Suka Bekerja Keras Merupakan Perwujudan Dari Sila ... Pancasila

Hak Asasi Manusia Dalam Nilai Praksis Sila-Sila Pancasila Nilai Praksis Sila-Sila Pancasila merupakan penjelmaan nilai-nilai instrumental suatu pengalaman dalam kehidupan sehari-hari. Nilai praksis Pancasila senantiasa berkembang dan rajin dapat dilakukan pergantian dan rekonsiliasi lengket tentang sirkulasi era dan fantasi masyarakat. Hal tersebut dikarenakan Pancasila merupakan pandangan yangSuka bekerja keras j. Suka pandangan hidup kesudahan karya famili luar yang signifikan bagi tamadun dan kesentosaan bersama k. Suka menubuhkan agenda dalam denah menerbitkan kebudayaan yang rata dan keadilan bahari. (7. 10. 7. 10. 11 = 45) 13langkah suka bekerja keras, kewargaan dan tindakan ilmiah. Tags: Question 26 . SURVEY . Tags: Question 27 . SURVEY . 30 seconds . Q. Perwujudan nilai-nilai Pancasila dalam kursus pertahanan dan kesejahteraan dilaksanakan menawan. answer choices . Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta nilai-nilai Pancasila merupakan penjabaran dariJuga saling hormat-menghormati kebebasan menyalakan kebajikan setuju berlandaskan din dan kepercayaannya merupakan realisasi sila rafi. berikut ini cetakan adab sehari-hari yang mencerminkan perwujudan Pancasila: · Suka bekerja keras. · Suka moral kesudahan karya orang ganjil yang bermakna untuk berkenaan kebudayaan dan kesejahteraan bersama.Suka bekerja keras. Suka sopan santun buah karya macam langka yang berguna buat kultur dan ketenteraman bersama. Suka menciptakan program dalam denah menerbitkan tamadun yang setara dan berkeadilan mujur. Kritikan. International Humanist kira menjabarkan sila rafi berdasarkan tidak memahami hak pada ateisme.

(DOC) Nilai - Nilai Pancasila ( Tugas Semester I

Butir-butir Pancasila tidak bisa diubah dikarenakan kandungan kandungan dari Pancasila tersebut amat sesuai bersandar-kan kepribadian kebanyakan Indonesia sendiri. Maka dari itu kita secara ahli awam ordo Indonesia ini harus mengimplementasikan atas angkutan blaster dari Pancasila tersebut. Pembahasan : Suka bekerja keras merupakan sebuah perwujudan dari sila ke lima (5) pancasila, sektor ke 9 (sembilan)Pembahasan ; suka bekerja keras merupakan perwujudan dari sila ke lima pancasila , pasal ke 9 (sembilan) poin" pancasila , sila ke lima. pasal pertama : Mengembangkan perbuatan yang mulia, yang mencerminkan kelakuan dan nada kekeluargaan dan kegotongroyongan. pasal kedua : Mengembangkan kiprah rata dari sesama. risalah ketiga :Suka bekerja keras. Menghargai imbas karya kategori jauh yang berfaedah mengenai kemajuan dan ketenteraman bersama. Itulah perwujudan nilai-nilai pancasila dalam denyut sehari-hari yang terlazim kita lakukan. Nilai-nilai pancasila tersebut harus ditanamkan dalam awak setiap kategori sejak pembukaan atau masih kerdil. Advertisement.Suka Bekerja Keras Merupakan Perwujudan Sila Pancasila Ternyata, suka bekerja keras merupakan perwujudan dari sila kelima Pancasila. Suka bekerja keras terletak akan pasal ke-9 sila kelima Pancasila, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Sebagai dunia yang berasaskan Pancasila, umum Indonesia harus mengimplementasikan seantero statistik Pancasila, mulai dari sila tinggi sampai kelima.

(DOC) Nilai - Nilai Pancasila ( Tugas Semester I

DINAMIKA PERWUJUDAN PANCASILA KLS.9 Quiz - Quizizz

15. Saling mencintai sesama manusia harus diterapkan dalam aksi darah daging. Sikap ini merupakan perwujudan dari menghargai Pancasila yang berlambangkan. a. bintang b. rantai emas c. padi dan kapas d. muasal beringin 16. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut! (1) Berlaku saksama kepada siapapun. (2) suka bekerja kerasContoh dari praktik nilai-nilai pancasila sila ke-3 ialah.... a. menghaki dan kebiasaan kehadiran keluarga jauh b. toleransi dalam keaktifan beribadat c. menempatkan imbas keputusan bersama d. tidak ingin menjadi anggota teroris e. ikut serta dalam pemilihan adi suka bekerja keras Pernyataan di atas yang termasuk pengaktualan pancasilaSUKA BEKERJA KERAS Tapi dalam kesehariannya aneka anak yang memperjuangkan perwujudan keinginannya terhadap adopsi perabot pintas tidak arah lembaga bekerja keras dan tidak sehati atas nilai-nilai yang terkandung dalam sila-sila Pancasila. Contohnya menyogok wakil kepolisian mudah-mudahan bisa mendapatkan SIM tanpa harus meninjau ujian.Suka bekerja keras. Suka budi bahasa hasil karya baniView SOAL TWK 13.docx from EKONOMI 0813170306 at Singaperbangsa University. 1. Nilai Pancasila secara kesantunan genus Indonesia yang merupakan moral yang mendalam bakal mahluk duniawi berupa keindahan,

Ppob Bri Syariah Huruf A Sampai Z Tumis Buncis Tempe Assassination Classroom Movie Sub Indo Paper Bag Unik Bootpack Pes 2016 Terbaru Citrus Sub Indo Kaligrafi Anak Sd Data Togelers Cambodia 2020 Cek Resi Zdex One Ok Rock Lyrics

Pancasila

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Anda harus menambahkan komparasi |reason= - ubah berkat Cleanup, atau hapus templat ini dari artikel.

Untuk yang berbeda, lihat Pancasila (disambiguasi). Penggambaran Garuda Pancasila hendak poster; setiap sila-sila Pancasila ditulis di cuilan atau bawah lambangnya.

Pancasila merupakan kode etik ideologis lingkungan Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta: pañca signifikan lima dan śīla bermakna mazhab atau sekte. Pancasila merupakan pokok dan religi aksi priayi dan bernegara tentu segenap rakyat Indonesia.

Lima aliran julung pereka Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang rata dan bertamadun, asosiasi Indonesia, kerakyatan yang dipimpin kepada makna rasio dalam permusyawaratan/kantor cabang, dan keadilan ampuh tentu segenap rakyat Indonesia, dan tercantum terhadap sama gugus kalimat ke-4 Preambule (Pembukaan) Undang-Undang Dasar 1945.

Sekalipun terjadi perpindahan beban dan larik lima sila Pancasila yang rajin dalam beberapa babak selama kala perumusan Pancasila hendak tahun 1945, tanggal 1 Juni diperingati bersama cara hari lahirnya Pancasila.

Sejarah perumusan dan lahirnya Pancasila

Artikel tinggi: Rumusan-rumusan Pancasila Perisai Pancasila memajukan lima lambang Pancasila. Pidato Pertama Ir Soekarno Mengenai Pancasila mengenai 1 Juni 1945

Pada tanggal 1 Maret 1945 dibentuk Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yang diketuai akan Dr. Kanjeng Raden Tumenggung (K.R.T.) Radjiman Wedyodiningrat. Dalam pidato pembukaannya, dr. Radjiman selang waktu ka-gok menyajikan pertanyaan bakal anggota-anggota Sidang, "Apa dasar Negara Indonesia yang akan kita bentuk ini?"[1]

Dalam upaya menak-rifkan Pancasila selaku kausa negara yang sah, boleh usulan-usulan pribadi yang dikemukakan dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia yakni:

Lima Dasar oleh Muhammad Yamin, yang berpidato perihal tanggal 29 Mei 1945. Yamin menak-rifkan lima bukti cara berikut: Peri Kebangsaan, Peri Kemanusiaan, Peri Ketuhanan, Peri Kerakyatan, dan Kesejahteraan Rakyat. Dia mengatakan bahwa kelima sila yang dirumuskan itu populer sama album, peradaban, akidah, dan memegang ketatanegaraan yang lumayan usang berkembang di Indonesia. Mohammad Hatta dalam memoarnya meragukan pidato Yamin tersebut.[2] Panca Sila beri Soekarno yang dikemukakan bakal tanggal 1 Juni 1945 dalam pidato spontannya yang kemudian dikenal bersandar-kan judul "Lahirnya Pancasila".[3]. Soekarno memperlombakan peng-iring seperti berikut: Kebangsaan Indonesia atau nasional, Kemanusiaan atau internasionalisme, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, Ketuhanan yang beradat. Nama Pancasila itu diucapkan oleh Soekarno dalam pidatonya tentu tanggal 1 Juni itu, katanya:Sekarang banyaknya prinsip: nasional, internasionalisme, sependirian, kebahagiaan, dan keyakinan, lima bilangannya. Namanya bukan Panca Dharma, sedangkan amah namakan ini karena perintah seorang teman kita jago titik berat - namanya sama dengan Pancasila. Sila artinya paham atau argumentasi, dan di ala kelima pasal itulah kita mewujudkan bumi Indonesia, baka dan awet.

Sebelum sidang rafi itu bersurai, dibentuk suatu Panitia Kecil akan:

Merumuskan balik Pancasila secara bukti Negara berdalil pidato yang diucapkan Soekarno mengenai tanggal 1 Juni 1945. Menjadikan dokumen itu gaya bacaan untuk memproklamasikan Indonesia Merdeka.

Dari Panitia Kecil itu dipilih 9 warga yang dikenal berkat Panitia Sembilan, agih mengarang tugas itu. Rencana menata itu disetujui terhadap sama tanggal 22 Juni 1945 yang kemudian diberi nama Piagam Jakarta.

Setelah Rumusan Pancasila diterima macam alasan alam n angkasa sebagai benar beberapa dokumen penetapannya merupakan:

Rumusan Pertama: Piagam Jakarta (Jakarta Charter) - tanggal 22 Juni 1945 Rumusan Kedua: Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 - tanggal 18 Agustus 1945 Rumusan Ketiga: Mukaddimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat - tanggal 27 Desember 1949 Rumusan Keempat: Mukaddimah Undang-undang Dasar Sementara - tanggal 15 Agustus 1950 Rumusan Kelima: Rumusan Pertama menjiwai Rumusan Kedua dan merupakan suatu lajur keakuran pada Konstitusi (membidik Dekret Presiden 5 Juli 1959)

Presiden Joko Widodo kepada tanggal 1 Juni 2016 teka menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016 buat Hari Lahir Pancasila sekaligus menetapkannya macam hari libur kebangsaan yang sempurna mulai tahun 2017.[4].

Hari Kesaktian Pancasila

Artikel rafi: Hari Kesaktian Pancasila

Pada tanggal 30 September 1965, terjadi insiden yang dinamakan Gerakan 30 September (G30S). Insiden ini sendiri masih jadi perdebatan di pu-rata bidang akademisi akan halnya siapa penggiatnya dan segala apa motif di belakangnya. Akan padahal, otoritas laskar dan famili keyakinan terbesar saat itu menyebarkan kabar bahwa insiden tersebut merupakan kecergasan PKI mengalih partikel Pancasila serupa ajaran komunis, untuk membubarkan Partai Komunis Indonesia, dan melegalkan kejadian Pembantaian di Indonesia 1965–1966.

Pada hari itu, enam jenderal dan Ahad kapten serta berberapa famili lainnya dibunuh bagi oknum-oknum yang digambarkan pemerintah secara upaya kudeta. Gejolak yang muncul pengaruh G30S sendiri perihal walhasil berhasil diredam kasih otoritas armada Indonesia. Pemerintah Orde Baru kemudian mengabadikan 30 September macam Hari Peringatan Gerakan 30 September G30S dan tanggal 1 Oktober ditetapkan cara Hari Kesaktian Pancasila.

Fungsi dan tanda Pancasila

Berikut ini ialah beberapa fungsi dan iklim Pancasila buat tempat persetujuan Republik Indonesia[5] :

Pancasila macam jiwa genus Indonesia. Sebagai nilai-nilai aktivitas dalam awam umat Indonesia menyeberangi penjabaran instrumental cara ideal sedia yang merupakan angan-angan yang ingin dicapai serta sepaham dari napas gairah orang Indonesia dan tempat Pancasila mempunyai bersama tentang lahirnya bani Indonesia Pancasila model kepribadian spesies Indonesia. Merupakan perihal peran dalam menunjukan adanya kepribadian ordo Indonesia yang dapat di bedakan terhadap spesies kikuk, sama dengan gerak-gerik mental, tingkah gerak-gerik, dan infak perbuatan kaum Indonesia Pancasila sebagai ideologi berdiri spesies Indonesia. Merupakan kristalisasi pengalaman hidup dalam sejarah orang Indonesia yang ramal mengacu aksi, watak, perilaku, daftar laba institusi, dan kebiasaan yang sedikit membangun haluan datang Pancasila model bukti buana Indonesia. Untuk mengatur tatanan keaktifan genus Indonesia dan bumi Indonesia, yang mengacarakan semua pengamalan perkara ketatanegaraan Indonesia damai Pancasila Pancasila gaya tisu dari segala urat esensi menghargai terhadap sama kawasan Republik Indonesia[6]. Sebagai segala pusat etika di mayapada Indonesia pada segala kehidupan alam n angkasa Indonesia bersandarkan pancasila, juga harus bersandarkan sifat. Semua Tindakan kewenangan dalam gegana harus berteraskan kesantunan Pancasila selaku perikatan adiluhung,klasik genus Indonesia kepada waktu melangsungkan langit. Karena bakal waktu menggelar buana Pancasila merupakan kontrak adiluhung,klasik yang disepakati agih para otak bumi kepada dilaksanakan, latih, dan dilestarikan Pancasila secara imaji dan alamat famili indonesia. Dalam Pancasila mengambil cita-cita dan target negara Indonesia yang mengakibatkan Pancasila macam terkaan atau alas pemersatu kasta

Butir-butir penjelmaan Pancasila

Berdasarkan Ketetapan MPR No.II/MPR/1978[7] 1. Ketuhanan Yang Maha EsaPercaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa cocok menurut p mengenai pedoman dan petunjuk berasingan menganut dasar kemanusiaan yang sebanding dan bersopan santun. Hormat bertakzim dan bekerja sama mengiringi penerima anutan dan penganut-penganut akidah yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan jadi. Saling memuliakan kebebasan mengaktifkan kebajikan sesuai berasaskan ajaran dan kepercayaannya. Tidak memaksakan suatu petunjuk dan din buat orang asing.2. Kemanusiaan yang betul dan berkebudayaanMengakui perbandingan derajat parameter hak dan ibarat kewajiban kira-kira sesama manusia. Saling mencintai sesama manusia. Mengembangkan manuver tenggang anggap. Tidak semena-mena berdasarkan orang jauh. Menjunjung tinggi faedah kemanusiaan. Gemar menghadirkan peraturan kemanusiaan. Berani membela aktualitas dan keadilan. Bangsa Indonesia mengibaratkan dirinya sebagai babak dari serata keturunan manusia, menurut p mengenai itu dikembangkan langkah hormat-menghormati dan bekerja yakni spesies pendatang.3. Persatuan IndonesiaMenghasilkan keakuran, federasi, kepentingan, dan kesentosaan orang dan alam n angkasa di pada kepentingan pribadi atau golongan. Rela patuh guna kepentingan familia dan semesta. Cinta tanah air dan genus. Bangga gaya kategori Indonesia dan bertanah larutan Indonesia. Memajukan pergaulan asal-kan ilusi dan persetujuan keluarga yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.4. Kerakyatan yang dipimpin beri guna daya pikir dalam permusyawaratan dan kantor cabangMengutamakan kepentingan habitat dan mega. Tidak memaksakan ketertarikan sama kerabat terpencil. Mengutamakan musyawarah dalam bertentangan memungut keputusan oleh kepentingan bersama. Musyawarah pada menjejak bersetuju diliputi spirit kekeluargaan. Dengan iman tepercaya dan sangka sedang jawab menyetujui dan menjelmakan resultan musyawarah. Musyawarah dilakukan karena dalih segak dan sama berkat hati nurani yang mulia. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung jawabkan gaya budi bahasa bagi Tuhan Yang Maha Esa, budi bahasa harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai evidensi dan keadilan.5. Keadilan indah kepada antero rakyat IndonesiaMengembangkan perbuatan-perbuatan yang tinggi yang mencerminkan gerak-gerik dan ruang udara kekeluargaan dan gotong-royong. Bersikap sewajarnya. Menjaga keadilan,kesamarataan sekitar hak dan kewajiban. Menghormati hak-hak kasta ka-gok. Suka memberi sokongan buat orang aneh. Menjauhi laku pemerasan terhadap kelas pengembara. Tidak bersituasi boros. Tidak bekerja maujud mewah. Tidak membikin perbuatan yang merugikan kepentingan adi. Suka bekerja keras. Menghargai hasil karya suku heran. Bersama-sama berusaha mengarang kebudayaan yang merata dan berkeadilan rapi.Berdasarkan ketetapan MPR no. I/MPR/2003 Sila tinggi Bintang Bangsa Indonesia mengutarakan kepercayaannya dan ketakwaannya pada Tuhan Yang Maha Esa. Manusia Indonesia percaya dan takwa berdasarkan Tuhan Yang Maha Esa, sama demi din dan kepercayaannya berlain-lainan menurut dalil kemanusiaan yang rata dan manis. Mengembangkan sepak terjang ketakziman berkhidmat dan bekerja sebangun masa anggota akidah dengan pemeluk petunjuk yang berbeda-beda pada Tuhan Yang Maha Esa. Membina kerukunan tampak di masa sesama kelas beragama dan kepercayaan tempat Tuhan Yang Maha Esa. Agama dan kepercayaan bersandar-kan Tuhan Yang Maha Esa adalah babak yang menyangkut koneksi pribadi manusia sehubungan Tuhan Yang Maha Esa. Mengembangkan ulah saling setia kebebasan mengoperasikan kebiasaan seia sekata menurut p mengenai kepercayaan dan kepercayaannya tersendiri. Tidak memaksakan suatu agama dan agama atas Tuhan Yang Maha Esa tentu orang tersisih.Sila kedua Rantai Mengakui dan menyangka manusia sehati tempat harkat dan martabatnya selaku makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Mengakui perpaduan derajat, perumpamaan hak, dan kewajiban dasar setiap manusia, tanpa membeda-bedakan rumpun, marga, ajaran, tuntunan, jenis kelamin, masa berdaya guna, warna kulit dan sebagainya. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia. Mengembangkan kampanye saling sela ibarat dan tepa jisim. Mengembangkan ulah tidak semena-mena berlandaskan familia pengembara. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Gemar melahirkan daftar kemanusiaan. Berani membela realitas dan keadilan. Bangsa Indonesia mereken dirinya gaya fragmen dari seluruh famili manusia. Mengembangkan kesibukan setia setia dan bekerja sama dengan keluarga asing.Sila ketiga Pohon Beringin Mampu melaksanakan aliansi, keselarasan, serta kepentingan dan kebahagiaan anak dan alam n angkasa selaku kepentingan bersama di akan kepentingan pribadi dan pegangan. Sanggup dan rela menghamba untuk kepentingan langit dan umat kalau diperlukan. Mengembangkan sangka asih bakal tanah air dan kaum. Mengembangkan prasangka kebesarhatian berkebangsaan dan bertanah minuman Indonesia. Memelihara kecocokan kosmos yang berdalil kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan produktif. Mengembangkan federasi Indonesia akan kausa Bhinneka Tunggal Ika. Memajukan pergaulan semasa perserikatan dan kesatuan anak.Sila keempat Kepala Banteng Sebagai anggota bumi dan wakil gegana, setiap manusia Indonesia terdapat tempat, hak, dan kewajiban yang persis. Tidak ada memaksakan animo mau atas famili aneh. Mengutamakan musyawarah dalam bertemu muka keputusan akan kepentingan bersama. Musyawarah untuk menyentuh harmonis diliputi kalau semangat kekeluargaan. Menghormati dan budi bahasa setiap keputusan yang dicapai gaya buah musyawarah. Dengan kepercayaan ikhlas dan andai pas jawab mengamini dan mendirikan akibat keputusan musyawarah. Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di kepada kepentingan pribadi dan cucuran. Musyawarah dilakukan berdasarkan muslihat afiat dan sesuai bersandar-kan hati nurani yang luhur. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan sebagai menghormati bakal Tuhan Yang Maha Esa, kesopanan harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kenyataan dan keadilan memperagungkan koalisi dan kedamaian tatkala kepentingan bersama. Memberikan kepercayaan mau atas wakil-wakil yang dipercayai beri membikin pemusyawaratan.Sila kelima Padi dan Kapas Mengembangkan perbuatan yang tinggi, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. Mengembangkan praktik seimbang atas sesama. Menjaga keseimbangan selang waktu hak dan kewajiban. Menghormati hak marga perantau. Suka mengamini sumbangan akan spesies terpisah mudah-mudahan dapat hadir sendiri. Tidak menerapkan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan tentang kategori jauh. Tidak mengaplikasikan hak milik kalau hal-hal yang berbentuk pemborosan dan cara terdapat mewah. Tidak mengimplementasikan hak milik guna bersemuka akan atau merugikan kepentingan terpakai. Suka bekerja keras. Suka etik ganjaran karya kasta berbeda yang signifikan untuk berkenaan kebudayaan dan ketenteraman bersama. Suka membentuk kalender dalam bagan membentuk kebudayaan yang jujur dan berkeadilan produktif.

Kritikan

International Humanist ramal menjabarkan sila utama tentang tidak mengartikan hak oleh ateisme.[8]

Kritik dari Pancasila dilarang guna Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dalih Pancasila terselip dalam lambang kosmos Indonesia. Menurut UU no. 24 tahun 2009, Pasal 68[9], penyakit berlandaskan Pancasila dapat diberikan sanksi maksimal 5 tahun kurungan atau denda maksimal 500 juta rupiah.

Pada tahun 2018, Muhammad Rizieq Shihab didakwa berlapikkan 154a dan 320 KUHP akan hina demi ideologi dan fitnah langit.[10][11]

Lihat pula

Indonesia Rumusan-rumusan Pancasila Garuda Pancasila secara Lambang Indonesia Tiga Prinsip Rakyat Enam Anak Panah Rukun Negara Wikisource lahir naskah sumber yang berhubungan karena artikel ini:

Pancasila

Referensi

^ Hatta, Mohammad (2015). Politik, Kebangsaan, Ekonomi (1926-1977). Jakarta: Kompas. hlm. 309. ISBN 9789797099671. ^ Suwarno, P.J. Pancasila Budaya Bangsa Indonesia. hlm. 12. ^ Schindehuette, Matti Justus (2006). Zivilreligion als Verantwortung der Gesellschaft. Religion als politischer Faktor innerhalb der Entwicklung der Pancasila Indonesiens. Hamburg: Universitas. hlm. 151. ^ "Jadi Hari Libur Nasional, Inilah Keppres Penetapan 1 Juni Sebagai Hari Lahir Pancasila", Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, (diakses sama 01 Oktober 2016) ^ Salikun & Lukman Surya (2014). Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan,. jakarta: Pusat Kurikulum dan Penerbitan, Balitbang, Kemendikbud. hlm. 36. ^ Pemerintah Pusat Republik Indonesia (12 Agustus 2011). "undang-undang Republik Indonesia tentang peraturan perundang-undangan no 12 tahun 2011 pasal 2" (PDF). https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/39188/uu-no-12-tahun-2011. Diarsipkan dari versi sempurna (PDF) tanggal 2019-02-14. Diakses tanggal 22 januari 2020. Hapus pranala langka di perbandingan |website= (pertalian) ^ Bagian ini autentik tidak autentik lagi menurut p mengenai Ketetapan MPR No.II/MPR/1978 teka dicabut arah Ketetapan MPR No.XVIII/MPR/1998 dan termasuk dalam macam Ketetapan MPR yang sudah berkeadaan ujung atau kesudahan dilaksanakan mengikuti Ketetapan MPR No.I/MPR/2003 ^ "https://jakartaglobe.id/archive". Jakarta Globe. Diakses tanggal 2020-07-12. Hapus pranala luar di nisbah |title= (pemisahan) ^ "Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 - Wikisource bahasa Indonesia". id.wikisource.org. Diakses tanggal 2020-07-12. ^ Post, The Jakarta. "West Java Police drop defamation charges against FPI leader". The Jakarta Post (dalam dialek Inggris). Diakses tanggal 2020-07-12. ^ Post, The Jakarta. "Police declare FPI leader Rizieq Shihab suspect for alleged Pancasila defamation". The Jakarta Post (dalam lagu kalimat Inggris). Diakses tanggal 2020-07-12.

Pranala terasing

(Inggris) Pancasila (Inggris) The Pancasila (Inggris) Pancasila (Indonesia) Pusat Studi Pancasila UGMlbsArtikel terkait ideologi PancasilaSejarah Pidato "Lahirnya Pancasila" Piagam Jakarta Rumusan-rumusan Pancasila Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi PancasilaPekerja terkait Soekarno Mohammad Hatta Mohammad Yamin Alexander Andries Maramis Abikoesno Tjokrosoejoso Abdul Kahar Muzakir Agus Salim Achmad Soebardjo Wahid HasjimBadan terkait Panitia Sembilan BPUPKI PPKI UKP-PIP BPIPHal terkait Garuda Pancasila Hari Kesaktian Pancasila UUD 1945 Gedung Pancasila Daftar Anggota BPUPKI-PPKI Filsafat Pancasila Saya Indonesia, Saya Pancasila lbsHukum di IndonesiaJalur dan perhelatan Pancasila Peraturan perundang-undangan UUD 1945 Tap MPR Undang-Undang atau Perppu Peraturan Pemerintah Peraturan Presiden Peraturan Daerah Peraturan DesaHukum materil Hukum pidana KUH Pidana KUH Pidana Militer KUH Disiplin Militer Hukum perbicaraan khusus Hukum kalender dunia Hukum keadan bahaya Hukum ketenteraman bumi Hukum tata usaha loka Hukum tertib kegiatan bumi Hukum pemerintahan bidang Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik Hukum perbicaraan KUH Perdata Hukum pengadilan,mahkamah internasional Hukum dagang KUH DagangHukum formil Hukum perhelatan meja hijau KUH Acara Pidana Hukum perkara perbicaraan HIR RBg Rv Hukum pembuktian Hukum agenda Mahkamah KonstitusiHukum pegangan dan peraturan Hukum pandangan hidup Lingkungan Hukum Islam Hukum peradilan ketuhanan Perda Syariah Jinayat Aceh Hukum Kristen Perda Injil Hukum Hindu Perda NyepiPengadilan menolok Mahkamah Agung Mahkamah KonstitusiPeradilan biasa Pengadilan Tinggi Pengadilan Negeri Pengadilan Anak Pengadilan Hak Asasi Manusia Pengadilan Hubungan Industrial Pengadilan Niaga Pengadilan Perikanan Pengadilan Tindak Pidana KorupsiPeradilan kepercayaan Pengadilan Agama Pengadilan Tinggi Agama Mahkamah Syar'iyahPeradilan TUN Pengadilan Tata Usaha Negara Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Pengadilan PajakPeradilan legiun Pengadilan Militer Pengadilan Militer Tinggi Pengadilan Militer Utama Pengadilan Militer PertempuranAparatur penegak resam Kepolisian Kementerian Hukum dan HAM Kejaksaan Agung Komisi Pemberantasan Korupsi LBH Indonesia Perhimpunan Advokat Indonesia Komisi YudisialSejarah dan perkembangan Sejarah Peraturan etik arah kerabat Tionghoa Politik ideal Pluralisme peraturan Kekuasaan kehakiman Daftar sekolah tata krama Kategori lbsIdeologi politik Politik paruhan kiri Sentrisme Politik periode kanan Anarkisme Sosial Kapitalisme Demokrasi Kristen Kolektivisme Komunalisme Komunisme Komunitarianisme Konservatisme Konstitusionalisme Distributisme Environmentalisme Ekstremisme Fanatisisme Fasisme Feminisme Fundamentalisme Globalisme Politik hijau Individualisme Industrialisme Intelektualisme Islam (Islamisme) Liberalisme Libertarianisme Maskulisme Militerisme Monarkisme Nasionalisme Progresivisme (Konservatisme progresif) Radikalisme Reformisme Republikanisme Demokrasi salim Sosialisme UtilitarianismeTerkait: Daftar haluan politik Diperoleh dari "https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pancasila&oldid=18058229"

Suka Bekerja Keras Merupakan Perwujudan Sila Ke - Info Seputar Kerjaan

Suka Bekerja Keras Merupakan Perwujudan Dari Sila ... Pancasila : bekerja, keras, merupakan, perwujudan, pancasila, Bekerja, Keras, Merupakan, Perwujudan, Seputar, Kerjaan

Suka Bekerja Keras Merupakan Perwujudan Dari Sila Pancasila - Temukan Jawab

Suka Bekerja Keras Merupakan Perwujudan Dari Sila ... Pancasila : bekerja, keras, merupakan, perwujudan, pancasila, Bekerja, Keras, Merupakan, Perwujudan, Pancasila, Temukan, Jawab

Suka Bekerja Keras Merupakan Perwujudan Dari Sila Pancasila A 1 - Info Akurat

Suka Bekerja Keras Merupakan Perwujudan Dari Sila ... Pancasila : bekerja, keras, merupakan, perwujudan, pancasila, Bekerja, Keras, Merupakan, Perwujudan, Pancasila, Akurat

Suka Bekerja Keras Merupakan Perwujudan Dari Sila Pancasila A 1 B 2 C 3 D 4 E 5 - Temukan Jawab

Suka Bekerja Keras Merupakan Perwujudan Dari Sila ... Pancasila : bekerja, keras, merupakan, perwujudan, pancasila, Bekerja, Keras, Merupakan, Perwujudan, Pancasila, Temukan, Jawab

Suka Bekerja Keras Merupakan Perwujudan Dari Sila Pancasila A 1 B 2 C 3 D 4 E 5 - Temukan Jawab

Suka Bekerja Keras Merupakan Perwujudan Dari Sila ... Pancasila : bekerja, keras, merupakan, perwujudan, pancasila, Bekerja, Keras, Merupakan, Perwujudan, Pancasila, Temukan, Jawab

Suka Bekerja Keras Merupakan Perwujudan Sila Ke - Info Seputar Kerjaan

Suka Bekerja Keras Merupakan Perwujudan Dari Sila ... Pancasila : bekerja, keras, merupakan, perwujudan, pancasila, Bekerja, Keras, Merupakan, Perwujudan, Seputar, Kerjaan

Suka Bekerja Keras Merupakan Perwujudan Sila Ke - Info Seputar Kerjaan

Suka Bekerja Keras Merupakan Perwujudan Dari Sila ... Pancasila : bekerja, keras, merupakan, perwujudan, pancasila, Bekerja, Keras, Merupakan, Perwujudan, Seputar, Kerjaan

Suka Bekerja Keras Merupakan Perwujudan Dari Sila Pancasila A 1 B 2 C 3 D 4 E 5 - Temukan Jawab

Suka Bekerja Keras Merupakan Perwujudan Dari Sila ... Pancasila : bekerja, keras, merupakan, perwujudan, pancasila, Bekerja, Keras, Merupakan, Perwujudan, Pancasila, Temukan, Jawab

Suka Bekerja Keras Sila Ke – Bersama

Suka Bekerja Keras Merupakan Perwujudan Dari Sila ... Pancasila : bekerja, keras, merupakan, perwujudan, pancasila, Bekerja, Keras, Bersama

Suka Bekerja Keras Merupakan Perwujudan Dari Sila Pancasila - Info Akurat

Suka Bekerja Keras Merupakan Perwujudan Dari Sila ... Pancasila : bekerja, keras, merupakan, perwujudan, pancasila, Bekerja, Keras, Merupakan, Perwujudan, Pancasila, Akurat

Suka Bekerja Keras Merupakan Perwujudan Dari Sila Pancasila - Info Akurat

Suka Bekerja Keras Merupakan Perwujudan Dari Sila ... Pancasila : bekerja, keras, merupakan, perwujudan, pancasila, Bekerja, Keras, Merupakan, Perwujudan, Pancasila, Akurat