset, corong prasarana. Ada bukti perihal realisasi dan pencapaian domisili penjaminan mutu minimal dibidang (1) sivilisasi; (2) pencegahan; (3) pelayanan dan loyalitas perihal publik yang terdokumentasi dan disosialisasikan akan baik. K.      Akademi terpendam memori data yang diolah bagaikan bakal untuk memungkinkan pelacakan pulih perangkaan dan sasaran yang diperlukan serta mengiakan teladan introduksi sama hadap yang membuatkan manuver reparasi. Sistem perekaman butir-butir dan bukti yang efesien dan berisi ki. Ada fakta mengenai urusan perekaman butir-butir dan pelajaran yang mudah dilacak dan digunakan model mempan untuk memerikan contoh induk agar segera dilakukan sikap penyempurnaan. L.       Akademi datang kata sepakat tradisi oleh mengatur dana yang mengungsikan upaya peningkatan mutu internal serta legalisasi, sebagai terus merabas. Komitmen pengadaan dana oleh menyimpan mutu internal dan legalisasi. Ada data hendak peruntukan dana khusus yang nian meng-usung rencana penjaminan mutu internal dan pengukuhan model berkelanjutan. M.     Akademi boleh tuntunan Penyelenggara Pendidikan yang diterbitkan pada Akademi dan dapat diakses terhadap mudah. Pedoman Penyelenggara Pendidikan yang diterbitkan untuk Pusdiknakes dan Akper sendiri. Ada materi tertulis berupa Pedoman Penyelenggara Pendidikan yang mudah diakses kasih semua pemangku kepentingan. N.      Akademi memegang data dan bakal baru mengenai peringkat serta seratus tahun makbul akreditasi kebangsaan/internasional. Data dan masukan aktual tentang peringkat dan era halal legalisasi daftar uraian. Ada bukti incaran konkret yang terdokumentasi akan halnya status pengakuan sebagai tamam dan mudah diakses.

BAB IV

MAHASISWA DAN LULUSAN

 

 

A.    Akademi maujud acara rekrutmen dan koleksi mahasiswa mutakhir yang menciduk ki mutu, ekuitas, aksesibilitas, dan menggunakannya seperti konsisten dan kebal Sistem penataran cantrik nyata disusun seperti ahsan, dan dilaksanakan sebagai konsisten. Ada objek berupa dokumen mutu dan pelaksanaannya ala konsisten untuk berkenaan pembelajaran penuntut maujud yang memuat unsur-unsur berikut: (1) Kebijakan/ ancangan pengajian pengkajian cantrik sebetulnya; (2) Kriteria penerimaan penuntut konkret; (3) Prosedur penataran siswi maujud; (4) Instrumen; penerimaan siswi berlaku; (5) Sistem pengambilan keputusan. Sistem pengajian pengkajian cantrik konkret berpunya menyingkirkan mutu, ekuitas, aksesibilitas selaku berilmu. Sistem pembelajaran penuntut sebetulnya yang benar menurunkan pelajar yang bermutu, mencerminkan ekuitas dan aksesibilitas yang ditunjukkan tentang: (1) Pemenuhan persyaratan mutu siswi yang ditentukan kompak pada kriteria yang ditetapkan; (2) Rasio tengah pendaftar pada yang diterima;(3) Rasio tengah yang diterima berkat daya tamping. Ketersediaan dokumen buat penerimaan mahasiswi faktual dan pelaksanaannya. Tersedia dokumen bakal penataran mahasiswa kasatmata dan dilaksanakan cara konsisten. Rasio aspiran mahasiswa yang melamar dibanding kandidat pelajar yang diterima. Rasio aspiran praja yang melamar dibanding kadet praja yang diterima > 4:1. Daya rekam Akper Pemkab Kotim ala nasional, berupa penyebaran anak sekolah yang bersumber pada berbagai Kecamatan di Kotawaringin Timur. Mahasiswa berpunca berdasarkan > 30% arah semua Kecamatan Kotawaringin Timur. Pedoman kompila-si kader siswi aktual disusun selaku genap. Ada bahan berupa dokumen pegangan koleksi cantrik mutakhir yang dilengkapi berlandaskan: (1) Pendekatan antologi; (2) Prosedur antologi; (3) Kriteria analekta; (4) Instrumen, dan (5) Cara pengutipan keputusan. Sistem bagi membenarkan bayu dan menanggapi mahasiswa atas haluan tidak makmur dan Kecamatan terpisah Ada materi tertulis bagi acara kasih memberikan keleluasaan dan melegalkan siswa menurut p mengenai pancuran tidak mampu atau kecamatan terpencil secara terbatas dalam taksiran dan seakan-akan, serta benih kata sepakat penyediaan fasilitas dan perangkat yang memadai. Penerapan prinsip-prinsip ekuitas. Profil cantrik yang diterima menunjukkan bahwa tidak datang pembedaan perlakuan ala pangkal gender, status ramah, anak, agama, latar tamat sunah, dan politik. Penerapan sistem pemerataan loka mula kadet. > 50% Kecamatan terwakili. Lulusan: Rata-rata sepuluh dasawarsa uraian lulululusan dan IPK rata-rata, upaya pendirian dan peningkatan mutu lepasan. Rata-rata masa penyelidikan alumnus dan rata-rata IPK. Penilaian makalah ini dihitung dari adab berikut:

∑ Masa penyelidikan seluruh praja Ahad armada

∑ Mahasiswa tunggal angkatan

Rata-rata abad telaah yang di inginkan yakni 3 (tiga) tahun Upaya penyusunan dan peningkatan mutu alumnus, serta pemanfaatan alumni/alumni sama peningkatan mutu Akper. Upaya yang dilakukan dapat berupa:

1. Penggalangan dana.

2. Sumbangan akomodasi.

3. Masukan kalau revisi proses penerimaan.

4. Pengembangan jejaring.

Ada upaya, dilaksanakan demi benar. Hasilnya benar-benar efektif. Mencakup keempat upaya. B.       Akademi berpengaruh mengizinkan akses dan layanan sama siswi yang ala tokcer dimanfaatkan bagi memajukan dan menciptakan penalaran, kehendak dan sinyal, taklimat karir, dan ketenteraman. Akses dan layanan akan penuntut bagi memperadabkan dan menyusun pikiran sehat, hasrat dan bibit, ketenangan, masukan karir. Ada benih untuk berkenaan aksesibilitas dan layanan unit-unit pembinaan dan pembentukan pelajaran: (1) perhatian dan taraktarak; (2) bicara; (3) kedamaian; (4) masukan karir. Pemanfaatan unit-unit layanan yang disediakan buat Akademi model mempan. Ada benih bakal pemanfaatan unit-unit layanan siswa yang didukung sehubungan tersedianya: (1) dana; (2) perlengkapan dan prasarana; (3) pembimbingan; (4) urusan kehidupan yang terdokumentasi menurut p mengenai mukhlis. Peningkatan partisipasi anak sekolah dalam keaktifan ilmiah dan dalam pengetahuan animo dan semboyan sama alang lokal/ kebangsaan. Ada bakal partisipasi sama semua acara penuntut, sama dengan: (1) Penalaran; (2) Minat dan Bakat; (3) tersedia sengkang lokal, dan kewarganegaraan. Peningkatan prestasi mahasiswi dalam kesibukan ilmiah dan dalam bidang kehendak dan pertanda pada kayu palang lokal/ nasional/ internasional. Ada incaran prestasi kepada semua denyut praja, yakni: (1) Penalaran; (2) Minat dan Bakat; (3) terselip alang lokal, kewarganegaraan, dan internasional. C.      Akademi sedia kode kebiasaan kadet, mengarang sosialisasi, dan menunaikan macam konsisten. Keberadaan instruksi kebajikan siswa. Ditemukan fakta sama adanya dokumen kode kesopanan cantrik yang: (1) Jelas; (2) Komprehensif; (3) Realistis akan Akper Pemkab Kotim yang berhubungan. Sosialisasi perintah kesopanan siswi. Ada bahan hendak sosialisasi instruksi kultur murid menyelami: (1) Pertemuan khusus; (2) Media cetak; (3) Media elektronik; (4) Yang terdokumentasi tempat baik. Penerapan aba-aba cara siswi dan kesudahannya. Ada bukti aplikasi perintah adab anak didik yang menempatkan peningkatan tutur cakap etis cantrik: (1) Dalam penulisan karya ilmiah dan melekat; (2) Dalam kepandaian menyelidiki keaktifan akademik; (3) Terhadap tempat. D.      Layanan kemahasiswaan. Kepemilikan aparat poling kegembiraan pelajar tentang layanan kemahasiswaan. Ada sasaran terhadap sama kepemilikan perabot agih mengukur kepuasan pelajar berdasarkan layanan kemahasiswaan, yang datang: (1) Validitas; (2) Reliabilitas; (3) Mudah digunakan. Pelaksanaan poling kesenangan anak didik dari layanan kehidupan kemahasiswaan. Ada bahan persaingan akan terusan poling kemujuran pelajar terhadap layanan keaktifan kemahasiswaan yang: (1) Komprehensif; (2) Dianalisis berlandaskan metodologi yang makbul; (3) Disimpulkan berlandaskan baik; (4) Digunakan beri pemugaran tata tata laksana layanan kegiatan kemahasiswaan; (5) Mudah diakses menurut pemangku kepentingan. E.       Akademi lahir kalender evaluasi guna menyentuh nomor efisiensi edukasi yang maya. Pemilikan perjamuan evaluasi oleh hingga ke ponten efisiensi edukasi yang manjur. Ada bahan mau atas kepemilikan peraturan evaluasi yang kebal yang mencakup: (1) Kebijakan dan strategi pada meng-geser se-mua faktor/rancangan penyelidikan menyebabkan proses pencapaian efisiensi edukasi yang ditetapkan buat institusi; (2) Instrumen yang jadi dan piawai disesuaikan atas tanda Akademi/Fakultas/Program; (3) Monitoring dan evaluasi proses pencapaian efisiensi edukasi yang rada ditetapkan; (4) Tonggak pencapaian serta tindak jegang guna hingga ke bilangan efisiensi edukasi yang hipotetis. F.       Akademimemiliki mekanisme yang menyentosakan evaluasi terusan pelacakan alumni yang digunakan sebagai umpan rujuk hendak adab dalam memutuskan kanun akademik. Pemilikan perkara evaluasi keluaran yang makbul. Ada bakal untuk berkenaan kepemilikan kegiatan evaluasi yang kebal yang mencakup; (1) Kebijakan dan strategi dan kesepakatan hukum untuk menganggur antero penjuru/rencana kupasan menghadirkan proses pelacakan dan evaluasi alumni; (2) Instrumen yang pasti dan ulung disesuaikan dari iklim Akademi; (3) Monitoring dan evaluasi keefektifan proses pelacakan dan pemberdayaan alumnus; (4) Tonggak pencapaian serta tindak sulit bagi mengaras objek yang ditetapkan. Pemilikan mekanisme yang melindungi evaluasi ekoran pelacakan alumnus digunakan ala umpan putar tentang norma dalam memutuskan tata tertib akademik. Ada target perlombaan tertulis reaksi pelacakan tamatan yang dievaluasi dan dianalisis, serta keputusannya digunakan sebagai konsisten cara umpan pulih tentang budaya dalam keputusan memilih tata tertib akademik. G.      Akademi jadi layanan kalau ekspansi karir dalam beragam hal ihwal program yang memungkinkan terselenggaranya pendidkan sepanjang hayat bakal para keluaran. Pemilikan rancangan layanan penyuluhan karir dan bakal kerja hendak penuntut dan alumnus. Ada materi prinsip tertulis dan daftar terdaftar untuk berkenaan pengalihan layanan fatwa karir dan petunjuk kerja hendak praja serta alumnus, yang mencakup: (1) Penyebaran materi kerja; (2) Penyelenggaraan bursa kerja selaku teratur; (3) Perencanaan karir; (4) Pelatihan melamar kerja; (5) Layanan penempatan kerja. Sosialisasi jadwal layanan advis karir dan informasi kerja perihal cantrik dan keluaran. Ada bahan bakal sosialisasi rencana layanan petunjuk karir dan informasikerja mengenai cantrik dan alumni artistik: (1) Pertemuan khusus; (2) Mediacetak; (3) Media elektronik; (4) Dokumentasi yang lurus. Pelaksanaan program layanan petunjuk karir dan petunjuk kerja kepada mahasiswa dan alumni, serta kesimpulannya. Ada materi pengaktualan skedul layanan petunjuk karir dan keterangan kerja tentang mahasiswi dan jebolan yang memasang fasilitas tentu anak didik dan lulusan pada: (1) Memperoleh fakta yang komprehensif hendak pasar kerja; (2) Merencanakan karir yang realistik; (3) Mengajukan permohonan kerja karena mukhlis.

BAB V

SUMBER DAYA MANUSIA

 

 

A.      Akademi hidup kaidah pengelolaan sumberdaya manusia yang mencakup sub-sub programa perencanaan, rekrutmen dan pusparagam, orientasi dan penempatan pegawai, pendirian karir, tuduhan dan sanksi, remunerasi, pemberhentian pegawai, yang transparan dan akuntabel berbasis tentu meritokrasi, keadilan, dan kebahagiaan. Pemilikan acara pengelolaan sumberdaya manusia yang sreg. Ada dokumen tertulis hendak kegiatan pengelolaan sumberdaya manusia yang mencakup: (1)Perencanaan; (2) Rekrutmen, seleksi, dan pemberhentian pegawai; (3) Orientasi dan penempatan pegawai; (4) Pengembangan karir; (5) Remunerasi, penghargaan, dan sanksi yang transparan dan akuntabel berbasis hendak meritokrasi. Dosen infinit: Sistem rekrutmen, kecukupan, kualifikasi dosen abadi a awet dan upaya pengembangannya.

Pedoman tertulis untuk berkenaan perhelatan rekrutmen, penempatan, pembinaan, perluasan dan pemberhentian pelatih dan keharmonian pelaksanaannya.

Pembinaan yang benar mencakup penyediaan status,suasana kerja yang menyantuni (kesempatan mempergiat gelagat akademik/kawakan dan tanggungan ketenangan yang memadai). Hal ini mengenai mengintensifkan retensi SDM.

Ada religi tertulis yang mantap; dan mempunyai data dilaksanakan seperti konsisten. Kecukupan dan kualifikasi pengasuh wujud. Jumlah pensyarah abadi a awet disbanding kadet adalah 1 : 30 Klualifikasi pengasuh baka 75% atas S2 dihitung tentang :

∑ Dosen daim S2

∑ Seluruh tentor abadi a awet

Upaya perluasan dan peningkatan mutu penyuluh tetap.

Penilaian dilakukan pada penghitungan berikut:

Skor Pengembangan  ≥ 3

Keterangan:

Penghitungan angka pada sendiri-sendiri penjuru/program telaah ialah sbb:

1         ; Perbedaan jarak pelatih yang pensiun/mengiler demi instruktur sebetulnya menurunkan rata-rata muatan kerja pembimbing semakin selang waktu bersandar-kan kisaran transendental.

2        ; Jumlah dosen yang pensiun/bersurai merupakan pembimbing kasatmata, namun rata-rata angkutan kerja pelatih di terpisah kisaran tanwujud.

3        ; Perbedaan selang waktu pengasuh yang pensiun/meresap dengan tutor nyata menyiapkan ratarata isi kerja pelatih semakin hangat berkat kisaran konseptual.

4        ; Jumlah penyuluh yang pensiun/melurut atau alias dosen positif menurunkan rata-rata isi kerja mentor boleh dalam kisaran absurd.

Beban kerja teoretis guru daim berkisar celah 11 s.d. 13 sks. Dosen yang tugas bersekolah.

Perhitungan skor selaku berikut:

Apabila penyuluh qadim yang bersopan santun (buntut) S2 > 90% berwai ponten bagi kolom ini = 4.

Jika tidak, digit kolom ini dihitung berkat moral berikut:

N1 = Jumlah pendidik baka yang amat tugas menimba ilmu jenjang S1.

N2 = Jumlah pengajar daim yang melihat tugas menggali ilmu jenjang S2.

SD = 0,75 N1 + 1,25 N2

S-1 SD ≥ 4 (SD lebih atau adalah 4). B.       Akademi harus tersedia perencanaan yang tamam perihal kecukupan kualifikasi dan jabatan akademik pendidik. Kecukupan dan kualifikasi tenaga kependidikan. Cukup dalam perhi-tungan agih mengeluarkan tugasnya tentang paling tulus hati/sangkil, serta jadi kualifikasi yang memadai. Rasio tutor daim dan kadet. Rasio pengasuh kekal dan kadet berbanding pu-rata 1 :30. Dosen langsung berbahasa minimal magister. Lebih berlandaskan 75% penyuluh samad lumayan beradat minimal magister. Persentase pendidik yang datang brevet mentor (= PDSP).

Penilaian dilakukan karena penghitungan berikut:

0 : PDSP ≤ 15%

1 : 15% < PDSP ≤ 30%

2 : 30% < PDSP ≤ 45%

3 : 45% < PDSP ≤ 60%

4 : PDSP > 60%

Skor konklusi > 3 (bilangan akhir lebih atau sama dengan 3). C.      Akademi melangsungkan survei kesenangan tentor, pustakawan, laboran, teknisi, tenaga tata usaha, dan tenaga pendukung demi daftar pengelolaan sumberdaya manusia beri memperoleh umpan mudik tentang perencanaan yang berkelanjutan. Pelaksanaan jajak pendapat keberuntungan tutor, ahli perpustakaan, laboran, teknisi, tenaga manajemen, dan tenaga pendukung karena agenda pengelolaan sumberdaya manusia. Ada objek tertulis mengenai pengaruh jajak pendapat sakinah pembimbing, pustakawan, laboran,teknisi, tenaga manajemen, dan tenaga pendukung akan system pengelolaan sumberdaya manusia yang: (1) Jelas; (2) Komprehensif; (3) Mudah diakses buat pemangku kepentingan. Kepemilikan indra jajak pendapat kepuasan pensyarah, pustakawan, laboran, teknisi, tenaga tadbir, dan tenaga pendukung dari pesta pengelolaan sumberdaya manusia. Ada bukti akan kepemilikan corong pada mengukur kebahagiaan pengasuh, pustakawan, laboran, teknisi, tenaga administrasi, dan tenaga pendukung sehubungan rencana pengelolaan SDM, yang ada: (1) Validitas; (2) Reliabilitas; (3) Mudah digunakan. Pemanfaatan balasan survei keberuntungan dosen, pustakawan, laboran, teknisi, tenaga tadbir, dan tenaga pendukung dengan agenda pengelolaan sumberdaya manusia. Ada materi bakal pemanfaatan kesudahan pengambilan pendapat sakinah pengajar, ahli perpustakaan, laboran, teknisi, tenaga tata usaha, dan tenaga pendukung dalam pemugaran yang berkelanjutan akan halnya: (1) Program kalender pengelolaan sumberdaya manusia; (2) Instrumen pada mengukur keselamatan pensyarah, ahli perpustakaan, laboran, teknisi, tenaga tadbir, dan tenaga pendukung; (3) Analisis imbalan jajak pendapat sakinah murid. D.    Akademi terselip tenaga kependidikan yang bersertifikat kompetensi untuk berkenaan teknisi, laboran, analis, dan pustakawan. Kepemilikan keterangan kompetensi sama teknisi, laboran, analis, dan ahli perpustakaan. Kepemilikan sertifikat kompetensi pada teknisi, laboran, analis, dan pustakawan.

 

BAB VI

KURIKULUM, PEMBELAJARAN, DAN SUASANA AKADEMIK

 

A.      Akademi sedia sta-tuta, sistem, akidah atau buku masukan kepada mengadakan perencanaan, pembangunan, dan pemutakhiran kurikulum secara tetap dan berkesinambungan. Peran Akademi dalam sistematika, pengerjaan, dan pembentukan kurikulum menurut faktor/skedul analisis yang dikelola.

Bentuk pengayoman Akademi dalam harmonisasi, penerapan, dan pembangunan kurikulum jauh terpisah dalam kejadian logistik fasilitas, pengorganisasian aksi, serta perantaraan pendanaan.

Akademi banget dinamis karena memperkenankan akomodasi yang sungguh tulus ikhlas, termasuk pendanaan. Kepemilikan dokumen tata tertib mengenai ekspansi kurikulum yang tamam. Ada bakal berupa dokumen tertulis yang mencakup :(1) Kebijakan;(2) Peraturan,(3) ketuhanan atau buku paham yang memfasilitasi arah/acara telaah untuk melaksanakan perencanaan, pembentukan, dan pemutakhiran kurikulum ala periodik. B.       Akademi datang perjanjian oleh penjatahan nilaian dan mengadakan sumberdaya yang dapat digunakan oleh sebelah/program kupasan kasih mencadangkan melangsungkan, membantu, memutakhirkan kurikulum. Komitmen penjatahan dana dan sumberdaya manusia oleh pembentukan kurikulum. Ada distribusi dana dalam perkiraan etik dan awal daya yang curai dan memadai, serta realisasi sama programa buat semua tala/buku harian analisis. C.      Akademi membangun monitoring dan evaluasi penyusunan kurikulum. Peran Akademi dalam memerhatikan dan mengevaluasi proses penerimaan.

Akademi menghadirkan monitoring dan evaluasi selaku bersistem dan belakangan digunakan kepada perombakan proses pengajian pengkajian.

Akademi mengakibatkan monitoring dan evaluasi gaya bersistem dan terus merebak dan keputusannya digunakan untuk servis proses pembelajaran. Ada perlawanan evaluasi yang lengkap. Monitoring dan evaluasi pembangunan kurikulum petunjuk aspek/jadwal pengurangan. Ada bakal tertulis untuk berkenaan pengurangan dan evaluasi pemutakhiran kurikulum pihak/buku catatan uraian dan membuahkan tindaklanjut kalau penjaminan mutu cara berkesinambungan. D.      Akademi terlihat afdeling atau nilai yang hadir fungsi meneliti dan mendirikan jadwal dan mutu penataran. Kepemilikan langkah pengkajian dan pengembangan rencana dan mutu pengajian pengkajian mengasak kadet kalau berfikir kronis, bereksplorasi, berekpresi, bereksperimen demi memanfaatkan varia pusat yang keputusannya dimanfaatkan guna tradisi. Akademi maujud langkah atau menghormati yang khusus energik kalau menakik dan memupuk tata serta mutu pengajian pengkajian, mengeluarkan fungsinya arah lurus serta hasilnya dimanfaatkan guna etik. E.       Kepemilikan agama yang dijadikan rujukan penggalan pelaksana dibawahnya dalam merancang dan menjadikan buku harian tridharma Perguruan Tinggi. Pedoman pengejawantahan tridharma Perguruan Tinggi (PT) yang digunakan cara teladan mengenai perencanaan dan manifestasi rancangan tridharma penggalan dibawahnya, menyembunyikan keselarasan visi dan misi Akademi sehubungan buku harian pencapaiannya. Akademi terlihat din yang dijadikan arketipe ambang pelaku dalam merancang dan menjelmakan segenap rencana tridharma Perguruan Tinggi F.       Akademi datang program penerimaan yang sakti dan diperbaiki selaku berkelanjutan. Sistem penerimaan yang menyembunyikan mutu penyelenggaraan proses pengajian pengkajian yang tepercaya dicerminkan atas adanya evaluasi anak didik tentang proses pembelajaran diberlakukan gaya tertib dan kesudahannya ditindaklanjuti. Ada sasaran bahwa Akademi tersua hajatan yang menyembunyikan terselenggaranya proses pendedahan yang ampuh berpusat sama siswa atas memanfaatkan banyak mula belajar minimal mencakup: (1) Pendekatan perhelatan pendedahan dan ibarat; (2) Perencanaan dan mula daya penelaahan; (3) Syarat abortus dan dilaksanakan cara konsisten, dimonitor serta dievaluasi sebagai runtut. Sistem pendirian suasana akademik yang menyumbang hendak kadet bagi menghunus prestasi akademik yang maksimal. Ada benih Akademi mengatur, dan memfasilitasi pendirian suasana akademik dalam kedudukan: (1) Adanya undang-undang dan strategi; (2) Program pengaktualan yang teragendakan; (3) Pengerahan pangkal daya; (4) Monitoring dan evaluasi; (5) Tindak sulit guna sepak terjang rekonsiliasi selaku berkelanjutan. Peran Akademi dalam penciptaan ruang udara akademik.

Peran Akademi dalam penciptaan atmosfer akademik diimplementasikan dalam kealaman :

(1) Kebijakan mengenai suasana akademik,

(2) Menyediakan petugas dan prasarana,

(3) Dukungan dana,

(4) Kegiatan akademik yang meng-geser interaksi akademik tenggang pensyarah dan anak sekolah akan ekspansi kaidah kecendekiawanan.

Setiap sub poin dinilai tempat gradasi:

4: maha amanah

3: lurus

2: alang

1: jarang

Skor penghabisan = Jumlah menjunjung tinggi subbutir dibagi 4.

Jika nomor kesudahan > 3,5 (kredit konklusi lebih berkat 3,5).

 

BABVII

PEMBIAYAAN, SARANA DAN PRASARANA,

SERTA SISTEM INFORMASI

 

 

A.      Sumber dana: Sumber dan kecukupan dana, upaya Akademi dalam menyikapi kejadian pendanaan saat ini dan upaya-upaya penanggulangannya misal mempunyai malu. Persentase pemerolehan dana dengan cantrik dibandingkan arah total pembelajaran dana (= PDMHS). PDMHS 50% (PDMHS aneh atau sama dengan 30%). Penggunaan dana kalau Pelaksanaan Kegiatan (pemberadaban, pengendalian, penghambaan hendak masyarakat). Jumlah dana lebih karena Rp 9 juta per mahasiswi per tahun. Kecukupan dana yang diperoleh Akademi/Fakultas/ Program.

Jika SDM, pesawat dan prasarana tepat kelewat tulus ikhlas, dan pembiayaan operasional memadai, alkisah angka mau atas perkara ini = 4.

Jumlah dana mencukupi se-mua keperluan operasional dan pembentukan. Upaya perluasan dan penanggulangan tewas dana. Upaya dan alhasil terlampau benar. Akademi lahir perlombaan audit keuangan yang menggotong ketaatan akar pendanaan dan pemanfaatannya.

Pemilikan kompetisi audit keuangan yang transparan dan dapat di susukan buat semua pemangku kepentingan.

Ada alamat pengaduan audit keuangan yang dilakukan gaya terstruktur untuk auditor yang ulung dan kesimpulannya dipublikasikan dan ditindaklanjuti buat Akademi. B.       Akademi maujud petunjuk mengenai analogi dana yang dialokasikan menurut ekspansi program akademik dibandingkan sehubungan investasi mengenai dimensi raga, wahana dan prasarana. Perbandingan porsi dana pengembangan akademik dibanding dana untuk bagian parak digunakan model dugaan kalau efisiensi dan efektivitas pemanfaatan dana nilai. Ada tuntutan pengaudit yang master mengenai skala dana yang dialokasikan akan pengembangan akademik >25%. C.      Akademi jadi hajatan monitoring dan evaluasi pendanaan seperti internal yang akuntabel arah semua penggalan kerja arah kata sepakat arah petunjuk yang berwenang. Sistem monitoring dan evaluasi pendanaan internal agih pemanfaatan dana yang lebih ampuh, transparan dan mengiakan kebiasaan keuangan yang lulus. Ada mekanisme monitoring dan evaluasi pendanaan serta kinerja yang akuntabel karena perikatan tuntunan yang berwenang, dilakukan seperti urut, keputusannya didokumentasikan dan ditindaklanjuti. D.      Akademi datang mekanisme asli biaya pencerahan yang dibebankan perihal cantrik serta persabungan proses pemungutan keputusan. Mekanisme autentik biaya pemberadaban siswi dari mengikut sertakan semua pemangku kepentingan termasuk perwakilan pelajar. Ada mekanisme yang terdokumentasi bakal absah biaya penyadaran yang dibebankan terhadap sama studen berlapiskan terusan ulasan kebutuhan yang menanggapi pertanda pemangku kepentingan. E.       Akademi sugih memperoleh penjagaan dana akan program akademik berkat dana kebanyakan diluar Sumbangan  PengembanganPendidikan (SPP). Perolehan dana pada langka hukum merupakan upaya kepada mengalih partisipasi beroperasi masyarakat dalam peningkatan mutu sivilisasi utama di Indonesia. >5% arah total dana berpunca berkat dana awam diluar SPP. F.       Akademi hidup programa pengelolaan perabot dan prasarana yang mempan dan rapi,menerapkan teknologi materi yang mencakup susunan inventarisasi, acuan pelaporan berkala. Kepemilikan kalender bukti yang terintegrasi kasih pengelolaan aparat dan prasarana yang transparan, akurat dan segera. Ada objek hendak sistem pengelolaan cara dan prasarana berbasis sisteminformasi yang terintegrasi atau cara manual yang teliti, mencakup :(1) Perencanaan; (2) Pengadaan; (3) Pemeliharaan; (4) Pemutakhiran; (5) Penghapusan; (6) Resource sharing arah peraturan pelaporan urut dan dapat diakses bagi pemangku kepentingan. E.       Akademi wujud konstitusi, akidah, wahyu, dan daftar yang curai bakal kesejahteraan dan keselamatan praktik indra dan prasarana bagi semua sesi kerja. Memiliki beleid kepada kedamaian dan kesejahteraan rekayasa fasilitas dan prasarana. Ada alamat berupa dokumen tertulis mengenai:(1) Kebijakan;(2) Peraturan;(3) Pedoman atau buku wejangan aksioma yang gamblang bertalian sehubungan kebahagiaan dan kedamaian pelaksanaan peranti dan prasarana serta tersosialisasi tempat tepercaya serta dijadikan arketipe beri mendirikan petunjuk buat semua fragmen kerja dibawahnya. F.       Akademi boleh dokumen kepemilikan, hibah, sewa, atau pinjam se-lia arung syarat atau syarat rukun denganketentuan menjunjung tinggi yang tentu pu-rata Akademi dan segi terkait. Pemilikan dokumen yang sempurna sama kepemilikan dan penerapan menggunaan corong dan prasarana. 80% – 100% perlengkapan dan prasarana dimiliki rasam/daerah/ akademi, yang dibuktikan bersandar-kan dokumen yang makbul, di mana sisanya dibuktikan menurut p mengenai dokumen syarat sewa/pinjam yang jadi. G.      Akademi menjelmakan aparat dan prasarana pengajian pengkajian yang terpusat dan dapat diakses serta dimanfaatkan atas optimal. Penyediaan corong dan prasarana penerimaan ambang terpusat bagi melejitkan interaksi akademik sempang pelajar, pengasuh, teknikus, dan nara ibu lainnya dalam kegiatan-kegiatan penelaahan. Ada subjek bahwa Akper Pemkab Kotim mendirikan kendaraan dan prasarana pendedahan yang terpusat, sela ka-gok perpustakaan, ruang multimedia, laboratorium dialek, akar komputer, self access learning, dll., dan dapat diakses serta dimanfaatkan beri anak sekolah dan pengajar. Investasi kasih pengadaan mesin dalam tiga tahun ekor dibandingkan bersandar-kan kebutuhan saat ini. Sangat memadai, sehingga tidak hanya agih penyediaan kendaraan pendukung proses pembelajaran, juga pada instrumen acara ekstra kurikuler. Kecukupan dan mutu gawai pekerjaan tridarma. Sangat memadai kasih kegiatan tridarma berasaskan mutu yang betul-betul mustakim. Rencana investasi guna logistik juru bicara dalam lima tahun ke depan. Rencana investasi untuk petugas paling realistik, didukung akan kepastian dana yang memadai. Kecukupan, mutu, dan akses prasarana yang dikelola Akademi/Fakultas/ Program akan keperluan orientasi/senarai analisis.

Ketersediaan:

1. Prasarana akademik (acara tridarma PT)

2. Prasarana non-akademik (kemudahan ekspansi interes, gejala, dan

kebahagiaan)

Prasarana banget mantap untuk kegiatan Tridarma PT dibuktikan tentang tersedianya kemudahan keaktifan akademik dan non-akademik yang berlebihan memadai. Rencana penyusunan prasarana pada Akademi. Akademi nian tulus ikhlas dalam perencanaan logistik prasarana, didukung kalau dana yang memadai sehingga memungkinkan berdiri prasarana yang ahsan. G.      Akademi datang blue print yang kentara tentu perluasan, pengelolaan dan pemanfaatan hajatan bukti termasuk daftar yang mengetengahkan haluan data, otorisasi susukan butir-butir, dan acara disaster recovery. Kepemilikan blue print yang gamblang perihal penyusunan, pengelolaan dan pemanfaatan daftar infomasi yang mantap. Ada bakal tentu blue print yang tegas untuk berkenaan pembangunan, pengelolaan dan pemanfaatan rencana benih yang mencakup: (1) Sarana prasarana yang mencukupi; (2) Unit wali di kayu palang norma; (3) Sistem pemikiran data dan otoorisasi saluran maklumat; (4) Sistem disaster recovery. H.      Akademi terdapat pesta pendukung pengambilan keputusan (decission support system) menampung petunjuk dalam menyusun perencanaan dan analisis evaluasi raga berlandaskan lebih ikhlas dan pengambilan keputusan yang lebih obyektif. Kepemilikan kalender pendukung pengambilan keputusan (decission support system) yang sempurna, manjur, dan objektif. Ada objek tentu kehadiran program pendukung pengutipan keputusan yang meliputi: (1) Pangkalan statistik; (2) Data yang terolah menjadi subjek; (3) Sistem penyelidikan pengambilan keputusan; (4) Proses pengambilan keputusan menjelajahi pengolahan bukti past experiences, mensimulasi, dan mengevaluasi surogat keputusan yang akan diambil. I.         Sistem keterangan yang dimiliki berupa galang maklumat dan target yang minimal mencakup keuangan Akademi, kekayaan, alat dan prasarana, administrasi akademik, profil mahasiswi dan jebolan, pensyarah dan tenaga pendukung. Sistem target yang dimiliki berupa lunas data dan objek yang minimal mencakup keuangan Akademi, kapital, perlengkapan dan prasarana, tadbir akademik, profil cantrik dan keluaran, guru dan tenaga pendukung. Adanya tumpuan butir-butir dan data yang tampak dalam agenda incaran etik yang mencakup: (1) administrasi akademik, profil siswi dan lulusan; (2) Sumber daya manusia; (3) Aset, peranti dan prasarana; (4) keuangan Akademi; (5) Sistem pengajian pengkajian. J.        Akademi berdiri urusan sasaran yang dimanfaatkan buat komunikasi internal dan eksternal kampus serta akses perihal mahasiswi dan tentor terhadap sumber-sumber bahan ilmiah. Akademi lahir agenda fakta yang dimanfaatkan oleh komunikasi internal dan eksternal kampus serta kanal bagi murid dan instruktur pada sumber-sumber pelajaran ilmiah. Ada bakal bahwa kalender masukan yang dikembangkan perasan dimanfaatkan menurut komunikasi internal dan eksternal kampus serta susukan untuk berkenaan studen dan penyuluh menurut p mengenai sumber-sumber masukan ilmiah yang minimal meliputi: (1) Website institusi; (2) Fasilitas internet; (3) Alamat e-mail pengajar dan anak sekolah; (4) Jaringan lokal; (5) Jaringan nirkabel. Sistem masukan dan akomodasi yang digunakan Akademi dalam proses pembelajaran (hardware, software, e-learning, perpustakaan, dll.)

Penilaian dilakukan berdasarkan kelayakan faset berikut:

1. Hardware dan software,

2. Sistem bukti (SIAKAD, SIMKEU, SIMAWA, SIMFA, SIMPEG),

3. Akses perpustakaan termasuk e-library,

4. Kecepatan saluran internet.

Setiap aspek dinilai bersandar-kan gradasi (expert judgement):

4 = berlebihan lurus akal; 3 = tulus hati; 2 = setengah-setengah; 1 = garib

Skor terminasi = Jumlah kesantunan keempat perspektif dibagi 4.

Jika ponten kemunca > 3,5 (biji final lebih sehubungan 3,5) Sistem bahan dan akomodasi yang digunakan Akademi dalam administrasi (akademik, keuangan, personil, dll.) Dengan komputer yang terhubung bersandar-kan jaringan luas/internet atas software tangsel maklumat yang memadai. Akses menurut p mengenai perangkaan yang relevan sungguh acap. Pemanfaatan teknologi komunikasi dan subjek kasih proses pengutipan keputusan (data berupa deskripsi, sari, dan trend beraneka penaka butir-butir). Sistem pelajaran terlalu menyokong proses pengutipan keputusan. Aksesibilitas statistik dalam kesibukan petunjuk.

Nilai kolom ini didasarkan akan ekses perasaan 12 seakan-akan statistik berikut:

1. Mahasiswa

2. Kartu Rencana Studi (KRS)

3. Jadwal mata kuliah

4. Nilai ain kuliah

5. Transkrip akademik

6. Lulusan

7. Dosen

8. Pegawai

9. Keuangan

10. Inventaris

11. Pembayaran SPP

12. Perpustakaan

demi peraturan berikut:

Skor puncak = Jumlah keseluruhan bilangan tempat 12 ragam butir-butir

12

Sedang Untuk setiap lir statistik, pikiran didasarkan kepada etik berikut:

1: Data ditangani selaku manual

2: Data ditangani tentang komputer tanpa jaringan

3: Data ditangani arah komputer, serta dapat diakses mengalami jaringan local (Local Area Network, LAN)

4: Data ditangani sehubungan komputer, serta dapat diakses memintasi jaringan luas (Wide Area Network, WAN)

Jika angka kesudahan > 3,5 (ponten pucuk lebih terhadap 3,5). Media/sifat penyebaran fakta/kanun oleh sivitas akademika Akademi dapat dilakukan menempuh rupa peranti berikut:

1. Rapat/pertemuan

2. Surat

3. Faksimili, telpon, sms

4. e-mail

5. Mailing list

6. Buletin

7. Lainnya

Menggunakan semua ragam sarana pelajaran kompak sehubungan situasi informasinyadan cara sakti. Rencana strategis ekspansi jadwal bakal jangka bangir: mempertimbangkan peredaran teknologi bukti, dan akad Akademi dalam ihwal pendanaan. Ada urusan ekspansi, sah menilai perputaran teknologi dan kebutuhan mengenai kanal tujuan yang acap didukung berdasarkan pendanaan yang memadai. K.      Akademi betul kapasitas internet berlandaskan dalih bandwidth per kadet yang memadai. Akademi maujud kapasitas internet menurut p mengenai akal bandwidth per penuntut yang memadai. Kapasitas bandwidth >0,75 Kbps/mhs

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB VIII

PENELITIAN, PELAYANAN/

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DAN KERJASAMA

A.      Akademi memiliki keimanan pengamatan, pelayanan dan penghambaan mau atas mega yg merembes hukum tentang prosedur pengasuh perencanaan serta pengejawantahan perlindungan dan penghambaan kepada kebanyakan. Memiliki anutan pengelolaan supervisi yang afdal, dan dikembangkan serta dipublikasikan kalau pranata. Ada materi dokumen akidah pengelolaan pengamatan yang dikembangkan dan dipublikasikan agih rasam, mencakup aspek-aspek: (1) Kebijakan punat perlindungan yang meliputi jeda lain: abah, fokus, jenis dan cedok parit pengendalian unggulan, tuangan kerjasama menurut p mengenai cita-cita lain, pendanaan, system tuntutan; (2) Penanganan plagiasi, paten dan hak ala aktiva intektual; (3) Rencana dan perwujudan penjagaan yang mencakup peraturan tahunan; (4) Peraturan pengusulan proposal pengawasan dan pelaksanaannya yang terdokumentasi lurus akal serta mudah diakses kalau semua arah. Memiliki kepercayaan pengelolaan penghambaan mengenai biasa yang komplet, dan dikembangkan serta dipublikasikan menurut hukum. Ada objek dokumen pegangan pengelolaan pengorbanan buat massa yang dikembangkan dan dipublikasikan oleh adat, mencakup aspek-aspek: (1) Kebijakan kausa loyalitas pada mega yang meliputi pu-rata luar: hadap dan fokus, macam dan terima plot aturan pengabdian kepada umum unggulan, acuan kerjasama sehubungan sebelah pendatang, pendanaan, kalender kompetisi; (2) Penanganan plagiasi, paten dan hak pada kekayaan intektual; (3) Rencana dan manifestasi dedikasi buat mega yang mencakup perkara tahunan; (4) Peraturan pengusulan usulan pengorbanan akan masyarakat dan pelaksanaannya yang terdokumentasi bersandar-kan tulus ikhlas serta mudah diakses kepada semua hadap. B.       Akademi  menjelmakan kontrol yang bermutu. Penyelenggaraan pemeriksaan tentang tatapamong, kepemimpinan, kendali mutu dan kesenangan pemangku kepentingan. Ada objek dokumen kaidah dan buah penjagaan bagi: (1) Tatapamong; (2) Kepemimpinan; (3) Kendali mutu; (4) Kepuasan pemangku kepentingan. Penyelenggaraan kontrol unggulan beri Akademi. Ada masukan bagi penyelenggaraan inspeksi unggulan ditingkat Akademi dalam aspek-aspek: (1) hukum; (2) kontrak pendanaan; (3) logistik perlengkapan dan prasarana; (4) monitoring dan evaluasi; (5) risiko penelitian. Penyelenggaraan kontrol bersama yang membabitkan penyuluh, murid serta sisi langka yang relevan. Ada keterangan tertulis hendak urusan dan hasil perlindungan bersama antara dosen, pelajar, dan pemangku kepentingan eksternal yang relevan. Kebijakan dan upaya yang dilakukan kalau Akademi dalam menguasai mutu supervisi.

Akademi mewajibkan dan menyemu semua pemenuhan sudut berikut:

1. Memiliki programa perlindungan.

2. Menggunakan perkiraan dan pemikiran hangat.

3. Mempublikasikan reaksi penilikan di jurnal ilmiah yang terakreditasi Dikti atau jurnal internasional.

Ada upaya dan nian digdaya memperteguh perkiraan penyeliaan dan dananya. Ada cara dan upaya pada ketiga gatra. Kebijakan dan upaya yang dilakukan kalau Akademi dalam menyergap relevansi penelitian buku catatan penjabaran kajian.

Akademi mewajibkan dan mengibuli Pemenuhan faset berikut:

1. Menunjang tamadun kajian pengetahuan terkait.

2. Mempunyai imbas sewenang-wenang hendak kedamaian manusia, habitat, dan pembangunan kewarganegaraan.

3. Terkait atas jejaring supervisi nasional dan atau internasional.

Ada syarat dan upaya kasih ketiga perspektif. Kebijakan dan upaya yang dilakukan menurut Akademi menurut membekuk ki produktivitas penilikan acara ulasan. Akademi mewajibkan dan menyemu terpenuhnya faset berikut: Dosen diwajibkan mendirikan penilikan setiap tahun. Dosen diwajibkan mempublikasikan terusan penelitiannya dalam jurnal ilmiah yang terakreditasi Dikti atau jurnal internasional. Ada kanun dan upaya oleh kedua segi. Kebijakan dan upaya yang dilakukan agih Akademi dalam menyembunyikan keberlanjutan pengamatan skedul penjabaran kajian.

Akademi mewajibkan dan mencurangi Pemenuhan bagian berikut:

Memiliki tertib pengawasan jangka panjang. Tersedianya SDM, prasarana dan alat yang memungkinkan terlaksananya pengendalian gaya berkelanjutan. Mengembangkan dan memajukan jejaring penelitian. Mencari berjenisjenis awal dana pengamatan seolah-olah hibah pengendalian nasionalisme maupun internasional. Ada konstitusi dan upaya guna keempat perspektif. C.      Akademi memiliki buku catatan yang sistematik kepada pengorbanan dan pelayanan untuk berkenaan publik. Pengabdian mengenai gegana yang terkait bersandar-kan pemeliharaan. Ada data bahwa loyalitas terhadap sama masyarakat yang dilaksanakan selama 5 tahun final >5% per tahun Akademi memburu-buru pendidik buat menjelmakan pengorbanan hendak buta awan. > 25% guru tercemplung per tahun Kebijakan dan upaya yang dilakukan buat Akademi dalam meringkus empat faset berikut:

1. mutu acara pelayanan/pengorbanan sama massa,

2. relevansi aksi pelayanan/dedikasi hendak mega,

3. produktivitas kehidupan pelayanan/pengorbanan untuk berkenaan khalayak,

4. keberlanjutan kegiatan pelayanan/pengorbanan sama buta awan.

Ada upaya dan maha mustajab mempergiat perhi-tungan aktivitas PkM dan dananya. Ada undang-undang yang kelewat bahana dan upaya yang mangkus oleh menyelamatkan mutu, relevansi, produktivitas dan keberlanjutan pekerjaan PkM. D.      Akademi tampil kaidah yang member akreditasi karya inovatif pensyarah dan/siswi. Jumlah tentor yang menulis buku didik yang diterbitkan selama 5 tahun ujung. > 20% pembimbing menulis buku yang diterbitkan. Akademi memfasilitasi mudah-mudahan karya-karya ilmiah instruktur memperoleh paten/hak cipta. > 10 karya dipatenkan/ dimintakan hak cita dalam 5 tahun belakang. E.       Akademi tampil kerjasama dengan pelbagai cara beralaskan reglemen saling ya. Kerjasama terhadap beragam nilai yang berilmu. Kerjasama yang saling mengguntungkan dilakukan Akademi Program dari empat adat yang relevan ikhlas kebangsaan maupun internasional. F.       Akademi menempatkan monitoring pengamalan dan evaluasi hasil-hasil kerjasama cara terpimpin. Kegiatan kerjasama demi alat negara di dalam semesta dalam tiga tahun final. Ada kerjasama atas budaya di dalam buana, terlampau bermacam-macam dalam bujet (> 10 MoU). Semuanya relevan tentang pelajaran keanggotaan PS. Kebijakan dan upaya Akper Pemkab Kotim dalam kegiatan kerjasama.

Kebijakan dan upaya yang dilakukan beri Akademi dalam menyergap empat faset berikut:

1. mutu kegiatan kerjasama,

2. relevansi kehidupan kerjasama,

3. produktivitas acara kerjasama,

4. keberlanjutan kehidupan kerjasama.

Ada qanun yang berlebihan terang dan upaya yang tokcer pada mencekal mutu, relevansi, produktivitas dan keberlanjutan kehidupan kerjasama. Monitoring dan evaluasi pengaktualan dan kelanjutan kerjasama ala ritmis. Ada bulan-bulanan dokumen adapun kesibukan, proses, dan terusan monitoring dan evaluasi kerjasama selaku runtut selama kerjasama berfungsi, yang dapat diakses guna semua pemangku kepentingan. Manfaat dan kegembiraan mitra kerjasama. Manfaat dan kesenangan buah kerjasama dirasakan cara mesin kepada memperhebat mutu agenda, dan pendirian kehalusan, serta keberlanjutan kerjasama tentu kedua mitra yang berasosiasi.

SIAKAD - Mobile App

Siakad Stkip Muhammadiyah Sampit : siakad, stkip, muhammadiyah, sampit, SIAKAD, Mobile

SIAKAD - Mobile App

Siakad Stkip Muhammadiyah Sampit : siakad, stkip, muhammadiyah, sampit, SIAKAD, Mobile

SIAKAD - Mobile App

Siakad Stkip Muhammadiyah Sampit : siakad, stkip, muhammadiyah, sampit, SIAKAD, Mobile

SIAKAD - Mobile App

Siakad Stkip Muhammadiyah Sampit : siakad, stkip, muhammadiyah, sampit, SIAKAD, Mobile

Jadwal Kuliah - Semester Ganjil 2017_2018.pdf

Siakad Stkip Muhammadiyah Sampit : siakad, stkip, muhammadiyah, sampit, Jadwal, Kuliah, Semester, Ganjil, 2017_2018.pdf

BORANG AKREDITASI SARJANA BK Malay.docx

Siakad Stkip Muhammadiyah Sampit : siakad, stkip, muhammadiyah, sampit, BORANG, AKREDITASI, SARJANA, Malay.docx

Jadwal Kuliah - Semester Ganjil 2017_2018.pdf

Siakad Stkip Muhammadiyah Sampit : siakad, stkip, muhammadiyah, sampit, Jadwal, Kuliah, Semester, Ganjil, 2017_2018.pdf

BORANG AKREDITASI SARJANA BK Malay.docx

Siakad Stkip Muhammadiyah Sampit : siakad, stkip, muhammadiyah, sampit, BORANG, AKREDITASI, SARJANA, Malay.docx

Jadwal Kuliah - Semester Ganjil 2017_2018.pdf

Siakad Stkip Muhammadiyah Sampit : siakad, stkip, muhammadiyah, sampit, Jadwal, Kuliah, Semester, Ganjil, 2017_2018.pdf

Logo Stkip Muhammadiyah Kuningan Png

Siakad Stkip Muhammadiyah Sampit : siakad, stkip, muhammadiyah, sampit, Stkip, Muhammadiyah, Kuningan

BEM STKIP Hamzanwadi Selong

Siakad Stkip Muhammadiyah Sampit : siakad, stkip, muhammadiyah, sampit, STKIP, Hamzanwadi, Selong